I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.33 HINAAN ALENA



Keesokan paginya Bisma menjemput calista ke rumah Pak nando. "Selamat pagi pak sapa pak nando kepada Bisma karena melihat Bisma sudah tiba di sana.


"Selamat pagi pak," saya kemari ini menjemput calista. Kami ingin mengunjungi makam kedua orangtua calista di Desa kelahirannya. Sebelum kami melangsungkan pernikahan, ada baiknya kami berdua mengunjungi makam calon mertua saya." ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya.


"Saya bangga sama kamu pak Bisma, karena punya inisiatif silaturahmi kepada kedua orang tua kandung calista. Sekalipun itu hanya berziarah." ucap Pak nando.


"Sayang apa kamu sudah siap? tanya Bisma, karna sudah melihat calista menghampiri Meraka di ruang tamu.


"Sudah pak, kita langsung berangkat saja. takutnya nanti kita ketinggalan pesawat." sahut calista.


"Pa.....Bu..... Calista pamit ya." ucap Calista kepada pak nando dan bu intan, sambil memberi salam kepada mereka.


"Ya nak, hati-hati ya." jawab pak nando dan bu intan kompak.Pak Bisma tolong jaga putri saya satu-satunya Saya tidak mau dia kenapa kenapa. Karena dia adalah putri kesayangan kami." ucap Pak Nando kepada Bisma.


" Saya pasti akan menjaga calista pak." jawab Bisma sambil mengembangkan senyumnya. mereka pun pergi menuju bandara soekarno-hatta, Carlos sang asisten yang selalu setia menghantarkan Bisma Zulkarnain kemana yang di inginkan Bisma.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya mereka pun tiba di bandara Sukarno Hatta. Tiba-tiba ada seorang wanita berparas cantik dan seksi menghampiri mereka. Dan langsung memeluk Bisma.


"Hai sayang," tak ku sangka ternyata kita bisa bertemu di sini. Aku sangat merindukanmu sayang. Apa kamu merindukanku juga?" tanya wanita cantik nan seksi itu.


"Siapa dia?


"Apa dia kekasih Pak Bisma? tanya calista dalam hati.


"Stop Alena, kamu jangan seperti ini. Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi." ucap Bisma kepada Alena.


"Sayang, kamu mau ke mana? aku mau ikut dong." mohon Alena tanpa rasa malu sedikitpun.


Padahal ia sendiri yang sudah meninggalkan Bisma dan memilih pergi bersama pria lain, hanya karena mengejar impiannya menjadi seorang model.


"Cukup Alena, kita sudah tidak seperti dulu lagi. Dan aku mau pergi kemana dan sama siapa, itu bukan urusan kamu lagi. Karena kamu tahu semenjak kamu meninggalkanku kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi." ucap Bisma


"Aku.... aku tahu sayang, kamu pasti marah kepada ku saat itu. Tapi aku tau kamu pasti tidak bisa melupakan ku kan? dan aku juga tahu kalau kamu masih sangat mencintaiku. Buktinya sampai sekarang belum pernah aku mendengar kamu memiliki kekasih." jawab Alena penuh percaya diri.


Mendengar perdebatan antara Alena dengan Bisma Calista memilih untuk diam dan tidak ingin ikut campur urusan Bisma dengan wanita yang sedang berdebat dengan Bisma. lihat Alena, kamu lihat wanita yang ada di sebelahku. Kenalin ini calista istriku." ucap Bisma dengan percaya diri.


"Hah.....ini istri kamu? tidak mungkin, sejak kapan kamu menikah? dan sejak kapan selera kamu serendah ini? yang pasti wanita yang kamu akui sebagai istri kamu ini, tidak selevel sama aku. Hah!" atau kamu hanya membuatku cemburu kan ?" ucap Alena karena Alena sama sekali tidak yakin kalau Bisma sudah menikah dan memiliki istri seperti Calista.


Apalagi ketika Alena melihat penampilan sederhana Calista. Membuat dirinya semakin tidak yakin akan apa yang dikatakan Bisma kepadanya. Jangan pernah membohongiku Bisma Zulkarnain yang terhormat. saya Alena bukan wanita bodoh yang dapat kamu bohongi.


Tidak mungkin tante Katarina Dona dan Om Zulkarnain menerima wanita seperti ini menjadi menantu mereka. Jangan pernah merasa Kalau dirimu pintar membohongiku. Kalau ingin berbohong Jangan pernah membohongiku. lebih baik kebohonganmu itu kamu simpan untuk orang lain.


Aku tahu persis kamu sangat mencintaiku tidak mungkin kamu melupakanku. Jikalau kamu ingin memiliki kekasih atau istri, tidak mungkin juga kamu memilih wanita seperti ini yang tidak ada apa-apanya dibandingkan diriku. Sungguh rendah sekali seleramu saat ini." ucap Alena kepada Bisma membuat Calista mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Alena tentangnya.


Tetapi Calista tidak ambil pusing. Ia hanya diam dan cuek saja Mendengar ocehan yang menurutnya wanita yang terobsesi kepada Bisma. Karena ia yakin wanita yang mengatainya itu adalah wanita yang dimaksud oleh Tuan Zulkarnain. Karena sebelumnya Tuan Zulkarnain sudah pernah bercerita kepada Calista kalau ada seorang wanita yang menyakiti hati Bisma, sehingga Bisma enggan membuka hatinya kepada setiap wanita yang menaruh hati kepadanya.


Bahkan setiap kali Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain berniat untuk mengenalkannya kepada anak rekan bisnis atau teman Nyonya Katarina Dona, Bisma tidak pernah menyetujui Apa yang dilakukan oleh Nyonya katerina Dona yang ingin menjodohkannya dengan putri dari sahabat atau rekan bisnis kedua orang tuanya.


"Jangan pernah kamu merendahkan wanitaku. Kalau kamu tidak ingin menyesal nantinya.


"Apa?


"Wanitamu?


"Apa aku tidak salah dengar?


"Tidak, kamu tidak salah dengar wanita yang kamu katai itu adalah wanitaku dan sekaligus istriku." ucap Bisma dengan lantang.


"Aku tidak percaya yang pasti aku ingin tetap bersama kamu Bisma sayang."pekik Alena membuat Bisma semakin gerah tetapi Calista tetap terdiam Tidak berkomentar apa-apa.


Bisma bingung dengan sikap Calista yang tampak santai dan tidak ingin berkomentar. Padahal Alena sedari tadi sudah menghinanya habis-habisan. Bisma merasa tidak enak hati kepada Calista karena Alena sudah menghinanya. Membuat Bisma semakin emosi melihat tingkah Alena yang semakin menjadi.


"Jaga bicaramu Alena Saya tidak suka dengan caramu ini." ucap Bisma penuh penekanan.


"Aku hanya ingin menyadarkanmu Bisma, kamu pasti sudah diguna-guna wanita kampung ini. Kamu seharusnya sadar Apa kamu yakin wanita ini mencintaimu sehingga dia mau menikah denganmu? apalagi yang saya lihat wanita yang ada di sebelahmu ini masih wanita bau kencur.


Tidak mungkin wanita kampung ini bersedia menikah denganmu kalau tidak mah karena hanya mengejar harta kekayaan kamu saja. apalagi wanita ini pasti berasal dari kampung. inginkan hanyalah merubah nasibnya dengan secara instan." Pekik Alena membuat Calista emosi. Tetapi ia berusaha untuk menahannya. ia tidak ingin perjalanan mereka ke kampung halamannya, terbengkalai akibat wanita yang telah mencabik-cabik harga dirinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏