
Sedangkan Bisma hanya sebagai penonton di sana. Ia tidak banyak bicara. Karena Dulu ketika Bisma Ingin melamar Calista, lima bulan yang lalu, Calista beberapa kali menolaknya. Bahkan syarat-syarat Calista harus terlebih dahulu dipenuhi Bisma. Baru Calista bersedia menikah dengannya.
Bahkan saat itu, Bisma harus terlebih dahulu mengancam Calista, akan memecat Pak Nando dari kantor Zulkarnain group jika Calista tidak bersedia menikah dengannya.
Bisma mengira kalau Calista tidak akan jatuh cinta beneran kepadanya. Yang ternyata dia salah Calista saat ini benar-benar sayang dan cinta kepada Bisma. Sungguh hubungan yang sangat aneh dan luar biasa. Setelah beberapa bulan menjalin hubungan rumah tangga dengan Calista.
Bisma mengembangkan senyumnya menatap Carlos dan Dewi secara bergantian pandangannya tidak luput dari istrinya Calista. Rasa cinta Bisma yang teramat dalam kepada Calista membuat Bisma seolah tidak ingin kehilangan istrinya.
Tuan Baskoro dan Tuan Zulkarnain merasa bersyukur, lamaran Carlos kali ini sudah diterima oleh wanita yang sangat ia cintai. Hari itu juga, Mereka membicarakan tanggal pernikahan Dewi dan Carlos. Dan mereka sudah sepakat, Kalau pernikahan Carlos dan Dewi diadakan tiga minggu ke depan.
Carlos tidak ingin menunda-nunda pernikahannya lagi. Apalagi dengan usianya yang sudah hampir 39 tahun. Itu artinya perbedaan usia Dewi dengan Carlos cukup jauh. Tetapi sepertinya Dewi tidak mempermasalahkan usia kali ini. Yang ia inginkan kasih sayang dan cinta yang tulus dari lelaki yang ia cintai. Setelah selesai membicarakan tanggal pernikahan Carlos dan Dewi, keluarga besar Carlos berpamitan kepada Ibu Sarah dan keluarga.
***
Keesokan harinya Dewi ingin berangkat ke kantor melakukan aktivitasnya seperti biasa sebagai office girl di Zulkarnain Group. Biasanya Dewi pergi ke Kantor sendiri. Tetapi sepertinya saat ini tidak lagi.
Sebelum Dewi berangkat, Carlos sudah tiba di rumah mereka.
" Loh mas, pagi-pagi sekali sudah ada di sini? "Iya sayang, Mas ingin jemput kamu. Agar kita berangkat bareng ke kantor."
"Tapi biasanya Mas agak siangan datangnya ke kantor. Sementara Dewi harus cepat-cepat karena banyak ruangan yang akan Dewi bersihkan." ucap Dewi kepada Carlos.
"Tidak apa-apa. Lebih baik kita antar dulu Mia, dan Sean ke sekolah. Habis itu kita berangkat sama deh ke kantor." sahutnya sambil mengembangkan senyumnya. Mia yang melihat kehadiran Carlos pun di sana mengerutkan keningnya.
"Loh Kak Carlos pagi-pagi sekali sudah ada di sini? Memangnya mau ke mana pagi pagi begini sudah nongol saja." ucap Mia melihat kehadiran Carlos di sana.
Tidak perlu banyak tanya. lebih baik kamu siap-siap agar kita segera berangkat nanti. Kamu dan Sean akan diantar Mas Carlos ke sekolah kalian." ucap Dewi kepada Mia
" Serius Kak? Kakak menghantar Mia dengan mobil mewah Kakak itu?" tanya Mia bersorak kegirangan. Karena Mia sama sekali belum pernah menaiki mobil semewah mobil milik Carlos. Carlos mengembangkan senyumnya menatap Mia dengan tatapan penuh arti.
Agar Sean dan Mia diantar olehnya ke sekolah. Mia dan Sean duduk di bangku kemudi. Sementara Dewi duduk di samping kemudi bersama Carlos yang mengemudikan mobilnya. Carlos langsung menghidupkan mesin mobil miliknya dan melajukannya ke arah jalan raya menuju sekolah tempat Sean dan Mia menuntut ilmu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sepuluh menit kemudian Sean dan Mia tiba di sekolah. Mia dan sean Turun dari mobil milik Carlos.
"Terima kasih Kak. Kakak sudah menghantarkan kami." ucap Mia dan Sean sambil memberi salam kepada Carlos dan juga Dewi.
Carlos meraih dompet yang ada di saku celananya. Dan memberikan uang pecahan Lima puluh ribu kepada Mia, dan juga Sean. "Kak ini banyak banget, untuk apa ini?"
"Sudah kamu pegang saja. Itu untuk uang jajan kamu." ucap Carlos kepada Mia dan juga Sean.
Sean enggan menerimanya dan mengembalikan uang itu kepada Carlos. "Jangan kak. Sean tidak terbiasa memiliki uang jajan." ucap Sean kepada Carlos.
"Sudah kamu pegang saja. Kalau kamu tidak jajan, ya tabung saja. Siapa tahu kamu membutuhkannya nanti." ujar Carlos.
Lain halnya dengan Mia. Mia langsung bersorak kegirangan ketika mendapat uang jajan dari Carlos. Ka Carlos sering-sering ya." ucap Mia membuat Dewi langsung menatap Mia dengan catatan tajam.
Tetapi Mia seolah tidak peduli melihat tatapan kakaknya, yang sudah ingin menelannya hidup-hidup. Mia memilih berlalu dari sana meninggalkan Carlos dan Dewi di mobil.
"Bye bye...Terima kasih kak Carlos sering-sering ya." teriak Mia sambil berlari masuk ke dalam sekolah.
Membuat Dewi menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya itu yang dari dulu tidak pernah berubah. "Dasar Mia!" gerutu Dewi sembari menatap Mia sampai bayangan Mia hilang dari pandangannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏💓