
Dua hari kemudian pasca kecelakaan yang menimpa Tiwi, kini kondisi Tiwi sudah semakin membaik dan saat ini sudah berada di rumah kontrakan orang tuanya. Walaupun luka yang dialami Tiwi belum sembuh total.
Seperti semula. Tetapi karena Tiwi begitu semangat ingin menghadiri pesta pernikahan Calista dengan Bisma. Tiwi seolah tidak ia merasakan luka yang ada di tubuhnya.
Dikamar Calista sudah terlihat cantik dan anggun, karna MUA yang ditugaskan Bisma untuk merias Calista sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Calista sudah tampak cantik dan mempesona. Membuat setiap orang yang melihatnya akan terpesona. Apalagi Calista di Balut dengan kebaya cantik dan elegan yang dirancang khusus oleh perancang terkenal langganan keluarga Zulkarnain.
Ibu Intan masuk kedalam kamar untuk melihat persiapan putrinya. Putri satu satunya yang selama ini ia dambakan. Ibu meneteskan air matanya. Rasanya berat melepaskan Calista apalagi Calista baru saja Hadir ditengah tengah keluarga Pak Nando Bu intan. Kehadiran Calista di kehidupan Pak Nando dan Bu intan, membuat hidup mereka semakin berwarna.
"Ya ampun tenyata putri Ku sudah dewasa, kamu harus baik baik ya nak! dan Jadilah istri yang yang baik Buat Nak Bisma dan menantu yang baik untuk Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona." ucap Ibu Intan sembari meneteskan air matanya.
"Ibu kok nangis sih?" kan kita tidak kemana mana, Calista masih stay di Jakarta kok, jadi masih bisa setiap saat jika ibu merindukan Calista toh kita masih bisa ketemu kok."ucap Calista sembari memeluk Ibu Intan. Sementara Pak Nando yang baru masuk langsung memuji kecantikan Calista
"Wah Putri papa cantik sekali." puji Pak Nando
"Sebentar lagi kamu sah menjadi istri Bisma Zulkarnain dan menentu keluarga Zulkarnain." ucap Pak Nando sembari Mengebangkan senyumnya.
Callista menatap Pak Nando dengan tatapan penuh arti.
" Bu.....Pa....,doain Calista ya, semoga Calista dan mas Bisma menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah." ucap Calista sambil memeluk Ibu intan dan juga Pak Nando
"Itu sudah pasti Putriku sayang."
"Ya nak, Ibu pasti mendoakan putri ibu yang paling cantik ini." ucap Ibu intan sembari mengecup kening Calista
Ditempat lain Bisma dan keluarga sudah bersiap berangkat ke rumah utama keluarga Pak Nando. Karna akad nikah di adakan di kediaman keluarga Pak Nando
"Nak kamu sudah siap?" tanya Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona
"Insya Allah Bisma siap Pi." sahut Bisma sambil tersenyum kearah tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina dona
Kalau begitu kita berangkat sekarang. Karna Sepupu kamu Wulan sudah datang juga." ucap Nyonya Katarina Dona, agar mereka segera berangkat kekediaman Pak Nando untuk melaksanakan akad nikah. Bisma tampak tidak sabaran ingin langsung bertemu dengan Calista Kekasih pujaan hatinya.
Bisma dan keluarga pun berangkat kekediaman Pak Nando. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit keluarga Tuan Zulkarnain sudah tiba dikediaman Pak Nando. Dan pak penghulu juga sudah tiba.
Pak Nando. Pak Nando sudah menyambut kedatangan keluarga besar Tuan Zulkarnain
"Selamat datang Tuan Zulkarnain!" ucap Pak Nando sembari memberi salam dan pelukan kepada Tuan Zulkarnain. Semua anggota keluarga sudah bersiap untuk menyaksikan akad nikah Calista dan Bisma.
"Bagaimana pak akad nikahnya sudah bisa kita mulai?" tanya pak penghulu kepada Pak Nando dan juga Tuan Zulkarnain.
"Sebentar Ya pak!" saya lihat mempelai wanitanya dulu sudah siap apa belum." ucap Pak Nando sembari pergi kekamar Calista
"Sayang keluarga Bisma dan penghulu sudah datang." ucap Pak Nando kepada Lita dan Ibu intan
Jantung Calista langsung berdegup kencang. ia sedikit gugup ketika Pak Nando memberitahu kalau keluarga Bisma dan Tuan Zulkarnain sudah tiba di kediaman Pak Nando. Itu pertanda sebentar lagi Calista akan sah menjadi istri dari Bisma dan menantu keluarga tuan Zulkarnain.
"Bagaimana sayang apakah kamu sudah siap?" tanya Pak Nando kepada calista "
"Insya Allah Calista siap pa." ucap Calista sembari langsung memeluk Pak Nando
"Tak terasa putri papa sudah menjadi seorang istri juga, jadilah istri yang baik buat Nak Bisma dan menantu yang baik buat keluarga Tuan Zulkarnain ya nak!" ujar Pak Nando sembari mengajak Calista keluar dari kamar, karna akad nikah akan segera dimulai.
"Bagaiman sudah bisa kita mulai?"
"Sudah pak!" sahut Pak Nando dan tuan Zulkarnain.
"Saya terima nikah dan kawinnya Calista Binti Hermawan dengan mas kawin tersebut tunai."
"Bagaimana para saksi Sah?
"Sah"
"Sah." sahut para kerabat dan tamu undangan yang hadir di acar akad nikah Calista dan Bisma. Setelah acara akad nikah selesai dilaksanakan di rumah Pak Nando, iring iringan mobil pengantin menuju tempat resepsi diadakan. Yaitu di hotel bintang lima milik keluarga Bisma sendiri dan EO yang menangani pesta pernikahan Bisma dan Calista adalah perusahaan anak cabang Zulkarnain group.
"Semua keluarga sudah tampak antusias menghadiri pesta pernikahan calista dan Bisma tidak terkecuali dengan Wulan dan listra yang datang dari Medan khusus untuk menghadiri pesta perbaikan Calista dan juga Bisma. Tiwi dan Dewi juga tidak ketinggalan, Mereka tampak bahagia melihat pernikahan sahabat mereka
Calista terkejut melihat pesta pernikahannya dihadiri banyak kolega bisnis Zulkarnain group dan diadakan di hotel berbintang yang membuat nuansa pesta pernikahan Calista dan Bisma begitu mewah dan elegan.
Tampak beberapa wartawan juga hadir untuk meliput pesta pernikahan mereka Hal itu membuat Calista merasa tidak nyaman. Padahal sebelumnya Calista sudah memohon kepada Bisma Kalau acara pernikahan mereka diadakan sederhana hanya dihadiri kerabat dekat dan para tetangga.
"Mas, bukannya dari awal Calista sudah mengatakan kepada mas kalau pesta pernikahan kita diadakan secara sederhana tetapi Mengapa diadakan resepsi pernikahan seperti ini? dan dihadiri dari kolega bisnis dan juga para wartawan?
"Mas juga tidak tahu sayang dari awal Mas sudah mengatakan kepada Mami dan Papi tetapi Mami dan Papi sepertinya ingin melaksanakan pesta pernikahan kita secara mewah seperti ini dan Mas tidak boleh menolaknya ucap Bisma enteng.
Padahal, itu merupakan salah satu rencana Bisma selama ini. Ia menyanggupi permintaan Calista agar Calista tidak membatalkan pernikahan mereka.
"Jangan bilang Mas tidak mengetahui ini pasti ini sudah sebagian rencana Mas bukan? tuduh Calista sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam. suami yang baru hitungan menit sah menjadi suami dari Calista Hermawan.
"Mas juga tidak mengetahuinya Sayang jangan menuduh Mas seperti itu dong. lagian kan Mas sudah janji kepada kamu kalau kita mengadakan pernikahannya secara sederhana dan tidak dihadiri oleh para wartawan.
Tetapi Mami dan Papi sendiri yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pesta pernikahan kita. Mereka tidak ingin melewatkan momen bahagia ini. Karena bagi mereka pesta pernikahan seorang Bisma Zulkarnain hanya sekali seumur hidup.
Dan itu tidak akan bisa dilupakan. Sehingga Papi dan Mami yang menginginkan ini semua." ucap Bisma Zulkarnain agar Calista tidak terus menuduhnya bahwa Bisma ingkar janji terhadapnya.
Calista menghela nafas berat, ingin marah tetapi ia tidak dapat melakukannya lagi semuanya sudah terlanjur.
"Sudah Sayang mungkin Mami dan papi ingin menunjukkan pada semua orang kalau kamu itu adalah menantu keluarga Zulkarnain."ucap Bisma sambil langsung merangkul tubuh mungil Calista.
"Pesta pernikahan Calista dan Bisma mewah sekali ya!" ucap Tiwi kepada Dewi yang turut hadir acara pesta pernikahan Bisma dan Calista.
" iya namanya juga pesta putra dari pengusaha kaya di kota ini." ucap Dewi yang ikut takjub melihat kemewahan pesta pernikahan Bisma dan Tiwi
Calista dan Bisma sudah berada diatas pelaminan.
Bisma tampak bahagia Karna Calista sudah sah menjadi istrinya. Senyum bahagia terlihat diwajah tampan Bisma.
"Sayang mas sangat bahagia sekarang karna kamu sudah sah menjadi istri mas!" bisik Bisma tepat ditelinga Calista
"Mas, nanti dulu ngomongnya, lihat tuh tamu undangan sudah berdatangan untuk sekedar mengucapkan selamat kepada kita." bisik Calista
"Kok panggil Mas sih?"
"Panggil sayang song kan sudah sah menjadi suami kamu sayang!" ucap Bisma sembari langsung mengecup wajah cantik Calista tanpa peduli kepada orang orang yang hadir disana yang ingin memberi salam kepada calista dan Bisma.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏