I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.38 SOSOK LISTRA



Hanya dalam hitungan jam, setelah pak Bisma menghubungi pimpinan anak cabang perusahaannya yang ada di Sumatera Utara, semua bahan dan alat-alat yang diperlukan untuk memperbaiki akses jalan menuju desa Calista langsung datang.


"Wah hebat saya juga pak Bisma hanya sekali tekan ponsel saja semuanya teratasi. Sebanyak apa sih harta milik Bisma?" Gumam Calista dalam hati. Ya Calista memang tidak tahu harta Bisma sebanyak apa. Tetapi Calista rasa hartanya tidak habis sampai tujuh turunan.


"Sayang semua akan dikerjakan oleh anak cabang perusahaan kita, jadi kamu tenang saja sebentar lagi akses jalan menuju desa ini akan bagus."ucap Bisma kepada Calista.


"Ya, sayang terima kasih banyak sudah mau meluangkan waktunya datang ke desa ini. dan memberikan bantuan untuk pembangunan desa ini."Calista benar-benar mengucapkan terima kasih kepada Bisma yang dulunya ia sering bergelar es kutub Utara.


Tiba-tiba ponsel Calista berdering.


Kring.....


Kring......


Kring..... Suara diringan ponsel milik Calista terdengar jelas di telinganya.


Calista meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Calista melihat yang menghubungi dirinya nomor ponsel milik Pak Nando. Calista menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, ia tidak ingin pak Nando lebih lama menunggu kabar darinya.


"Hello pa


"Hello Putri papa lagi ngapain? Apa kamu baik-baik saja di sana?


"Calista baik pak. Calista tidak lagi ngapa-ngapain kok. Sekarang Calista sedang bersama Pak Bisma dan beberapa asistennya baru menemui pak kades untuk membicarakan perbaikan akses jalan menuju masuk desa ini pa.


"Oh...., tapi kamu sehat-sehat aja kan nak?" jangan lupa makan ya nak. Ucap Pak Nando untuk mengingatkan Calista agar tidak lupa menjaga pola makan dan juga kesehatannya.


"Ya pa, Calista sehat kok. lagian kan ada pak Bisma yang jaga Calista." ucap Calista. lalu Bu Intan langsung meraih ponsel pak Nando.


"Pa sini dulu aku mau bicara sama Putri kita. aku kangen pa sama Putri kita." ucap Bu Intan tidak mau kalah ingin berbicara kepada Calista.


"Halo nak apa kamu baik-baik saja di sana?


"Kamu sudah makan kan? Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan bu Intan kepada Calista karena merasa khawatir dan rindu kepada Calista.


"Ya Bu, aku baik-baik saja kok dan aku juga sudah makan. Ibu tidak perlu khawatir ada pak Bisma di sini menjagaku." sahut Calista.


"Kalau ibu sudah makan belum? ibu sehat kan ? Sekarang giliran Calista yang melontarkan pertanyaan kepada ibu Intan.


"Ya sayang, ibu sehat dan ibu sama papa kamu sudah makan. Kamu kapan balik kemari sayang? Ingat loh pernikahanmu dengan Bisma tinggal menunggu hari.


"Ya Bu, Calista tahu kok semuanya sudah disiapin sama sekretaris Hans dan mungkin hari ini kami akan balik ke Jakarta Bu." jawab Calista.


"Oh ya sudah," ibu tunggu ya sayang soalnya ibu dan papa kamu sudah kangen banget sama kamu. Ucap bu Intan kepada Calista. Padahal baru ditinggal dua hari saja bu Intan dan pak Nando sudah sangat merindukan putrinya Calista.


"Calista juga kangen sama ibu sama papa." sahut Calista singkat


"Ya sudah ibu tutup dulu teleponnya ya nak, nanti kalau sudah berangkat beritahu papa dan ibu." ujar Ibu intan


"Ya Bu, sahut Calista dan Calista pun menutup ponselnya.


"Sayang!"kata papa kita harus pulang secepatnya." ucap Bisma kepada Calista karena sebelumnya Bisma juga mendapatkan sambungan telepon seluler dari Tuan Zulkarnain.


"Loh kok sama!, papa Nando sama ibu Intan juga ngomongnya begitu." jawab Calista.


"Ya!" kata mami dan papi sudah nggak sabar untuk melihat pernikahan kita sayang." sahut Bisma sambil mengembangkan senyumnya.


Calista hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Bisma. "Ya sudah kita langsung berangkat saja sekarang sayang." ucap Bisma mengajak Calista agar mereka segera kembali ke kota.


Setelah bersiap-siap untuk pulang mereka pun melakukan perjalanan menuju kota Medan. Karena hanya dari sana yang dapat melakukan perjalanan lewat udara.


Setelah melakukan perjalanan selama 5 jam dari desa Calista, menuju kota Medan mereka pun tiba di kota Medan. Untuk melanjutkan perjalanan mereka, melalui jalur udara.


Tetapi para asisten yang menemani kami selama di desa kembali bekerja di divisi masing-masing yang ada di kota Medan. Dan di kota Pematangsiantar.


Tetapi sebelum mereka melanjutkan perjalanan. Bisma mengajak Calista ke salah satu hotel miliknya yang ada di kota Medan. Di sana ada restoran yang dikelola oleh sepupunya sendiri. "Sayang sebelum kita pulang kita makan dulu yuk." ajak Bisma kepada Calista.


"Oh ya!" sudah kita makan."Calista pun mengiyakan permintaan Bisma yang notabennya Calista juga sudah lapar karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit kemudian, mereka pun tiba di restoran yang mereka tuju.


Di sana sudah ada beberapa pelayan yang sudah menyambut Calista dan Bisma.


"Seperti menyambut ala-ala presiden aja." gumam Calista dalam hati.


Beberapa pelayan menyapa Bisma, Tetapi Bisma tidak menjawabnya hanya anggukan yang dilakukannya.


"Wah di kacangin woi "gumam Calista dalam hati. Tetapi Bisma mempunyai alasan mengapa dia tidak terlalu dekat kepada karyawan, untuk menjaga wibawanya agar disegani oleh pada karyawannya.


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri mereka dan langsung berhamburan memeluk Bisma.


"Kakak aku kangen banget sama kakak. Kakak apa kabar?tanya wanita cantik itu.


"Oh Ya kak, ini siapa? Ucap wanita cantik itu kepada Bisma sambil melihat ke arah Calista.


"Oh ini kenalin, ini calon kakak ipar kamu." jawab Bisma dengan percaya diri mengenalkan Calista kepada Wulan.


Ya nama wanita cantik ini namanya Wulan dia adalah adik sepupu Bisma yang di petugaskan untuk mengelola restoran dan hotel milik Bisma yang ada di kota Medan.


"Hai kakak ipar,saya wulan." sapa Wulan sambil memberi salam kepada Calista.


"Hai juga Wulan, aku Calista." sahut Calista singkat sambil menyambut uluran tangan Wulan.


"Ayo silakan duduk kakak ipar! Wulan mempersilahkan Calista dan Bisma untuk duduk di restoran bagian VVIP yang ada di hotel milik Bisma.


Lalu beberapa pelayan datang membawakan beberapa macam menu makanan spesial yang ada di restoran itu.


"Oh ya kak ,sudah lama juga kakak tidak singgah kemari. Apa kalian akan menginap? Tanya Wulan kepada Bisma.


"Tidak dek kakak hanya singgah saja. Kakak nggak bisa nginap, Karena papa sudah telepon kalau kakak dan kakak ipar kamu harus pulang hari ini juga." Ucap Bisma kepada bulan.


"Tapi sekarang sudah jam 04.00 kak. rengek Wulan memohon kepada kepada Bisma agar Bisma menginap satu malam saja di Medan.


"Ya kakak harus berangkat berangkat jam 07.00 malam nanti. Karena persiapan pernikahan kakak belum rangkum semua." sahut Bisma.


"Ayo kakak ipar dimakan. Coba kakak rasain dulu menu baru dan menu spesial yang ada di restoran ini." ucap Wulan mempersilahkan Bisma dan Calista untuk mencicipi makanan yang sudah disuguhkan oleh beberapa pelayan tadi.


Bisma dan Calista pun mencicipi menu makanan yang sudah di hidangkan oleh para pelayan yang bekerja di restoran milik Bisma. "Bagaimana kak enak tidak? Tanya Wulan kepada Bisma


"Hummm.... enak memangnya siapa yang masak dek?


"Ada asistenku kak, dia jago masak lo.


"Oh ya jago juga dia masak memangnya lulusan dari mana dia dek?


"Lulusan dari kampus di kota ini juga kak. jurusan tata boga. Tapi nggak kalahkan dari chef tamatan dari luar?ucap Wulan membanggakan chef andalannya.


"Ya bagus memang, teksturnya juga okey dan rasanya juga enak. Iya kan sayang?"timpal Bisma kepada Calista.


"Ya enak banget malah." jawab Calista singkat.


"Mau aku kenalin sama orangnya kak? Tanya Wulan kepada Bisma


"Boleh juga. Siapa tahu bisa diandalkan untuk menyediakan menu makanan ketika resepsi pernikahan kami nanti." ucap Bisma kepada Wulan.


"Ya sudah tunggu sebentar ya kak." ucap Wulan sambil berlalu menyuruh salah satu pelayan yang ada di restoran untuk memanggil chef yang memasak makanan yang sedang Bisma dan Calista santap.


Sekitar 5 menit kemudian pelayan itu datang bersama chef andalan restoran itu. Lebih tepatnya hotel dan restoran milik Bisma.


Listra menghampiri Calista dan Bisma."selamat sore Nona...... Tuan..... ada yang bisa saya bantu?" ucap listra yang belum memperhatikan sosok Calista di sana. Karena kebetulan Calista membelakangi ke arah listra


Calista menoleh ke arah belakangnya dan Calista melihat listra yang datang menghampiri mereka.


"Listra..... Calista langsung sontak berdiri dan memeluk Calista.


"Calista.... Aku kangen sama kamu kamu apa kabar?


"Kabar aku baik baik, aku kangen sama kamu Lis.


"Aku juga kangen sama kamu Calista." ucap listra sambil meneteskan air matanya karena ia sangat merindukan sahabat karibnya.


Begitu juga dengan Calista yang sudah sangat merindukan listra sang sahabat yang selalu memberikan bantuan terhadapnya. Jika Calista membutuhkan bantuan ketika berada di desa. Kedua wanita itu pun menangis sesenggukan melepas rindu. membuat Bisma dan Wulan merasa heran melihat Wulan dan Calista begitu dekat.


Calista dan listra berpelukan bak Teletubbies.


"Kenapa selama ini tidak memberiku kabar Calista? Tanya listra kepada Calista yang sudah menunggu kabar dari sang sahabat yang selama ini ia rindukan.


"Maaf Lis aku tidak tahu harus menghubungi kamu ke mana. Soalnya nomor yang kamu berikan sewaktu aku mau berangkat ke Jakarta, hilang. Sehingga aku tidak dapat menghubungi kamu." jawab Calista.


"Loh kalian saling kenal? Tanya Wulan yang melihat interaksi antara Calista dan listra begitu dekat.


"Ya kami teman lama semenjak kecil kami selalu bersama sampai kami lulus sekolah. Tetapi kami harus dipisahkan dengan keadaan." jawab listra.


"Wah.....Wah... Wah, sungguh tak terduga ternyata chef andalanku, teman kakak iparku." ucap Wulan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏