I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.84 TERONG MAKAN TERONG



Carlos yang kebetulan lewat dari taman kantor merasa ada sesuatu Nyang aneh diantara ketiga wanita yang sedang berpelukan. Seperti saling memberikan kekuatan dan semangat.


"Ada apa?


"Kok ada cara peluk pelukan dan tangis tangisan segala seperti ini? tanya Carlos membuat Tiwi langsung menatap Carlos dengan tatapan tajam.


"Heh manusia Vakum, kepo aja urusan orang lain." celetuk Tiwi membuat ketiga sahabat itu sontak tertawa ngakak. Mendengar ocehan Tiwi yang mengatai Carlos manusia Vakum.


"Heh!" maksud kamu apa ngatain gue manusia Vakum?


"Ya memang Pak Carlos manusia Vakum kan?


"Belum nyadar Ya? celetuk Tiwi.


"Dasar wanita jadi jadian.


"Eh daripada pak Carlos mati rasa. Lihat Tuh uban sudah pada putih di rambut pak Carlos. Tapi masih saja jomblo, Alias tidak laku laku." ucap Tiwi.


"Kalau ngomong di jaga tuh mulut!"


" Emang sudah ubanan kan? belum nyadar juga sudah Tua? waduh keterlaluan. pantas saja jomblo terus. Aku rasa pak Carlos mati rasa benaran Dewi." ucap Tiwi membuat Carlos semakin geram mendengar ejekan dari Tiwi.


Dewi hanya mengembangkan senyumnya melihat perdebatan antara Tiwi dengan Carlos. Sementara Calista menggelengkan kepalanya. Bicara cepat-ceplos Tiwi, membuat Carlos kali ini benar-benar kesal.


Karena Tiwi mengatainya di hadapan wanita yang sangat ia cintai. Ketiga sahabat itu tidak menyadari kalau Carlos mencintai Dewi. Karena selama ini Carlos terlihat acuh kepada setiap orang jika tidak mendapatkan perintah berbuat sesuatu dari Bisma.


"Kenapa diam?


"Tidak bisa menjawab Ya. Karena memang apa yang aku katakan benar adanya? Tiwi kembali melemparkan pertanyaannya kepada Carlos membuat Carlos menatapnya dengan tatapan tajam.


"Sekarang yang kepo saya atau kamu?


"Sedari tadi kamu ingin tahu aku ubanan atau tidak. kamu mau lihat?


"Tidak perlu!" Karena tanpa kamu tunjukkan saja sudah kelihatan uban kamu dari sini." Makanya kamu tetap jomblo.


Siapa juga wanita yang mau kepada lelaki yang umurnya sudah tua seperti Pak Carlos. jika ada wanita yang mau kepada Pak karlos paling janda anak lima." ucap Tiwi membuat Carlos semakin kesal mendengar celotehan Tiwi.


"PD amat kamu amat kamu mengatai saya. kamu saja masih jomblo. Siapa lelaki yang mau dengan wanita seperti kamu yang asal bicara kepada setiap orang tanpa memiliki etika. Jawab Carlos yang mampu membuat diri langsung terdiam sambil menatap Carlos dengan tatapan elang.


" Mendingan saya masih memiliki sahabat baik seperti mereka berdua. Lagian saya masih muda. Umur saya masih 22 tahun. Ingat Pak Carlos umur saya 22 tahun bukan 39 tahun seperti pak Carlos." ucap Tiwi menegaskan kepada Carlos kalau saat ini usianya masih muda.


Carlos menggelengkan kepalanya. Setiap berdebat dengan kamu memang tidak ada menangnya. Memang kamu wanita yang suka membuat orang kesal. Aku rasa lelaki akan berpikir seribu kali untuk mendekatimu. sebagai wanita kamu harus menjaga bicaramu."kesel Carlos membuat Tiwi tertawa ngakak.


Carlos mengerutkan keningnya melihat Tiwi yang tiba-tiba tertawa ngakak mendengar jawabannya.


"Apa yang kamu tertawakan?


"Apa ada yang lucu sehingga kamu tertawa seperti itu?


"Menurutku sih lucu, Melihat lelaki mapan seperti Pak Carlos, tetapi tak laku-laku. Tapi iya juga sih, siapa yang mau dengan lelaki manusia vakum sepertimu. Yang tahunya kerja dan kerja. Atau jangan-jangan Pak Carlos suka terong dengan terong? Ha....ha.... ha..ha" Tawa Tiwi diikuti dengan kedua sahabatnya.


"Enak saja!" buktikan kalau Pak Carlos tidak menyukai terong. Dengan membawa seorang wanita ke hadapan kita bertiga." Tiwi menantang Carlos kali ini.


"Kalau jomblo juga tidak perlu banyak ngomong. Sama-sama jomblo aja banyak bicara." celetuk Carlos sambil langsung meninggalkan Tiwi dan kedua sahabatnya di sana.


"Heh!" pak Carlos mau kemana? malu ya ketahuan suka sama terong? Tiwi berteriak membuat Dewi angkat bicara yang sendiri tadi hanya memperhatikan perdebatan antara Carlos dengan Tiwi.


"Kamu ini sudah pergi saja orangnya kamu masih berteriak. Tidak cukup apa kamu membuat malu pak Carlos di hadapan kita?


"Biarin saja. Suruh siapa dia masih jomblo di usianya sudah menginjak 39 tahun.


Aku mengatakan seperti itu supaya ada perubahan dalam pola pikirnya terhadap wanita. Mau sampai kapan dia hidup sendiri? pasti ayahnya juga menginginkannya segera melepas masa lajangnya."sahut Tiwi sambil memperhatikan punggung lelaki yang sedari tadi kesal terhadapnya.


Perlahan punggung Carlos menghilang dari pandangannya. Membuat Tiwi mengembangkan senyumnya dan mengedipkan matanya sebelah ke arah Dewi.


"Apa-apaan sih kamu mengedipkan matamu kepadaku? tanya Tiwi penasaran.


" Lihat saja sebentar lagi ada yang akan jadian dalam waktu dekat." ucap Tiwi penuh keyakinan kalau dalam waktu dekat Carlos akan berterus terang kepada Dewi. kalau Carlos sangat mencintainya.


Entah dari mana Tiwi mengetahui kalau Carlos memiliki perasaan lebih kepada Dewi.


"Sok tahu kamu! Seperti dukun saja. Celetuk Dewi sambil berjalan bergandengan tangan bersama Calista.


"Eh Tunggu kalian mau ke mana? Jangan tinggalin aku dong. ucap Dewi sambil berusaha mengimbangi langkah kedua sahabatnya.


Kini mereka berada di lantai 10. Calista berpamitan kepada kedua sahabatnya berlalu ke ruang kerja suaminya.


"Aku duluan ya, sepertinya suamiku sudah menungguku di ruangannya. ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya menatap kedua sahabatnya meminta persetujuan dari mereka.


"Ya.... ya....ya enak sekali yang sudah memiliki suami. Ada yang bertanggung jawab kepada kita, dan menunggu kita jika kita pergi kemana-mana. Tidak seperti kita-kita yang jomblo ini." ucap Tiwi yang mampu membuat Calista tertawa ngakak.


"Kamu sih," ngatain Pak carlos saja yang jomblo. Kamu saja jomblo." sahut Dewi yang sedari tadi sedikit kesal melihat sahabatnya mengatai Carlos lelaki tua dan menyukai sesama jenis.


"Memang pak Carlos sampai saat ini masih jomblo kan? jadi yang aku katakan tidak salah dong. Sahut Tiwi yang tak mau kalah dengan sahabatnya.


"Ya suka hatimu lah!" terserah kamu mau bilang apa. Yang pasti kamu jangan termakan dengan omongan kamu sendiri kelak. Hardik Dewi sambil berjalan masuk ke dalam pantry.


Kemudian keduanya pun kembali mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya di Zulkarnain Group. Setelah jam istirahat mereka makan siang Telah usai. Kedua wanita itu dengan semangat mengerjakan pekerjaannya.


"Hei....manusia jomblo ngapain lagi kamu di situ berdiri? celetuk Tiwi yang melihat Carlos berdiri di depan pintu pantry.


"Dew.....Tolong buatin aku kopi dong."


"Oh sebentar Ya pak Carlos, Dewi buatin. Dewi pun membuat kopi permintaan Carlos lalu ia menyuguhkannya di meja kerjanya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏