
"Bos kenapa? tanya salah satu asisten Bisma ketika melihat sang bos terlihat pucat.
"Saya juga tidak tau, perut saya terasa mual dan kepala saya pusing." ucap Bisma sambil memijit pelipisnya.
"Mungkin asam lambung saya yang kambuh." sahutnya sambil terus memijit pelipisnya. Sang asisten mengangguk paham. Tiba Tiba, Bisma kembali merasakan guncangan yang sangat hebat di perutnya. Hingga Bisma kembali harus berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Hingga tubuh Bisma semakin lemah.
"Ya Allah Bos kenapa? ucap sang asisten sambil menghampiri Bisma kekamar mandi. Sang asisten menuntun Bisma masuk keruang istirahat sang Bos yang ada di balik Kursi kerajaan Bisma.
Sang asisten semakin khawatir melihat kondisi Bisma saat ini. Hingga sang asisten itu menjadi panik dan langsung memanggil Pak Nando yang ruangannya tidak jauh dari ruang kerja Bisma.
"Tok...
"Tok...
"Tok ...
"Masuk!" teriak Pak Nando dari ruang kerjanya.
"Pak, sepertinya Bos Bisma sakit karna wajahnya sangat pucat. dan beberapa kali muntah di rumah kerjanya." ucap Sang asisten memberitahu kepada Pak Nando kalau saat ini Bisma sedang sakit.
Pak Nando langsung bangkit dari tempat duduknya. Berniat menghampiri Bisma.
ketika Pak Nando sudah berada di ruang istirahat Bisma. Alangkah terkejutnya Pak Nando melihat kondisi Bisma saat ini. yang sudah terkulai lemas di atas tempat tidur. Hingga Pak Nando memutuskan untuk segera membawa Bisma ke rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor Zulkarnain Group.
Dibantu dengan sang asisten, Pak Nando membopong tubuh Bisma keluar dari ruang kerjanya. Agar mereka segera membawa Bisma ke rumah sakit. Setelah tiba di lobby, sang asisten langsung mengendarai mobil milik Pak Nando agar segera membawa Bisma ke rumah sakit
Ketika Bisma dan Pak Nando sudah berada di dalam mobil, sang asisten melajukan mobil ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, mereka tiba di rumah sakit. Pak Nando berteriak minta tolong kepada dokter yang bertugas di sana agar segera memberikan pertolongan kepada Bisma.
Dokter yang sudah mengenali sosok Bisma dan Pak Nando pun langsung menghampiri dan membawa Bisma ke ruang UGD untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Bisma.
Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Bisma saat ini, ternyata kondisi Bisma baik-baik saja. Membuat Bisma mengerutkan keningnya. Mengapa saya merasa pusing dan mual dokter? tanya Bisma karena Bisma belum pernah merasakan hal yang dia alami saat ini.
Sang dokter menghela nafas. Menurut pemeriksaan kami, kondisi kesehatan Tuan baik-baik saja. Tuan hanya masuk angin saja. sahut sang dokter. Sementara Pak Nando yang berada di luar ruang UGD langsung menghubungi Calista untuk memberitahu keberadaan Bisma saat ini.
Mendengar suaminya berada di rumah sakit Calista langsung menangis sesunggukan. "Mom, suami Calista masuk rumah sakit. Calista langsung meminta kepada Nyonya Katarina Dona agar segera mengizinkan Calista pergi ke rumah sakit untuk melihat suaminya. Nyonya katarina Dona juga ikutan pamit, mendengar Putra satu-satunya masuk ke rumah sakit. Padahal pagi itu masih terlihat bugar.
"Kamu tenang Sayang, kita akan pergi ke rumah sakit. Nyonya Katarina Dona berusaha menenangkan Calista. Calista menangis sesungguhkan ketika mendengar suaminya masuk rumah sakit. Ada rasa trauma di hati Calista. Apalagi ketika Calista mengingat situasi rumah sakit ia teringat dengan kedua orang tuanya kala itu. Hal itu membuat Calista semakin khawatir akan kondisi suaminya.
Di sepanjang perjalanan Calista hanya menangis dipelukan nyonya Katarina Dona. Nyonya Katarina dona terus berusaha menenangkan Calista. Sekalipun dirinya ikutan panik. "Maaf Nyonya kita ke rumah sakit mana? tanya sang sopir kepada Nyonya Katarina Doni.
"Rumah sakit terdekat dari kantor Zulkarnain."sahut Nyonya Katarina Dona singkat. Sang supir pun langsung melajukan mobil yang ia kendarai menuju rumah sakit yang diinformasikan oleh Nyonya Katarina Dona.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, mereka tiba di rumah sakit. Calista yang lagi hamil muda langsung berlari membuat Nyonya Katarina Dona khawatir akan kondisi kehamilan menantunya.
"Hati-hati sayang, ingat kamu sedang hamil." Nyonya Katarina Dona mengingatkan Calista sehingga Calista pun memperlambat langkahnya. Calista melihat Pak Bando berada di luar ruang UGD.
"Bagaimana kondisi suami Calista pa? tanyakan Calista sambil menangis sesenggukan.
Calista langsung berlari masuk ke dalam ruang UGD di mana suami sedang diperiksa oleh dokter. Ketika Calista melihat suaminya sedang dipasang jarum infus di punggung tangan suaminya, Ia pun berlari memeluk Bisma seolah-olah dirinya takut kehilangan suaminya.
"Mas....! Calista terisak sambil memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah pucat suaminya.
"Kamu Kenapa Mas?
"Mas tidak apa-apa sayang, kata dokter Mas hanya masuk angin saja.
Calista menatap suaminya dengan Intens. ia berusaha mencari kebohongan disana. Tetapi ia tidak menemukan kebohongan disana.
"Bagaimana kondisi suami saya dokter? Tanya Calista penuh selidik.
"Suami Anda baik-baik saja, mungkin hanya masuk angin saja."sahut sang dokter sambil mengembangkan senyumnya menatap Calista dengan tatapan penuh arti.
"Mas lucu deh, Calista yang hamil kok sepertinya Mas yang mengidam? Celetuk Calista tanpa menyadari kehadiran dokter di sana.
"Sang dokter langsung tertawa cengengesan mendengar celotehan Calista.
"Dokter Kok malah ketawa sih? gerutu Calista yang tidak menyukai Kalau dokter itu menertawakan dirinya
Kemudian sang dokter pun menjelaskan kepada Bisma dan Calista. Kalau sang istri sedang hamil, tidak hanya istri saja yang dapat merasakan mengidam. Itu bisa saja dirasakan sang suami. Membuat Calista langsung menatap suaminya dengan tatapan Iba.
"Maksud dokter, ceritanya suami saya saat ini sedang ngidam nih. Sehingga merasa mual dan muntah? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Calista kepada sang dokter. Sang dokter menganggukkan kepalanya. Membuat Calista membulatkan matanya.
"Kok bisa dokter saya yang hamil suami saya yang mengidam?
"Kalau masalah itu, itu sudah biasa. Itu artinya suami Anda sangat mencintai anda. Karena dirinya tidak ingin anda yang merasakan rasa sakit ketika mengidam." sahut sang dokter dengan enteng membuat Calista mengerutkan keningnya.
Sang dokter menganjurkan agar Bisma dirawat inap selama 2 hari di rumah sakit agar kondisi kesehatannya kembali stabil. Calista pun langsung menyetujuinya. Yang ia inginkan saat ini kondisi kesehatan suaminya agar benar-benar pulih kembali.
Saat itu juga, tim medis dan pihak rumah sakit langsung memindahkan Bisma Ke ruang VVIP yang ada di rumah sakit itu. Nyonya Katerina Dona melihat putranya didorong masuk ke ruang VVIP langsung mengikuti langkah sang dokter dan Calista menuju ruang rawat inap Bisma.
Ketika Bisma sudah berada di ruang rawat inap, sang dokter kembali memeriksa jarum infus yang tertancap di punggung tangan Bisma.
Ketika sang dokter sudah memastikan kalau kondisinya sudah baik-baik saja, sang dokter pun berpamitan untuk kembali melakukan tugasnya.
Nyonya katanya Dona langsung menghampiri Bisma. "Apa yang kamu rasakan nak? apa masih pusing? di mana yang sakit? tanya Nyonya Katarina Dona khawatir.
"Mom... sama Calista sama saja. Sudah Bisma katakan Bisma tidak apa-apa. Seperti Bisma mau meninggal saja kalian buat." Gerutu Bisma karena melihat kepanikan di wajah Nyonya Katarina Dona.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA 🙏🙏🙏🙏