I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 177. TANGIS CALISTA PECAH



Malam itu juga beberapa tim medis dari rumah sakit milik Tuan Zulkarnain. Segera berangkat ke kawasan puncak bersama Tuan Zulkarnain dan juga Nyonya Katarina Dona. sementara Calista menangis histeris mendengar pemberitaan tentang gempa yang begitu dahsyat di kawasan puncak.


Calista berusaha menghubungi nomor ponsel suaminya tetapi yang ia hubungi sama tersambung. Karna jaringan disana terganggu akibat gempa yang terjadi disana. Membuat calista semakin mengkhawatirkan suaminya.


"Mami Mas Bisma gimana? dari tadi Calista menghubungi nomor ponsel milik Mas Bisma, tetapi tidak tersambung." tangis Calista sambil memeluk Nyonya Katarina Dona. Nyonya Katarina Dona berusaha menenangkan Calista.


" Tunggu Sayang, jaga cucu mami. Mami dan Papi akan segera berangkat malam ini juga ke sana untuk mencari tahu bagaimana kondisi Bisma, Antonio dan Pak Karyo yang sedang berada disana." ucap Nyonya Katarina Dona berharap Calista dapat lebih tenang.


" Mami Calista bisa ikut? mohon Calista kepada Nyonya Katarina Dona. Jika kamu ikut kesana bagaimana mungkin putra Kamu, cucu mami siapa yang jaga di sini. baby Adnan membutuhkan kamu di sini sayang." ujar Nyonya Katarina Dona. Berharap Calista tidak memaksakan kehendaknya untuk ikut ke kawasan puncak.


Tanpa Calista berpikir. lalu Calista pun meminta kepada Nyonya Katarina Dona membawa Bisma dengan selamat. Calista percayakan mas Bisma kepada Mami. Bawa mas Bisma kembali mom." mohon calista bersujud di kaki Nyonya Katarina Dona. Membuat Nyonya Katarina Dona tidak bisa menahan tangisnya.


"Kamu tenang saja sayang. Papi berjanji akan membawa Bisma kembali dengan Selamat." Tuan Zulkarnain berjanji kepada Calista membawa Bisma dengan selamat. Malam itu juga Tuan Zulkarnain meminta bantuan kepada Carlos. Untuk mempersiapkan helikopter milik Tuan Zulkarnain, membawa mereka Langsung ke kawasan puncak di mana kejadian gempa bumi yang begitu dahsyat terjadi.


Carlos yang mendapat perintah dari Tuan Zulkarnain terhenyak mendengar permintaan Tuan Zulkarnain kalau malam itu juga Carlos mempersiapkan helikopter. Karena Carlos sama sekali tidak mengetahui kalau Bisma saat ini berada di kawasan puncak tempat gempa bumi berpusat.


Tetapi Carlos tetap melaksanakan perintah dari Tuan Zulkarnain dan malam itu juga Tuan Zulkarnain, Nyonya Katarina Dona dan beberapa tim medis membawa peralatan seadanya Ke kawasan puncak dimana kejadian gempa bumi terjadi.


Carlos mengetahui kakak sepupu sekaligus sahabatnya berada di kawasan terjadinya pusat gempa bumi terjadi. Carlos begitu mengkhawatirkan Bisma. Ia meminta izin kepada Dewi, agar Dewi mengizinkannya pergi ke kawasan puncak bersama Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


Carlos juga memberitahu kalau saat ini Bisma sedang berada disana. Hal itu membuat Dewi terkejut mendengar penjelasan dari suaminya. Dewi pun mengizinkan Carlos pergi menemani Tuan Zulkarnain dan nyonya katarina Dona malam itu juga ke kawasan puncak.


Sementara Tuan Baskoro mendengar berita tentang gempa bumi yang terjadi di kawasan puncak, begitu mengkawatirkan Bisma. "Segeralah berangkat. Dan bawa Bisma dengan selamat." perintah Tuan Baskoro Kepada putranya Carlos. "Doakan saja yang terbaik Pi."sahut Carlos sambil langsung berpamitan kepada Tuan Baskoro, Dewi dan Nyonya Anjani yang kebetulan menginap disana.


Carlos langsung berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Baskoro, untuk menjemput Tuan Zulkarnain dan Nyonya katarina Dona. Begitu juga dengan Beberapa Tim medis yang sudah di tugaskan berangkat menuju puncak.


****


Nyonya Katarina Dona terhenyak melihat villa milik mereka yang berada di kawasan puncak sudah rusak parah. Tuan Zulkarnain, Carlos , nyonya katarina Dona dan yang lainnya mencari keberadaan Bisma, Antonio dan yang lainnya. Tetapi ketika mereka sudah tiba di sana Bisma, Antonio dan yang lainnya sudah tidak berada di sana.


"Dimana Putra kita? bukankah sebelumnya Putra kita mengatakan kalau mereka menginap di villa ini? tanya Nyonya Katarina Dona kepada tuan Zulkarnain yang ikut mengkhawatirkan kondisi Bisma saat ini.


Tuan Zulkarnain memilih mencari Bisma di tempat pengungsian yang sudah disediakan disana.


Tampak tim medis yang sudah dipersiapkan alat medis yang sudah mereka bawa sebelumnya, untuk membantu para korban yang ada di lokasi kejadian. Dan Tuan Zulkarnain sudah membantu sebagian korban bencana alam yang terluka.


Nyonya Katarina Dona terus mencari keberadaan Putra dan keponakannya. Hingga salah seorang datang menghampiri mereka. "Tuan Zulkarnain mencari Tuan Bisma? tanya lelaki paruh baya yang datang menghampiri Tuan Zulkarnaen.


"Iya Pak Saya mencari Putra saya Bisma. Apa Bapak mengetahui keberadaan Bisma saat ini berada di mana? tanya Tuan Zulkarnain penuh selidik. Lelaki paruh baya itu mengangguk kepala pelan. lalu ia pun memberitahu kabar Bisma yang sebenarnya membuat Tuan Zulkarnain menangis sesungguhkan. Nyonya Katarina Dona yang mendapat kabar tentang putranya Pun menangis histeris.


"Bawa aku kepada Putraku!" mohon Nyonya Katarina Dona kepada lelaki paruh baya itu. Tampak Nyonya Katarina Dona meminta dokter ahli dan suster untuk menangani Bisma yang sedang berbaring lemah di sebuah perkemahan yang disediakan oleh tim relawan bencana alam yang terjadi di daerah kawasan puncak.


Nyonya Katarina Dona menangis histeris melihat kondisi putranya saat ini yang begitu mengenaskan. "Ya Allah apa yang terjadi kepada Putraku? tangis Nyonya Katarina Dona sambil langsung memeluk putranya yang belum sadarkan diri tampak beberapa luka terdapat di tubuh Bisma. Antonio sendiri merasa tidak sanggup melihat kondisi Bisma saat ini.


"lakukan sesuatu kepada Putra saya. Kamu dokter yang handal di bidang ini selamatkan Putra saya." ujar Nyonya Katarina Dona kepada dokter yang khusus mereka bawa dari kota Jakarta menuju kawasan puncak. Tampak dokter itu menggelengkan kepalanya.


" Maaf nyonya, sepertinya peralatan medis yang kita bawa tidak memungkinkan untuk dapat menangani Tuan Bisma. Ada baiknya kita segera membawa Tuan Bisma ke Jakarta. Karena alat-alat medis yang ada di sana lebih lengkap dibandingkan di sini." ujar dokter itu kepada Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain.


Tuan Zulkarnain meminta Carlos untuk segera menyiapkan helikopter yang mereka bawa sebelumnya, agar segera menerbangkan Bisma ke Jakarta saat itu juga. Ketika denyut nadi Bisma sudah semakin melemah, membuat Nyonya Katarina Dona menangis histeris.


"Sayang kamu harus bertahan istri dan anak kamu menunggu di rumah. Kamu pasti sangat menyayangi istri dan anak kamu bukan? jadi kamu harus bertahan demi mereka, demi mami, papi dan semua yang menyayangimu sayang." tangis Nyonya Katarina Dona berharap Bisma dapat bertahan.


Setelah mempersiapkan segalanya Bisma pun akhirnya diterbangkan ke Jakarta bersama beberapa orang asistennya untuk segera mendapatkan perawatan di sana. Tuan Zulkarnain tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putranya. Putra yang sangat ia sayangi. Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona akan melakukan apapun untuk menyelamatkan putranya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN