
Pagi hari yang indah, matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Calista bergeliat ketika mendengar jam beker berdering yang ada di atas nakas. Ia meraih jam beker itu. Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Itu artinya suaminya harus segera bangkit dari pembaringannya.
Karena pagi itu juga Bisma akan kembali memulai aktivitasnya di Zulkarnain grup sebagai pimpinan perusahaan. Setelah lebih kurang satu bulan lamanya ia tinggalkan kini pria yang ada di samping Calista akan kembali memimpin perusahaan.
Tiba tiba kepala Calista terasa pusing. Calista ingin bangkit dari tempat tidur. Tetapi ia tidak mampu melakukannya. "Aduh kepalaku kok pusing banget ya?" gumam Calista dalam hati Sambil memegangi kepalannya yang terasa pusing. Ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya.
Ketika Calista berusaha berdiri, Ia tidak mampu menahan bobot tubuhnya. Hingga Calista langsung terjatuh pingsan ke lantai. Membuat Bisma terhenyak mendengar suara sesuatu jatuh. Bisma terkejut dan langsung bangkit berdiri melihat Calista sudah terjatuh di lantai.
"Sayang!" teriak Bisma sambil menepuk nepuk wajah cantik istrinya, ketika melihat istrinya sudah tidak sadarkan diri. Entah apa yang membuat Calista tiba-tiba pusing dan pingsan.
Bisma berteriak minta tolong kepada orang-orang yang ada di rumah utama keluarga Zulkarnain. Mendengar suara jeritan Bisma, Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain terhenyak mendengar suara teriakan Bisma yang berada di ruang tamu. Nyonya katarina Dona berlari menghampiri Bisma.
"Ada apa Nak? Mengapa kamu berteriak? tanya Nyonya Katarina Dona sedikit khawatir.
Nyonya Nyonya Katarina Dona sudah melihat Bisma berjalan menggendong tubuh mungil Calista berniat untuk membawa Calista ke rumah sakit saat itu juga.
"Calista kenapa!"tanya Nyonya katerina Dona sumber berjalan mengikuti Bisma. Bisma juga tidak tahu Mom, tadi ketika Bisma terbangun sudah melihat Calista berada di lantai tidak sadarkan diri. Makanya Bisma juga bingung ini." ucap Bisma sambil terus. sejalan menuruni anak tangga sambil menggendong tubuh mungil istrinya.
Ketika Nyonya Katarina Dona dan Calista sudah berada di dalam mobil. Bisma langsung masuk dan duduk di bangku kemudi. Diikuti oleh Tuan Zulkarnain di sampingnya. Bisma langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat.
Disepanjang perjalanan, Bisma terus berdoa berharap Calista tidak kenapa Napa. "Sayang bangun dong, jangan buat mas kwatir." ucap Bisma sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dari rumah utama keluarga Zulkarnain. Mereka tiba di rumah sakit. Bisma langsung berlari keluar dan menggendong tubuh istrinya berteriak memanggil dokter. Agar dokter dan suster di sana langsung memberikan bantuan kesehatan kepada Calista.
Dokter ....
Dokter....
Dokter...
Teriak Bisma Bisma sambil menggendong tubuh Calista keluar dari mobil miliknya.
Dokter dan suster langsung menghampiri Bisma dengan membawa branker. Agar tubuh Calista dapat dibaringkan di sana dan Calista pun dibawa ke ruang UGD.
"Maaf Tuan silakan keluar. Agar kami dapat memeriksa pasien dengan leluasa." ujar dokter meminta keluarga Calista agar segera keluar dari ruang pemeriksaan.
Bisma enggan keluar dari sana. Ia ingin sekali mendampingi istrinya. " Maaf Biarkan saya di sini mendampingi istri saya. Saya ingin melihat istri saya." mohon Bisma kepada dokter yang bertugas menangani Calista.
"Sabar Tuan ditunggu saja di luar. Nanti kami akan panggil Tuan, setelah kami selesai memeriksa kondisi pasien." ujar dokter memohon kepada Bisma agar mengerti situasi dan kondisi di rumah sakit.
Bisma akhirnya mengalah. Ia pun keluar agar istrinya segera ditangani oleh tim dokter yang bertugas di sana. Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Calista, dokter mengembangkan senyumnya. Ia pun kembali menghampiri Bisma yang sudah mondar-mandir berada di luar ruang pemeriksaan.
"Dengan keluarga Nyoya Calista!" panggil suster yang bertugas membantu dokter menangani Calista .
"Saya suaminya Suster!"
"Ikut saya Tuan, dokter ingin bertemu dengan anda." sahut suster itu sambil mengebangkan senyumnya.
Bisma melangkah masuk keruang dokter yang memeriksa kondisi Calista. Sementara Calista sudah diberikan pengobatan agar rasa pusing yang di alami Calista berangsur angsur pulih.
"Silahkan duduk Tuan!" pinta dokter itu sambil mengembangkan senyumnya.
"Bagaimana kondisi isteri saya Dokter?
"Sebenarnya kondisi istri anda baik baik saja. Rasa pusing dan mual yang dialami oleh Nyonya Calista, itu soal biasa bagi wanita yang lagi hamil muda." ucap dokter memberitahu kepada Bisma tentang kehamilan Calista.
"Apa ?
"Hamil?
"Iya Tuan, istri anda hamil.
"Dokter Serius!"
"Iya Tuan, menurut pemeriksaan kami, istri anda sedang hamil 3 minggu. Dan masalah Nyonya Calista pingsan, itu akibat kondisi pisik Nyonya Calista belum stabil. Jadi sepertinya Nyonya Calista harus rawat inap disini untuk mendapatkan perawatan yang intensif." ujar sang dokter kepada Bisma.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dokter dan berikan pelayanan terbaik untuk istri saya.Saya tidak peduli berapapun biayanya." ucap Bisma meminta kepada Sang dokter, agar Calista mendapatkan pelayanan yang interaktif dirumah sakit itu.
Bisma merasa sangat bahagia mendengar kabar bahwa Calista saat ini, sedang hamil Darah daging Bisma sendiri.
"Apa saya bisa menemui Istri saya Dokter?
"Tentu bisa Tuan.Tapi jangan terlalu berisik. Karena sepertinya nyonya Calista sedang istirahat setelah kami berikan obat penghilang rasa pusing dan mual." ucap Dokter sambil mengebangkan senyumnya.
Bisma berlalu dari ruang dokter. Berniat ini langsung menghampiri istrinya yang sedang berbaring di atas Branker yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit. ketika Bisma melihat Calista sedang terkeren pulas, di punggung tangannya tertangkap jarum infus.
"Terima kasih sayang kamu sudah memberikan kabar baik untuk Mas. Mas yakin kamu pasti kuat Sayang." ucap Bisma sambil mengecup kening Calista. Kemudian Bisma menghampiri Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain yang sudah tidak sabar menunggu kabar Calista.
"Bagaimana kondisi menantuku apa dia baik-baik saja? tanya Nyonya Katarina Dona khawatir. Bisma mengembangkan senyumnya lalu memeluk Nyonya Katarina Dona. membuat Nyonya katarina Dona dan Tuan Zulkarnain merasa Bingung.
"Ada apa Nak Sepertinya kamu bahagia!"
"Iya Mom, Bisma saat bahagia sekali. Setelah mendengar dokter mengatakan Kalau istriku Calista sedang hamil anakku." ucap Bisma yang mampu membuat Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain bersorak kegirangan.
"Sekarang di mana menantuku? tanya Nyonya Katarina Dona tidak sabar ingin bertemu dengan Calista
"Pihak rumah sakit ingin memindahkan Calista ke ruang rawat inap. Kita akan ke sana sekarang. Karena Calista harus dirawat inap saat ini. Untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Kebetulan kondisi fisik Calista agak lemah." ucap Bisma.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏