I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 120. MERASA TERGANGGU



Hari itu keluarga Zulkarnain sangat bahagia ketika dokter mengatakan kalau Calista saat ini sedang hamil. kabar yang dinanti-nantikan oleh Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


Bisma meraih ponselnya yang ada di Saku celananya berniat untuk menghubungi nomor ponsel Carlos. Untuk memberitahu Kalau hari ini, Bisma belum bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan Zulkarnain group. Karena hari ini Bisma harus menjaga Calista berada di rumah sakit.


Ketika Carlos menerima sambungan telepon seluler dari Bisma iya mengerutkan keningnya. Padahal Bisma sudah janji kalau Bisma sudah mulai aktivitasnya hari itu juga di zulkarnain group. Carlos menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bisma.


"Selamat pagi Pak Bos !" ada yang bisa Carlos bantu?" sahut Carlos di ujung telepon. Bisma pun memberitahu Kalau hari ini dia tidak dapat menjalankan tugasnya seperti yang sudah Ia janjikan kepada Carlos. Dan Bisma juga memberitahu kalau Calista saat ini berada di rumah sakit. Karna rasa bahagia Bisma, sehingga Bisma memberitahu Kabar baik dari Calista. Membuat Carlos terhenyak sekaligus bahagia mendengar kabar kehamilan Calista.


"Selamat ya Pak Bos!" sebentar lagi Pak Bos sudah menjadi seorang ayah."ucap Carlos memberi selamat kepada Bisma. Sepupu sekaligus sahabat Bisma sendiri.


" Kamu kapan nyusulnya?


"Sabar Bos!" kan lagi proses persiapan pernikahan. Tidak akan lama lagi Carlos juga akan menyusul seperti Bos." ucap Carlos Sambil tertawa dalam sambungan telepon selulernya.


Kedua sahabat itu saling tertawa di dalam sambungan telepon seluler. "Ya sudah susah pak bos. Bos tenang saja, Carlos akan menjalankan tugas dengan baik. Lakukan tugas dan tanggung jawabmu saja sebagai seorang ayah dan juga suami."


Carlos memutuskan sambungan telepon seluler. setelah selesai berbicara dengan Bisma. kemudian ia kembali berputar di laptopnya menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pengganti Bisma di perusahaan Zulkarnain Group. tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya.


"Masuk!" teriak Carlos meminta seseorang yang mengetuk pintu masuk ke ruang kerjanya.


Ceklek!" Sekali hentakan pintu ruang kerja Carlos langsung terbuka. Dewi masuk ke ruang kerja Carlos dengan membawakan secangkir kopi buatannya sendiri.


"Kopi nya pak!" ucap Dewi sambil menyuguhkan kopi di meja kerja Carlos.


"Terimakasih istri Ku sayang!"


"Istri?


"Belum istri, masih calon." ucap Dewi


"Kan sama saja, sebentar lagi akan menjadi istri mas."


"Belum sah, di mata hukum dan agama mas. Tunggu saja dulu." sahutnya sambil ingin berlalu dari ruang kerja Carlos.


Tetapi sebelum Dewi keluar dari ruang kerja Carlos, Carlos langsung menahan Dewi meraih tubuh Dewi ke dalam pelukannya. Carlos memberikan kecupan hangat di bibir manis Dewi. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga lidah mereka saling bertautan disana.


Mendapat kecupan hangat dari Carlos, Dewi merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Satu hal yang baru dirasakan oleh Dewi. karena Dewi sama sekali belum pernah memiliki hubungan dengan lelaki. sehingga Dewi masih terlihat kaku. Membuat Carlos harus lebih agresif untuk memandu Dewi.


Ketika Carlos dan Dewi sama-sama menikmati gerakan demi gerakan lidah mereka yang saling bertautan disana. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka.


Sontak Dewi langsung berusaha melepaskan pelukan Carlos. " Cik....Siapa sih yang mengganggu segala!" gerutu Carlos sambil meminta seseorang yang ada di luar ruang kerjanya. Masuk ke dalam ruang kerjanya.


Terlihat Pak Nando masuk ke ruang kerja Carlos, untuk memberikan laporan tentang proyek yang sedang ditangani oleh Pak Nando. Karena Pagi itu, Pak Nando langsung menuju kantor Zulkarnain group, ketika sudah selesai melihat Calista di rumah sakit.


" Maaf sudah mengganggu kalian." ucap Pak Nando sambil mengembangkan senyumnya. "Tidak Pak!" ini saya hanya mengantarkan kopi buat Pak Carlos!" ucapnya sambil berpamitan kepada Carlos dan juga Pak Nando, untuk segera meninggalkan ruang kerja Carlos saat itu.


****


Hari ini Tiwi benar-benar tidak masuk kantor setelah kepulangan dokter Gibran dari desa. terlihat Tiwi merasa bahagia ketika dokter Gibran juga sudah kembali ke Jakarta.


Dokter Gibran meminta kepada Tiwi malam itu menginap di rumah miliknya. Awalnya Tiwi menolak. Tetapi dokter Gibran meyakinkan diri Kalau dokter Gibran tidak akan macam-macam terhadapnya.


Dokter Gibran merasa kesepian di rumah yang ia tempati sendirian. Tiwi pun akhirnya setuju menginap di rumah dokter Gibran. Setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya.


Tentunya Tiwi tidak memberitahu kepada kedua orang tuanya, Kalau malam itu Dewi menginap di rumah Dokter Gibran. Ia pun akhirnya terpaksa berbohong kepada kedua orang tuanya, Dengan mengatakan kalau Tiwi menginap di rumah Dewi sahabatnya. Sehingga kedua orang tuanya pun setuju mengizinkan Tiwi menginap di rumah dokter Gibran.


Dokter Gibran merasa bahagia. Ia melihat Tiwi melayani nya seperti suaminya sendiri. Mulai dari membersihkan rumah, setelah 2 minggu ia tinggalkan Dokter Gibran pulang ke Sumatera.


Tiwi juga memasak makanan kesukaan Dokter Gibran. Membuat dokter Gibran semakin jatuh cinta kepada Tiwi ia merasa seperti memiliki istri sesungguhnya.


"Sepertinya aku memiliki istri sepenuhnya dengan apa yang kamu lakukan di rumah ini. Secepatnya aku akan melamar kamu." ucap Dokter Gibran sambil memeluk Tiwi. Ketika Tiwi sedang membersihkan piring kotor bekas makan mereka.


"Mas dilepas dulu dong, ini Tiwi sedang mencuci piring." ucap Tiwi kepada dokter Gibran. Tetapi dokter Gibran seolah tidak peduli. Ia kembali memeluk dan mengecup bibir manis Tiwi. Membuat Tiwi pun tidak dapat menahannya de$@hanya.


"Perlahan Kecupan itu semakin mendalam. membuat Tiwi merasakan sensasi yang sangat luar biasa lidah mereka saling bertautan disana. Mendapat kecupan hangat dari Dokter Gibran, Tiwi seolah terbang ke langit ke tujuh.


Tiba tiba suara deringan ponsel Tiwi terdengar jelas di telinga kedua pasangan kekasih Itu. Sehingga Dewi berusaha melepaskan pelukan Gibran. Mas sepertinya ada telepon." ucap Tiwi sambil meraih ponselnya yang ada di atas meja makan.


Tiwi melihat nomor ponsel Dewi yang menghubunginya. Tiwi menepuk jidatnya Karna Tiwi lupa mengabari Dewi, kalau Tiwi hari itu tidak masuk kerja. Tiwi menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Dewi.


"Eh Tiwi kamu dimana? sudah jam berapa ini kamu tidak kerja? Tanya Dewi kepada Tiwi ketika sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tiwi.


"Sorry besty ku , sepertinya hari ini aku tidak bisa bekerja." sahut Tiwi dengan enteng


"Enak di kamu ngak enak di aku dong!" gerutu Dewi. Tiwi hanya tertawa mendengar kekesalan sahabatnya Dewi.


"Pasti kamu lagi sama dokter tampan kamu itu kan?"


"Nah itu kamu tau, ngapain kamu tanya lagi " ucap Tiwi sambil tertawa ngakak ciri khas Tiwi.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓