I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 31. MAKAN WARUNG PINGGIR JALAN



Aku mohon kalau kamu,belum mengetahui Aku siapa dan berasal dari mana? lebih baik kamu mikir-mikir dulu untuk menikahi aku. Karena aku tidak mau kalau pernikahanku nantinya hancur karena kehidupan masa laluku, yang hanya anak orang miskin tidak sebanding dengan kamu. Kita bagai langit dan bumi.


Kalau boleh jujur perempuan mana yang tidak mau sama kamu? bahkan banyak wanita yang mengharapkan cintamu. Satu hal yang harus kamu ingat pernikahan itu sakral bukan mainan. Jadi aku harap pikirkan matang-matang dulu.


Jangan karena desakan kedua orangtua yang menginginkan kamu menikah dan ingin menjodohkan kamu. Kamu terima begitu saja. Ikuti saja kata hatimu sebelum hubungan kita semakin menjauh. lebih baik sakit sekarang daripada sakit untuk selamanya." ucap Calista kepada Bisma Zulkarnain.


"Tidak aku menikahimu bukan karena paksaan." jawab Bisma Zulkarnain dengan tegas


Calista diam dan memikirkan kata-kata Bisma Zulkarnain" Apa dia benar-benar mencintai aku? apa dia hanya menghiburku doang? Pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Calista


"Kalau kamu memang benar-benar mau menikahiku saya bisa tidak meminta sesuatu kepadamu?


" Ya, selagi aku bisa pasti akan aku lakukan." jawab Bisma


"Begini sebelum kita menikah bagaimana kalau kita pergi ke desaku terlebih dahulu sekalian aku berziarah ke makam orang tuaku, dan kakakku. Bagaimana apa kamu bisa memenuhinya?


Tapi dengan catatan tanpa asisten pribadi atau pengawal. Calista ingin pergi bersama kamu berdua. Calista ingin melihat kamu apakah kamu sanggup melakukan seperti yang Calista lakukan sehari-hari di desa yang setiap hari pergi sekolah berjalan kaki sejauh 3 km pulang pergi."ucap Calista


"Baik besok kita berangkat jawab es kutub utara itu singkat. Lalu es kutub utara itu mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menekan salah satu nomor yang tersimpan di sana."


"Hello sekretaris Hans, sediakan 2 tiket tujuan kota Medan dan mempersiapkan juga mobil dari kota Medan ke kota Pematangsiantar. karena di sana tidak ada akses udara." perintah Bisma kepada sekretaris dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.


"Persiapkan dirimu besok kita berangkat ke desamu." Ucap Bisma kepada Calista. Calista masih tidak percaya dengan keputusan sih es kutub utara itu.


"Apa kamu sungguh-sungguh ingin ikut ke desa?"


"Ya tentu!" kan aku juga harus berziarah ke makam calon mertuaku, sekalian meminta doa restu dari mereka.


"Ya sudah nanti akan Calista bicarakan sama papa Nando dan bu Intan." ucap Calista


Calista,aku lihat kamu sudah lelah, jadi sebaiknya kamu istirahat dulu di dalam. karena sebentar lagi aku ada meeting sama klien dari Filipina. Jadi lebih baik kamu menunggu saya di dalam." ujar Bisma sambil menunjukkan kamar pribadinya yang ada di belakang kursi kerajaannya.


"Kalau kamu lapar atau haus, tinggal telepon ke nomor ini saja agar mereka menghantarkannya langsung ke kamu." ucap Bisma Zulkarnain kepada Calista.


Calista masuk ke ruang pribadi Bisma. "wah Okey banget ini kamar. Semuanya tertata rapi." gumam Calista dalam hati. Calista merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran king size itu.


Calista memikirkan kata-kata Bisma apa dia benar-benar ingin menikahiku? tanya Calista dalam hati. Calista terbuai dengan lamunannya. Sehingga tidak berapa lama Calista masuk ke alam mimpinya.


Dua jam kemudian, Bisma masuk ke ruang khusus CEO itu. Calista tidak menyadari kedatangannya, karena ia tertidur sangat nyenyak. Tetapi Bisma membiarkan Calista tidur dengan pulas dan kembali ke kursi kerajaannya untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena besok mereka akan pergi ke kampung kelahiran Calista.


"Hum...mm Calista terbangun dari tidurnya. Calista melirik jarum jam yang ada di ponselnya."Ya ampun sudah jam enam Gumamnya dalam hati. Calista langsung loncat dari ranjang yang berukuran king size itu. Calista keluar.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Bisma "Sayang?


"Apa aku nggak salah dengar?tanya Calista dalam hati.


" loh ditanya kok bengong gimana tidurnya nyaman nggak?


"Oh iya nyaman banget, sampai bangun pun tidak ingat." jawab Calista sambil nyengir kuda.


"Oh iya ini sudah jam enam kok kamu belum pulang? tanya Calista


"Nggak mungkin aku pulang sementara kamu tidur aku nggak mau ganggu istirahat kamu sayang." sahut Bisma


"Apa?


"Kamu panggil aku apa? Tanya Calista karena masih tidak percaya kalau Bisma memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Memangnya ada yang salah kalau saya memanggil istriku dengan panggilan sayang?


"Apa istri? Masih calon belum istri jawab Calista


"Ya....ya....ya sama saja sih


"Kita pulang aja yuk besok pagi jam 07.00 aku jemput kamu. Karena penerbangan kita dipercepat,Aku tidak mau kita terlambat. akhirnya mereka pun pulang.


"Sayang tunggu sebentar ya aku akan mengambil mobil dulu." Ujar Bisma Calista pun menunggu Bisma mengambil mobil sport yang biasa ia gunakan ke kantor


Bisma membuka pintu mobil miliknya


"Sayang, yuk naik aku antar kamu pulang."


Calista naik dan duduk di sebelah bangku kemudi.


"Wow mobilnya keren bangat." gumamnya dalam hati. Karena jujur saja baru kali ini Calista menaiki mobil semewah ini. Biasanya Calista hanya menaiki angkutan umum. Selain menaiki angkutan umum, paling-paling Calista menaiki mobil pak Nando." gumamnya dalam hati.


"Oh aku tidak apa-apa kok." jawabnya singkat


"Kita makan dulu ya kamu lapar kan? Tanya Bisma kepada Calista


"Boleh tapi aku tidak mau makan di restoran mewah. Kita makan di rumah makan perempatan jalan itu aja." ucap Calista sambil menunjukkan arah jalan tempat rumah makan yang dimaksud Calista.


Di sana makanya enak. nggak kalah jauh kok sama restoran bintang lima." ucap Calista.


"Tapi kenapa harus makan di sana sayang? tanya Bisma penasaran. Karena jarang sekali wanita menolak makan di restoran ternama. seumur umur Baru Calista yang menolak ajakan Bisma makan Di restoran mahal.


"Kamu mau tahu mengapa Calista memilih makan di rumah makan pinggir jalan?tanya Calista, karena Calista melihat kebingungan di wajah Bisma.


Bisma menganggukkan kepalanya pertanda ia ingin mengetahui apa yang menyebabkan Calista ingin sekali memakan di rumah makan pinggir jalan itu.


"Sekarang Calista balik bertanya sama kamu deh. Makan di restoran bintang lima harganya berapa? Paling tidak ratusan sekali makan bukan? sementara kalau kita makan di sana untuk pengeluaran sekali makan atau satu porsi di restoran, bisa beberapa porsi di rumah makan pinggir jalan.


Selain itu pemilik restoran bintang lima mereka sudah kaya dan tidak perlu dibantu lagi. Berbeda dengan pemilik rumah makan yang ada di pinggir jalan. Kalau kita makan di sana hitung-hitung kita bisa membantu mereka menyekolahkan anaknya." jawab Calista memberikan alasan mengapa Calista memilih makan di rumah makan pinggir jalan dibandingkan restoran bintang lima.


Bisma terdiam mendengar pola pikir Calista yang memikirkan hal hal kecil seperti ingin membantu orang lain dengan cara sederhana. Bisma mengikuti saran Calista untuk makan di rumah makan pinggir jalan.


"Berhenti di situ saja pak." ujar Calista


Lalu Bisma menghentikan mobilnya yang dikendarainya di depan warung pinggir jalan itu. Bisma dan Calista turun dari mobil sport milik Bisma.


semua mata tertuju pada mereka.


Ya siapa yang tidak kenal dengan Bisma Zulkarnain, hampir setiap hari wajahnya menghiasi layar kaca dan media massa karena bisnis yang dikelolanya yang sangat berkembang. Mereka merasa heran,seorang Bisma makan di warung pinggir jalan.


"Mau makan apa mas tanya pelayan rumah makan itu sambil melihat ke arah Calista


"Loh neng Calista!"


"Iya kang jawab Calista singkat


"Mau makan apa neng? Yang biasa ya neng?


"Iya kang." jawab Calista singkat


"Sayang mereka kok kenal dekat sama kamu?" tanya Bisma kepada Calista


"Oh Calista sudah biasa makan di sini jadi seleraku sudah mereka tahu.


"Oh iya pak Bisma mau pesan apa?


"Samakan saja sama pesanan kamu sayang.


"Kang makannya jadi dua ya." ucap Calista menambakan pesanannya.


"Baik neng!" sahut kang Udin yang merupakan pemilik rumah makan itu.


Tidak menunggu lama pesanan mereka pun datang. Calista mencuci tangannya yang di dalam kobokan yang sudah disediain kang Udin. Bisma memandangi Calista dan menirukan bagaimana cara makan di rumah makan pinggir jalan.


Maklum, Bisma biasanya makan pakai sendok, garpu dan pisau. Sementara Calista makan pakai tangan. Tetapi Bisma mengikuti cara makan Calista. "Bagaimana enak tidak? tanya Calista


"Hum.....m..m lumayan." jawab Bisma tetapi tampak makanan yang ada di hadapannya sudah hampir habis.


Calista hanya mengembangkan senyumnya ke arah Bisma. Di sela-sela mereka makan ada dua orang anak kecil datang mengamen di warung nasi kang Udin. setelah selesai makan Calista memanggil kedua anak kecil itu


"Dek sini deh!" panggil Calista. lalu kedua anak kecil itu datang menghampiri Calista "Ada apa kak?


"Kakak bisa nggak pinjam gitarnya sebentar saja? Kakak yang main gitar kalian yang minta uangnya." ucap Calista


"Boleh kak!" jawab kedua anak kecil itu kepada Calista sambil memberikan gitarnya kepada Calista.


Costa memainkan gitar dan mendendangkan lagu yang berjudul "Hantaran cinta." sementara kedua anak kecil itu meminta uang sumbangan kepada setiap pengunjung di warung makan kang Udin dengan menggunakan kantong plastik yang sudah Meraka bawa sebelumnya. Untuk tempat uang pemberian orang orang yang ada di sana.


Dan setelah selesai mendendangkan lagunya, semua yang ada di sana bertepuk tangan tidak terkecuali dengan Bisma. Kedua anak kecil itu datang menghampiri Calista "Wah berkat kakak kita dapat banyak uang." ucap kedua anak kecil itu.


"Bukan karena kakak dek tapi karena rezeki kalian berdua."sahut Calista.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏