
Ketika Calista berusaha untuk membangunkan suaminya dari tidur panjangnya. Tiwi menangis sesungguhkan ketika sudah mengetahui kondisi Bisma saat ini dari suaminya dokter Gibran. Ia tahu betul Bagaimana perasaan Calista saat ini.
Apalagi Tiwi mengetahui kalau Calista pernah mengalami masa-masa sulit, saat berada di desa. Kepergian orang-orang yang disayangi oleh Calista pasti meninggalkan rasa trauma di hati Calista. Sehingga Tiwi dapat merasakan bagaimana perasaan Calista saat ini.
Tiwi meraih tubuh baby Adnan dari Baby sitter yang selalu setia menjaga baby Adnan. "Kamu berdoa ya sayang, Semoga Papi kamu cepat pulih kembali." ucap Tiwi seolah-olah Baby Adnan memahami situasi saat ini. Tiwi berusaha bernegoisasi kepada pihak rumah sakit, dapat menemui Calista di ruang ICU bersama Bisma.
Pihak rumah sakit mengizinkan Tiwi, masuk membawa baby Adnan. Tetapi hanya beberapa menit saja. Tiwi mengembangkan senyumnya. Setidaknya baby Adnan dapat masuk ke ruang ICU untuk berinteraksi dengan Bisma Ayah kandungnya.
Tiwi masuk bersama baby Adnan. Ia melihat Calista terus menangis sesungguhkan di samping suaminya. Tiwi memeluk Calista. Calista terhenyak melihat Tiwi membawa putranya masuk ke dalam ruangan ICU .
" Mengapa kamu membawa Putraku masuk ke sini? ucap Calista kepada Tiwi. Baby Adnan Putra dari Bisma. Bisma sangat menyayangi putranya. Tentunya Bisma tidak ingin membuat putranya kekurangan kasih sayang darinya. Aku yakin dengan kehadiran baby Adnan, disini Bisma akan cepat pulih kembali.
Sungguh situasi yang sulit bagi Calista. Saat ini, wajah suaminya sudah dipenuhi perban. Tangan Bisma, tidak dapat digerakkan, karena mengalami patah tulang. Hal itu yang membuat Calista tidak sanggup melihat kondisi suaminya.
Tetapi Calista yakin dan percaya dengan kecanggihan alat medis dan ilmu pengetahuan dokter ahli yang ada di rumah sakit itu. Dan atas kehendak Allah, Bisma akan dapat sembuh. "Kamu yang sabar Calista. Bisma pasti sembuh, suamiku mengatakan seperti itu.
" Kamu tahu bukan? suamiku yang membantu mengoperasi Tuan Bisma dan dia sangat mengetahui kondisi Tuan Bisma saat ini." ucap Tiwi kepada Calista. "Sayang kamu dengar, Tiwi mengatakan apa kepadaku. kamu harus bangun, lihat Putra kita." ucap Calista memohon kepada Bisma agar segera terbangun dari tidur panjangnya.
Sementara di tempat lain kondisi Antonio dan sopir pribadi Bisma, kondisinya sudah membaik. Dan mereka pun diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Antonio bernapas lega, luka yang ada di pangkalan pahanya sudah pulih. Walaupun masih membutuhkan perawatan. Tetapi setidaknya Antonio sudah dapat berjalan kembali seperti biasa.
Dua minggu sudah berlalu, Bisma masih tetap berada di ruang ICU. Yang ada di rumah sakit milik keluarga Zulkarnain. Calista tak henti-hentinya, terus datang ke rumah sakit berharap suaminya akan terbangun. Ia sesekali membawa baby Adnan bertemu dengan Bisma.
"Apa yang harus aku lakukan Mas? hatiku hampa tanpa ada kehadiranmu di sisi Calista." ucap Calista sambil mengecup wajah pucat suaminya. Tangis Calista yang dapat membangunkan Bisma. Jemari tangan Bisma sudah mulai ya gerakan.
Suara tangis Calista dapat didengar oleh Bisma. Tetapi ketika Bisma berusaha untuk membuka matanya. Ia tidak mampu melakukannya Di dalam hati. Ia memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan.
Bisma tidak ingin istrinya yang sangat ia cintai bersedih terlalu lama. Bisma berusaha terus untuk membuka netranya. Hingga akhirnya Bisma berhasil membuka mata dan menggerakkan tangannya.
Melihat hal itu, Calista terhenyak sekaligus bahagia. Karena melihat suaminya sudah mulai membuka matanya. Calista menekan tombol yang ada di sana untuk memanggil dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan suaminya.
"Ja.....Ja jangan menangis." ujar Bisma dengan terbata-bata. Melihat suara dan air bening mengalir begitu deras di wajah cantik istrinya. Calista menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. "Aku yakin kamu pasti sembuh. Kamu mencintaiku bukan? tanya Calista dibalas anggukan pelan dari Bisma
"Sayang, sebentar lagi dokter akan memeriksa kondisi kesehatan. Mudah-mudahan semuanya normal, agar kamu dapat dipindahkan ke ruang rawat inap. Sulit bagi keluarga untuk menjenguk Mas jika berada di sini. Banyak orang-orang yang ingin mengetahui kondisi kesehatan Mas saat ini.
Bisma hanya menatap istrinya. Berapa lama mas tertidur sayang?" tanya Bisma kepada istrinya. "Cukup lama, Mas membuat Calista sangat khawatir.
" Maafkan mas sudah membuatmu khawatir Sayang." sahut Bisma dengan terbata-bata.
Ketika dokter datang menghampiri ruang ICU, tempat di mana Bisma berada dokter, memeriksa kondisi kesehatan Bisma. Dan ternyata saat ini, Bisma sudah dapat dipindahkan ke ruang rawat inap. Karena kondisinya sudah stabil.
" Alhamdulillah Tuan Bisma sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap. Karena kondisinya sudah stabil." sahut dokter ahli di bidangnya. lalu pihak rumah sakit yang mengetahui siapa sosok Bisma sebenarnya, langsung menempatkan Bisma di ruang khusus pemilik Rumah Sakit.
Calista terhenyak melihat fasilitas Rumah Sakit yang ditempati suaminya, yang begitu mewah. Calista sama sekali tidak mengetahui kalau rumah sakit itu, Rumah Sakit milik mertuanya. "Mas sepertinya baby Adnan juga bisa tidur di sini menemani kamu. Kita dapat bertiga tidur di sini. Calista merindukan suasana seperti itu." ucap Calista sambil mengembangkan karna melihat ruang rawat inap Bisma sangat besar.
Nyonya katarina Dona dan Tuan Zulkarnain mengembangkan senyumnya. Mendengar apa yang diucapkan Calista yang sangat menginginkan Tiur bertiga bersama suaminya dan cucu mereka.
"Ya tidak apa-apa kamu dan baby Adnan yang menemani Bisma di sini. Akan ada perawat khusus yang berjaga di sini." sahut Nyonya Katarina Dona menyetujui permintaan menantunya.
"Terima kasih mom." ucap Calista karena nyonya Katarina Dona sangat mengerti apa yang dalam isi hati Calista. Baby Adnan tampak gelisah di pangkuan baby sitter. Calista meraih tubuh putranya lalu memberikannya ASI, setelah Tuan Zulkarnain keluar dari ruang rawat inap di Bisma.
Ketika Calista sudah memberikan ASI, kepada putranya tampak lebih Adnan lebih tenang dan langsung terdiam. Seketika itu, artinya baby Adnan haus dan menginginkan ASI dari Calista. "Putra Papi, jangan habisin semua dong bagi Papi." ucap Bisma berniat untuk menjahili istrinya. Yang dapat didengar Nyonya Katarina Dona.
Nyonya katarina Dona langsung tertawa ngakak mendengar ocehan putranya yang sama persis seperti Tuan Zulkarnain. Kala Bisma masih berusia seperti baby Adnan. "Mami kok tertawa lepas seperti itu? memangnya kenapa mom?" tanya Bisma penuh selidik.
"Kamu memang Sama persis dengan Papi kamu. Tidak ada bedanya" ucap Nyonya Katarina Dona sambil terus tertawa ngakak membayangkan,Tuan Zulkarnain melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan putranya Bisma.
Hal itu membuat Calista, ikut tertawa. Mendengar pengakuan Nyonya Katarina Dona.
"Beneran mom, papi dulu seperti itu?
"Iya Papi, kamu dulu cemburu. Ketika kamu Mami beri ASI. Tapi kamu selalu menggerutu meminta jatah. Dan berbagi dari kamu." sahut Nyonya Katarina Dona sambil terus tertawa ngakak.
Sementara Tuan Zulkarnain, yang mendengar suara tawa lepas dari istrinya. Penasaran apa yang ditertawakan di sana. Apa sih yang ditertawakan Katarina Dona. Sehingga dia tertawa lepas seperti itu." gumam Tuan Zulkarnain dalam hati.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN