I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.124 KEDATANGAN ALENA



Setelah memberikan kotak bekal kepada suaminya. Ibu Sari memberi salam kepada Pak Khairul. "Bapak pamit dulu Bu."ucap Pak Khairul kepada Ibu Sari. Berpamitan kepada istrinya sambil Ibu Sari langsung memberi salam kepada suaminya.


"Hati-hati Mas, ingat ada Ibu dan Tiwi selalu menunggumu di rumah." ujarnya sambil mengembangkan senyumnya menatap kepergian suaminya. Sampai bayangan


suaminya menghilang dari pandangannya.


Ibu Sari kembali masuk ke rumah sederhana milik mereka. Kehidupan keluarga Tiwi memang hidup sederhana tetapi Tiwi bersyukur. Mereka sudah tidak tinggal di rumah kontrakan lagi. Hasil jerih payah Pak Khairul selama bekerja menjadi buruh bangunan di salah satu proyek. Membuat Pak Khairul mampu membangun sebuah rumah sederhana untuk keluarganya.


Di tempat lain tepatnya di kantor Zulkarnain Group Tiwi sudah mulai aktivitasnya seperti biasa. Ia melihat Dewi sudah lebih awal di kantor. Tiwi langsung menghampiri Dewi "Kamu cepat banget tiba kantor? tanyanya penuh selidik.


"Ya, aku harus segera menyiapkan pekerjaanku. Karena siang ini aku dan Mas Carlos harus segera pergi.


" Memangnya Kalian mau pergi ke mana? tanya Tiwi penasaran karena sebenarnya Tiwi belum mengetahui lamaran yang sudah dilakukan oleh Carlos terhadap Dewi sahabatnya.


Akhirnya Dewi pun berterus terang kepada Tiwi. Kalau keluarga Carlos sudah datang melamarnya di hadapan ibu dan adik-adiknya. Membuat Tiwi pun terhenyak dan langsung memeluk sahabatnya. Karena ada rasa bahagia di hatinya. Setidaknya Dewi sudah mengetahui kalau selama ini, Carlos sangat mencintainya.


" Selamat ya!" aku bahagia mendengarnya. semoga langgeng hubungan kalian sampai kakek nenek." ucap Tiwi sambil langsung memeluk kembali memeluk Dewi. "Aku juga berharap hubungan kamu dengan dokter Gibran cepat menyusul Kejenjang pernikahan." sahutnya sambil langsung membalas pelukan dari sahabatnya itu.


Tanpa mereka sadari. Carlos Mendengar pembicaraan kedua sahabat itu. Ia menggelengkan kepalanya dan memilih pergi meninggalkan kedua sahabat itu. Daripada mengganggu pembicaraan mereka, Carlos berlalu ke ruang kerjanya.


Padahal rencananya ingin sekali berbicara kepada Dewi. Agar mereka hari ini mengadakan foto prewedding dan fitting baju di salah satu butik ternama langganan Nyonya Katarina Dona. Tetapi Carlos mengurungkan niatnya ketika Mendengar pembicaraan kedua sahabat itu. Dan memilih masuk keruang kerjanya


"Sudahlah lebih baik kita bekerja. Mudah-mudahan kita menggapai kebahagiaan kita masing-masing." ucap Tiwi sambil masuk ke dalam pantry untuk segera melakukan tugas dan tanggung jawabnya.


Tiwi mengambil kain pel dan dan juga sapu yang ada di sana. Berniat untuk membersihkan seluruh ruang kerja yang ada di kantor itu. Mereka tidak ingin menunda-nunda pekerjaan. Karena semakin cepat pekerjaan itu diselesaikan maka akan semakin cepat juga mereka dapat istirahat.


Sambil mendendangkan lagunya, Tiwi membersihkan seluruh ruang meeting. Tiba-tiba Pak Nando dan seluruh petinggi perusahaan, masuk ke ruang meeting. Ketika Tiwi masih sedang membersihkan meja yang ada di ruang meeting, Tiwi terhenyak.


Melihat kehadiran para petinggi perusahaan masuk ke ruang meeting. "Ya Allah pekerjaanku belum selesai, Eh bos-bos Sudah pada datang." gumamnya sambil terus langsung membersihkan seluruh meja yang ada di ruang meeting?


Pak Nando hanya menggelengkan kepalanya melihat Tiwi yang tergesa-gesa membersihkan meja itu. Lalu dengan langkah cepat, Tiwi berlari keluar sambil membungkukkan badannya.


Sementara Carlos mengembangkan senyumnya. Melihat tingkah Tiwi yang seolah ketakutan melihat kehadiran petinggi perusahaan di sana. Tak lupa Bisma juga sudah hadir untuk memimpin perusahaan. Apalagi saat ini Bisma ingin membicarakan proyek besar yang telah mereka menangkan saat ini.


Bisma ingin mempercayakan proyek itu kepada Pak Nando. Karena saat ini Carlos disibukan dengan rencana pernikahannya dengan Dewi. Sehingga Bisma mempercayakan proyek itu kepada Pak Nando. Pak Nando tampak ragu ia tidak akan mampu menangani proyek itu. Tetapi ketika Bisma meyakinkan Pak Nando, Kalau Pak Nando akan mampu menangani proyek itu. Membuat Pak Nando pun yakin akan kemampuannya.


"Saya ingin ketemu dengan Bisma!" jangan halangi saya kalau kamu tidak ingin menyesal!" teriak wanita itu sambil mendorong tubuh Dewi sampai Dewi terpental ke dinding. Membuat Tiwi emosi dan memberikan tamparan yang hebat ke wajah cantik wanita itu.


Tiwi Tidak terima sahabat baiknya dianiaya oleh wanita itu. "Kamu cantik dan tampaknya juga dari kalangan atas. Tetapi kamu tidak punya etika sama sekali. Seharusnya seperti yang kamu katakan, kamu orang berpendidikan dan juga memiliki karir yang oke. Saya sangat mengetahui siapa anda. tetapi saya tidak menyangka anda tidak memiliki etika sama sekali. Masuk ke kantor orang lain, tanpa meminta izin terlebih dahulu." teriak Tiwi karena kesal melihat wanita itu mendorong tubuh Dewi sampai terpental ke dinding.


"Jangan mengguruiku!" office girl sepertimu sama saja seperti sampah. Jangan sok-sokan mengataiku tidak memiliki etika. Tahu apa kamu tentang aku? Tunggu saja sebentar lagi kamu akan dipecat dari kantor ini dan akan menjadi pengangguran." Pekik wanita yang terlihat cantik dan seksi itu


Ya, siapa yang tidak mengetahui sosok Alena. Yang merupakan model papan atas di negeri ini. Tetapi Tiwi dan Dewi tidak mengetahui masa lalu antara Alena dengan Bisma.


Bisma yang tidak merasa nyaman mendengar suara ribut di depan ruang meeting, Ia pun keluar. Padahal acara meeting belum selesai saat itu. Tetapi karena Bisma merasa terganggu, Ia pun terpaksa keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar. Sehingga terjadi keributan.


Ketika Bisma dan Carlos begitu juga Pak Nando, keluar dari ruang Meeting, Bisma terkejut melihat sosok Alena ada di sana sedang perang mulut dengan Tiwi.


"Hentikan....!" teriak Bisma ketika mendengar suara adu mulut Tiwi dengan Alena yang saling menjatuhkan.


"Ada apa ini?" Bisma bertanya kepada Tiwi. lalu Tiwi pun memberitahu yang sebenarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Tanpa rasa malu sedikitpun, Alena Langsung memeluk Bisma.


Membuat Bisma merasa kesal kepada Alena.


" lepaskan Alena!" ucapnya sambil langsung menghempaskan tangan Alena.


"Aku sangat merindukanmu sayang, Mengapa kamu bersikap kasar seperti itu kepadaku?" tanya Alena yang tidak merasa malu.


"Jaga bicaramu Alena!" ini kantorku, jangan sampai emosiku semakin memuncak. Cepat pergi dari sini sebelum ke basabaranku habis!" bentak Bisma di hadapan Carlos, Pak Nando dan orang-orang yang hadir disana.


" Saya tidak peduli, Yang penting aku ingin tetap bersamamu Sayang. Aku sangat merindukanmu. Apa kamu tidak ingin mengulangi masa-masa kita dulu?" Alena kembali mengingatkan Daniel masa-masa mereka ketika mereka masih bersama.


"Pergi.....!" teriak Bisma yang sudah semakin emosi melihat tingkah Alena, yang semakin tidak karuan. Ia khawatir kalau Calista mengetahui kedatangannya ke kantor. Ia takut Calista akan berprasangka negatif terhadap Bisma.


Sehingga Bisma langsung meminta Carlos untuk mengusir Alena dari kantor Zulkarnain group saat itu juga. "Aku akan tetap datang kepadamu Sayang, sekalipun kamu menolakku sekarang. Pasti esok atau lusa kamu akan kembali kepadaku!" teriak Alena yang sudah ditarik paksa oleh Carlos dan security yang bertugas di kantor Zulkarnain group.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏