I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 89.SUDAH TIDAK JOMBLO



Sebelumnya Dewi berpamitan kepada Tiwi untuk makan siang bareng bersama Carlos. Karena kebetulan Tiwi juga memiliki janji dengan Pak Dokter tampan idola Tiwi pengganti dari Bisma yang menjadi idolanya.


Siang itu Tiwi dijemput oleh dokter Gibran. Entah untuk melakukan apa yang pasti Dewi tidak mengetahuinya. Karena sebelum Dewi pergi,Tiwi yang sudah lebih dulu pergi bersama dokter Gibran.


Ketika Tiwi sudah melihat kedatangan Dewi di sana, ia langsung mengembangkan senyumnya menghampiri Dewi yang baru turun dari mobil milik Carlos. Kamu dari mana bersama Pak Carlos? tanya Tiwi penasaran. "Hanya makan siang saja. Tidak dari mana-mana kok. Sama halnya seperti yang aku katakan sebelumnya." sahut Dewi sambil berjalan masuk ke dalam kantor.


"Oh Ya kamu sendiri dari mana? Dewi balik bertanya kepada Tiwi. "Tadi ada keperluan sedikit bersama dokter tampan. Habis itu kami langsung makan siang." sahut Tiwi sambil senyum semeringah. Membuat Dewi mengerutkan keningnya melihat sahabatnya itu, Begitu terlihat bahagia.


"Ada apa sih? Sepertinya kamu sangat bahagia siang ini?" tanya Dewi yang begitu penasaran melihat mimik wajah sahabatnya yang begitu bahagia.


"Mau tahu atau mau tahu banget? ucap Tiwi yang mampu membuat Dewi kesal kepada sahabatnya. "Mau tau banget dong. Kamu ini seperti tidak menganggapku sahabatmu saja." gerutu Dewi membuat Tiwi langsung tertawa ngakak.


Melihat interaksi kedua sahabat itu, Carlos menggelengkan kepalanya. Kedua wanita yang ada di hadapannya seperti tidak memiliki beban hidup. Hidup mereka bahagia walaupun keadaan ekonomi hanya pas-pasan membuat Carlos sedikit iri melihat kedua wanita itu.


Carlos pun menghampiri keduanya. Jika kalian sudah bersama, Sepertinya kalian sangat bahagia tidak memiliki beban hidup yang cukup berat. Aku salut dengan kalian." ucap Carlos yang tiba-tiba datang menghampiri kedua sahabat itu.


" Apa-apaan sih!" datang mengganggu momen saja. Pak Carlos tidak lihat apa saat ini, Tiwi sudah tidak jomblo lagi. Tidak seperti Pak Carlos." ucap Tiwi yang mampu membuat Dewi terperangah. "Maksud kamu apa Tiwi? tidak jomblo Bagaimana maksudmu? Dewi berpikir tujuh keliling mendengar celotehan Tiwi kepada Pak Carlos.


"Memangnya kamu tidak bisa menebak dari mimik wajahku, ketika aku pulang makan siang bareng bersama dokter tampanku?" ucap Dewi membuat Dewi semakin bingung dengan perkataan Tiwi.


"Eh tunggu dulu. Jangan-jangan kamu jadian sama dokter Gibran? celetuk Dewi.


Nah itu kamu Pintar."ucap Tiwi sambil langsung berlari masuk ke dalam lift khusus karyawan.


Sementara Dewi yang ingin membutuhkan penjelasan dari Tiwi, langsung mengejar Tiwi masuk ke dalam lift khusus karyawan. meninggalkan Carlos sendiri di sana. "Dasar kewanitaan aneh." gerutu Carlos sambil berjalan masuk ke lift khusus petinggi perusahaan.


****


"Darimana sih bro makan siang kok lama banget?" tanya Bisma yang tiba-tiba ikut masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. "Tidak dari mana-mana. Hanya makan siang saja bersama Dewi. Sudah kalau kamu cinta katakan saja cinta. Nanti keburu disambar orang. Kamu mau? Carlos mengerutkan keningnya menatap sang Bos dengan tatapan yang sulit diartikan. Seolah-olah Bisma mengetahui isi hati Carlos.


"Pak bos setuju Dewi yang menjadi adik ipar Pak Bos? tanya Carlos sambil cengengesan. "Mengapa tidak?" Dewi wanita yang baik dan sederhana. sikapnya tidak pernah dibuat-buat dia natural Sama halnya seperti Calista.


"Bro.... sekali lagi aku katakan jangan kamu pandang seseorang itu hanya dari profesinya saja Atau keadaan ekonomi keluarganya. tetapi lihat wanita dari hati yang tulus mencintaimu apa adanya." ucap Bisma sambil menepuk pundak adik sepupunya yang merupakan asistennya di perusahaan Zulkarnain Group.


Mendapat dorongan dan motivasi dari Tiwi dan juga Bisma membuat Carlos memantapkan hatinya untuk melakukan seperti yang dikatakan Bisma kepadanya. Karena ia tidak ingin wanita yang ia cintai, akan direbut orang lain darinya. Akibat Dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya kepada Dewi . Hingga Carlos bertekad dalam jangka waktu dekat, Carlos berniat ingin langsung melamar Dewi.


*****


"Membuat tidur lelaki tampan itu, menjadi terusik. Bisma yang mendapat kecupan hangat dari sang istri, menjadi memiliki kekuatan yang cukup berarti untuk keduanya. Bisma tidak mau kalah dari istrinya. Ia pun langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya.


Padahal Jam sudah menunjukkan 6.30 pagi. tetapi Bisma seolah tidak peduli kalau pagi ini Ia harus segera berangkat ke kantor untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya menjadi seorang CEO di perusahaan Zulkarnain group.


Bisma pun terus memeluk istrinya, hingga istrinya pun memberontak meminta agar Bisma melepaskannya. Karena pelukan Bisma kali ini terlalu erat. Membuat Calista kesulitan untuk bernafas. Bisma sudah merasa Dewi kesulitan bernafas, merenggangkan pelukannya.


lalu ia pun memainkan tangannya bergerilya di bagian gunung kembar memiliki Dewi. Hingga Calista merasa ada Desiran yang cukup hebat di dalam tubuhnya, ketika Bisma sudah kembali memainkan tangannya di bagian gunung kembar Calista.


"Mas ini sudah pagi. Sudah waktunya Mas bersiap-siap pergi ke kantor." ujar Calista. "Mas tidak ke kantor sayang. Kali ini semua pekerjaan yang ada di kantor, sudah Mas percayakan kepada Carlos. Persiapkan dirimu kita akan pergi liburan bulan madu.


"Bulan madu?


"Iya sayang!" kan semenjak kita menikah, kita belum mengadakan liburan bulan madu. Karena pekerjaan di kantor masih menumpuk. saat itu. Maaf ya Sayang bulan madu kita harus tertunda, karena pekerjaan di kantor saat itu masih menumpuk." ucap Bisma sembari memberikan kecupan hangat di bibir manis Calista.


Memangnya kita mau bulan madu kemana Mas? tanya Calista penasaran


"Entahlah, yang pasti mami yang mengetahuinya perjalanan kita. Kali ini Mami yang mengatur semua dan biaya ditanggung oleh Mami." ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya.


"Ih.... tidak model banget sih mas, masa ia bulan madu dengan istri sendiri dibiayai sama Mami!" Celetuk Calista. Membuat Bisma mengerutkan keningnya.


"Sayang sebenarnya, biaya kita untuk bulan madu sudah Mas persiapkan. Tetapi apa mas bisa menolak apa yang dikatakan mami? Mami sudah mempersiapkannya Dari jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak enak harus menolak pemberian mami. Karna itu salah satu impian mami sayang." ucap Bisma kepada istrinya sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh arti.


" Iya Mas!" Tidak apa-apa kok, Calista hanya bercanda." ucapnya sambil langsung memeluk suaminya. Bisma merasa bahagia mendapat pelukan hangat dari istrinya. istri yang sangat ia cintai. Bisma bersyukur Tuan Zulkarnain dan Pak Nando menjodohkan mereka saat itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI YUK MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.