
Ketika Tiwi larut dalam kesedihannya pasca di ditinggal sang kekasih Dokter Gibran, Ditempat lain tepatnya di New Zealand Calista dan Bisma begitu bahagia melakukan perjalanan Bulan madu disana. Kini waktunya mereka harus segera kembali ketanah air. Karna Bisma dan Calista telah usai melakukan perjalanan bulan Madu mereka di new Zealand.
Apalagi pekerjaan Bisma di Jakarta sudah menanti Bisma di Zulkarnain Group. Bisma mempercayakan pekerjaan Nya kepada Tuan Zulkarnain dan Carlos selama Bisma dan Calista berada di New Zealand.
Setelah mendapat perintah dari Bisma, Alvin langsung mengatur kepulangan mereka ke tanah air. Dibantu oleh pilot dan Co pilot yang menerbangkan pesawat jet pribadi milik Tuan Zulkarnain.
Perjalanan mereka kali ini benar benar berkesan di hati Bisma dan juga Calista. Sekalipun dengan kedatangan Elsioni yang sempat membuat mood Calista menjadi hilang melakukan perjalanan bulan madu di New Zealand.
Tetapi Alvin dapat menghandle Elsioni hingga Elsioni tidak dapat mengganggu Calista dan Bisma lagi. Selama mengadakan perjalanan bulan madu di New Zealand.
"Kak Bisma, semuanya telah selesai. Sepertinya saatnya kak Bisma dan kakak ipar segera berangkat ke bandara. Karena pilot dan jajarannya di sana sudah menunggu kalian." ujar Alvin sambil membantu Bisma mengangkat barang bawaan mereka yang lumayan banyak.
Karena Calista dan Bisma membeli beberapa barang yang akan Ia berikan kepada Ibu Intan, Pak Nando, Tuan Zulkarnain, Nyonya Katarina tidak lupa Tiwi dan Dewi dan juga Carlos. Ia juga tidak lupa membawa buah tangan untuk kepada dokter Gibran dan juga listra sahabatnya.
Berharap ia dapat bertemu dengan listra setelah kembali dari New Zealand. Apalagi setelah mendapat informasi Kalau Wulan dan Listra akan datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Bisma.
"Sayang apa semuanya sudah beres." tanya Bisma kepada Calista yang sudah bersiap melangkahkan kaki keluar dari kamar yang selama ini mereka tempati selama berada di New Zealand.
"Iya Mas, Sepertinya barang-barang kita sudah ada di dalam koper semua dan dibawa oleh Alvin ke bawah." ucap Calista sembari mengembangkan senyumnya. Bisma langsung menggandeng tangan Calista keluar dari kamar masuk ke dalam lift agar mereka segera berlalu menuju bandara.
Ketika Bisma dan Calista sudah tiba di Auckland internasional air port Selandia Baru mereka sudah disambut oleh pilot, co pilot dan pramugari yang akan menemani mereka Selama perjalanan dari bandara Auckland internasional air port Selandia Baru ke bandara Soekarno Hatta.
"selamat datang Tuan Bisma, Nyonya !" Semoga perjalanan Anda selama berada di negara ini menyenangkan." ucap pilot itu sambil memberi salam kepada Bisma dan Calista yang baru tiba di bandara.
Bisma mengembangkan senyumnya sembari menatap pilot yang akan menerbangkan pesawat jet pribadi Tuan Zulkarnain itu dengan tatapan penuh arti. Pilot itu pun mempersilahkan Bisma dan Calista menaiki jet pribadi yang akan mereka tumpangi menuju tanah Air.
Setelah mendapatkan izin terbang dari pihak bandar, Pilot dan jajarannya sudah bersiap take Off dari bandara Auckland internasional airport. Kini Calista dan Bisma sudah duduk dan menikmati Fasilitas yang ada didalam pesawat jet pribadi milik Tuan Zulkarnain yang di berikan Khusus digunakan Bisma dan Calista, selama mengadakan perjalanan bulan madu di new Zealand.
Hadiah Yang sangat berarti bagi Bisma dan calista kali ini sangat berkesan bagi Bisma. Karena Nyonya Katrina Dona sangat mengetahui keinginan Calista yang memiliki impian pergi ke new Zealand. Kaena Calista senang menonton film Bollywood yang sering mengadakan shooting film di new Zealand Selandia baru dan juga Skotlandia
****
"Sayang tunggu dong!" panggil Carlos sambil meraih tangan Dewi yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya menuju lift khusus karyawan. Kaena sore itu, Dewi ingin segara pulang kerumah. Karena Tubuhnya terasa lelah. Apalagi Tiwi hari itu, tidak bekerja.
"Sayang sayang! sayang dari Hongkong? gerutu Dewi sambil membalikan tubuhnya melihat kearah Carlos yang menarik tangannya.
Carlos hanya mengembangkan senyumnya menatap Dewi yang sudah kesal melihat Carlos.
"Jangan cemberut gitu! mas jadi geram lihatnya" ucap Carlos melihat Dewi memonyongkan bibirnya.
Cup
Carlos mengecup bibir Dewi. Dewi terperangah ketika mendapat Kecupan tiba tiba dari Carlos. Carlos langsung menarik tangan Dewi masuk ke lift khusus petinggi perusahaan."berani-beraninya pak Carlos mengecup ku!" pekik Dewi
"Kamu juga nekat mencium Ku saat di pesta." sahut Carlos tidak mau kalah.
"Ya Alloh, tambahkan lah hambamu ini menghadapi manusia seperti pak Carlos ya Alloh." ucap Dewi sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Carlos yang seolah tidak ingin pisah dengan Dewi. Ia ingin sekali selalu bersama Dewi dan Carlos sudah nekad dalam waktu dekat, Carlos akan melamar Dewi.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih....
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏
Mampir yuk ke karya baru Emak "Jodoh diusia senja"