
Bisma dan Calista langsung tertawa ngakak sementara Dewi hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. Dewi benar-benar menikmati ocehan demi ocehan suaminya. Padahal kemarin saja saat mereka mengadakan perjalanan bulan madu, Carlos begitu bucin kepada Dewi. "Sudahlah mas tidak perlu menggerutu seperti itu. Memang Mas juga bucin kan? ngapain ngomongin orang." ucap Dewi yang ikut angkat bicara.
"Mas....! teriak Tiwi karena merasa kakinya terasa pegal. "Ada apa sayang?"
"Mas kaki Tiwi terasa pegal nih. Dari tadi berdenyut. Mungkin karena kelamaan berdiri. Dokter Gibran langsung meraih salep yang ada di dalam kopernya. Pelan-pelan dokter Gibran meraih kaki Tiwi. Dan menaruhnya ke pahanya.
Ia mengoles salep itu tepat di betis Tiwi berharap rasa pegal di kaki Tiwi dapat berkurang.
"Bagaimana Sayang apa pegal di kakimu berkurang setelah emas mengoles salep ini? Tiwi menganggukkan kepalanya. Karena dengan sabar, dokter Gibran telah mengolesi salep di betis kaki Tiwi.
"Maaf ya Mas, Tiwi sudah membuat mas kerepotan seperti ini. Tidak sayang, ini juga terjadi karena mas sendiri. Mas yang mengundang para tamu undangan yang lumayan banyak, sehingga kamu harus merasakan seperti ini.
Tiwi hanya mengembangkan senyumnya. Perlahan ia duduk kembali, lalu mengalungkan tangannya ke jenjang leher dokter Gibran. Dokter Gibran mengembangkan senyumnya. Ingin rasanya dokter Gibran langsung melahap Tiwi.
Tetapi sebelum dokter Gibran, yang melahap Tiwi. Tiwi yang melahap dokter Gibran terlebih dahulu. Ia mengecup bibir manis dokter Gibran perlahan kecupan Tiwi semakin mendalam, hingga dokter Gibran merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Desiran yang aneh terasa di tubuhnya.
Membuat dokter Gibran pun langsung membalas kecupan yang diberikan Tiwi kepadanya. Hingga Tiwi pun mendesah setelah mendapat balasan dari dokter juga. Hingga keduanya terbuai dalam keadaan. kecupan demi kecupan dihujani dokter Gibran di leher jenjang Tiwi.
Membuat Tiwi bergelinjang. Seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi. Dokter Gibran kembali mencium bibir manis Tiwi. Membuat Tiwi semakin merasakan nikmatnya gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh dokter Gibran.
Apalagi tangan dokter Gibran sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Tiwi . Hingga Tiwi pun tidak dapat menahan desahannya. Dokter Gibran terus bergerilya di bagian gunung kembar milik Tiwi. Hingga keduanya dikejutkan oleh suara ketukan pintu dari luar.
"Cih! siapa sih mengganggu?" gerutu dokter Gibran karena merasa terganggu saat mereka berdua sedang memadu kasih. "Sudah Mas tidak apa-apa, Nanti saja kita lanjutkan. mungkin itu Pak Bisma dan juga Carlos. Sebelumnya kita sudah janji akan kumpul di restoran dua jam Setelah kita istirahat.
Dokter Gibran hanya terdiam. Ia kembali mengingat apa yang dikatakan Bisma kepada mereka. Dokter Gibran bangkit berdiri berlalu membuka pintu kamar hotel tempat mereka menginap yang di rias khusus untuk pasangan pengantin itu, layaknya kamar bulan madu.
"Ceklek!
Sekali hentakan, pintu terbuka lebar.
Karena ia merasa terganggu dengan kehadiran Carlos di sana. Sudah tidak perlu menatapku seperti itu Aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu, kamu merasa terganggu bukan ? karena mulai melakukan pemanasan terhadap istri kamu?" tebak Carlos yang mampu membuat dokter Gibran langsung membulatkan matanya.
"Sialan!" ini bocah mengetahui apa yang aku lakukan di kamar ini. Apa dia dukun Atau Dia mengintip kami? gumam dokter Gibran dalam hati sembari langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah deh. Aku pergi dulu. Kalian menyusun ditunggu 10 menit lagi, kalau kalian tidak turun, awas satu malaman ini kami akan ganggu kalian." ancam Carlos yang dapat membuat dokter Gibran bergidik ngeri.
"Dasar pengganggu. Tidak tahu apa lagi asik tadi, eh malah menggedor-gedor pintu." umpat dokter Gibran dibalas tawa dari Tiwi. karena ia tahu suaminya merasa diganggu oleh Carlos.
Dokter tampanku yang tampan, Jangan cemburu gitu dong!" jelek lihatnya. lebih baik tersenyum nanti kalau cemberut melulu seperti itu cepat tua. ucap Tiwi sembari menakup wajah dokter Gibran dengan Kedua telapak tangannya, dan membubuhi kecupan di wajah tampan dokter Gibran.
Tiwi paham kalau dokter Gibran merasa terganggu dengan kehadiran Carlos di sana. "Aku tidak akan mengampuni mereka jika nanti malam menggangguku lagi." gerutu dokter Gibran sembari bersiap melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel, untuk menemui Carlos dan Bisma yang sudah menunggu mereka di restoran.
Tiwi hanya tertawa cengengesan melihat suaminya seolah tidak terima diganggu oleh Carlos. "Sudahlah mas ngapain dipikirkan kan nanti bisa sampai berapa trip juga, Tiwi pasti akan meladeninya." ucap Tiwi Sambil tertawa ngakak.
Dokter Gibran menatap Dewi dengan tatapan penuh cinta. Ia pun langsung menggandeng tangan Tiwi keluar dari kamar yang mereka tempati menuju restoran tempat mereka janjian, bersama Carlos dan Bisma.
"Hai semua.. .., Maaf sudah membuat kalian mengganggu." ucap Tiwi berbasa-basi Setelah tiba di restoran tepatnya di ruang VVIP yang ada di restoran itu. Pasti kalian sudah mengadakan pemanasan tadi, hingga dokter Gibran merasa terganggu ketika Carlos mengetuk pintu kamar kalian." tebak Bisma yang mampu membuat Tiwi membulatkan matanya.
Ia bingung dari mana Bisma mengetahui apa yang mereka lakukan di kamar, sebelum mereka menghampiri Bisma dan Carlos. "sudahlah mas, ngapain dibahas. Mas seperti tidak pernah pengantin baru saja." gerutu Dewi dan juga Calista, saling memarahi para suami suami mereka, yang menggerutu ketika dokter Gibran datang terlambat menghampiri mereka di restoran yang sudah mereka janjikan.
Mendengar suara omelan dari para istri mereka, Bisma dan Carlos pun langsung terdiam. Tidak dapat berkata-kata karena mereka tidak ingin istri-istri mereka akan lebih mengomel lagi. Dan jatah malam mereka, tidak akan diberikan. Itulah selalu hukuman yang dilontarkan Calista jika Bisma melakukan kesalahan.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓
JANGAN PERNAH LUPA, TEKAN,FAVORIT,LIKE, COMMENT