
Ketika tuan Baskoro dan Tuan Zulkarnain memberitahu maksud dan tujuan mereka, Ibu Sarah tidak bisa memberikan jawaban kepada mereka. Ia harus terlebih dahulu bertanya kepada Dewi. "Maaf Tuan, Sepertinya saya tidak dapat memberikan keputusan sendiri. Karena saya harus bertanya terlebih dahulu kepada Dewi.
Karena bagaimanapun, yang menjalaninya bukan saya melainkan diri sendiri. Yang pasti saya hanya ingin yang terbaik kepada putri saya. Jika putri saya setuju maka saya juga pasti akan merestuinya." ucap Ibu Sarah sambil mengembangkan senyumnya.
Dewi keluar dari kamarnya. Ia belum mengetahui apa yang dibicarakan oleh keluarga Carlos, bersama ibu Sarah di sana. Dewi, duduk nak!" ada sesuatu yang penting yang ingin Ibu tanyakan kepada kamu." ujar Ibu Sarah kepada Dewi yang baru keluar dari kamar.
"Ada apa Bu? sepertinya penting sekali. Dewi penasaran
"Begini nak kedatangan nak Carlos dan Keluarganya datang ke rumah kita ini, mereka berniat untuk melamar kamu menjadi pendamping hidupnya. Bagaimana pendapat kamu nak? tanya ibu Sarah penuh selidik
"Apa?
"Melamar?
"Melamar bagaimana maksudnya bu? Dewi tidak paham." Ucap Dewi memberitahu dengan kebingungannya.
Ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Ibu Sarah kepadanya.
"Ya melamar Kakak, agar Kakak menjadi Istri dari Kak Carlos, masa itu saja kakak bingung dan tidak paham." celetuk Mia yang tidak sabar mendengar jawaban Dewi.
Dewi mengerutkan keningnya. Ia menatap Carlos dengan tatapan penuh tanya. Carlos mengembangkan senyumnya mengedipkan matanya. Pertanda dirinya meminta kepada Dewi agar menerima lamarannya.
Dewi tidak langsung menjawab pertanyaan Ibu Sarah. Maaf Tuan, Nyonya. Saya butuh berbicara langsung dengan Pak Carlos!" ucap Dewi sambil langsung menarik tangan Carlos keluar dari rumah.
"Ada apa sayang?
"Apa maksudnya ini semua Mas?
"Kan semuanya sudah jelas sayang, keluarga besar Mas datang ke sini untuk melamar kamu. Apa itu kurang jelas?ucap Carlos dengan enteng
"Ya Alloh Ya Robbi, maksud Dewi kenapa mas tidak memberitahu Dewi sebelumnya. Mas sengaja ingin mempermalukan Dewi?
"Mempermalukan Bagaimana maksudmu sayang? Carlos balik bertanya
Dewi hanya terdiam dan menatap Carlos dengan tatapan tajam.
Dewi menggelengkan kepalanya.
"Dari awal Dewi sudah katakan sama mas, kalau Dewi belum siap untuk menikah, sebelum Dewi berhasil menyekolahkan Sean dan Mia sampai tamat setidaknya tamat SMA jangan sampai mereka putus sekolah." ucap Dewi berterus terang kepada Carlos.
Carlos meraih tubuh Dewi kepelukannya. "Kalau masalah biaya sekolah Mia dan Sean kamu jangan khawatir. Mas sudah mengaturnya semua. Kamu tenang saja mereka akan tetap melanjutkan sekolah mereka sampai ke perguruan tinggi. Itulah janjiku kepadamu."
"Sekarang yang Mas tanyakan kepada kamu jangan ada alasan karena Mia dan Sean dan juga Ibu Sarah. "Apa kamu memiliki perasaan yang sama kepada Mas sama seperti yang Mas rasakan kepadamu?" tanya Carlos kepada Dewi penuh selidik.
Dewi menatap Carlos dengan tatapan penuh arti. Dewi sedikit bimbang mengambil keputusan saat ini. Karena ia khawatir kelak itu akan menjadi masalah di hubungan rumah tangga mereka.
"Ya Allah sayang," kalau Papi tidak setuju Mas menikah dengan kamu, mereka tidak akan menggebu-gebu datang ke sini untuk langsung melamar kamu." sahut Carlos Sambil tertawa cengengesan.
Dewi bernapas lega. Setidaknya ia sudah mengetahui kalau Tuan Baskoro menerimanya apa adanya. Kan sudah kamu ketahui kalau papa merestui hubungan mas sama kamu. Apa kamu menerima lamaran Mas? tanya Carlos kepada Dewi berharap Dewi menerima lamarannya.
Dewi mengembangkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya. Pertanda lamaran Carlos diterima olehnya. Carlos langsung memeluk Dewi dan berterima kasih kepadanya. Karena telah menerima lamaran Carlos saat itu juga.
Setelah Carlos meyakinkan Dewi, kalau Carlos tidak keberatan untuk membiayai sekolah kedua adik Dewi. Carlos bersorak kegirangan dan langsung masuk ke dalam rumah bersama Dewi.
Ibu Sarah menghampiri Dewi ."Nak, apapun yang menjadi keputusan kamu Ibu pasti akan mendukung Mu. Tidak ada unsur paksaan di sini. Jika kamu memang cinta dan sayang kepada Nak Carlos, katakan yang sebenarnya. dan jika memang tidak ada cinta di hati Mu Untuk nak Carlos, kamu juga harus berterus terang."ujar Ibu Sarah berharap Dewi jujur dengan isi hatinya.
Kali ini Tuan Baskoro angkat bicara dan bertanya langsung kepada Dewi. "Begini nak Dewi, maksud dan tujuan kami datang ke rumah ini, kami ingin melamar kamu menjadi pendamping hidup putra saya Carlos bin Baskoro.
Karena sebelumnya saya mendengar Putra saya Carlos mengatakan kalau Carlos sangat mencintai nak Dewi. Besar harapan saya nak Dewi menerima lamaran ini. Karena saya sangat mengetahui kalau Putra saya Carlos sangat mencintai nak Dewi. ucap Tuan Baskoro berharap Dewi menerima lamaran mereka hari itu juga.
Dewi tertunduk malu. lalu ia pun mendongakkan kepalanya, ketika ibu Sarah memberi kode kepadanya. Dewi mengembangkan senyumnya menatap Tuan Baskoro dengan tatapan penuh arti.
"Kalau boleh jujur, sebenarnya Dewi juga sayang dan cinta kepada Mas Carlos. Jauh sebelum Mas Carlos menyatakan cintanya kepada Dewi. Tetapi perasaan itu Dewi pendam . Karena Tak Mungkin kami dapat bersatu. Itulah menurut Dewi saat itu.
Sehingga cinta Dewi, Dewi kubur dalam-dalam. Sampai suatu ketika Mas Carlos mengungkapkan isi hatinya kepada Dewi tetapi Dewi menganggap itu hanya candaan belaka. Karena itu sungguh tidak mungkin menurut Dewi.
Kehidupan antara Dewi dengan mas Carlos antara langit dan bumi. Tentu Tuan tahu betul Bagaimana kondisi keluarga kami saat ini. Dewi tidak ingin kondisi kami yang tidak punya menjadi bumerang di rumah tangga kamu nantinya.
Hal itulah yang membuat Dewi enggan menerima lamaran mas Carlos saat itu. Tetapi untuk saat ini, Mas Carlos sudah meyakinkan Dewi untuk tidak mempermasalahkan masalah ekonomi keluarga.
"Jadi untuk itu, Dewi bersedia menjadi pendamping hidup Mas Carlos." sahut Dewi sembari langsung tertunduk malu. Calista langsung menghampiri Dewi dan memberikan pelukan hangat kepada sahabatnya itu.
" Terima kasih Dewi. Aku yakin kamu pasti menggapai kebahagiaanmu." ucap Calista merasa bersyukur Dewi menerima lamaran Carlos saat itu juga.
"Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu. Karena kamu sudah begitu baik kepada keluargaku. Aku yakin kamu adalah salah satu yang meyakinkan Tuan Baskoro agar Tuan Baskoro memberikan Restu di hubungan kami." ucap Dewi menebak kalau Calista yang membujuk Tuan Baskoro agar menerima Dewi menjadi menantu di keluarga mereka.
"Tidak!" aku tidak melakukan apa-apa. Memang Om Baskoro benar-benar menginginkan kamu menjadi menantunya. Karena diam-diam ternyata Om Baskoro menyelidiki kamu, setelah om Baskoro mengetahui kalau putranya Carlos sangat mencintaimu. Hal itulah yang membuat ayah mertua saya sepakat untuk langsung melamar kamu hari ini." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, HADIAH NYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
MAMPIR KE KARYA BARU EMAK
"Jodoh di usia senja"