
Sore itu Bisma dan Calista kembali ke kantor. sementara Tiwi dan Dewi sudah sangat penasaran ketika mereka melihat Calista masuk ke dalam mobil milik Tuan Zulkarnain.
Mereka semakin curiga ketika Tiwi dan Dewi melihat Bisma membukakan pintu mobil untuk Calista dan mempersilahkan Calista masuk terlebih dahulu kemudian Bisma masuk .
"Kemana mereka?
"Mengapa Pak Bisma memperlakukan Calista seperti ratu? tanya Tiwi kepada Dewi karena Tiwi merasa kalau ada sesuatu yang Calista sembunyikan dari kedua sahabatnya.
"Ya ada yang aneh di hubungan Pak Bisma dengan Calista seperti pasangan kekasih saja." celetuk Dewi juga ikut penasaran hubungan Calista dengan Bisma.
"Atau jangan-jangan Pak Bisma suka sama Calista sehingga selama ini Pak Bisma selalu mencari masalah kepada Calista. Kan biasa tuh kalau laki-laki suka sama Wanita, selalu mencari gara-gara untuk mendapat perhatian dari Wanita yang dia sukai. Sama halnya yang kita alami saat masih duduk di bangku sekolah." ucap Tiwi merasa curiga hubungan Bisma dengan Calista lebih dari atasan dan bawahan.
"Entahlah, daripada menduga-duga lebih baik kita tanyakan langsung kepada Calista. Ketika Calista sudah kembali ke kantor." ujar Dewi kepada Tiwi sembari kembali ke ruang Pantry untuk mengerjakan tugas yang diberikan atasan kepada mereka.
****
Sore harinya Calista dan Bisma kembali ke kantor setelah selesai foto prewedding siang itu. Tiwi dan Dewi yang melihat mobil milik Bisma masuk ke parkiran kantor Zulkarnain group. Mereka melihat Calista keluar dari mobil milik Bisma. Setelah Bisma membuka pintu mobil untuk Calista.
Tiwi dan Dewi semakin penasaran, hingga Mereka pun sudah tidak sabar menunggu kehadiran Calista di sana. Ketika Calista sudah tiba di lantai 10 tepatnya di ruang kerja. kedua sahabatnya langsung menghubunginya melalui sambungan telepon selulernya agar Calista langsung menghampiri keduanya ke ruang pantry..
Calista yang mendengar suara dengan ponselnya langsung mengambil ponselnya yang ada di tas sandang miliknya.
"Siapa sayang tanya Bisma kepada Calista yang melihat Calista hanya bengong saja melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya.
"Tiwi menghubungiku sepertinya mereka melihat kita pergi dan pulang tadi." ucap Calista kepada Bisma.
"Ya sudah angkat saja siapa tahu penting."ujar Bisma sambil duduk di kursi kerajaannya.
Calista langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tiwi.
"Hallo Tiwi,assalamualaikum!" Sapa Calista di ujung telepon.
"Waalaikumsalam Calista, ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan kepada kamu. Kamu bisa nggak datang ke pantry sekarang juga? itu pun kalau tidak mengganggu kerja kamu." ujar Tiwi kepada Calista.
"Ya sudah tunggu sebentar aku akan datang ucap Calista sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
"Mas tunggu sebentar, Calista ingin ke pantry dulu ada sesuatu yang ingin dibicarakan Tiwi dan Dewi kepadaku tidak apa-apa kan ditinggal sebentar? tanya Calista sambil mengalunkan tangannya di jenjang leher Bisma seolah Calista menggoda Bisma kali ini.
"Boleh tapi jangan lama-lama. Awas kalau lama aku tidak akan segan-segan menciummu di hadapan mereka." ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih calon suamiku." sahut Calista sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan Bisma. Membuat Bisma merasa bahagia untuk yang kedua kalinya Bisma mendapat kecupan hangat dari Calista.
"Kamu sudah mulai pintar ya sayang, tapi mas menyukainya. Maunya setiap hari kamu melakukan seperti ini kepada mas. Mas pasti akan semakin merasa bahagia dan semangat untuk bekerja." ucap Bisma kepada Calista sambil membalas kecupan Calista.
"Hai semuanya ada apa sih? dan sepenting apa yang ingin kalian bicarakan kepadaku sehingga kalian dengan terpaksa harus menghubungi nomor ponselku? pertanyaan pertanyaan dilontarkan Calista kepada kedua sahabatnya. Karena kedua sahabatnya tidak biasa harus menghubungi Calista padahal Calista ada di kantor yang sama bersama Tiwi dan Dewi.
"Sekarang kamu harus menjawab kami dengan jujur jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari kami Kalau kamu masih menganggap kami sahabat kamu ucap Dewi dan Dewi kompak.
"Maksud kalian apa sih aku tidak paham ucap Calista bingung dengan sikap kedua sahabatnya.
"Ada hubungan apa kamu dengan Pak Bisma? tolong jawab Kami dengan jujur. ucap Dewi dan Dewi kompak.
Calista tidak langsung menjawab. Ia terhenyak mendengar pertanyaan kedua sahabatnya. Calista bingung harus menjawab apa kepada Tiwi dan Dewi apalagi Calista mengetahui kalau Tiwi sangat menyukai Bisma.
"Maksud kalian apa aku tidak paham?
"Tidak mungkin kamu tidak paham maksud kamu. Kamu tidak memahaminya atau pura-pura tidak memahami? celetuk Tiwi penuh selidik.
Calista terdiam. Ia menggelengkan kepalanya membuat kedua sahabatnya bingung akan Interaksi yang dilakukan Calista kali ini. mereka tidak paham apa arti gelengan kepala Calista.
"lebih baik kamu jujur Kalau kamu masih menganggap kita sahabatmu. Kamu jangan khawatir kami selalu mendukungmu dalam segala hal." Ucap Dewi kepada Calista tetapi Tiwi hanya menatap Calista dengan tatapan tajam.
Tiwi seolah tidak terima kalau Calista membohongi mereka berdua. Apalagi sebelumnya, Calista pernah berbicara kepada Tiwi dan Dewi kalau dirinya tidak Sudi memiliki kekasih apalagi calon suami seperti Bisma.
Tiwi menghampiri Calista. Jangan kamu kira kami manusia bodoh yang bisa kamu bohongi. Tidak perlu berpura-pura tidak memiliki hubungan dengan Bisma atau berpura-pura benci kepada Pak Bisma. Tetapi benar-benar cinta." ucap Tiwi membuat Calista langsung tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Tiwi kepada Calista.
"ludah yang kamu buang sudah kamu jilat kembali." ucap Tiwi membuat Calista tidak dapat berkutik lagi. Tiwi benar-benar tidak terima kalau Calista memiliki hubungan khusus. Apalagi jika Tiwi mengetahui Calista akan menikah dengan Bisma dalam jangka waktu dekat.
"Ya Allah apa yang akan aku lakukan? pasti Tiwi menganggapku menghianatinya."gumam Calista di dalam hati ia tidak sanggup berbicara kepada kedua sahabatnya.
"Kenapa kamu diam pasti kamu tidak bisa menjawab bukan?
"Ya Lis kenapa kamu diam? Jawab aja berterus terang tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Kamu itu sahabat kami." ucap Dewi kepada Calista. Tetapi Calista masih bingung apa yang akan ia katakan kepada kedua sahabatnya mengenai hubungannya dengan Bisma.
Entah karena faktor kelamaan Calista berada di ruang pantry, Bisma datang menghampirinya.
" Sayang..... kenapa lama sekali? apa ada masalah? pertanyaan dilontarkan Bisma kepada Calista dengan memanggil Calista dengan panggilan sayang.
Hal itu membuat Dewi mengerutkan keningnya tetapi Tiwi langsung menatap Bisma dan Calista dengan tatapan saja. Itu artinya kecurigaan mereka benar kalau Calista dan Bisma memiliki hubungan khusus.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏