
Sementara di tempat lain Dewi dan Tiwi baru mendapat kabar dari Carlos kalau Calista dan Bisma sudah berada di tanah air. Setelah satu bulan lamanya melakukan liburan perjalanan bulan madu ke New Zealand.
Dewi dan Tiwi begitu bahagia mendengar Calista sudah berada di tanah air. Sahabat sekaligus istri dari Big bos tempat mereka bekerja, saat ini sudah tiba di Indonesia. Itu artinya mereka akan kembali dapat bercanda gurau seperti yang mereka lakukan di hari-hari sebelumnya.
"Calista sudah pulang aku sangat merindukan anak itu." ucap Tiwi sambil membayangkan masa-masa mereka bercanda gurau ketika Calista masih bekerja sebagai OG di Zulkarnain group.
"Iya aku juga merindukan suara tawa Calista yang begitu menggemaskan." sahut Dewi. Tapi sepertinya untuk beberapa hari ini Calista mungkin belum datang ke kantor. Pasti dia istirahat terlebih dahulu, setelah melakukan perjalanan liburan di New Zealand. Dan Nyonya Katarina Dona tidak memberikan Calista bepergian begitu saja.
"Aku ingin mendengar kabar baik dari Calista. Mudah mudahan setelah pulang dari New Zealand Calista langsung hamil Bisma junior atau Calista junior pasti akan asik deh." ucap Tiwi sambil membayangkan Calista hamil putra atau putri Bisma.
"Iya, aku juga tidak sabar mendengarkan kabar baik itu, dari sahabat kita ." sahut Dewi sambil mengembangkan senyumnya. Kedua sahabat itu tertawa lepas. mereka membayangkan bagaiman jika Calista nanti hamil dengan perut membuncit.
"Oh ya, kamu ingat ngak dengan manager pemasaran yang ada di kantor ini yang tugasnya di lantai empat? tanya Dewi kepada Tiwi
"Iya saya ingat. Memangnya kenapa?
"Dia bolak-balik ngajakin aku dinner dan terkadang dia mengajakku nonton bareng. Tetapi aku selalu menolaknya. Sepertinya dia ingin mencari perhatian kepadaku." ucap Dewi memberitahu kepada Tiwi
"Kalau masalah itu aku sudah tahu.Dan dia sudah memberitahu kepadaku kalau dia mencintaimu. Dan dia juga meminta tolong kepadaku agar mengurus kamu dengannya agar lebih dekat. Seperti Mak comblang gitu deh. Tapi aku tidak pernah memberitahunya kepadamu. Karena Pak Carlo sangat mencintai kamu." ucap Tiwi kepada Dewi.
"Jadi Dari awal kamu sudah mengetahuinya?
"Ya sudah semenjak pertemuan kita di rumah makan dulu.
Dewi mengangguk paham. Ternyata apa yang ia pikirkan benar adanya. "Untungnya aku selalu menolak Ajakannya. Kalau tidak bisa saja dia baper." celetuk Dewi Sambil tertawa ngakak.
Keduanya tertawa lepas. Apalagi ketika Tiwi memberitahu Kalau dokter Gibran menghubunginya melalui sambungan video call dan berjanji akan kembali 3 hari lagi. Membuat Tiwi merasa bahagia Begitu juga dengan Dewi.
Carlos yang baru tiba di kantor melihat Tiwi dan Dewi sedang tertawa ngakak yang Carlos tidak ketahui apa yang ditertawakan kedua wanita itu padahal baru saja Tiwi merasa sedih ketika ditinggal pergi oleh Gibran ke Sumatera.
Carlos menghampiri kedua wanita itu yang tertawa lepas. "Sepertinya bahagia sekali hari ini. Ada gerangan apa sehingga kalian tertawa lepas seperti ini? tanya Carlos yang ingin mengetahui Mengapa kedua wanita yang ada di hadapannya tertawa begitu bahagia.
"Mau tau apa mau tau banget? Celetuk Tiwi dengan ciri khasnya yang selalu mengerjai orang lain. Kamu kalau sudah berbicara selalu panjang lebar, tidak langsung ke intinya saja. Ayo katakan Ada apa dan mengapa kalian sedari tadi tertawa ngakak?" tanya Carlos yang begitu penasaran.
Tiwi meminta persetujuan kepada Dewi memberitahu Carlos apa adanya mengenai apa yang mereka tertawakan pagi itu. Tetapi sepertinya Dewi tidak mengijinkannya. Carlos terus saja mendesak Tiwi untuk memberitahu dirinya.
Akhirnya Tiwi berterus terang kepada Carlos dan ia memberitahu apa yang dikatakan Dewi kepadanya. Di kantor yang sama dengan kita ternyata ada lelaki yang diam-diam mencintai Dewi. Tetapi berbeda definisi dengan kita. tugasnya ada di lantai empat." ucap Tiwi membuat Carlos mengerutkan keningnya.
Carlos penasaran siapa lelaki yang dimaksud Tiwi mencintai Dewi diam-diam. " katakan apa itu benar Dewi? jadi karena itu kamu masih menolak cintaku? dan tidak Sudi menerima kasih sayang dariku? tanya Carlos penuh selidik. Dewi sama sekali tidak menjawab. Ia diam dan hanya menatap Tiwi dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu diam?
"Apa karena yang aku katakan itu benar adanya? Carlos bertanya memohon kepada Dewi agar Dewi berterus terang kepadanya.
Dewi menetap Carlos dengan tatapan penuh arti. Ia Diam dan tidak menjawab apa-apa. mulutnya seolah ingin mengatakan kalau Dewi juga sangat mencintai Carlos. Tetapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengakuinya.
"Ya Allah seandainya kamu tahu aku juga sangat mencintaimu!"gumam Dewi dalam hati. Tiwi langsung meninggalkan keduanya disana. Agar Dewi dan Carlos dapat berbicara lebih leluasa.
"Pertanyaan kamu itu-itu saja. Tidak ada yang lain selain itu? ucap Dewi yang tampak kesal mendengar pertanyaan Carlos bolak-balik itu saja. "Kamu belum menjawab pertanyaanku." ucapnya menegaskan kalau dirinya butuh jawaban dari Dewi.
Cup....
Dewi langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan Carlos. Aku tidak pernah mencintai lelaki manapun selain lelaki yang ada di hadapanku ini."ucap Dewi.
"Maksudnya?
"Ah bodoh! sahut Dewi sambil pergi meninggalkan Carlos begitu saja.
Tetapi ketika Dewi melangkah, Carlos langsung meraih tubuh Dewi kepelukannya. "Katakan sekali lagi kalau kamu benar-benar mencintaiku." ucap Carlos berharap Dewi benar-benar mencintainya.
"Sudah ah, lebih baik kita bekerja. Ini sudah pukul berapa? nanti Pak Bos marah."
"Biarin aja. Kalau dia marah paling aku kembali ke perusahaanku sendiri." ucapnya sambil tertawa cengengesan menatap Dewi dengan tatapan penuh arti.
"Kamu dibilangin malah ngeyel. Sudah tua juga tapi tak ngerti-ngerti dibilangin." Celetuk Dewi sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Carlos.
****
Dewi! teriak seorang pria yang merupakan salah satu pegawai yang bekerja di kantor jual Zulkarnain Group. Yang berbeda divisi dengan Dewi dan Tiwi. Lelaki itu bertugas di lantai empat. Tetapi selama ini lelaki itu selalu saja ingin mendekati Dewi.
Apalagi setelah pertemuan mereka dulu di salah satu warung makan langganan Calista, Tiwi dan Dewi. lelaki itu menaruh simpati kepada Dewi ketika Felix ketinggalan dompet dan tidak memiliki uang membayar makanan yang ia makan di rumah makan itu.
Saat itu, Dewi rela memberikan uang ongkosnya membayar makanan lelaki itu ke ke pemilik warung. Mulai saat itu lelaki yang tak lain adalah Felix yang bekerja di bagian pemasaran di kantor Zulkarnain group jatuh cinta kepada Dewi.
Dewi membalikkan badannya ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat ke arah suara yang memanggil namanya. Ia melihat Felix menghampiri dirinya. "iya ada apa Kak? tanya Dewi ketika Felix sudah menghampirinya.
"Nanti malam kita nonton yuk! ajak Felix kepada Dewi
"Maaf Kak, sepertinya Dewi tidak bisa. Karena ada pekerjaan mendadak.
"Pekerjaan? bukankah kamu sudah pulang kantor sore ini?
"Memang ini sudah jam pulang kerja dari sini Kak. Tetapi aku mencari kerja sampingan menjual gorengan bersama ibuku. "Maaf ya Kak Dewi tidak bisa." ucap Dewi sambil mengembangkan senyum Dan berpamitan kepada Felix.
Tanpa Dewi sadari Carlos sudah memperhatikan interaksi keduanya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Carlos, ketika Carlos mendengar Dewi menolak ajakan Felix. "Oh berarti manajer pemasaran itu yang juga jatuh cinta kepada Dewi? gumam Carlos dalam hati, sembari langsung menghampiri Dewi setelah Felix berlalu dari sana.
"Oh jadi manajer pemasaran itu yang diam-diam mencintai kamu? celetuk Carlos ketika langkah Carlos sudah seimbang dengan Dewi."Ya Allah Mas bikin terkejut aja. datang-datang kayak jelangkung." ucap Dewi sembari menepuk pundak Carlos ketika dirinya dikejutkan dengan kehadiran Carlos karena Carlos tiba-tiba berada di sampingnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏