
Mia yang tampak terus gelisah berusaha ditenangkan oleh Sean. Membuat Ibu Sarah merasa bangga memiliki Putra seperti Sean. di usianya masih dibawah umur mampu membuat yang terbaik kepada kakak dan keluarga.
"Ya Allah mudah-mudahan apa yang diinginkan Putri dan Putra hamba, engkau kabulkan. Aku yakin dan percaya ya Allah, tidak ada yang mustahil bagimu." doa ibu Sarah di dalam hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB
pengumuman hasil ujian itu pun sudah diumumkan di salah satu situs internet. tampak Mia mencari namanya di sana. berharap dia salah satu kandidat yang masuk ke universitas negeri yang ada di negara ini.
Sudah 15 menit lamanya Mia mencari namanya. Tapi tak kunjung ia temukan. Mia sudah mulai pasrah, karena ia tidak melihat namanya tertera di sana. Tampak Sean langsung bersorak kegirangan
"Horeeeee ... Ka Mia menang!" Kak Mia akan melanjutkan kuliah ke universitas ternama yang ada di kota ini." teriak Sean membuat Mia mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu? kakak tidak menemukan nama kakak tertera di sini." ucap Mia kepada Sean. lalu Sean pun menunjukkan nama Mia tertera di sana yang berada di layar ponsel jadul milik Sean, membuat Mia pun bersorak kegirangan. Mia memeluk adiknya dan menghujani adiknya kecupan demi kecupan.
Membuat Ibu sarah ikut bahagia melihat Putra dan putrinya bersorak kegirangan.
Ibu Sarah memeluk Mia dan juga Sean karena ia benar-benar bahagia mendengar kabar Kalau Mia salah satu kandidat yang menang masuk ke universitas negeri yang ada di kota itu.
****
Sayang sepertinya Mas Hari ini agak telat pulang. Kamu tidak apa-apa kan di rumah bareng Mami dan Papi? tolong jaga Putra kita baik-baik." ucap Bisma kepada Calista berpamitan kepada Calista Kalau hari itu Bisma akan telat pulang. Karena ia memiliki pekerjaan penting yang ada di luar kota yang lokasinya lumayan jauh dari kota Jakarta.
"Memangnya Mas mau kemana? Kok harus telat pulang? aku pasti akan merindukanmu Mas." ucap Calista kepada Bisma.
"Mas akan pergi ke puncak hari ini. Melihat perkembangan perkebunan kita yang ada disana. Sepertinya ada sedikit masalah membuat Mas yang harus turun tangan langsung ke sana.
Karena saat ini, Carlos sudah tidak berada di kantor kita lagi. Jadi Mas yang harus turun tangan langsung. Biasanya Carlos yang Mas tugaskan kesana. Tetapi untuk saat ini, asisten pribadi mas yang baru, belum terlalu paham untuk untuk menangani masalah yang ada disana. ucap Carlos kepada istrinya sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening Calista.
Sepertinya Calista sedikit berat melepaskan kepergian suaminya pagi itu. Apalagi Bisma mengatakan kalau ia akan telat pulang hari ini. Bahkan bisa-bisa ia harus menginap di puncak.
Tetapi karena Bisma s mengatakan suaminya sendiri yang harus turun tangan kesana, membuat Calista pun tidak dapat membantah suaminya. Selain memberangkatkan suaminya dengan senyuman yang manis. Berharap segala urusan Bisma disana berjalan dengan lancar.
Bisma berlalu meninggalkan Calista dan baby Adnan di sana. Tampak Nyonya Katarina Dona menghampiri Bisma. "Memangnya tidak ada yang dapat menangani masalah yang ada di sana selain kamu sayang?" tanya Nyonya Katarina Dona kepada Bisma.
"Tidak mom, karena sepertinya Antonio belum mampu menangani itu semua. Karena dia masih baru di kantor." ucap Bisma memberitahu kalau Antonio belum mampu melakukannya sendiri.
Tampak Bisma , Antonio dan sopir pribadinya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kantor Zulkarnain Group. Lalu setelah mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya di kantor Zulkarnain Group, Bisma dan Antonio berlalu meninggalkan Zulkarnain group. Menuju puncak tempat perkebunan keluarga Zulkarnain berada yang saat ini mengalami masalah.
Setelah melakukan perjalanan Kurang lebih 3 jam, mereka tiba di kawasan puncak. Bisma meminta kepada sopir pribadinya untuk langsung menghantarkan mereka ke perkebunan milik keluarga Zulkarnain, yang ada di sana.
Berharap Mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di sana. Ketika Bisma sudah tiba di sana, tampak banyak karyawan perkebunan sudah ramai di kantor perkebunan milik Bisma, sedang melakukan aksi demonstrasi yang Bisma sama sekali tidak mengetahui apa penyebabnya mereka demonstrasi.
Melihat kedatangan Bisma, seluruh karyawan perkebunan bersorak meminta kepada Bisma bertanggung jawaban Kalau gaji karyawan dan bonus mereka sudah 2 bulan tidak dibayar. Membuat Bisma terhenyak mendengar pengaduan para karyawan yang berdemo di sana.
Bisma dan Antonio berusaha menenangkan para karyawan yang berdemo disana, agar mereka dapat berbicara dengan leluasa. "Maaf kalau boleh tahu ada apa? tolong bicara kepada saya berterus terang kepada saya. Saya adalah pemilik perkebunan ini dan Jika ada masalah kita bicarakan baik-baik. jangan seperti ini." ucap Bisma kepada seluruh karyawan yang berdemo di sana.
Salah satu karyawan yang sudah lama bekerja di perkebunan itu, angkat bicara dan memberitahu kepada Bisma kalau gaji mereka sudah 2 bulan tidak dibayar berikut dengan bonus. Padahal hasil perkebunan yang ada di sana melimpah membuat Bisma pun terkejut mendengarnya.
"Begini bapak-bapak, ibu-ibu sekalian saya Bisma Zulkarnain. Pemilik sah perkebunan ini tempat ibu-ibu dan bapak-bapak mengabdikan diri dan mencari nafkah di sini. Sebenarnya sudah membayarkan gaji dan bonus para karyawan. Tetapi untuk ini kami perlu penyelidikan.
Kami berjanji akan membayar gaji dan bonus para karyawan di sini. Paling lambat besok semuanya sudah kelar. kalian Tenang saja, saya yang akan turun tangan menanganinya." ucap Bisma kepada para karyawan perkebunan milik Zulkarnain Group.
"Kami pegang janji Tuan, kami bekerja untuk makan. Jika gaji kami tidak dibayarkan, mau kasih makan apa istri dan anak-anak kami pak. Mohon salah satu karyawan yang bekerja di perkebunan Bisma.
" Bapak tenang saja, tunggu sampai besok jika gaji kalian belum turun, saya yang akan bertanggung jawab." sahut Bisma meyakinkan kepada para karyawan yang bekerja di perkebunan milik Zulkarnain Group.
Para karyawan yang melakukan demonstrasi di sana, satu persatu meninggalkan lokasi itu. Kemudian Bisma masuk ke kantor untuk melakukan penyelidikan dibantu oleh Antonio sang asisten. Ketika Bisma melakukan penyelidikan, Ia terhenyak melihat laporan pengeluaran perkebunan tidak masuk di akal.
Membuat Bisma kembali memeriksa segalanya. Bisma minta kepada setiap staf yang bekerja di sana untuk melakukan meeting saat itu juga. Terlihat Mario pimpinan yang di percayai Bisma sudah ketar ketir.
"Apa yang kalian lakukan? sehingga laporan keuangan ini amburadul dan pengeluaran sungguh tidak masuk akal? Apalagi gaji para karyawan tidak kalian Bayar. Apa kalian ingin menghancurkan nama baik Zulkarnain group?" tanya Bisma kepada pimpinan yang dipercayakan oleh Bisma menangani perkebunan yang ada di sana.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN