
Tuan Baskoro melirik nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah nomor Carlos. putra satu-satunya. Dan Tuan Baskoro menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Carlos.
" Assalamualaikum Ada apa menghubungi Papi?
" loh Papi dimana? Dari tadi Papi pulang dari kantor bukannya pulang ke rumah? pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Carlos kepada tuan Baskoro. Tuan Baskoro langsung terkekeh mendengar pertanyaan putranya. Putra yang overprotektif terhadap Tuan Baskoro.
Karena Carlos kuatir akan kondisi Tuan Baskoro akhir-akhir Ini. "Kamu tenang saja, Papi baik-baik saja disini. Papi lagi cuci mata melihat wanita-wanita cantik di sini." canda Tuan Baskoro. Membuat Carlos terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh ayah kandungnya itu.
Padahal Ia tahu Tuan Baskoro. Tidak pernah melakukan hal yang diucapkan oleh Tuan Baskoro kepada Carlos. Membuat Carlos sedikitpun tidak yakin, akan apa yang diucapkan oleh Tuan Baskoro kepadanya.
" Sudah Pi, tidak perlu banyak bacot. Sekarang juga Papi harus pulang." ujar Carlos kepada Tuan Baskoro. "Bagaimana dong kalau Papi pulang sekarang, Papi tidak mau melewatkan momen yang sangat mengasyikkan ini. Jangan mengganggu papi dulu. Papi sedang menikmati pemandangan yang indah di sini." ucap Tuan Baskoro yang mampu memancing emosi Carlos.
"Papi jangan macam-macam deh, cukup satu macam saja. Ingat ngak apa yang Carlos katakan ketika di kantor?" tanya Carlos karena merasa dipermainkan oleh Tuan Baskoro.
" Ya sudah tunggu saja, Papi masih menikmati pemandangan yang indah di sini." ucap Tuan Baskoro sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada putranya.
Hal itu membuat Carlos sedikit kesal kepada Tuan Baskoro yang tak kunjung memberitahu dimana keberadaannya saat ini. Carlos langsung menghubungi nomor ponsel milik asisten pribadi Tuan Baskoro. Berharap asisten pribadi Tuan Baskoro memberitahu keberadaan mereka saat ini dimana.
Kring....
Kring....
Kring.....
Suara deringan ponsel milik asisten pribadi Tuan Baskoro terdengar jelas di telinga asisten Tuan Baskoro dan Tuan Baskoro sendiri. Tampak asisten pribadi Tuan Baskoro melirik nomor ponselnya. Siapa yang menghubungi dirinya.
Dan itu terlihat nomor ponsel Carlos yang menghubunginya. Kemudian sang asisten meminta pendapat kepada Tuan Baskoro apa yang akan ia ucapkan ketika berbicara dengan Carlos saat melakukan sambungan telepon seluler dengan Carlos.
Tuan Baskoro memberi kode kepada sang asisten untuk mengatakan Seperti hal yang sudah di ucapkan Tuan Baskoro sebelumnya. kepada sang asisten. Membuat sang asisten pun mengembangkan senyumnya, menatap Tuan Baskoro dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Padahal Tuan Baskoro disana, hanyalah menikmati pemandangan indah danau yang jarang sekali dikunjungi oleh orang-orang. Karena terlihat danau itu lokasinya lumayan jauh dari pusat Kota. Padahal tempatnya indah dan juga sejuk. Sang asisten menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. lalu menjawab pertanyaan Carlos sesuai dengan permintaan Tuan Baskoro.
Hal itu mengundang emosi Carlos. Jangan pernah membohongiku. Aku tidak suka dibohongi, jika kamu tidak ingin dipecat. Lebih baik kamu beritahu hal yang sebenarnya. Kamu tahu sendiri kan? sekarang aku yang mengambil Kendali perusahaan. Jika kamu tidak berbicara berterus terang kepadaku, maka kamu akan saya pecat. Coba kamu pikirkan, mencari pekerjaan itu sudah tidak mudah. Lebih baik berterus terang. Mana kamu pilih berterus terang kepadaku, atau kamu tetap berbohong tetapi kamu kena pecat?" ucap Carlos dengan nada meninggi membuat sang asisten tuan Baskoro langsung bergedik ngeri.
Ia menatap Tuan Baskoro dengan tatapan memohon kepada Tuan Baskoro. Kalau saat ini mengijinkan sang asisten berterus terang kepada Carlos. Karena ia takut dipecat oleh Carlos. Apalagi saat ini mencari pekerjaan itu bukanlah mudah mendapat posisi asisten pribadi Big boss seperti Tuan Baskoro. Bahkan itu menjadi kebanggaan tersendiri kepada sang asisten pribadi Tuan Baskoro.
"Tubuh Carlos sudah terasa gerah. lebih baik Carlos mandi dulu, baru kita menikmati makan malam." ujar Carlos kepada Nyonya Anjani dan istrinya Dewi. Carlos mengecup perut Dewi yang sudah mulai terlihat lalu berlari naik ke atas berniat untuk membersihkan diri.
****
Sementara di tempat lain, Mia tampak gelisah menunggu hasil ujian mengambil universitas negeri. Berharap ia salah satu kandidat yang lulus untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas negeri yang ada di negara ini.
"Kamu Kenapa Kak? kok mukanya murung seperti itu? tanya Sean penuh selidik.
" Kakak gelisah. Sepertinya hari ini pengumuman kelulusan masuk universitas negeri ternama di negara ini. Kakak khawatir kakak tidak lulus dan tidak dapat melanjutkan kuliah,Jika itu perguruan swasta. karena biayanya cukup besar." ucap Mia kepada sang adik.
" Kakak tenang saja. Yakin saja dengan kemampuan kakak.Dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, agar Allah melancarkan segala apa yang kakak inginkan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika Kakak terus memohon dan memohon kepadanya." ujar Sean kepada Mia. Membuat Mia langsung memeluk adiknya, ya tampak bijak walau usianya masih jauh lebih muda dibandingkan Mia. Tetapi pola pikir Sean sangatlah dewasa dan bijak.
"Ada apa Ini? kok ada acara peluk-pelukan segala? tanya ibu Sarah penuh selidik karena melihat putra-putrinya yang ia sayangi saling berpelukan. Mia dan Sean mengembangkan senyumnya. "Bu mohon doanya, hari ini pengumuman hasil ujian Kak Mia masuk universitas negeri yang ada negara ini. Berharap Mia salah satu kandidat yang masuk di dalamnya." ucap Sean sambil mengembangkan senyumnya kepada Ibu Sarah. Tanpa kalian minta, ibu selalu membawakan kalian dalam doa ibu." ucap Ibu Sarah sambil memeluk kedua putra-putrinya yang sangat Ia sayangi.
Mia yang tampak terus gelisah berusaha ditenangkan oleh Sean. Membuat Ibu Sarah merasa bangga memiliki Putra seperti Sean. di usianya masih dibawah umur mampu membuat yang terbaik kepada kakak dan keluarga.
"Ya Allah mudah-mudahan apa yang diinginkan Putri dan Putra hamba, engkau kabulkan. Aku yakin dan percaya ya Allah, tidak ada yang mustahil bagimu." doa ibu Sarah di dalam hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB
pengumuman hasil ujian itu pun sudah diumumkan di salah satu situs internet. tampak Mia mencari namanya di sana. berharap dia salah satu kandidat yang masuk ke universitas negeri yang ada di negara ini.
Sudah 15 menit lamanya Mia mencari namanya. Tapi tak kunjung ia temukan. Mia sudah mulai pasrah, karena ia tidak melihat namanya tertera di sana. Tampak Sean langsung bersorak kegirangan
"Horeeeee ... Ka Mia menang!" Kak Mia akan melanjutkan kuliah ke universitas ternama yang ada di kota ini." teriak Sean membuat Mia mengerutkan keningnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN