I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 117. TIWI KESAL



Setelah Carlos dan Dewi menghantarkan Sean dan juga Mia ke sekolah. Dewi dan Carlos langsung menuju kantor Zulkarnain group. Tiwi sudah menyambut kedatangan mereka. Lamaran yang dilakukan keluarga Carlos kepada Dewi sama sekali belum diketahui oleh Tiwi.


"Loh kalian kok bisa bareng?" tanya Tiwi penasaran melihat sosok Dewi dan Carlos turun dari mobil yang sama. Carlos mengembangkan senyumnya. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Tiwi.


Ia hanya berjalan dengan menggandeng tangan Dewi. Membuat Tiwi mengerutkan keningnya.


"Hello..... ada orang di sini. Tidak perlu seperti itu main pergi begitu saja tanpa menyapaku." gerutu Tiwi yang tidak terima Carlos meninggalkannya begitu saja,tanpa menyapa Tiwi


Ngapain juga aku harus menyahut pertanyaan kamu yang konyol itu. Jelas-jelas kamu sudah mengetahui kalau Dewi calon istriku." ucap Carlos membuat Tiwi mengerutkan keningnya.


"Calon istri?


"Calon istri darimana? calon istri dari Hongkong? belum tentu juga sahabatku Dewi menerima cinta pak Carlos."Pekik Tiwi yang tidak terima dicuekin oleh Carlos.


Carlos tertawa ngakak mendengar jawaban dari Tiwi.


" Siapa bilang Dewi menolak cintaku? sok tahu kamu." ucap Carlos sembari langsung berjalan meninggalkan Tiwi di sana. Semetara Dewi hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan antara Tiwi dan Carlos.


Tiwi mengikuti Carlos dan Dewi masuk ke lift khusus petinggi perusahaan. "Kamu ini kepo bangat sih dengan urusan orang lain!" ucap Carlos sambil nyengir menatap Tiwi dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Heh bolot!" bukan kamu lebih dulu mengetahui siapa sosok Dewi. Saya yang lebih tahu dia dibandingkan kamu. Jangan sok-sokan. Nanti gue komporin si Dewi biar ditolak lamaran lo." ucap Dewi tidak memiliki rasa sungkan sedikitpun kepada Carlos walaupun Carlos merupakan atasannya sendiri.


Komporin saja kalau bisa. Yang pasti tinggi saja undangan pernikahan kami." ucap Carlos sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik Dewi membuta Dewi merasa sedikit malu di hadapan Tiwi.


"Hello.... disini itu bukan hanya kalian berdua saja. Ada Tiwi disini. Main nyosor aja." gerutu Tiwi melihat Carlos berani mengecup wajah cantik Dewi di hadapannya.


"Siapa suruh ngikutin kita. salah sendiri kan, harus melihat kemesraan kita berdua. Makanya suruh dokter tampan kamu itu cepat cepat pulang dari kampung." ucap Carlos yang dapat membuat Tiwi kesal.


Ia langsung keluar dari lift, ketika sudah tiba di lantai sepuluh. "Dasar atasan tidak Adah akhlak." umpat Tiwi sambil langsung melangkah keluar dari lift itu.


"Mas jangan buat Tiwi kesel dong. soalnya Tiwi masih menunggu kepulangan dokter Gibran dari Sumatera. Jangan membuat Tiwi sedih dengan tingkah konyol mas itu."ujar Dewi ketika melihat Tiwi melangkah keluar dengan kekesalannya.


Mas sengaja menjahilinya sayang. Karena sebelumnya Tiwi selalu menjahili mas dan mengatai mas tidak menyukai sosok wanita. Bahkan Tiwi menuduh Mas menyukai sesama jenis."ucap Carlos yang mampu membuat Dewi langsung tertawa ngakak.


"Awalnya Dewi juga menduga hal yang sama seperti apa yang diucapkan Tiwi kepada mas. Karena selama Dewi dan Tiwi bekerja di kantor ini, tidak pernah sekalipun Mas jalan dengan seorang wanita.


Carlos menatap Dewi dengan tatapan penuh arti. Sulit bagi Mas untuk berdamai dengan keadaan dan percaya kepada seorang wanita. Setalah apa yang dilakukan ibu kepada Papa. hanya kamu yang mampu membuat Mas kembali yakin akan Cinta sejati dan juga percaya kalau wanita. Kalau wanita itu tidak sama." ucap Carlos kepada Dewi.


Dewi mengembangkan senyumnya sambil menatap Carlos dengan tatapan penuh cinta. "Sudah Mas!" ini waktunya jam kerja. Lebih baik Mas langsung masuk ke ruang kerja mas. Aku akan memulai aktivitasku kembali." ujar Dewi sambil meninggalkan Carlos di depan ruang kerjanya. Carlos menatap kepergian Dewi sampai bayangan Dewi benar-benar menghilang dari hadapannya.


Dewi menghampiri Tiwi yang sudah memulai aktivitasnya seperti biasanya. Dengan penuh semangat Tiwi mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai office girl di Zulkarnain Group. Tak ada keluhan dari Tiwi yang ia tahu, hanya bekerja agar tugas dan tanggung jawabnya cepat selesai dan dia bisa istirahat.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang Waktunya mereka istirahat. Tiwi langsung meninggalkan Dewi tanpa berpamitan kepadanya. Entah mau ke mana Dewi juga tidak mengetahuinya. Yang pasti siang itu Tiwi buru-buru keluar dari kantor Zulkarnain Group.


"Sayang kita makan siang yuk!" ajak Carlos kepada Dewi yang tiba-tiba hadir di pantry.


"Mas ngagetin saja. Kalau masuk ke ruangan itu tegur sapa dulu mas. "Assalamualaikum kek atau apa kek." Gerutu Dewi yang terhenyak melihat kehadiran Carlos di sana. Carlos hanya nyengir menatap calon istrinya dengan tatapan penuh cinta.


Sedangkan Tiwi sudah berada di bandara internasional Sukarno-Hatta. Karena Tiwi sudah mendapat sambungan telepon selulernya dari Gibran. Kalau Gibran hari itu juga tiba di bandara.


"Dokter Tampan!" teriak Tiwi ketika Tiwi sudah melihat Dokter Gibran sudah datang menghampirinya.


"Sayang sudah lama menunggu?" tanya dokter Gibran kepada Tiwi karna sudah melihat Dewi menunggunya di sana.


"Tidak!"paling sekitar 20 menit saja. Sahutnya sambil mengembangkan senyumnya. Gibran meraih tubuh wanita yang sudah mencuri hati. "Mas sangat merindukanmu sayang!" ucap Gibran sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik Tiwi.


"Tiwi juga sangat merindukanmu dokter tampanku sayang!" sahutnya sambil nyengir. Tiwi dan dokter Gibran berlalu dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah yang selama ini ditempati oleh dokter. Rumah hasil kerja keras dokter Gibran selama berada di kota Jakarta.


Sementara di tempat lain, Dewi menunggu kepulangan Tiwi ke kantor. Tetapi yang ditunggu tak kunjung Tiba. Membuat Dewi bertanya-tanya dalam hati. "Kemana Tiwi? kenapa sampai jam segini belum pulang ke kantor? tanya Dewi sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Ada apa Sayang!"


"Tiwi belum pulang kekantor setelah istrihat makan siang tadi.Padahal Tiwi tidak ada bilang apa apa kepada Dewi.


"Sudah tidak perlu kwatir, paling juga dia pergi ke Bandara


"Bandara?


"Iya, Jemput Dokter tampan Tiwi." ucap Carlos


"Kok Mas tau!"


"Ya tahulah jaringan Mas kan ada di mana-mana jadi jangan sepele melihat calon suami kamu ini." ucap Carlos kepada Dewi membuat Dewi menatap Carlos dengan tatapan tajam


Padahal Carlos mengetahui kalau dokter Gibran hari itu kembali ke Jakarta setelah mendapat informasi dari Calista. Calista yang meminta dokter Gibran segera kembali ke Jakarta Ia tidak ingin sahabatnya Tiwi selalu merindukan dokter Gibran. Apalagi ayah dari dokter Gibran sudah mulai menunjukkan perkembangan kesehatan sehingga dokter Gibran menyetujui permintaan Calista untuk segera kembali ke Jakarta.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏