I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 107. PAK CARLOS CALON MANTU



Sementara di tempat lain Tiwi sudah tampak gelisah memikirkan apa yang terjadi di keluarga Dewi. Sehingga sore itu juga, ketika jam kerjanya telah usai. Tiwi langsung berlalu dari kantor menuju rumah kontrakan yang ditempati oleh keluarga Dewi.


dengan menggunakan motor matic miliknya. Tiwi menelusuri jalanan ibukota menuju rumah Dewi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, Tiwi tiba di gang rumah kontrakan yang ditempati keluarga Dewi.


Ia langsung mengendarai motor matic miliknya. Hingga sampai ke depan rumah kontrakan itu, sebelumnya. Tiwi sudah melihat mobil milik Carlos terparkir di depan gang.


Ketika Tiwi sudah tiba di sana, Ia langsung menghentikan motor matic miliknya. Tiwi langsung masuk ke dalam rumah tanpa menutup pintu terlebih dahulu. "Dewi kamu tidak apa-apa?" teriak Tiwi sambil berlari memeluk Dewi.


"Alhamdulillah aku tidak apa-apa. Untung saja saja pak Carlos datang tepat waktu. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi di kehidupanku saat ini." ucap Dewi sambil membalas pelukan sahabatnya itu. Sahabat yang selama ini menemani hari-hari Dewi.


"Garcip banget pak Carlos ya. Tidak nyangka Pak Carlos langsung sigap seperti ini. Terimakasih pak Carlos. Pak Carlos sudah membantu sahabatku ini." ucap Tiwi sambil nyengir menatap Carlos yang sudah dari tadi hanya diam melihat interaksi Dewi dengan Tiwi.


Mia datang dari dapur dengan membawakan tiga cangkir kopi buatannya. Tak lupa Mia juga membawa gorengan yang dibuat khusus untuk mereka yang ada di sana. Kalau masalah membuat gorengan Ibu Sarah jagonya.


Ibu Sarah dalam kesehariannya menjual gorengan di depan rumah. Apalagi setelah almarhum suaminya meninggal dunia. Membuat Ibu Sarah harus lebih bekerja keras lagi untuk mencari nafkah sehingga Ibu Sarah menjadi tulang punggung keluarga, sebelum Dewi lulus dari sekolah menengah atas.


Kehidupan yang begitu kejam yang membuat Ibu Sarah belajar dari keadaan. Ia pun akhirnya dapat menerima kepergian suaminya. Yang awalnya ia merasa tidak mampu menjalani hari-harinya tanpa adanya suaminya.


Apalagi ketika suami Ibu Sarah masih ada, Ibu Sarah tidak pernah bekerja keras seperti yang ia lakukan saat ini. Suaminya begitu menyayangi keluarganya. Bahkan Suaminya tidak pernah membiarkan Ibu Sarah bekerja.


"Silakan diminum Kak Carlos, Kak Tiwi!" hanya ini yang ada di rumah kami." ucap Mia Carlos dan Tiwi mencicipi kopi dan goreng pisang buatan Ibu Sarah sendiri. "Terima kasih Mia, tidak perlu repot-repot seperti ini.


" Tidak apa-apa Kak!" dimakan dan diminum ya, mudah-mudahan Kak Carlos dan Kak Tiwi menyukainya. Mia berlalu dari hadapan Tiwi dan Dewi berniat untuk masuk ke kamar menyelesaikan PR yang sudah diberikan guru kepadanya.


Begitu juga dengan Sean setelah mendapat masukan dari Carlos, kalau dirinya belajar dengan tekun maka Sean akan mendapat beasiswa kuliah di salah satu universitas yang menjadi impian Sean dari hari-hari sebelumnya.


Ada rasa bahagia di hati Dewi ketika Carlos benar-benar perhatian kepada keluarganya. Ia berharap Carlos tidak akan pernah berubah jika dirinya sudah sah menjadi pendamping hidup Carlos. Memang selama ini Dewi masih menggantung hubungannya dengan Carlos.


Karena Dewi masih tidak dapat membiarkan keluarganya hidup tanpa adanya Dewi bersama keluarganya. Ia mengetahui Ibu Sarah tidak akan mampu menyekolahkan Mia dan Sean sendirian jika Dewi sudah menikah dengan lelaki yang menjadi teman hidupnya selamanya.


Padahal Carlos sendiri tidak pernah mempermasalahkan, Jika Dewi akan tetap membantu membiayai kehidupan keluarganya walaupun mereka menikah nantinya.


"Oh ya pak Carlos, Dewi apa kalian sudah benar-benar jadian?" tanya Tiwi to the point. tanpa adanya basa basi.


"Apa-apaan sih kamu ini? pertanyaan terus ngawur seperti itu." ucap Dewi sewot.


Membuat Dewi menatap Tiwi dengan tatapan tajam. "Dewi belum menerima cintaku Tiwi. Mungkin Dewi tidak mencintaiku sama sekali. Tetapi aku akan berusaha untuk menggapai Cinta Dewi. Karena aku benar-benar sangat mencintainya." ucap Carlos berterus terang dihadapan Dewi dan Tiwi. Kalau Carlos benar cinta dan sayang kepada Dewi.


Tiwi langsung tertawa ngakak mendengar jawaban Carlos yang begitu terbuka kepadanya. Padahal awalnya Dewi hanya menebak-nebak saja, kalau Carlos cinta kepada Dewi.


"Kamu dengar kan Dewi!" Kalau Pak Carlos sangat sayang dan cinta sama kamu? Jadi tunggu apalagi, sok nikah aja langsung." ujarnya sambil langsung menyeruput kopi panas buatan Mia.


"Wow kopinya enak banget sama persis seperti kopi yang ada di restoran ternama di kota ini" puji Tiwi menyukai kopi buatan Mia. perlahan demi perlahan Tiwi menyeruput kopinya sembari memperhatikan interaksi antara Dewi dan juga Carlos.


Goreng pisangnya gurih dan enak gimana sih Ibu membuatnya Bu supaya gurih seperti ini?" tanya Tiwi sembari langsung memakan pisang goreng buatan Bu Sarah. Buatnya biasa saja kok. Bahan-bahannya juga seperti biasanya. Mungkin masaknya saja yang penuh cinta dan kasih sayang." ucap Ibu Sarah Sambil tertawa cengengesan.


Tawa Ibu Sarah sudah mulai terdengar di telinga Dewi. Membuat dirinya pun ikut bahagia mendengar suara tawa ibunya. Bagaimana Sayang Apa kamu masih belum bisa menerima aku menjadi pendamping hidupmu?" tanya Carlos penuh selidik kepada Dewi.


Dewi hanya terdiam lalu menatap Carlos dengan tatapan seksama. Untuk saat ini Dewi tidak ingin menjawabnya. Ia ingin memantapkan hatinya terlebih dahulu baru menyatakan jawaban yang ada di dalam isi hatinya. Agar kehidupan rumah tangganya kelak akan bahagia.


Ibu Sarah memperhatikan Carlos dan Dewi yang begitu dekat. Tatapi Ibu Sarah tidak terlalu berharap hubungan Dewi dan Carlos. Ibu Sarah tidak ingin kecewa, jika keluarga Carlos tidak akan Sudi menerima putrinya menjadi menantu.


Ibu Sarah hanya menginginkan kehidupan rumahtangga putrinya bahagia. Walaupun Dwi menikah dengan pria yang hidupnya sederhana. Tetapi bertanggung jawab, sayang kepada Dewi dan keluarganya.


Ibu Sarah tidak pernah berpikir muluk muluk, harus memiliki menantu yang kaya. Dia hanya ingin kehidupan rumah tangga anak anaknya kelak akan bahagia. Harta, tahta tidak menjadi tolak ukur membuat kehidupan rumahtangga bahagia. Tetapi bertanggungjawab, setia dan sayang kepada keluarga dan saling memahami. Itu yang membuat hubungan rumah tangga akan bahagia.


"Ada apa Bu? kok sepertinya memikirkan sesuatu? tanya Dewi penuh selidik sambil menikmati goreng pisang buatan Ibu Sarah.


"Tidak apa apa! hanya heran saja. Mengapa pak Carlos begitu baik kepada keluarga kita? ucap Ibu Sarah.


"Ya Allah Bu, Pak Carlos kan calon menantu ibu." celetuk Tiwi asal bicara membuat ibu Sarah mengerutkan keningnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏