I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.67 AURA POSITIF



Waduh Mas bikin kaget Calista saja. Habis Mas terbangun dicari-cari kamu tidak ada. eh sudah ada di sini menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercinta." ucap Bisma sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Calista.


Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain pun tidak ingin ketinggalan. Ya Mereka pun langsung duduk bersama Bisma dan Calista di sana. Untuk menyantap menu sarapan pagi buatan nak Calista sepertinya enak banget. Sudah lama papi tidak memakan makanan enak ini." ucap Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sambil langsung menyantap menu makanan yang ada di hadapan mereka.


Pagi itu terlihat suasana ruang makan sangat ramai. Padahal penghuninya hanyalah 4 orang saja. Membuat para asisten rumah tangga yang biasa melayani Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona pun mengembangkan senyumnya. Melihat sang majikan begitu bahagia dengan kehadiran sosok menantu seperti Calista di rumah utama Tuan Zulkarnain.


"Sepertinya kedatangan non Calista membawa Aura positif di keluarga ini." ucap Bi Rasmi kepada salah satu asisten rumah tangga lainnya, yang selama ini bekerja di kediaman Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


"Ya, sepertinya non Calista juga berasal dari keluarga sederhana. Tetapi ia tidak sombong dan langsung bersahabat kepada kita walaupun non Calista sudah menjadi istri seorang sultan seperti Tuan muda Bisma.


Tidak seperti Alena mantan kekasih tuan muda Bisma." sahut salah satu asisten rumah tangga menanggapi perkataan Bi Rasmi kepala asisten rumah tangga di rumah utama Zulkarnain.


"Semoga itu keluarga Tuan muda Bisma dengan non Calista menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah." doa beberapa asisten rumah tangga yang sudah lama mengabdi di rumah utama keluarga Zulkarnain.


Setiap asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Zulkarnain betah bekerja di sana. Di samping karena Tuan Zulkarnain begitu respon kepada para asisten rumah tangganya, sehingga setiap asisten rumah tangga itu betah bekerja disana, Tuan Zulkarnain menganggap mereka yang bekerja di rumahnya seperti keluarga.


" Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona selalu perhatian kepada setiap pekerjanya. Dulunya Bisma juga begitu dekat dengan para asisten rumah tangga mereka. Tetapi, entah karna faktor Bisma mendapat hasutan dari Alena, ketika Bisma dan Alena menjalin hubungan kekasih.


Sehingga Sikap Bisma terhadap para asisten rumah tangganya langsung berubah drastis. Hal itulah yang membuat para asisten rumah tangga itu, tidak menyukai kehadiran Alena di tengah-tengah keluarga Tuan Zulkarnain. Padahal hubungan Bisma dengan Alena masih hubungan kekasih.


"Mas Hari ini kita jadikan ke rumah sakit membesuk orang tua Dewi? tanya Calista kepada suaminya yang baru selesai menyantap menu sarapan pagi buatan Calista.


"Ya sayang," sebelum masuk ke kantor kita akan ke rumah sakit terlebih dahulu menjenguk ibu Sarah dan Sean adik Dewi." ucap Bisma sambil menatap istrinya dengan intens.


"Sean?


"Siapa Sean?


"Adik Dewi yang lagi sakit."


"Loh kok mas tau namanya?


"Tiwi yang beritahu dalam sambungan telepon selulernya." sahut Bisma


"Ohhh, Ya sudah kalian habis sarapan kalian langsung berangkat ke rumah sakit. Dan pastikan kalau biaya pengobatan orangtua Dewi dan adiknya sudah beres." ucap Tuan Zulkarnain kepada Bisma.


"Kalau masalah biaya pengobatannya sudah saya percayakan kepada Carlos. Dan semuanya sudah diselesaikan Carlos Pi." sahut Bisma. Calista beranjak dari tempat duduknya dan berlalu ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


****


Mas sudah tau ruang rawat inap Ibu Sarah? tanya Calista kepada Bisma.


"Dokter Iskandar!" Sahut Bisma sambil mengembangkan senyumnya dokter Iskandar memberi salam kepada Bisma dan juga Calista. "Wah nona cantik sekali saya jadi pangling melihatnya." ucap dokter Iskandar sambil menatap Calista.


"Namanya juga istri dari seorang Bisma Zulkarnain." sahut Bisma sambil langsung merangkul tubuh Calista. Dokter Iskandar mengembangkan senyumnya melihat Bisma Yang posisi melihat istrinya. Ia seperti khawatir Kalau dokter Iskandar akan jatuh hati kepada Calista.


"Ada apa gerangan Tuan Bisma Zulkarnain dan nona Calista datang ke rumah sakit ini? tanya dokter Iskandar penuh selidik.


"Ada orang tua salah satu karyawan saya dirawat di sini. Jadi kami mau menjenguknya." ucap Bisma sambil berpamitan kepada dokter Iskandar.


Bisma tidak mengetahui kalau dokter Iskandar yang menangani Sean selama berada di rumah sakit. Sementara dokter Gibran yang menangani kesehatan ibu Sarah.


Bisma dan Calista masuk ke ruang rawat inap Ibu Sarah, dan juga Sean. Terlihat Dewi sedang menyuapi Sean, menu sarapan pagi yang disediakan oleh pihak rumah sakit. "Dewi !" Panggil Calista sambil langsung memeluk Dewi.


Kemudian ia beralih kepada Ibu Sarah. Calista dan Bisma memberi salam kepada Ibu Sarah, membuat Sarah sedikit bingung. Ibu Sarah sama sekali belum mengenal sosok Bisma dan Calista. Sekalipun Bisma merupakan bos besar di tempat Dewi bekerja.


"Ma....maaf kalian siapa? tanya ibu Sarah yang melihat kehadiran Calista dan juga Bisma di ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean.


"Saya Calista sahabat Dewi istri dari Mas Bisma."ucap Calista memperkenalkan diri.


"Pak Bisma bos Dewi Bu." timpal Dewi membuat Ibu Sarah langsung kembali meraih tangan Calista dan Bisma yang sudah berbaik hati kepada keluarga Dewi, yang bersedia membayar biaya pengobatan ibu Sarah dan Dan sampai benar-benar sembuh.


Dewi dan Ibu Sarah bersyukur memiliki bos dan sahabat seperti calista dan Bisma."Terima kasih Tuan Bisma dan Nona Calista karena sudah bersedia datang ke rumah sakit ini menjenguk saya dan Putra saya Apalagi Tuan Bisma sudah bersedia membayar biaya pembuatan saya dan Putra saya. Semoga Allah memberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah buat keluarga Bapak." ucap Ibu Sarah kepada Bisma dan juga Calista.


"Sama-sama Bu!" itu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai sesama manusia saling membantu apalagi Dewi merupakan salah satu karyawan saya di Zulkarnain Group. Sahut Bisma sambil menatap ibu Sarah dengan tatapan penuh arti.


"Eh Calista sampai lupa.Nih ada buah, di makan ya Bu." ujar Calista sambil memberikan parsel buah yang mereka bawa sebelumnya. "Trimakasih non!"


"Bu, tidak perlu memanggil saya dengan panggilan non. Panggil saya Calista Saja, umur saya masih lebih muda dari Dewi kok." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya.


Ibu Sarah menatap Calista dengan intens. "Baik sekali anak ini, padahal si isteri orang ternama di kota ini. Tapi penampilannya sederhana. Tutur katanya juga sopan." gumam ibu Sarah dalam hati sambil menatap calista dengan tatapan penuh arti.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PERAWAN 500 JUTA " rilis tgl 1 September