
"Heh..... bolot!" bodoh bangat sih kamu jadi orang, kamu tidak dengar apa bos Bisma dua hari lagi akan menikah dengan temanku Calista!" ucap Dewi yang tiba-tiba nyibruk dalam pembicaraan keempat orang itu. Karena Dewi geram melihat Gibran yang tak percaya apa yang dikatakan Bisma dan Calista kepadanya.
"Jangan ngegas gitu dong!" emang benaran Calista, kalau kamu akan menikah?
Calista mengangguk kepalanya. Itu membuat Gibran seolah tidak percaya. Harapan Gibran pupus sudah. Cinta tulus yang di miliki Gibran selama ini terhadap Calista, kini sudah tidak memiliki harapan lagi.
Gibran melihat anggukan Calista. Itu artinya kalau Calista benar akan menikah dengan Bisma dia hari lagi, seperti yang dikatakan Bisma dan Dewi.
Dewi menatap Bisma dengan tatapan penuh tanya iya seolah mengetahui apa isi hati Gibran selama ini kepada Calista. Padahal Dewi sama sekali belum mengenali Gibran.
"eh bolot kamu kok bengong di situ? tidak perlu heran keles kalau orang sering mencintai mereka itu biasa seperti tidak pernah melihat orang menikah saja." Celetuk Dewi
Gibran hanya terpaku. Ia masih seolah tidak percaya apa yang didengarnya kali ini. Air bening luruh begitu saja diwajah Gibran tanpa ia sadari.
"Sudah cukup lama aku menunggumu Calista dan menunggu momen yang tepat untuk menyatakan perasaan ini kembali kepada Mu setelah beberapa tahun silam kau menolak aku, karena kedua orang tuaku tidak menyetujui hubungan kita.
"Kini sirna sudah harapanku, kau akan menjadi milik lelaki lain. Padahal kau tahu sendiri, aku sangat mencintaimu mulai Aku mengenal Yang namanya Cinta. Apa aku tidak layak bahagia sama seperti orang lain yang dapat meraih cintanya?
"Apa tidak ada perasaan cinta sedikitpun di hatimu kepadaku sehingga kamu dengan mudah mengambil keputusan menikah dengan lelaki lain?
"Atau karena pria yang akan menikahimu lelaki yang lebih kaya dariku?
"Aku juga layak dicintai bukan? Sudah berapa tahun aku menunggu kamu tetapi inilah yang aku dapatkan sekarang."ratap Gibran.
"Tunggu dulu apa sebelumnya kalian sudah saling mengenal? Dewi bertanya kepada Calista dan juga Gibran.
"Gibran teman kecilku, teman satu kelas saat berada di desa. Aku sangat mengenalinya sejak kami masih duduk di bangku sekolah mulai dari SD sampai SMA."sahut Calista berterus terang kepada Dewi dan juga Bisma.
Sebenarnya Bisma sudah sangat lama mengetahui itu. Semenjak pertama kali Gibran datang ke kantor untuk menemui Calista. Karena saat itu anak buah Bisma mengikuti Gibran dan mencari tahu siapa sosok Gibran bagi Calista.
Gibran sebenarnya sudah pernah mengungkapkan perasaannya kepada Calista sejak masih duduk di bangku sekolah. Tapi Calista hanya menganggap itu cinta monyet saja.
Apalagi Calista mengetahui kalau kedua orang tua Gibran tidak menyetujui Gibran memiliki hubungan khusus dengan Calista Saat itu.Bahkan dilarang habis-habisan karena keadaan ekonomi keluarga Gibran dengan Calista berbanding terbalik.
"Oh jadi Calista dengan si bolot ini teman satu sekolah toh!" ucap Dewi membuat Gibran menatap Dewi dengan tatapan tajam.
"Jangan-jangan kamu jatuh cinta sama temanku Calista, Makanya kamu tidak percaya kalau temanku Calista akan menikah dengan bos Bisma. Dewi kembali nyerocos sambil mendekati Gibran yang sedari tadi hanya terpaku setelah mendengar pengakuan dari Calista kalau Calista akan menikah dengan lelaki lain.
Bisma hanya tersenyum mendengar pertanyaan Dewi yang begitu menyebalkan bagi Gibran. Bisma sudah mengetahui kalau Gibran sangat mencintai Calista semenjak masih duduk di bangku sekolah. Karena Calista sudah pernah berterus terang kepada Bisma hubungannya dengan Gibran.
Tetapi Bisma merasa menang dari Gibran karena Calista lebih memilihnya. Walaupun Bisma belum mengetahuinya Calista mencintainya atau tidak yang pasti baginya Calista sudah bersedia menikah dengannya.
"ih nggak jelas banget sih, main pergi begitu saja tanpa memastikan kondisi orang yang ia tabrak sudah baik-baik saja atau tidak, Dasar lelaki bolot." umpat Dewi.
"sudah tidak perlu emosi seperti itu lebih baik kita fokus Bagaimana cara supaya Tiwi cepat sembuh dan dapat menghadiri pesta pernikahan kami." ucap Bisma kepada Dewi membuat Dewi langsung diam tak dapat berkata-kata.
Kalau sudah Bisma yang berbicara, Tiwi tidak berani melanjutkan Kat katanya lagi. Bisma sengaja memberikan ruang kepada Dewi berbicara apa saja yang akan ia keluarkan kepada Gibran.
Karena Bisma ingin melihat reaksi Gibran setelah mengetahui kabar pernikahannya dengan Calista. Yang ternyata terlihat jelas di wajah Gibran ada raut kecewa dan patah hati ketika mendengar kabar pernikahan mereka.
Ia memilih untuk diam ketika Gibran, Dewi dan juga Calista berbicara dan hanya memperhatikan interaksi ketiganya. Ia ingin mengetahui sedalam apa Gibran mencintai Calista." Apakah rasa cinta yang ada di hati Bisma terhadap Calista lebih besar daripada cinta Gibran terhadap Calista.
Sepeninggalan Gibran, Calista kembali menghampiri Tiwi.
"Dewi maafkan aku karena sudah membuatmu kecewa kepadaku, atas hubunganku dengan Pak Bisma. Jujur aku tidak menyangka akan seperti ini.
"Apa kamu benar benar mencintai Bisma atau hanya karena rasa obsesi Mu saja? lebih baik kamu terus terang kepada aku. Jika kamu ingn marah, marah lah sekarang aku akan terima semuanya." ucap Calista kepada Tiwi.
Tiwi tidak langsung menjawab. Ia sengaja diam untuk menjahili temannya Calista.
"Jawab dong Calista jangan diam seperti ini kalau aku membuatmu kecewa Maafkan Aku. ucap Calista memohon kepada Tiwi.
Tiba-tiba Tiwi melirik ke arah Dewi dan Tiwi tertawa ngakak seperti tidak merasakan rasa sakit sedikitpun di tubuhnya akibat kecelakaan itu.
Calista bingung melihat Tiwi yang langsung tertawa ngakak mendengar pertanyaan Calista kali ini.
"Mengapa kamu tertawa Apa ada yang lucu? aku serius bertanya kepada kamu. Tetapi kamu bawa bercanda." gerutu Calista yang melihat dan mendengar tawa dari Dewi.
"Kamu ini bagaimana sih? aku justru senang ternyata kamu berjodoh dengan bos Bisma. tidak mungkin aku mencintai bosku sendiri secara keadaan dan kondisi pun jauh berbeda itu tidak akan mungkin terjadi.
Aku hanya kagum kepada ketampanan dan kesuksesan bos Bisma. Tapi bukan berarti aku mencintainya. Kamu jangan salah paham. aku kesal kepadamu saat itu karena kamu pernah mengatakan kepadaku kalau kamu lebih baik jomblo daripada kamu memiliki kekasih seperti Bos Bisma.
Padahal dari awal aku sudah merasa, kalau kamu membawa, Aura positif terhadap bos Bisma. Karena kamu wanita yang baik, pintar dan ulet. Jadi aku yakin, kalau Bos Bisma jatuh cinta kepadamu." ucap Tiwi sambil melirik ke arah Dewi dan Bisma,yang masih setia mendengar obrolan Calista dan Tiwi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏