
Tiga minggu kemudian pesta pernikahan Tiwi dan dokter Gibran pun diadakan di salah satu ballroom hotel ternama yang ada di kota ini. Tentunya dengan rekomendasi dari Bisma dan nyonya Katarina Dona. Yang kebetulan Hotel itu merupakan milik Bisma sendiri.
visual Dokter Gibran dan Tiwi ketika resepsi pernikahan.
Nyonya Katarina Dona tidak lepas tangan untuk persiapan penyelenggaraan pesta resepsi pernikahan dokter Gibran dan Tiwi. Yang mana Calista dan juga Bisma memberitahu kepada Nyonya Katarina Dona kalau Tiwi merupakan sahabat baik Calista.
Atas permintaan Calista dan Bisma sehingga Nyonya Katarina Dona selalu memberikan rekomendasi tempat dan EO yang pantas mereka gunakan untuk pesta pernikahan Tiwi dan dokter Gibran.
Sebelumnya akad nikah dilaksanakan di kediaman keluarga Dewi. Yang hanya di hadiri oleh kerabat kedua mempelai dan pak penghulu.
Di kamar yang sangat mewah dan megah tanpak MUA datang menghampiri Tiwi untuk merias Tiwi. Setelah selesai dirias dan memakai baju pengantin, yang sudah dipesan khusus dari perancang terkenal, Tiwi tampak sangat cantik dan anggun
"Wow cantik bangat." gumam salah satu MUA yang bertugas merias Tiwi. Dokter Gibran, Bu Bu Sarah datang menghampiri Tiwi.
Melihat kecantikan Tiwi, Dokter Gibran sangat terpesona.
"Kamu cantik bangat sayang!" mas jadi ngak sabar mas ingin melahap mu." Bisik Dokter Gibran ditelinga Tiwi berniat Untuk menjahili Tiwi.Hal itu membuat Tiwi sedikit merinding dan seketika wajahnya memerah, Seperti kepiting rebus.
Setelah acara akad nikah selesai dikediaman Keluarga Dewi, seluruh anggota keluarga kedua belah pihak langsung menuju hotel tempat diadakannya acara resepsi.
Para kolega bisnis Tuan Baskoro, dan Tuan Zulkarnain. Begitu juga dengan Bisma ikut serta menghadiri resepsi pernikahan Tiwi. Ibu Sarina dan Pak Khairul Hamzah tampak antusias menyambut para tamu undangan.
Tidak terkecuali dengan Carlos dan Dewi menghadiri pesta pernikahan sahabatnya Tiwi dan juga Dokter Gibran. Ada rasa bahagia di hati Dewi kini Tiwi sudah sah menjadi istri seorang dokter. Terlihat para petinggi Rumah Sakit tempat dokter Gibran mengabdi sebagai seorang dokter, sudah berdatangan untuk menghadiri pesta pernikahan dokter Gibran.
Tak terkecuali tim medis lainnya. Banyak sahabat dokter Gibran yang berprofesi sama dengannya, datang menghadiri pesta pernikahan dokter Gibran. Ada rasa bahagia di hati Tiwi, melihat para tamu undangan. Tampak antusias untuk menghadiri pesta pernikahan mereka.
"Mas ternyata pesta pernikahan Tiwi sangat meriah. Tidak sia-sia Mami membantu mengurus acara pernikahan Tiwi dan dokter Gibran.
"Ya sayang, namanya juga Mami. Kalau Mami sudah turun tangan untuk menangani pesta kerabat atau teman dekat, Pasti akan sangat meriah. Karena ada saja yang dapat dilakukan mami, agar suasana semakin menghangat.
Calista mengembangkan senyumnya. Karena yang dikatakan suaminya benar adanya. Pilihan Nyonya Katarina Dona, memang tidak pernah salah dalam menggunakan jasa EO ataupun perancang busana yang ingin mereka inginkan.
Carlos dan Dewi menghampiri Calista dan Bisma yang sedang asyik ngobrol berdua. Tanpa memperhatikan kehadiran Carlos dan Dewi. Carlos menepuk pundak Bisma hingga membuat Bisma terhenyak." Kamu ini apa-apaan sih? buat saya kaget saja." gerutu Bisma sambil menatap Carlos dengan tatapan tidak bersahabat.
"Yey, calon bapak nih mudah sekali emosi!, tidak boleh seperti itu, nanti anak kamu emosian."celetuk Carlos.
"Enak aja kamu Ngatain anakku kelak emosian. Yang ianya kamu yang emosian." gerutu Bisma sambil menatap Carlos dengan tatapan tajam.
Sementara Calista dan Dewi hanya menggelengkan kepala. Mereka menatap Kedua lelaki yang mereka cintai, sedang berdebat masalah sepele yang tak patut diperdebatkan.
"Ngasih kado apa untuk dokter Gibran dan Dewi? tanya Bisma penasaran kado apa yang diberikan Carlos kepada Dokter Gibran dan Tiwi.
Membuat Bisma langsung tertawa ngakak mengingat saat pesta pernikahan Bisma dan Calista, Carlos memberi kado yang sangat istimewa membuat Bisma saat itu sangat geram melihat Carlos. Ketika kado yang diberikan Carlos salah satu obat kuat agar Bisma dapat tahan lama saat malam pertama.
"Kamu dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Masih kamu lakukan tingkah konyol kamu itu. Dulu sama kakak bisa kamu lakukan seperti itu. Tapi sekarang yang menikahi ini seorang dokter. Dia lebih pintar bagian begituan dibandingkan kamu." Bisma langsung tertawa ngakak ketika dirinya sudah mengingatkan kalau yang menikah saat ini merupakan seorang dokter handal.
Carlos menepuk jidatnya. Ia merasa bodoh karena ia tidak mengingat kalau suami Tiwi merupakan berprofesi sebagai dokter. "Ya ampun bodohnya. Aku tidak kepikiran sampai ke sana.
"Baru nyadar ya, kalau kamu itu bodoh? makanya di otak kamu itu jangan ngeras melulu.
"Sudah kamu tenang saja aku sudah menyediakan kado selain itu. Tetapi bagaimanapun aku harus menyelipkannya, agar terasa terkesan ketika membuka kado istimewa dari ku." Bisma hanya menggelengkan kepala Sambil tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan Carlos kepadanya.
"Selamat siang Tuan Bisma!" sapa salah seorang kolega bisnis Bisma datang menghampiri Bisma, kebetulan menghadiri pesta pernikahan Dokter Gibran dan Tiwi.
"Eh Tuan, ternyata Tuan datang juga ke pesta ini. Satu kehormatan besar bagi kami Tuan dapat hadir di pesta pernikahan salah satu karyawan yang bertugas di kantor saya. Bisma memberi salam kepada kolega bisnisnya dan mempersilahkan untuk mencicipi menu makanan yang ada di sana.
Ibu Sarah yang ikut serta menghadiri pesta pernikahan Tiwi, tampak Ibu Sarah takjub melihat desain interior pesta pernikahan Tiwi yang tidak kalah mewah dari pesta pernikahan Dewi Beberapa bulan yang lalu. Tampaknya sangat mewah. Keren banget Ternyata dokter tampan kaya juga.
Kapan ya Mia dapat jodoh seperti Kak Calista, Kak Dewi Kak Tiwi, mereka benar-benar wanita yang sangat beruntung mendapat pendamping hidup yang kaya raya. Padahal ketiganya sama-sama berprofesi sebagai officer girl di Zulkarnain Group.
Tetapi sepertinya Dewi Fortuna berpihak kepada mereka. Mereka sangat beruntung." Mia bermonolog sendiri. Tetapi dapat didengar oleh ibu Sarah, membuat Ibu Sarah pun menghampirinya. "Kamu berdoa saja semoga Allah memberikan jodohmu kelak seperti mereka." Ibu Sarah mengingatkan Mia agar selalu meminta kepada Allah segala apa yang ia inginkan.
listra yang baru tiba dari Medan, untuk menghadiri pesta pernikahan dokter Gibran merupakan sahabatnya sendiri. Datang menghampiri Calista.
"Apa kabar Calista?" teriak listra sambil langsung memeluk Calista membuat Calista terhenyak mendapat serangan mendadak dari sang sahabat.
"Ya Allah listra kamu Ternyata. Kapan sampainya?
"Barusan. Pesawat Kami sempat delay. Jadi kami agak telat sampainya jadi tidak sempat menghadiri akad nikah Tiwi dan dokter Gibran.
"Sudah tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah menghadiri pesta pernikahan dokter Gibran. Jujur listra sangat bahagia akhirnya dokter Gibran dapat move on dari kamu. ucap Calista sambil mengingat masa masa mereka sewaktu duduk di bangku SMA di desa.
listra berlalu meninggalkan Bisma dan Calista untuk sekedar mengucapkan selamat atas pernikahan dokter Gibran. "Calista aku tinggal sebentar ya. Soalnya aku belum mengucapkan selamat kepada Gibran. Kamu tahu bukan kalau aku baru tiba?"
"Ya tidak apa-apa. Nanti setelah kamu selesai memberi salam kepada mereka, kamu datang lagi ke sini ya. Karena aku masih merindukanmu. Ada sesuatu yang harus kamu ketahui sekarang. Calista mengingatkan listra agar segera kembali menghampirinya setelah mengucapkan selamat kepada dokter Gibran dan Tiwi.
Bersambung
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN PERNAH LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏