I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.96JAHIL



"Pak Carlos Ngigau?


"Saya tidak mengigau!'


"Saya benar-benar mencintaimu Dewi. Dewi mengerikan keningnya menatap Carlos dengan tatapan intens. Saya tidak salah dengar nih pak Carlos?


"Tidak!" kamu sama sekali tidak salah dengar. Karena apa yang saya katakan benar adanya. sejujurnya Sudah lama Saya ingin mengungkapkan isi hati saya kepadamu. Tetapi seperti yang kamu katakan sebelumnya, saya harus berdamai dengan keadaan dan ini saya sudah mulai bisa menerima seperti apa yang kamu katakan sebelumnya." ucap Carlos kepada Dewi.


"Ya Allah aku bersyukur ternyata pak Carlos sudah mulai berdamai dengan keadaan."ucap Dewi dengan lantang yang dapat didengar Carlos seolah-olah Dewi merasa sangat bersyukur kalau Carlos sudah berdamai dengan keadaan dan mulai dapat menerima seorang wanita ada di dalam hatinya.


"tapi Dewi sedikit kecewa kepada Pak Carlos?


"Kecewa?


"Iya!


"Mengapa kamu kecewa kepadaku?


"Pak Carlos tidak romantis. Ada ya lelaki mengungkapkan isi hatinya atau ngungkapin rasa cintanya kepada seorang wanita di bahu jalan seperti ini. Itupun di dalam mobil." ucap Dewi sambil terkekeh.


Carlos menunduk malu. Tidak mampu menatap Dewi.


"Sudah Pak Carlos tidak perlu malu seperti itu. Yang ada di sini hanya Pak Carlos dengan saya. Jadi pak Carlos santai aja. Dewi hanya bercanda, jangan dibawakan ke dalam hati. Carlos kembali mendongakkan kepalanya lalu ia pun menatap Dewi dengan tatapan penuh arti.


"Bagaimana jawaban kamu apakah kamu memiliki perasaan yang sama seperti saya Dewi? tanya Carlos berhati-hati. Dewi hanya terdiam ia tidak menjawab Carlos sama sekali membuat Carlos merasa cintanya ditolak Dewi.


"Baiklah jika kamu tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku, tetapi bolehkah kamu mencobanya untuk menerima aku di dalam hatimu? tanyanya kembali kepada Dewi. Oh aku tahu atau kamu sudah memiliki kekasih? dan apa karena usia kita sudah jauh berbeda? ucap Carlos menebak


"Tidak ada sangkut pautnya dengan umur, dan tidak ada sangkut pautnya dengan aku memiliki kekasih. Karena saya rasa Pak Carlos jelas-jelas mengetahui kalau saya belum memiliki kekasih.


Tetapi sepertinya kita tidak Mungkin bersatu, Karena kita bagai langit dan bumi. Kondisi ekonomi keluargaku tidak sebanding dengan kondisi ekonomi keluarga Pak Carlos. Tidak mungkin orang tua Pak Carlos Sudi menerima menantu yang terlahir dari rakyat jelata seperti Dewi.


Dewi khawatir jika suatu saat nanti Tuan Baskoro mengetahui siapa sosok Dewi yang sebenarnya hanya bekerja sebagai office girl menjadi calon menantunya, maka Tuan Baskoro tidak mungkin merestui hubungan Kita.


Jadi sebelum saya merasakan rasa sakit ditolak oleh orang tua Pak Carlos, Lebih baik saya nyadar diri." ucapnya kepada Carlos.


"Di dalam keluarga besar kami, kami tidak pernah memandang orang lain dari segi ekonomi. Tetapi niat tulus seorang wanita yang mencintai kami, itu yang kami lihat.


Sama halnya seperti yang dilakukan Bisma Zulkarnain. Ia menikahi Calista karena ia melihat Calista wanita yang sangat baik dan mencintai Bisma dengan tulus. Jadi aku berharap kamu jangan pernah berpikir seperti itu tentang keluarga besar kami.


Jika kamu benar-benar memiliki perasaan yang sama sepertiku, saya berharap kamu bersedia menjadi pendamping hidupku sampai akhir hidupku." ucap Carlos penuh harap kepada Dewi.


"Berikan aku waktu untuk memikirkan ini semua pak Carlos. Tidak mudah bagiku semua menjalani kehidupan seperti yang aku alami. Dewi akan membicarakannya kepada ibu dan adik-adikku. Karena aku berperan besar di keluargaku menjadi Tulang punggung keluarga." ucap Dewi kepada Carlos.


Di tempat lain, terlihat Calista dan Bisma begitu bahagia menjalani hari-hari mereka di New Zealand. "Sayang mudah-mudahan Bisma junior segera tumbuh di sini." ucap Bisma sembari mengelus perut Calista yang rata.


Calista mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan seksama. Calista juga berharap seperti itu mas. Tetapi kita hanya dapat berdoa dan memohon kepada Allah agar Allah memberikan segala apa yang kita inginkan.


Bisma merekatkan pelukannya kepada Calista. rasa cinta Bisma terhadap Calista semakin hari semakin mendalam.


Tok...


Tok....


Tok....


suara ketukan pintu kamar hotel terdengar jelas di telinga Calista dan Bisma. Bisma merenggangkan pelukannya. "Sayang sepertinya ada orang mengetuk pintu kamar kita. Tapi siapa ya? tanya Calista kepada suaminya.


"Mas juga tidak tahu sayang. Sebentar ya Mas lihat dulu." ucap Bisma langsung berlalu meninggalkan Calista. Ia melihat dari lubang kamar hotel itu, bahwa yang mengetuk pintu kamarnya Alvin yang datang.


Bisma membuka pintu kamar itu.


"Kamu Ternyata. Ada apa hingga kamu menghampiri kami ke sini? tanya Bisma kepada Alvin.


" Kak saatnya sarapan pagi." ujar Alvin sembari melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


Bisma mengembangkan senyumnya adik sepupunya sampai datang ke kamar pasangan suami istri itu, untuk mengingatkan sarapan pagi. Keduanya lupa sarapan pagi. pagi itu, karena keduanya sedang memadu kasih di dalam kamar hotel yang disediakan oleh Nyonya Katarina.


"Kak jangan keasikan bercinta sampai lupa sarapan pagi ini sudah pukul 10.00. ucap Alvin sambil terkekeh.


Bisma hanya mengembangkan senyumnya. "Nanti kamu juga lebih seperti kakak, Jika kamu sudah menikah. Tidak perlu menjahili Kakak seperti itu. Jika kamu sudah menikah, suatu saat kamu juga mengalami seperti yang kakak alami. Nanti Kakak akan terus menjahili Kamu."sahut Bisma.


"Ah sudah ah, males mengganggu orang yang lagi bercinta. Yang penting aku sudah mengingatkan untuk sarapan pagi seperti amanah yang diamanahkan tante Katarina Dona kepadaku." ucapnya sambil langsung meninggalkan Bisma di sana.


Bisma menggelengkan kepalanya menatap kepergian adik sepupunya. lalu kembali menghampiri Calista. "Sayang kita sarapannya." ujar Bisma sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Iya Mas, sepertinya cacing-cacing yang ada di perut Calista pun sudah pada meminta jatah. habis mas dari tadi melahap Calista habis-habisan." sahut Calista sambil terkekeh sembari langsung berlalu keluar dari kamar hotel itu. Bisma dan Calista menuju restoran yang lokasinya berada di dalam hotel. Calista begitu takjub dengan kemewahan hotel milik ibu mertuanya


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏