
Dewi menatap Carlos dengan tatapan penuh tanya. Apalagi yang tidak aku ketahui tentang?
"Maksudnya?
"Ini, tiba-tiba mas mengatakan kepada Dewi kalau toko emas tadi milik Mas. Dan pegawai toko itu juga membenarkannya. Sementara yang Dewi ketahui Mas adalah asisten Tuan Bisma.
"Jika mas memang memiliki usaha, Mengapa Mas tetap menjadi asisten Tuan Bisma? tanya Dewi penuh selidik. Carlos mengembangkan senyumnya. "Bisma itu kakak sepupuku, sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri. Aku hanya membantunya mengembangkan perusahaan dari warisan kakek.
Dengan membantunya mengembangkan perusahaan yang diwariskan kakek kepada Om Zulkarnain, itu artinya aku juga menjalankan amanah dari kakek. Dulunya perusahaan itu sangat kecil ketika ditinggalkan kakek.
Tetapi Om Zulkarnain berusaha dengan sekuat tenaganya, untuk mengembangkan perusahaan itu sampai perusahaan itu berkembang pesat seperti sekarang. Om Zulkarnain yang begitu berjasa di sana. sekalipun perusahaan itu warisan dari kakek.
Tetapi perusahaan itu tidak bisa besar tanpa adanya Om Zulkarnain. Hal itulah yang membuat aku ikut membantu untuk tetap menjalankan perusahaan itu. Dan jangan salah, kita juga memiliki saham di sana Sayang." ucap Carlos membuat Dewi terhenyak.
Ya di Zulkarnain Group Carlos memiliki saham sebesar 15% sementara Bisma memiliki 85%. di samping itu Carlos memiliki usaha restoran dan juga beberapa toko emas yang diwariskan sang kakek kepada dirinya.
Dewi tidak mengetahui seberapa besar kekayaan yang dimiliki calon suaminya. Begitu juga dengan Calista. Ia juga tidak mengetahui seberapa besar harta kekayaan yang dimiliki Bisma saat ini. Karena Bisma juga memiliki perusahaan anak cabang di berbagai bidang.
Bukan hanya dibagian properti,tetapi memiliki perusahaan di bidang pusat perbelanjaan, dan perusahan pertambangan juga. Setelah Carlos menjelaskan segalanya kepada Dewi Dewi mengangguk paham. Mengapa Carlos memilih tetap membantu Bisma menjalankan perusahaan Zulkarnain Group.
Yang ternyata Carlos juga memiliki saham di sana. Sementara Tuan Baskoro tetap menjalankan usaha kuliner miliknya. Restoran yang dimiliki Tuan Baskoro juga cukup berkembang dan sudah memiliki anak cabang di berbagai provinsi. Itu terlihat jelas kalau perkembangan usaha kuliner milik Tuan Baskoro begitu diminati oleh masyarakat banyak.
Lebih baik kita sekarang makan perut Mas sudah mulai keroncongan. Karena ini sudah pukul 14.00 siang. Kita belum makan." ucap Carlos meminta kepada Dewi agar mereka segera makan siang di mall itu juga. Dewi mengikuti langkah Carlos berjalan ke sebuah restoran ternama yang ada di mall itu.
Ketika mereka berada di dalam restoran, Dewi hanya terdiam menatap Carlos dengan tatapan yang sulit diartikan. Sesekali ia melirik seisi restoran. Ia begitu takjub dengan desain interior restoran itu membuat dirinya terpukau.
"Mas Kenapa kita harus makan di sini? pasti di sini makanannya harganya mahal.
"Disini Citra rasa menu makanannya enak banget sayang. Restoran ini menyajikan masakan Indonesia. Masakan yang pasti kamu sukai. Kamu pasti menyukainya nanti. Carlos yakin kalau Dewi menyukai menu makanan yang disediakan di restoran itu.
Dewi hanya manggut ia tidak banyak bicara. membuat Carlos penasaran Mengapa tiba-tiba sikap Dewi sedikit berbeda dari sebelumnya. Kamu kenapa sayang kok diam saja? Dewi menghela nafas berat lalu menggelengkan kepalanya.
"Katakan Sayang jika kamu tidak menyukai menu makanan yang disediakan di sini kita bisa pindah Resto.
"Kalau masakan di restoran ini menyajikan menu makanan Indonesia Aku pasti menyukainya. Heran saja melihat mas
"Kenapa dengan mas?
"Pertanyaan macam Apa itu sayang?
"Bagi Dewi pernikahan hanya sekali seumur hidup bukan untuk main-main atau coba-coba. Dewi khawatir mas akan menyesal menikah dengan Dewi. Apalagi mas sudah mengetahui kondisi keluarga Dewi yang sebenarnya. Apalagi setelah Dewi mengetahui harta kekayaan Mas yang tak ternilai membuat Dewi merasa minder.
Sepertinya Mas harus terlebih dahulu berpikir matang sebelum mengambil keputusan untuk menikahi Dewi." Carlos bangkit dari tempat duduknya. Kemudian meraih tubuh Dewi kepelukannya. Dari awal Mas sudah mengatakan mas tidak peduli, Kamu terlahir dari keluarga kaya atau kurang mampu. Tetapi yang pasti mas hanya membutuhkan cinta dan kasih sayang Yang tulus darimu. Carlos memberikan kecupan hangat di kening Dewi.
Seorang pelayan datang menghampiri keduanya. Membuat Carlos dengan terpaksa melepaskan pelukannya Dari Dewi."Maaf Tuan kehadiran saya menganggu ketenangan Tuan. Ini menu makanan yang anda pesan. Silakan dicoba." ujar pelayan itu sambil mengembangkan senyumnya.
lalu berpamitan meninggalkan Carlos dan Dewi di sana. "Ayo kita makan, pasti kamu sudah lapar. Mas saja sudah sangat kelaparan. Kamu mau membiarkan calon suami kamu ini mati kelaparan karena menunggu kamu yang tak kunjung makan?
Carlos sengaja membuat dirinya seolah-olah kelaparan berat. Membuat Dewi pun merasa tidak tega. Akhirnya Dewi mengembangkan senyumnya lalu mulai menyantap menu makanan yang ada di hadapannya. Carlos merasa bahagia ketika melihat senyuman Manis dari calon istrinya itu.
"Bagaimana Sayang apa rasanya cocok di lidah kamu?" Carlos berharap kalau Dewi menyukai menu makanan yang disediakan di restoran itu. Rasanya persis seperti masakan ibuku. Jujur aku menyukainya." Dewi memuji menu makanan yang disediakan di restoran tempat mereka makan saat ini.
"Kamu tahu sayang, Siapa pemilik restoran ini? Carlos balik bertanya Dewi. Dewi menggelengkan kepala sambil tetap menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.
Begitu juga dengan Carlos. "Memangnya siapa pemilik restoran ini calon Suamiku sayang ?" nah begitu dong, Mas jadi senang mendengarnya. Apalagi ketika kamu memanggil Mas dengan panggilan sayang.
Dengan kehadiran kamu di sisi Mas kehidupan Mas semakin berwarna. Kamu tahu bagaimana perasaan Mas ketika kamu menerima lamaran Mas? Mas sangat bahagia sampai tidak mampu berkata-kata.
Bisma saja sampai kesal melihatku yang tampak riang di dalam mobil, setelah pulang dari rumah kamu." Carlos berterus terang kepada Dewi kalau saat itu Bisma sempat kesal terhadapnya.
Dewi hanya mengembangkan senyumnya benarkah mas bahagia jika menikah dengan Dewi? Carlos mengembangkan senyumnya. "Pasti Mas akan bahagia, menikah dengan wanita yang Mas sayang dan cintai. Apalagi kalau kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti yang Mas rasakan kepada kamu." ucapnya sambil terus memasukkan menu makanan yang ada dihadapannya ke dalam mulutnya.
Sampai tidak terasa, menu makanan yang ada di hadapan Mereka pun sudah habis tanpa sisa. Membuat Carlos pun tertawa ngakak melihat isi dalam piring miliknya tak satupun tersisa makanan.
Sepertinya Mas sangat lapar sekali, sampai makanannya habis ludes tanpa sisa. Mas ini tidak pernah makan selahap ini. Selain makan bersama kamu." puji Carlos Sambil tertawa cengengesan. Dewi hanya menatap Carlos Ia pun tidak menyadari kalau makanan yang dihadapannya ludes tanpa sisa
Bersambung ...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏