I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.95 AKU MENCINTAI MU



Pemilik warung datang menghampiri tempat duduk yang ditempati oleh Dewi dan Carlos. Dengan membawakan nampan. Disana berisikan menu makanan pesanan Dewi dan Carlos. "Silakan dimakan neng Dewi, Mas." ucap pemilik warung sambil mengembangkan senyumnya dan menyuguhkan menu makanan itu.


"Terima kasih Mang, makanannya Pasti enak. saya sudah bisa jamin itu." ucap Dewi sambil mengembangkan senyumnya menatap sang pemilik warung.


"Neng Dewi bisa saja bercandanya. Oh ya Neng Dewi, di mana Tiwi dan neng Calista?. "Calista sedang pergi perjalanan bulan madu dengan suaminya Tuan Bisma. Sedangkan Tiwi pergi bersama dokter Gibran yang biasa juga makan di sini.


"Wah jangan-jangan dokter Tampan itu sudah jadian dengan neng Tiwi?" celetuk sang pemilik warung membuat Carlos mengerutkan keningnya.


"Loh berarti dokter Gibran juga dikenal sama pemilik warung ini. Dan mengapa pemilik warung ini mengetahui hubungan Tiwi dengan dokter Gibran." Carlos membatin.


" Oh ya Mas sepertinya Baru kali ini ke sini." ucap milik warung itu sembari mengembangkan senyumnya.


"Iya Mang!" Pak karlos Baru kali ini datang ke sini. Dia atasan Dewi, asisten dari Tuan Bisma Zulkarnain suami Calista.


Tapi mamang jangan salah, Pak Carlos juga memiliki restoran ternama loh di kota ini.


"Wah hebat tuh. Mamang juga ingin memiliki restoran ternama seperti yang dimiliki Pak Carlos. Tapi ya bagaimana nasib mamang masih seperti ini.


Tapi patut disyukuri saja. Yang penting bisa makan dan menyekolahkan anak-anak mamang." sahut pemilik warung sambil mengembangkan senyumnya menatap di Carlos dengan Dewi.


"Eh maaf, jadi mengganggu makan kalian. Silahkan dimakan. Mamang ingin kembali bekerja." ucap pemilik warung sambil berlalu dari hadapan Dewi dan Carlos.


Dewi mencuci tangannya di dalam kobokan yang sudah disediakan oleh pemilik warung. tempat pencucian tangan mereka. Setelah mengucap bismillah, Dewi langsung menyantap menu makanan miliknya.


Sementara Carlos hanya terdiam menatap menu makanan yang aneh baginya. Dengan lahap,tanpa memperhatikan mimik wajah Carlos. Dewi menyantap menu makan siangnya. Entah karena lapar atau karena doyan atau karena Citra rasa yang begitu lezat, membuat Dewi langsung secepat mungkin menghabiskan makan siangnya.


Hal membuat Carlos merasa heran melihat wanita yang ada di hadapannya, tidak pernah peduli dengan tatapan orang lain. Ketika dirinya menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.


Sadar diperhatikan. Dewi langsung menghentikan makannya."Loh pak Carlos Sudah dari tadi belum makan. Pak Carlos Tidak selera ya melihat menu makanan yang ada di sini? coba deh." ucap Dewi kepada Carlos yang sudah dari tadi hanya memegang sendok dan garpu yang ada di tangannya.


Carlos pun mulai memasukan sesendok makanan itu ke dalam mulutnya. Perlahan ia cicipi menu makanan itu. Dan ternyata benar apa yang dikatakan Dewi benar adanya. Citra rasa menu makanan yang ada di sana memang mengunggah selera.


Membuat Carlos langsung melahap menu makanan yang ada di hadapannya hingga ludes tanpa ada sisa. Dewi memperhatikan Carlos yang menyantap menu makanannya. Dewi mengembangkan senyumnya.


" Bagaimana pak Carlos Citra rasa makanan yang ada di rumah makan ini? apakah Citra rasa yang ada di rumah makan ini cocok di lidah Pak Carlos." tanya Dewi penasaran.


Carlos mengganggukan kepalanya. sepertinya rumah makan ini memiliki potensi untuk dikembangkan. Jika pemilik warung bersedia, Aku ingin bekerja sama dengan mereka. Dengan cara, aku menanamkan modal di sini untuk dikembangkan dan pemilik warung yang akan mengembangkannya." sahut Carlos kepada Dewi.


"Pakar Carlos serius? tanya Dewi kepada Carlos. Carlos menganggukkan kepalanya. Ia pun ingin sekali mengembangkan usaha rumah makan pemilik Mang Karim. Dikembangkan menjadi restoran yang menu makanannya dapat dijangkau anak kuliahan dan juga para karyawan."ucap Carlos


Dewi memanggil Mang Karim ke tempat duduk mereka. "Mang Karim pun akhirnya menghampirinya. "Ada apa neng Dewi memanggil mamang ke sini? ada yang ingin membantu? tanya Mang Karim kepada Dewi.


Dewi mengembangkan senyumnya mamang lagi repot tidak? tanya Dewi sambil menelisik seisi Rumah makan milik Mang Karim, yang sudah mulai tampak sepi. Karena para mahasiswa dan karyawan yang biasa makan di sana sudah pada kembali ke aktivitas masing-masing.


"Tidak neng, kebetulan menu makanannya sudah hampir habis. Jadi mamang tidak terlalu repot saat ini." sahut Mang Karim. "Begini Mang, ada sesuatu yang ingin dibicarakan atasan saya ini kepada Mamang. Itupun jika mamang bersedia." ucap Dewi Dewi sambil mempersilahkan Carlos berbicara kepada Mang Karim.


"Begini Pak Karim. Saya salah satu pemilik restoran yang lokasinya lumayan jauh dari sini. Saya sudah merasakan Citra rasa masakan Mang Karim dan rasa masakan Makarim cukup lezat dan mengunggah selera. Sama persis seperti yang dikatakan Dewi kepadaku.


Awalnya saya tidak percaya. Tetapi ketika saya sudah mencicipinya, ternyata benar apa yang dikatakan Dewi kepadaku. Jika Bapak bersedia, Saya ingin bekerja sama dengan bapak. Itu pun kalau bapak mau."ucap Carlos.


"Maksudnya? tanya Mang Karim yang belum paham maksud dan tujuan dari Carlos.


"Saya ingin menanamkan modal di usaha kuliner Bapak ini. Dan rumah makan bapak ini kita kembangkan supaya lebih besar dan dapat dijangkau banyak orang.


Tetapi tempatnya kita besarkan dan menu makanannya kita tambah. Saya penyedia modal, dan Mang karim yang menjalankan restorannya. Nanti 70% keuntungan untuk Mang Karim dan 30% untuk saya.Bagaimana menurut Mang Karim, apa Mang Karim tertarik dengan tawaran saya? tanya Carlos kepada Mang Karim.


Mang Karim terlihat memikirkan sesuatu. Saya akan memikirkannya terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan istri saya. Jujur Saya tertarik dengan tawaran anda. Tetapi saya harus bertanya dulu kepada istri saya, setuju atau tidak. Jadi berikan saya waktu Mas." ucap mang karim kepada Carlos.


Carlos mengangguk paham. "Kalau begitu jika anda tertarik, hubungi saja saya." ucap Carlos sembari memberikan kartu namanya kepada Mang Karim. "Terima kasih Mas. Nanti saya akan hubungi jika istri saya setuju dengan usulan Mas." ucap Mang Karim sembari berpamitan dari hadapan Carlos dan juga Dewi


"Maaf mang, berapa ini semua? tanya Carlos sembari merogoh dompet yang ada di saku celananya. "Empat puluh ribu Mas." sahut Mang Karim. Carlos memberikan Uang pecahan seratus ribu yang ada di dompetnya. "Ini mang!" ucapnya sambil memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus dan langsung memberikan ke tangan mang Karim.


"Wah ini banyak sekali Mas!" sahutnya


"Sudah mang, ambil saja. Anggap aja rezeki." sahut Carlos sambil langsung berlalu meninggalkan Mang Karim di sana diikuti Dewi.


Dewi hanya menatap Carlos ketika berada di dalam mobil. "Jiwa sosial Carlos ternyata masih ada." gumamnya dalam hati sembari menatap Carlos dengan tatapan penuh arti.


Sadar ditatap oleh Dewi, Carlos pun bertanya kepadanya. "Kenapa kamu menatapku seperti itu Dewi?


"Tidak apa-apa pak.Baru nyadar aja kalau Pak Carlos itu ternyata tampan." ucap Dewi berniat bercanda kepada Carlos. Tetapi Carlos langsung tertawa ngakak mendengar jawaban Dewi.


Ketika Dewi dan Carlos sudah berada di dalam mobil, Carlos melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Zulkarnain Group. Tiba-tiba Carlos menghentikan mobilnya di bahu jalan, setelah berjalan 50 meter dari rumah makan itu.


Membuat Dewi bingung. "Mengapa Carlos menghentikan mobilnya di lokasi tempat yang sepi seperti itu. "Pak Carlos Kenapa kita berhenti di sini? ini sudah hampir pukul 13.30 waktu kita makan siang Sudah telat 30 menit." ucap Dewi kepada Carlos.


Carlos menatap Dewi dengan intens. Ia meraih tangan Dewi.


"Dewi aku mencintaimu." ucapnya terburu-buru. Jantungnya berdebar kencang mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya kepada Dewi.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI YUK MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.