
Setelah kurang lebih 45 menit melalui jalan kota yang cukup macet, akhirnya pak Nando dan bu Intan tiba di restoran yang sudah di pesan Tuan Zulkarnain untuk bertemu dengan Pak Nando dan Bu Intan. Ternyata Tuan Zulkarnain sudah menunggu mereka di sana.
"Selamat malam tuan Zulkarnain maaf kami sedikit telat. Maklum tadi agak macet dijalan," ucap pak Nando dan Bu Intan sambil memberikan salam kepada Tuan Zulkarnain.
"Iya selamat malam" sahut Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona.
"Oh iya kita langsung makan saja." ucap tuan Zulkarnain ternyata Tuan Zulkarnain sudah menyediakan beberapa menu makanan yang sudah disiapkan para pelayan yang ada di restoran itu.
Setelah makan, Tuan Zulkarnain membuka pembicaraan. "Oh iya pak Nando, dan Bu intan kita langsung saja ke topik. Tujuan saya meminta bertemu dengan pak Nando dan bu intan, saya mau membicarakan mengenai anak saya Bisma." ucap Tuan Zulkarnain berhenti sejenak.
"Memangnya ada apa dengan pak Bisma Tuan?. tanya pak Nando
"Umur anak saya sudah 38 tahun, tetapi dia belum menikah. Sejak dia tinggal pergi kekasihnya Alena. Bisma menutup diri terhadap wanita. Entah apa yang sudah dilakukan kekasihnya Alena terhadapnya, sehingga Bisma belum membuka hati terhadap wanita. Dan sekarang saya ingin berniat menjodohkan anak saya Bisma dengan Calista. Itu pun kalau pak Nando dan bu Intan berkenan.
"Pak Nando dan bu Intan saling memandang kalau masalah ini, saya tidak bisa langsung mengiyakan Tuan. Kami harus terlebih dahulu berbicara dengan anak saya Calista. Kalau saya sendiri sih saya setuju setuju aja." ucap Pak Nando.
"Tetapi saya juga ingin bertanya apa yang membuat Tuan berniat menjodohkan anak Tuan dengan anak saya? dan apa Bisma tahu tentang perjodohan ini? tanya pak Nando kepada tuan Zulkarnain.
Saya berniat menjodohkan anak saya dengan anak bapak. Karena saya melihat Calista orang yang baik dan juga sopan. Dan saya merasa ada Aura positif dari dia. Saya berharap mereka berjodoh." ucap Tuan Zulkarnain.
"Saya Juga berharap begitu pak, mudah-mudahan mereka berjodoh." jawab pak Nando dan bu Intan. Karna sejujurnya Pak Nando dan Bu Intan juga mengharapkan hal yang sama dengan Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona.
Setelah selesai membicarakan segala sesuatu mengenai perjodohan antara Bisma dengan Calista, Pak Nando dan Bu Intan pun berpamitan pulang. Sementara Calista baru tiba di rumah, diantar oleh Andita yang teman satu kampus Calista. Calista masuk ke dalam rumah.
"Hening.....,tidak ada siapa-siapa Ibu sama papa dimana? kok nggak ada di rumah ya?" tanya Calista dalam hati
Pa....... Bu......panggil
Calista mencari Ibu Intan di dapur. Tetapi tidak ada siapa-siapa dirumah yang semala ink di tempati keluarga kecil Pak Nando.
Papa sama ibu ke mana ya? tanya Calista dalam hati. Calista masuk ke kamar dan membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Calista memakai pakaian yang biasa digunakan dirumah. Calista berlalu dari kamar menuju ruang tamu. Berniat untuk menonton televisi sambil utak-atik ponselnya.
Calista ingin menelepon Pak Nando, sebelum Calista menghubungi Pak Nando, suara klakson mobil terdengar jelas di telinga Calista. "Eh mungkin itu papa sama ibu." gumam Calista dalam hati sambil beranjak dari tempat duduknya.
Ibu intan yang sudah tiba di rumah, mereka turun dari mobil yang mereka tumpangi. "Papa sama ibu dari mana?" Calista nyariin tadi lo." ucap Calista dengan manja sambil langsung memeluk Ibu Intan.
"Ohh, dijawab Calista singkat. Pak Nando dan Ibu intan duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Calista sini sayang," duduk sama ibu." ucap ibu intan. Calista datang menghampiri Bu intan yang sudah duduk bersama Pak Nando sambil menikmati siaran televisi yang tayang disalah satu televisi swasta.
"Ada apa Bu? tanya Calista penasaran mengapa tiba tiba Bu intan memintanya untuk duduk bersama pak Nando dan Bu intan.
Ibu intan melihat kearah suaminya. Berharap suaminya yang menjelaskan kepada Calista.
"Begini nak, Papa dan Ibu Kamu tadi di undang Tuan Zulkarnain makan malam bersama.
"Nah, di sana Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona meminta dan memohon kepada papa, agar Papa menyetujui kalau Bisma dengan kamu dijodohkan. Tuan Zulkarnain menginginkan kamu menjadi menantu mereka. Berharap kamu menerima perjodohan ini.
Tetapi kamu jangan khawatir, Jika kamu tidak bersedia jangan dipaksakan. Papa belum menyetujui perjodohan ini. Sebelum Papa bertanya kepada kamu. Kalau kamu tidak menyetujui perjodohan ini, Papa pasti akan menolak. Papa hanya ini memberikan yang terbaik kepada putri Papa." ucap Pak Nando kepada Calista.
Calista sangat tersentak mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Nando kepadanya. Entah apa yang membuat Tuan Zulkarnain menginginkan Calista menjadi pendamping hidup Bisma. Padahal Tuan Zulkarnain tahu sendiri kalau Calista hanyalah anak angkat dari Pak Nando dan Bu Intan.
"Tapi yang menjadi pertanyaan di hati Calista Apa yang membuat Tuan Zulkarnaen berpikir untuk menjodohkan Calista dengan Pak Bisma? tanya Calista kepada Pak Nando. karena Calista masih penasaran mengapa tiba-tiba Tuan Zulkarnain memiliki niat untuk menjodohkan Calista dengan Bisma. Yang mana, Tuan Zulkarnain sudah jelas-jelas mengetahui kalau Bisma tidak pernah menyukai sosok Calista
Bahkan Bisma selalu membuat Calista kesal jika berada di kantor. Calista juga bingung Mengapa Bisma begitu membencinya. Bahkan setiap apa yang ia kerjakan selalu salah di mata Bisma.Hal itu membuat Kalista ragu untuk menerima perjodohan ini.
Ia jelas tahu kalau Bisma sangat membencinya. Bagaimana mungkin mereka akan menikah, sementara orang yang dijodohkan dengannya tidak mencintai Calista sama sekali.Begitu juga dengan Calista sama sekali tidak memiliki rasa cinta sedikitpun kepada Bisma.
"Maaf Pak," untuk saat ini Calista belum memikirkan ke arah sana. Yang Calista inginkan, Calista dapat berhasil dan dapat mewujudkan cita-cita Calista bersama cita-cita sahabat Calista yang ada di desa." jawab Calista sambil menunduk. Ia ragu mengatakan jawabannya, karena Calista takut Pak Nando akan kecewa mendengar jawabannya.
"Tidak apa-apa sayang," nanti akan Papa bicarakan kepada Tuan Zulkarnain tentang Apa jawaban kamu yang belum berniat untuk melangkah sampai ke jenjang pernikahan, kalau cita-cita kamu belum tercapai." Ucap pak Nando sambil mengelus pundak Calista.
"Kamu tenang saja Nak," Kami tidak akan memaksa kamu. Mana yang terbaik menurut mu itulah yang kamu jalani. Karena kebahagiaan kamu merupakan kebahagiaan Papa dan ibu." ucap Pak Nando sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
hai semuanya jangan lupa like, coment, vote dan hadiahnya ya Trimakasih susah mendukung karya emak.🙏🙏🙏🙏🙏