I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.151 PERMOHONAN TUAN BASKORO



Carlos kembali ke kamar setelah berbicara kepada tuan Baskoro. Dewi menghampirinya. "Ada apa mas? dari raut wajah Mas sepertinya ada sesuatu yang terjadi?" Dewi langsung menakup wajah suaminya dengan Kedua telapak tangannya.


"Mami.


"Mami?


"Maksud Mas apa? coba beritahu sama Dewi yang sebenarnya.


"Ya sepertinya kamu sudah mengetahui bagaimana masa lalu Mas dan juga Papi yang ditinggal pergi oleh mami.


"Ya, Mas sudah pernah cerita itu kepada Dewi. Terus Ada apa mas?


"Mami sekarang sekarat di rumah sakit. Dan Sepertinya dia membutuhkan golongan darah yang sama. Kebetulan persediaan golongan darah yang sama seperti mami di rumah sakit tempat mami saat ini dirawat kosong. Dan pihak rumah sakit juga sudah mencari di PMI yang ada di kota ini. Tetapi hasilnya nihil.


"Papi meminta Mas untuk mendonorkan darah mas kepada mami. Jujur Mas masih kecewa atas apa yang sudah mami lakukan kepada Mas dan juga Papi. Tetapi papi masih berhati baik dia memohon kepada mas, agar Mas bersedia mendonorkan darah kepada wanita yang sudah menyakiti hatinya.


dan mengkhianati cintanya.


Dewi memeluk Carlos. "Itu artinya papi masih sangat sayang dan cinta kepada mami. Tidak salah kalau kita membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan kita. Apalagi itu seorang ibu. Ibu yang melahirkan Mas ke dunia ini. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan mas.


Jadi menurut Dewi, jika situasi memungkinkan Mengapa tidak? jadi lakukan seperti apa yang Papi minta kepadaMu Mas. hitung-hitung mas membalas Budi baik Mami telah melahirkan mas untuk Dewi." ucap Dewi sambil langsung mengecup bibir ranum suaminya. Membuat hati suaminya menjadi menghangat. Dewi Memberikan pedoman kepada Carlos agar Carlos bersedia mendonorkan darahnya kepada ibu kandungnya sendiri.


lokasi rumah sakitnya saat ini di mana sayang? tanya Dewi kepada Carlos yang belum mengetahui sama sekali lokasi Rumah Sakit tempat Nyonya Anjani dirawat. Lokasinya tidak jauh dari rumah om Zulkarnain. Karena semenjak Mami dan suaminya kembali dari California dan kembali tinggal di Indonesia, mereka tinggal tidak jauh lokasinya dari rumah utama Om Zulkarnain.


Memangnya semenjak kapan Mami sudah tinggal di Indonesia lagi Mas?


"Menurut apa yang dikatakan Papi, mami tinggal di Indonesia ketika kita melakukan perjalanan bulan madu di Sumatera. Itu sih informasi yang Mas tahu." sahut Carlos.


"Ya sudah Mas, lebih baik kita langsung ke rumah sakit sekarang. Siapa tahu dengan mas dapat mendonorkan darah Mas kepada mami, kondisi Mami semakin membaik." ujar Dewi berharap Carlos bersedia mendonorkan darahnya.


Carlos menghela nafas panjang dia tidak langsung menjawab apa yang dikatakan Dewi kepadanya. Setelah Dewi berusaha membujuk Carlos, akhirnya Carlos pun bersedia menemui Nyonya Anjani di rumah sakit malam itu juga.


Malam itu, Carlos dan Dewi berpamitan kepada Tuan Baskoro kalau mereka ingin menemui Nyonya Anjani di rumah sakit. Tuan Baskoro bernafas lega. Itu artinya Carlos bersedia mendonorkan darahnya.


"Ya sudah Kalian berangkat sekarang. Kalian hati-hati di jalan." ujar Tuan Baskoro sambil memperhatikan Carlos dan Dewi keluar dari rumah yang mereka tempati.


Di sepanjang perjalanan Dewi terus menguatkan suaminya, agar suaminya tidak memendam rasa dendam lagi kepada Nyonya Anjani ibu kandung Carlos.


Mereka berjalan masuk ke rumah sakit padahal Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Carlos menghampiri salah satu perawat yang kebetulan lewat di sana.


Permisi suster pasien kecelakaan atas nama Nyonya Anjani di mana ya? Tanya Carlos terburu-buru. Oh pasien kecelakaan atas nama Nyonya Anjani berada di ruang ICU. kondisinya sekarat. Sepertinya nyonya Anjani tidak dapat bertahan lama jika pendonor tidak dapat ditemukan.


Sayangnya hingga sekarang kami kesulitan untuk mencari golongan darah yang sama dengan Nyonya Anjani karena golongan darah yang dimiliki Nyonya Anjani cukup langka. Suster itu memaparkan apa yang terjadi kepada Nyonya Anjani sehingga Nyonya Anjani harus segera mendapatkan donor darah. Karena pendarahan yang dialami oleh Nyonya Anjani cukup parah.


"Saya putranya sepertinya golongan darah saya cocok untuk Nyonya Anjani." ucap Carlos membuat Suster itu bernafas lega. "Tuan Serius kalau Tuan Putra dari Nyonya Anjani?" tanya suster itu belum percaya.


"Ya saya Carlos bin Baskoro putra dari Nyonya Anjani dan Tuan Baskoro. Jadi saya harap tolong periksa golongan darah saya. siapa tahu bisa mendonorkan darah saya kepada Mami saya." ucap Carlos kepada suster itu.


Suster yang bertugas di sana pun langsung meminta Carlos masuk ke ruang pemeriksaan. Karena Carlos juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, dapat melihat Nyonya Anjani di ruang ICU. Karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan keluarga pasien masuk ke ruang ICU, jika jamnya belum tiba.


Ketika suster dan dokter memeriksa kondisi kesehatan Carlos, ternyata Carlos dapat mendonorkan darahnya kepada Nyonya Anjani. Ada rasa bahagia di hati Dewi. Ternyata suaminya dapat mendonorkan darah kepada Ibu mertuanya.


"Alhamdulillah ternyata Mas bisa mendonorkan darah mas kepada mami. Setidaknya sampai Mami mendapatkan persediaan darah dari tempat lain." ucap Dewi sambil langsung memeluk suaminya di hadapan suster dan dokter yang bertugas di sana.


Ia seolah tidak peduli dengan tatapan dokter itu. Yang Dewi harapkan, dapat memberikan kekuatan kepada suaminya. Agar suaminya berlapang dada untuk membantu ibu kandungnya sendiri. Malam itu juga Carlos mendonorkan darahnya kepada Nyonya Anjani. Berharap dengan darah Carlos yang mengalir di tubuh Nyonya Anjani. Nyonya Anjani dapat pulih kembali.


"Ya Alloh sembuhkan mami Anjani. Mudah mudahan jika mami Anjani Pulih, mas Carlos dapat berkumpul kembali dengan mami Anjani." Dia Dewi dalam hati sambil netranya menatap suaminya dengan tatapan intens.


Ketika Dewi mendengar kalau saat ini, nyonya Anjani sudah ditinggal oleh suami keduanya menghadap Sang khalik. Dewi berharap Tuan Baskoro dan nyonya Anjani kembali dapat bersatu. Karena sebelumnya di antara Tuan Baskoro dan nyonya Anjani tidak ada perceraian.


Nyonya Anjani pergi begitu saja meninggalkan Tuan Baskoro dan Carlos saat itu. Tanpa sepengetahuan Tuan Baskoro. beberapa tahun kemudian, Tuan Baskoro mengetahui kalau Nyonya Anjani sudah menikah dengan seorang lelaki pengusaha kaya raya.


Tuan Baskoro tidak menuntut apa-apa kala itu. Ia membiarkan wanita yang sangat ia cintai berbahagia dengan lelaki lain. Sekalipun hatinya kala itu sangat sakit dan perih telah dikhianati sang istri. Prinsip Tuan Baskoro melihat wanita yang dicintainya bahagia dengan pilihannya, itu sudah cukup baginya. Tidak ada niatan sedikitpun di hati Tuan Baskoro untuk mempermalukan istrinya saat itu. Karena di antara mereka belum ada perceraian.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang? tanya Carlos setelah mendonorkan darahnya kepada Nyonya Anjani. Tidak apa-apa Mas, namanya juga suami sendiri. Ya harus dilihat dong. Tidak mungkin Dewi melihat suami orang lain. Bisa-bisa istrinya menuduh Dewi menjadi seorang pelakor. Dewi tidak ingin di cap orang menjadi seorang pelakor." ucap Dewi sambil terkekeh.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓