I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 103 KEPULANGAN DI TUNDA



Alvin memilih untuk menunda kepulangan Bisma dengan Calista ke tanah air. Setelah ia melihat Bisma dan Calista sudah kembali baikan. Ia pun menghubungi pilot yang bertugas menerbangkan pesawat jet pribadi yang akan ditempati Bisma dengan Calista kembali ke tanah air.


Untuk memberitahu kalau Bisma dan Calista hari itu menunda kepulangan mereka. Ia berharap hubungan Bisma dan Calista akan baik-baik saja. Sekalipun mereka masih tetap berada di New Zealand. Alvin berjanji tidak akan membiarkan Elsioni untuk mengganggu ketenangan liburan mereka selama berada di New Zealand.


Ketika Bisma sudah mulai bergeliat dari tidurnya, setelah mendengar suara deringan ponselnya berjerit-jerit dari arah nakas, tepat di samping tempat tidur yang mereka tempati.


Bisma Bisma meraih ponselnya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya nomor ponsel Alvin. Bisma mengucek matanya, lalu menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Alvin.


" Katakan ada apa sampai kamu mengganggu jam tidur siangku? gerutu Bisma merasa terganggu dengan suara deringan ponsel dari Alvin. Alvin memberitahu kepada Bisma, kalau kepulangan Bisma dan Calista ke tanah air, sudah ditunda sampai beberapa hari ke depan.


"Kepulangan Kakak dan kakak ipar ke tanah air sudah Alvin tunda. Karena kebetulan Alvin melihat sepertinya Kakak dan kakak ipar sudah baikan.


"Kok kamu tahu?


"Ya tahulah, kakak saja tertidur pulas tanpa mengunci pintu. Alvin kira Kakak tidak ada di dalam. Eh ternyata ada. dan lagi tertidur pulas. Mungkin Karna Kakak terlalu kecapean habis bergulat dengan kakak ipar."ucap Alvin sambil langsung tertawa ngakak.


Hal itu membuat Bisma membulatkan matanya. Itu artinya Alvin melihat pose dirinya bersama Calista tidur yang tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuh mereka.


"Jangan katakan kalau kamu!!!!! Bisma tidak melanjutkan kata-katanya karena Alvin sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan Bisma. "Sudah Kakak Tenang saja. Tidak perlu merasa malu karena itu sudah biasa bagi Alvin. ucap Alvin sambil mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Bisma merasa kesal. "Siapa kamu berani mematikan sambungan telepon seluler tanpa mengakhirinya terlebih dahulu?" gumam Bisma dalam hati. Karena Bisma merasa kesal dengan adik sepupunya yang mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Ia melihat Calista masih tertidur pulas di sampingnya. "Maafkan aku sayang sudah membuat kamu merasa tidak nyaman liburan bulan madu di negara ini, setelah kedatangan Elsioni yang tiba-tiba. Jujur mas tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Elsioni.


Dia sudah masa lalu Mas yang kelam percayalah Sayang." ucap Bisma kepada Calista yang masih tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Perlahan demi perlahan Bisma mengelus rambut cantik istrinya. Ia begitu terpukau dengan keindahan mahkota yang dimiliki istrinya.


Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bisma ketika melihat sosok istri yang sangat ia cintai tertidur pulas di sampingnya. Wajah polos Calista, terlihat jelas di matanya. "Aku mencintaimu Sayang, lebih dari diriku sendiri." gumam Bisma dalam hati sembari terus memainkan tangannya mengelus rambut cantik milih Calista.


****


Sementara di tempat lain tepatnya di kota Jakarta. Terlihat Tiwi sudah menunggu kehadiran Dewi di kantor. Tetapi yang ditunggu tak kunjung datang. Membuat Tiwi merasa khawatir kepada Dewi. Ia bertanya tanya dalam hati.


"Mengapa sahabatnya hingga Jam menunjukkan pukul 09.00 pagi, tetapi tak kunjung datang ke kantor. "Dimana kamu Dewi? Mengapa Hingga jam sekarang kamu tak kunjung datang? apa kamu sedang sakit? tapi jika kamu sakit Mengapa tidak mengabariku?Tiwi bermonolog sendiri.


Kini ia semakin gelisah ketika melihat jarum jam yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh. Tiwi pun akhirnya menghubungi nomor ponsel milik Dewi. Tetapi ketika Tiwi menyambungkan sambungan telepon seluler itu, Dewi tak kunjung mengangkat membuat Telepon selulernya.


Hak itu membuat Tiwi semakin mengkhawatirkan sahabatnya itu. "Ada apa dengan kamu Dewi? Mengapa sampai sekarang tidak mengangkat nomor teleponku?" gumamnya dalam hati sembari terus menekan nomor ponsel milik Dewi di ponselnya. Sampai beberapa kali Tiwi menghubungi nomor ponsel Dewi banyak pesan whatsapp yang sudah ia kirimkan tapi tidak satu pun mendapat jawaban.


"Lebih Baik nanti sore setelah pulang dari kantor, aku akan menghampirinya ke rumah kontrakan mereka." gumam Tiwi dalam hati kemudian Tiwi berlalu untuk mengerjakan pekerjaannya. Lebih baik aku segera menyelesaikan tugas-tugas ku. Habis itu aku pulang mencari keberadaan Dewi." gumamnya.


Apa?


"Dewi tidak masuk kantor?


"Ia hari ini sepertinya Dewi tidak masuk kantor. Tetapi nomor ponselnya tidak dapat dihubungi. Membuat aku semakin kwatir." ucap Tiwi memberitahu kepada Carlos kalau saat itu nomor ponsel milik Dewi tidak dapat dihubungi. Carlos semakin khawatir dengan kondisi Dewi saat ini. Setelah Carlos mendapat informasi kalau Dewi tidak masuk kantor hari ini.


"Ayo Dewi angkat ponsel kamu. Dimana kamu sayang?" gumam Carlos dalam hati sembari terus mengulangi menekan tombol angka nomor ponsel milik Dewi. Tetapi tak kunjung mendapat respon.


Sementara di tempat lain, Dewi Sudah menangis sesunggukan. Ia tidak dapat melakukan apa-apa, setelah salah satu rentenir datang ke rumah mereka menagih hutang almarhum ayahnya, yang sudah beberapa tahun yang lalu sebelum ayahnya meninggal dunia.


Padahal ayah mereka tidak pernah memberitahu kalau sang ayah pernah meminjam uang kepada salah satu rentenir sehingga Dewi sangat bingung Mengapa ayahnya sampai memiliki hutang sebanyak itu.


"Ya Allah, Apa yang harus aku lakukan saat ini. Belum selesai masalah sudah datang. masalah ini lagi." gumam Dewi sambil terus terisak. Sementara Dewi tidak dapat melakukan apa-apa saat ini. Karena uang gaji yang sebelumnya ia terima, dari kantor sudah habis untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari.


Dan jumlah hutang almarhum ayah kandung Dewi, cukup fantastis. Membuat Dewi merasa terkejut.


"Jika kalian tidak dapat membayar hutang-hutang kalian? maka saya akan membawa kamu untuk dijadikan pelayan di rumah saya.Dan gaji kamu akan menyicil hutang-hutang Ayah kamu." ucap pak lase yang terkenal sadis sebagai salah satu rentenir yang ada di lokasi tempat mereka tinggal.


"Tapi saya belum bisa melunasi hutang-hutang ayah saya Tuan. Apa yang harus saya lakukan saat ini? saya harus mencari uang tambahan untuk melunasi hutang hutang ayah saya. Dan Lagian saya tidak pernah mengetahui kalau ayah saya memiliki hutang kepada Tuan." ucap Dewi memberanikan diri berbicara kepada pak Lase yang rentenir yang terkenal kejam.


" Saya tidak akan mentolerir lagi. Lebih baik kamu ikut Kami sekarang. Jika kamu bersedia menjadi istri saya, maka hutang-hutang Ayah kamu akan saya anggap lunas." kata pak Lase yang menginginkan Dewi menjadi istri ketiganya.


Hal itu membuat Dewi terhenyak


Ia merasa dilecehkan oleh Pak lase. Hal itu membuat dirinya langsung Menatap Pak Lase dengan tatapan elang. Seolah dirinya ingin mengganjarnya.


"Lelaki paruh baya itu meminta kepada Dewi agar Dewi bersedia menjadi isterinya.


"Apa kamu tidak malu mengatakan itu kepada saya? lihat tuh di kepala sudah banyak uban. Tetapi ingin menikah kepada wanita yang cocok seumuran dengan adik terkecil. ucap Dewi memberanikan diri melawan Pak lase yang tadi menatap Dewi dengan tatapan penuh nafsu.


Pak Lase menarik tangan Ibu Sarah. Jika kamu tidak bersedia menjadi pelayan di rumahku, atau menikah denganku, Maka sebagai penggantinya ibu kamu yang akan bekerja di rumahku untuk menyicil hutang-hutang Ayah kamu." ucap Pak lase tanpa belas kasihan sedikitpun kepada keluarga Dewi, yang sudah serba kekurangan.


Jujur Dewi sama sekali tidak mengetahui hutang piutang yang dikatakan Pak lase kepada apalagi menurut pengakuan ibu Sarah, kalau ayah kandung mereka tidak pernah memberitahu kepada Ibu Sarah kalau almarhum tidak pernah berhutang kepada siapapun.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙