
Kemudian keduanya pun kembali mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya di Zulkarnain Group. Setelah jam istirahat mereka makan siang Telah usai. Kedua wanita itu dengan semangat mengerjakan pekerjaannya.
"Hei....manusia jomblo ngapain lagi kamu di situ berdiri? celetuk Tiwi yang melihat Carlos berdiri di depan pintu pantry.
"Dew.....Tolong buatin aku kopi dong dan tolong hantarkan keruang kerjaku Ya."
"Oh sebentar Ya pak Carlos, Dewi buatin." sahut Dewi sambil menatap Carlos dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sepeninggalan Carlos, Dewi pun membuat kopi permintaan Carlos.
"Cie cie buatin kopi sama panglatu" celetuk Tiwi.
"Panglatu?
"Maksudnya? tanya Dewi bingung.
"Ya, panglima lajang tua." sahut Tiwi sambil langsung tertawa ngakak.
"Ih sadis bangat kamu, ngatain pak Carlos panglima lajang tua.
"Emang iya kan? apa coba namanya sudah usia segitu tapi belum laku laku." ejek Tiwi membuat Dewi menggelengkan kepalanya.
lalu ia menyuguhkannya di meja kerjanya.
"Dasar kamu. Tadi kamu bilang manusia Vakum. Eh sekarang kamu buat gelar baru lagi, panglima lajang tua, ada ada saja kamu Tiwi." ucap Dewi sambil membuat secangkir kopi untuk Carlos.
"Eh Dewi,kalau misalnya nih. Pak Carlos jatuh cinta sama kamu. Kira kira kau terima tidak? tanya Tiwi.
"Kamu memang makin ngawur. Atau kamu salah makan obat ya? dadi tadi kamu ngoceh ngak karuan." ucap Dewi sambil memegang kening Tiwi.
"Kamu apa-apaan sih? gue sehat kali.
"Kalau kamu sehat kok bicaranya sedari tadi ngawur melulu?
"Kok ngawur sih?
"Kan yang aku katakan benar!"
"Tidak mungkin pak Carlos mencintaiku. Kamu terlalu banyak menonton drama Korea.
Mungkin kamu sering menonton drama Korea . Yang selalu menayangkan, bosnya mencintai office girl yang pemeran utamanya. sedangkan office girl sahabat baik istri dari sang Bos dicintai sama asisten Bos. Sepertinya kamu terlalu banyak menghalau sampai ke sana." ucap Dewi membuat Tiwi mengernyit
" Makanya kamu jangan terlalu banyak menonton drama Korea. Membuat otak kamu menjadi berpikiran negatif terus. Kamu kira nasib seseorang itu bisa sama? Calista yang bernasib bagus, dicintai oleh lelaki yang kaya raya seperti bos Bisma. Tetapi tidak semua orang memiliki nasib seperti Calista. jangan terlalu naif Tiwi.
"Aku bener kok. Kamu tahu, aku mengatakan seperti itu kepada Pak Carlos karena apa? tanya Tiwi kepada Dewi. Dewi menggelengkan kepalanya.
"Seharusnya kamu paham mengapa Aku mengatakan seperti itu kepadanya. Karena aku ingin membuatnya memiliki keberanian menyatakan cintanya kepada kamu." Celetuk Tiwi yang mampu membuat Dewi semakin merasa bingung.
"Maksud kamu apa sih? jangan semakin ngawur.
"Kamu bodoh. Apa pura-pura bodoh? jelas-jelas dari tatapan mata Pak Carlos terlihat Kalau Pak Carlos jatuh cinta kepadamu. Tetapi ia enggan membuka hatinya kepada wanita. Karena trauma di masa lalunya. Membuat pak Carlos menjadi dingin kepada setiap wanita.
"Maksud kamu?
"Ya Pak Carlos memiliki rasa trauma di masa kecilnya terhadap Ibunya. Pak Carlos hanya hidup berdua dengan ayahnya Tuan Baskoro. yang memiliki restoran ternama di kota ini.
Tuan Baskoro adik dari tuan Zulkarnain ayah kandung Bos Bisma. Tetapi nasib keluarga Tuan Baskoro berbanding terbalik dengan Keluarga Tuan Zulkarnain. Hubungan antara Tuan Baskoro dengan istrinya harus kandas begitu saja. Karena ibu kandung Pak Carlos memilih menikah dengan lelaki lain.
Karena Ia berpikir wanita sama saja seperti ibunya. Yang mampu mengkhianati cinta suci Ayah kandungnya dan meninggalkan anaknya demi keegoisannya. Berbeda dengan bos Bisma. Kala itu Bos Bisma memiliki kekasih yaitu Alena. Memilih meninggalkan Bos Bisma, karena Ingin mengejar karirnya menjadi model terkenal.
Alena memilih menghianati Bisma hanya untuk mengejar kariernya dan Bisma melihat Alena di kamar hotel bersama sang produser. Hal itulah yang membuat Bos Bisma tidak percaya dengan yang namanya cinta sejati. Dan tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita. Hingga Pak Bisma pun mengakhiri masa lajangnya dengan menikah bersama Calista dijodohkan oleh Pak Nando dan Tuan Zulkarnain.
Hubungan Kedua keluarga ini begitu dekat. sehingga Carlos selalu setia menjadi asisten Bisma yang merupakan Kakak sepupunya. Padahal Pak Carlos juga memiliki usaha sendiri. Restoran ternama yang dirintis oleh Tuan Baskoro." ucap Tiwi yang mampu membuat Dewi terperangah.
Entah dari mana Tiwi mendapatkan informasi itu. Sehingga Dewi pun semakin bingung dengan cerita yang dikatakan Tiwi kepadanya. Ia tidak percaya sepenuhnya begitu saja apa yang diberitahu Tiwi kepadanya.
Tetapi ia juga tidak bisa memungkiri kalau Carlos dengan Bisma memiliki kemiripan. Dewi memang baru pertama sekali bertemu dengan Tuan Baskoro saat berada di restoran. Sehingga ia pun merasa tidak asing dengan sosok wajah Tuan Baskoro yang mirip dengan Tuan Zulkarnain.
"Tau dari mana kamu itu Tiwi?
"Kalau masalah pak Carlos jatuh cinta kepada kamu, aku mendengar sendiri dengan telingaku sendiri, ketika Tuan Bisma dan Pak Carlos berbicara di ruang kerja Pak Bisma. Saat itu pintu ruang kerja Pak Bisma tidak tertutup rapat hingga aku dapat menguping sedikit saat itu. " sahut Tiwi sambil nyengir
Tetapi kalau masalah hubungan keluarga Tuan Bisma dan Carlos, aku sudah tau dari awal. Dari profil sosial media pak Carlos dan Tuan Bisma. Disana terlihat jelas hubungan keduanya saudara sepupu.
"Kok kamu baru memberitahu kepadaku?
"Apa kamu pernah nanya?
"Tidak kan?
"Untuk apa aku memberitahumu. Jika kamu tidak menanyakan kepadaku. Seperti kurang kerjaan saja." sahut Tiwi membuat Dewi langsung terdiam.
"Ah sudahlah Lebih baik aku menghantarkan kopi ini kepada Pak Carlos. Jika aku bicara sama kamu maka pasti tidak akan ada hentinya. ucap Dewi sambil berjalan membawa secangkir kopi, di atas nampan berlalu meninggalkan Tiwi menuju ruang kerja Carlos.
Tiwi hanya menatap Dewi berlalu dari hadapannya sambil mengembangkan senyum. "Cepat atau lambat Kalian pasti menyadari kalau kalian sama-sama saling mencintai." Tiwi membatin
lebih baik aku pergi saja deh mengerjakan yang lain. Nanti bisa cepat pulang. gumamnya sambil langsung pergi ke ruangan yang seharusnya ia bersihkan.
"Tok...
"Took...
"Masuk!"teriak Carlos dari ruang kerjanya
Ceklek ...
pintu ruang kerja Carlos terbuka lalu Dewi masuk dengan berhati-hati membawa secangkir kopi untuk Carlos.
"Maaf pak Carlos, ini kopinya." ucap Dewi sembari langsung menyuguhkan secangkir kopi di meja kerja Carlos.
"Trimakasih Dewi."
"Kopinya masih panas ya pak, minumnya pelan pelan saja. Dan nikmati kopinya agar rasa resah yang ada dihati hilang begitu saja, dengan meminum secangkir kopi."ujar Dewi.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP LAGI, MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "PERAWAN 500 JUTA"