
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur ibu yang lagi hamil muda itu, menjadi terganggu. Ia berniat bangkit dari tempat tidurnya. Tetapi tangan suaminya merekat di tubuh wanita itu.
Ia melihat wajah suaminya yang begitu menggemaskan. "Ya Allah sempurna sekali ciptaan Mu, tidur saja suami hamba terlihat tampan." gumam Calista dalam hati sambil terus memperhatikan wajah tampan suaminya. Walaupun usia Bisma saat ini sudah tidak terlalu muda lagi. Berbeda jauh dengan Calista. Tetapi yang namanya cinta tidak pernah pandang yang namanya umur.
Karena merasa geram melihat ketampanan suaminya, Calista langsung mengecup bibir Bisma dan **********. Hal itu membuat tidur Bisma menjadi terganggu. Tetapi ia menyukainya seolah dirinya ingin meminta lebih dan lebih lagi. Tubuhnya semakin menuntut agar Calista melakukannya lagi. Bisma kembali mendekatkan tubuhnya kepada Calista. Berharap Calista melakukan yang lebih agresif.
Karena tak kunjung mendapat kecupan lagi dari istrinya, kini giliran Bisma yang langsung memberikan kecupan hangat di bibir Calista. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Calista pun mulai kewalahan untuk bernapas. Ia pun membuka rongga mulutnya, berharap dapat menghirup oksigen.
Tetapi Bisma tetap melahap bibir manis Calista, dan memainkan lidahnya di rongga mulut Calista. Calista merasakan sensasi yang sangat luar biasa. " Mas hati-hati nanti kebablasan. Kita tidak boleh bermain terlalu kasar seperti apa yang dikatakan dokter kepada kita, kalau kita harus lebih berhati-hati jika berhubungan." Calista mengingatkan Bisma apa yang dikatakan dokter kepada mereka.
"Kamu tenang saja sayang, mas akan melakukannya dengan selembut mungkin. sahutnya sembari Langsung kembali mengecup bibir manis Calista. Calista pun mulai merespon Apa yang dilakukan suaminya. Hingga suaminya pun mulai memainkan jemarinya di bagian gua milik Calista.
Hal itu membuat desiran yang cukup hebat dirasakan Calista di tubuhnya. " Mas! ucap Calista kepada suaminya seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi . Bisma pun memainkan jemarinya terus di sana hingga Calista tidak dapat menahan de$@han.
Calista yang tidak mau kalah dari suaminya, ingin memimpin permainan. Sama seperti hal yang pernah ia tonton bersama Dewi, Tiwi dan dirinya sendiri. Calista langsung memainkan jemarinya di bagian adik kecil Bisma yang sudah mulai lancang depan.
Hingga Bisma merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Calista tidak ingin membuat suaminya kecewa kepadanya, pagi ini pagi yang begitu nikmat buat pasangan calon ibu dan ayah itu.
Calista tidak ingin tinggal diam. Ia pun langsung melahap adik kecil Bisma. Seperti layaknya memakan es krim. Membuat Bisma merasakan desiran yang sangat hebat di tubuhnya. Hingga ia meminta Calista untuk lebih mempercepat gerakannya.
Bisma yang tidak ingin kalah dari Istrinya, ingin memimpin permainan. langsung mengembalikan tubuh istrinya dan memainkan adik kecilnya di bagian goa milik Calista. Perlahan penuh dengan hati-hati, Bisma memainkan adik kecilnya di sana. Hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya.
" Terima kasih istriku sayang, kamu memang benar-benar sangat luar biasa tahu saja yang masih inginkan. Dan sepertinya gerakan demi gerakan kamu sudah memiliki perkembangan." ucap Bisma sambil menghujani Calista kecupan demi kecupan di wajah cantik Calista.
Mendengar apa yang dikatakan suaminya, Calista langsung tertawa cengengesan.
" loh kamu Kenapa tertawa sayang? tanya Bisma penasaran. lalu Calista pun memberitahu kalau sebelum acara pernikahan Tiwi dan dokter Gibran dilaksanakan. Dewi, Tiwi dan Calista nonton film Bagaimana caranya melayang suami ketika malam pertama.
Membuat Bisma pun langsung tertawa ngakak dan mengeratkan pelukannya kepada Calista. "Wow ide yang sangat luar biasa. nanti cari lagi film yang gerakannya berbeda lagi ya Sayang." ujar Bisma yang mendapat tatapan tajam dari Calista.
Membuat Bisma bergedik ngeri ketika mendapat tatapan tajam dari istrinya. Bagaimana tidak, bisa bisanya Bisma meminta istrinya mencari film seperti yang mereka tonton sebelumnya. Membuat Calista merasa kesal kepada suaminya. padahal itu hal yang tabu bagi Calista. Tetapi tidak untuk Bisma.
"Sayang kira-kira dokter Gibran sudah berhasil nggak ya menembus tembok pertahanan Tiwi malam ini? seperti Mas yang kewalahan menembus tembok pertahanan kamu." tanya Carlos kepada Dewi yang mampu membuat Dewi membulatkan matanya mendengar pertanyaan suaminya.
"Memangnya tidak ada lagi pertanyaan lain lagi yang Mas tanyakan kepadaku selain itu mas tanya ke Dewi? ucap Dewi karena merasa kesal mendengar pertanyaan suaminya yang ingin sekali mengetahui apa yang dilakukan dokter Gibran dan juga Tiwi di kamar pengantin mereka.
Carlos hanya mengembangkan senyumnya. menatap istrinya dengan tatapan cinta.
" Mas ada-ada saja. Seperti tidak ada lagi yang perlu dibahas selain itu." ucap Dewi menatap suaminya dengan tatapan tajam.
"Sayang jangan menatapku seperti ini dong ngeri jadinya. Carlos langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis Dewi .
Carlos tertawa cengengesan mendengar apa yang dikatakan istrinya, kalau istrinya saat ini tubuhnya terasa remuk. " Kalau begitu nanti mas akan urut kamu dah. Agar kamu fit kembali dan dapat seperti tadi malam." Dewi menggelengkan kepalanya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta
" Mas sudah deh,tidak perlu dibahas. lebih baik Mas bersiap kita kembali ke rumah.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Carlos terdengar jelas di telinganya.
Kring....
kring....
kring....
Suara deringan ponsel milik Carlos berdering. Ia langsung meraih ponsel yang ada di atas nakas.
Carlos melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel Tuan Baskoro. "Siapa yang menghubungi Mas? tanya Dewi.
"Papi yang menghubungiku. Sepertinya ada sesuatu yang ingin Papi bicarakan kepada mas.
"lebih baik langsung Mas angkat Siapa tahu penting ujar Dewi. Carlos langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya
Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada tuan Baskoro.
"Hallo selamat pagi Pi, sapa Carlos dalam sambungan telepon selulernya.
" Kamu dimana sekarang? Apa kamu masih di hotel? tanya Tuan Baskoro penuh dengan selidik.
"Ya pi, Ini masih mau bersiap pulang ke rumah. Ada apa?
Sepertinya Mami kamu sudah sadarkan diri orang Papi memberitahu kepada papa dan pihak rumah sakit juga menghubungi papi kalau saat ini mami sudah sadarkan diri di rumah sakit.
Jadi papi mohon, kalian Langsung saja pergi melihat Mami kamu. Siapa tahu Mami kamu membutuhkan bantuan kamu." ujar Tuan Baskoro kepada Carlos memberitahu kalau saat ini nyonya Anjani sudah mulai sadarkan diri di rumah sakit, setelah satu bulan lamanya mengalami koma di rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏