I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 46 SAHABAT MUNAFIK



Hal itu membuat Dewi mengerutkan keningnya tetapi Tiwi langsung menatap Bisma dan Calista dengan tatapan saja. Itu artinya kecurigaan mereka benar kalau Calista dan Bisma memiliki hubungan khusus.


"sayang?


"Maksudnya apa ini Calista?


"Mengapa tiba-tiba Pak Bisma memanggilmu dengan panggilan sayang? coba jelaskan sama Kami." ucap Dewi berusaha tenang


Bisma menatap Calista dengan tatapan tanya pertanyaan itu didengar oleh Bisma itu berarti Calista belum memberitahu kepada Tiwi dan Dewi mengenai hubungan mereka.


"jadi Calista belum memberitahu dan memberikan undangan pesta pernikahan kami? tanya Bisma kepada Tiwi dan juga Dewi membuat Tiwi dan Dewi bingung akan apa yang dikatakan Bisma kepada mereka.


"Undangan pernikahan?


"Kalian mau menikah Lis? Dewi kembali bertanya kepada Calista. Calista hanya diam mematung. Ia tidak dapat menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Karena sebelumnya ia sudah tidak jujur kepada Dewi dan Tiwi.


"Sudah!" ngapain lagi kamu pertanyakan hal itu. Semuanya sudah jelas. Manusia munafik seperti Calista tidak akan menjawab pertanyaan kamu itu. Kamu Ingat tidak?dulu Calista ngomong apa sama kita, kalau dia lebih baik jomblo seumur hidup daripada harus memiliki kekasih seperti Pak Bisma.


Tetapi apa sekarang, ludah yang sudah dia buang dia jilat kembali dasar munafik." ucap Tiwi di hadapan Calista dan juga Bisma. seolah tidak ada rasa takut lagi di hati Tiwi kepada Bisma kali ini.


Entah karena faktor dibohongi Calista atau cemburu membuat Tiwi berbicara kasar kepada Calista.


"Hus jangan ngomong seperti itu. bagaimanapun Calista itu sahabat kita. Namanya juga cinta, cinta bisa tumbuh dengan sendirinya,tanpa kita sadari." ucap Dewi untuk mencairkan suasana. Tetapi Tiwi tetap menatap Calista dengan tatapan tajam. seolah tatapan itu tatapan permusuhan.


"Tidak!" aku tidak memiliki sahabat munafik seperti dia." pekik Tiwi sambil berlalu meninggalkan pantry tanpa peduli dengan tatapan Bisma.


"Sudah jangan kamu pikirkan, mungkin dia lagi eror." ucap Dewi kepada Calista sambil terkekeh untuk mencarikan suasana.


Calista dan Bisma berpamitan kepada Dewi dan kembali keruang kerja Bisma. Calista hanya diam dan tidak bicara apa apa kepada Bisma.


"Sudah jangan kamu pikirkan. Mungkin dia cemburu sama kamu. Seperti yang kamu katakan kalau Tiwi sudah lama mencintai dan mengagumi suami kamu ini." ucap Bisma sambil langsung meraih tubuh Calista ke pelukannya.


"Calista hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun. Ke khawatirannya akhirnya terjadi juga. Sahabatnya Tiwi yang selama ini membuatnya tertawa dan merasa tidak bosan bekerja di kantor Zulkarnain group kini membenci Calista.


"Kamu ini kenapa? kenapa kwatir? paling sebentar lagi juga dia akan seperti biasa." ucap Bisma kepada Calista yang tidak ingin melihat wajah Calista tampak murung. Apalagi ketika Calista bersama Bisma di ruang kerjanya.


"Mas sendiri yang membuat mereka tau semuanya. Kalau mas tidak datang ke pantry tadi,pasti mereka belum mengetahui rencana pernikahan kita." ucap Calista.


"Memangnya kenapa kalau mereka mengetahui rencana pernikahan kita? toh cepat atau lambat mereka pasti akan tau kok." sahut Bisma.


"Tapi Biarkan Calista sendiri yang memberitahu mereka dengan cara Calista sendiri. Agar Tiwi merasa tidak dikhianati oleh Ku." sahut Calista membuat Bisma menggelengkan kepalanya.


"Jujur mas, tidak habis pikir dengan jalan pikiran kamu. Berarti kamu malu memiliki suami seperti Ku. Sehingga kamu tidak ingin teman dan sahabat kamu mengetahui hubungan kita. Apa kamu malu memiliki calon suami yang umurnya berbeda jauh dengan kamu? ucap Bisma dengan nada meninggi.


Tetapi keadaannya ini sekarang berbeda. karena Calista tahu kalau Tiwi sangat mencintai kamu. Dari awal Calista bekerja sebagai petugas kebersihan di sini, sudah memberitahu, kalau Tiwi mencintai kamu.


Bahkan dia selalu mendambakan kamu menjadi suaminya. Kalau boleh jujur ketika pertemuan Calista dengan Tiwi, membuat Calista melupakan segala apa yang terjadi di kehidupan Calista.


Dia salah satu teman yang dapat menghibur Calista setelah aku berada di Jakarta. Karena itulah Calista tidak ingin menyakiti hati Tiwi. ia pasti merasa kalau Calista menikungnya dengan merebut kamu darinya.


Bisma menggelengkan kepalanya. Ia belum paham dengan jalan pikiran kalista. Yang kelas jelas Bisma tidak pernah memiliki hubungan apa apa dengan Tiwi. Justru seharusnya Tiwi sadar siapa dirinya dibandingkan Bisma.


Bisma tidak tau apa yang harus dia lakukan kali ini. Jika Bisma memberikan sanksi kepada Tiwi, karena tidak sopan kepada Bisma dan juga Calista yang nyatanya pemilik perusahaan tempat Tiwi bekerja, Calista akan marah besar kepada Bisma.


Tetapi untuk kali ini Tiwi sama sekali tidak memiliki alasan untuk marah kepada Calista. karena Tiwi sama sekali tidak memiliki hak untuk itu.


Apalagi Tiwi dan Bisma tidak memiliki hubungan apa-apa. Tiwi hanya mencintai Bisma diam-diam. Hal itulah yang membuat Bisma selalu menjaga jarak kepada Tiwi.


Bahkan setiap kali Tiwi mencari perhatian Bisma, dia selalu menghindar dari Tiwi. Entahlah mengapa Tiwi sampai memiliki ambisi untuk memiliki Bisma. Apa karena kaya raya Datau karna Bisma merupakan lelaki yang termasuk kriteria Tiwi.


Sudahlah tidak perlu berdebat lagi. lebih baik kita jelaskan nanti mengenai perjodohan kita kepada Dewi dan Tiwi. Agar mereka tidak salah paham kepadamu. Kamu tenang saja aku akan memberitahu segalanya kepada seluruh karyawan yang bekerja di perusahaanku agar mereka juga tidak salah paham dengan kedekatan kita akhir-akhir ini.


"Maaf Mas tetapi untuk saat ini Calista tidak ingin diekspos para wartawan. Apalagi wajah Tuan Bisma yang terhormat selalu menghiasi layar kaca setiap hari. Dengan keberhasilan Tuan Bisma mengembangkan perusahaan ini. Calista masih belum percaya diri jika Calista diekspos oleh wartawan di layar kaca menjadi menantu keluarga Zulkarnain.


"Kamu harus terbiasa akan hal itu. Jika kamu memutuskan menerima perjodohan ini, itu artinya kamu harus menerima segala sesuatu yang berkecimpung ke keluarga Zulkarnain. Bersiaplah menjadi trending topic di berbagai media sosial." ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya menatap Calista dengan tatapan penuh cinta.


Calista hanya terdiam. Calista tidak dapat membayangkan jika wartawan mengekspos wajahnya di layar kaca menjadi menantu keluarga Zulkarnain. Ia khawatir Tiwi akan semakin membencinya. Jika Dewi melihat wajahnya berada di layar kaca bersanding dengan Bisma Zulkarnain.


"Calista bisa meminta sesuatu tidak?


"Apa itu sayang?


"Kalau boleh acara pernikahan kita jangan ada wartawan yang meliputnya. Apalagi setelah permintaan sebelumnya. Kalau pernikahan kita diadakan secara sederhana hanya dihadiri kerabat dekat dan para tetangga untuk menyaksikan pernikahan kita." ucap Calista kepada Bisma.


Membuat Bisma tidak habis pikir dengan jalan pikiran Calista, yang selalu meminta Bisma untuk menyelenggarakan acara pernikahannya secara sederhana.


Padahal kedua orang tua Bisma, Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sudah mempersiapkan acara pernikahan Bisma dan Calista dengan besar-besaran. Bahkan Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina akan melakukan live secara langsung acara pernikahan Bisma dengan Calista di salah satu televisi swasta.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏