
Ketika Carlos dan Dewi sedang asyik berbincang dan menyantap menu makanan yang sudah dihidangkan oleh pihak restoran, lelaki paruh baya datang menghampiri mereka. Ya lelaki itu merupakan pemilik restoran itu yang mana pemilik restoran itu merupakan ayah kandung dari Carlos.
"Tumben amat kamu datang ke restoran ini membawa seorang wanita cantik. Sepertinya ada sesuatu kabar gembira yang ingin Papa dengar nih." celutuk lelaki paruh baya itu datang dan duduk menghampiri keduanya. Membuat Carlos tidak bisa berkutik. Carlos bingung menjawab apa yang dikatakan oleh ayah kandungnya itu.
Bukankah Papa seharusnya istirahat sekarang? ini sudah malam loh. Kok masih ada di restoran?" tanya Carlos kepada Tuan Baskoro yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya. " Sebenarnya Papa sudah ingin pulang tadi. Tapi ketika Papa melihat mobil kamu masuk parkir di halaman restoran papa mengurungkan niat untuk pulang ke rumah.
Apalagi setelah Papa melihat kamu turun bersama wanita cantik. Membuat Papa penasaran sosok wanita mana yang dapat melunakkan hatimu dan mengeluarkan rasa trauma mu dari perbuatan ibumu." ucap Tuan Baskoro kepada Carlos membuat Carlos merasa sedikit malu menatap Dewi.
"Papa ada-ada saja. Dewi rekan kerja Aku di kantor." tepis Carlos sambil menatap Dewi dengan tatapan memohon agar Dewi tidak salah bicara kepada Tuan Baskoro."Hallo selamat malam Om!" ucap Dewi memberi salam kepada tuan Baskoro sopan.
"Kamu cantik banget nak, Sepertinya kamu juga masih muda. Kamu mau tidak jadi menantu Papa." ucap Tuan Baskoro yang mampu membuat Carlos membulatkan matanya.
"Papa ada-ada saja. Kan tadi Carlos sudah bilang kalau Dewi ini rekan kerja Carlos." tepis Carlos.
"Menjadi rekan kerja, itu bukan masalah jika kalian saling mencintai. Papa tidak pernah mempermasalahkan Siapa yang menjadi menantuku. Yang penting dia wanita yang baik dan tulus mencintai kamu apa adanya. Sepertinya itu ada di dalam diri nak Dewi." ucap Tuan Baskoro to the point tanpa berbahasa basi.
Hal itu membuat Dewi menundukkan kepalanya. "Papa ada-ada saja. Buat Dewi menjadi malu. lebih baik Papa ikutan makan deh daripada ngoceh seperti itu." ucap Carlos "Ah tidak usah, lebih baik Papa langsung pulang yang penting Papa sudah kenal dengan calon menantu Papa.
Akhirnya Papa merasa lega. Sebentar lagi Putra tunggalku akan melepas masa belajarnya." ucap Tuan Baskoro sambil beranjak dari tempat duduknya berpamitan kepada Dewi bahwa kalau kali ini Tuan Baskoro lebih dulu pulang, dan meninggalkan Dewi dan Carlos di sana.
"Maafkan Papa saya ya. Papa saya memang begitu orangnya. Tapi yang pasti papaku baik kok." ucap Carlos meminta maaf kepada Dewi. "Tidak apa-apa santai saja. Justru aku suka. Sepertinya Om Baskoro benar-benar bersahabat dan dekat dengan kamu.
Dewi sepertinya menemukan sosok ayahku lagi di dalam dirinya, yang suka bercanda kepadaku." ucap Dewi menyamakan Tuan Baskoro Seperti almarhum Ayah kandungnya.
"Jadi kamu tidak marah papaku mengatakan seperti itu?
"Ngapain juga Dewi harus marah. Justru aku suka dengan candaan om Baskoro." sahut Dewi dengan santai. Carlos menatap Dewi dengan tatapan mendalam. Entah mengapa di hati Carlos ada sesuatu yang lain di diri Dewi yang membuat dirinya merasa nyaman ketika Carlos bersama Dewi.
"Maaf Mas sepertinya Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 lebih baik kita sekarang pulang saja. Nanti mas nyampenya kemalaman di rumah." ucap Dewi.
Carlos menganggukkan kepalanya ketika ia sudah Melihat jarum jam yang berada di pergelangan tangannya. Carlos melangkahkan kakinya keluar diikuti oleh Dewi
"Loh mas Kenapa tidak dibayar? Mas hutang ya? tanya Dewi penasaran
"Maaf Mbak tidak mungkin pemilik restoran berhutang di restorannya sendiri." ucap sang pelayan ketika mendengar apa yang dikatakan Dewi.
"Hummmm, lebih cepatnya milik Papa. Tetapi Papa ku sudah mewariskan ini kepadaku. Ya restoran ini masih Papa yang mengelola, karena aku masih tetap aktif di Zulkarnain group.
Ya Tuan Zulkarnain merupakan adik dari tuan Baskoro. Hubungan keluarga antara Zulkarnain dengan Baskoro masih cukup dekat. Membuat Dewi sedikit bingung dengan pola pikir Carlos, yang masih mau saja diperintah oleh Bisma.
Padahal Carlos sendiri memiliki restoran yang cukup berkembang di kota ini. Tetapi Mengapa mas masih tetap bekerja di Zulkarnain group? Mengapa tidak memilih mengelola restoran ini?" tanya Dewi penuh selidik sembari berjalan masuk ke dalam mobil.
"Ceritanya panjang. Mungkin Jika aku menceritakannya, kita tidak jadi pulang ke rumah." ucap Carlos sambil langsung membuka pintu mobil agar Dewi dapat leluasa masuk ke dalam.
Pokok mas berhutang kepadaku untuk menjelaskan segalanya. Kalau tidak aku tidak akan mengampuni mas." ucap Dewi sambil nyengir.
"Okey okey intinya saja yang Mas katakan kepada kamu. Yang intinya Bisma itu kakak sepupuku. Tuan Zulkarnain merupakan Kakak tertua dari ayahku. Tetapi nasib keduanya berbeda. Om Zulkarnain memiliki istri yang baik dan setia.
Sedangkan Papa memiliki istri dan meninggalkannya memilih menikah dengan lelaki lain. Karena keadaan ekonomi kami pada saat itu sangat terpuruk. Dan asal kamu tahu di usiaku sampai 39 tahun tidak mengenal namanya cinta kepada wanita, karena aku merasa trauma hubungan rumah tangga ayahku dengan ibuku yang membuat aku seperti ini.
Aku menganggap wanita sama saja sama-sama mengejar harta kekayaan. ternyata aku salah tidak semua wanita seperti itu. Maaf kok aku jadi curhat ya. lebih baik kita udahin saja percakapan kita mengenai masa laluku yang kelam. dan mari kita membicarakan yang baik-baiknya saja." ujar Carlos sembari menghidupkan mesin mobilnya melajukannya ke arah jalan raya menuju rumah kontrakan yang ditempati oleh keluarga Dewi.
Dewi memberanikan diri memegang lengan Carlos. Mas cobalah berdamai dengan keadaan. Mungkin hati Mas akan merasa lega. Asal mas ketahui, semua ada hikmahnya. Suatu saat Mas pasti menemukan wanita yang tulus mencintai mas,tanpa harus melihat ekonomi.
Tetapi satu hal yang harus mas ingat jangan pernah menilai wanita itu hanya satu.
karena Tuhan menciptakan sifat dan tingkah laku orang itu berbeda-beda. Sedangkan yang terlahir dari rahim yang sama saja, sifat kita berbeda. Apalagi Kita terlahir dari rahim yang berbeda. Tidak mungkin sama bukan? Percayalah cinta sejati akan menghampirimu mas." ucap Dewi menenangkan hati Carlos.
"Ya Alloh seandainya kamu tahu aku sudah mulai jatuh cinta kepadamu Dewi." gumamnya dalam hati sembari terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN,, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.