DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
Chapter 99 Menghentikan I



Gulungan itu dibuka oleh Kazekage Shinki, dan menaikan alisnya melihat isi dalam surat. "Sekarang jam 09.10, masih ada waktu 21 jam lagi." Kazekage Shinki mengelus dagunya, langkah apa yang ia harus lakukan untuk menghentikan kudeta, tanpa harus ada korban.


Kondisi internal Sunagakure juga sedang kacau, karena banyak shinobi yang tewas melawan monster. Jika terjadi kudeta maka tidak mungkin rakyat sipil akan menjadi korban. Di tambah lagi dalam surat itu masih ada 3 klan yang terlibat kudeta, yaitu klan Yukizu, klan Santotsu, dan Klan Oeri.


"Kazekage sama, aku ada ide. Ide pertama bantai semua klan yang terlibat sebelum terjadi kudeta, dan anda tidak perlu terlibat, cukup kami yang melakukannya. Ide kedua kami akan mengeliminasi para tetua, dan ketua klan, agar tak banyak jatuh korban," usul Akira.


"Sepertinya ide bagus. Aku memilih ide yang kedua, pasti mereka dalang dibalik rencana kudeta ini. Dengan begini Sunagakure selamat."


"Aku memilih ide yang kedua, kalaupun bisa tangkap saja, jangan dibunuh. Jika tidak bisa apa boleh buat, aku akan mengerahkan ANBU Sunagakure untuk berjaga-jaga," Kazekage Shinki tersenyum puas atas usulan Akira. Dia tidak ingin banyak korban berjatuhan.


•••


15 menit kemudian.


Akira, Shinichi, Denji, Byakuya dan Reina sedang berada di dalam penginapan yang cukup mewah di Sunagakure. Akira juga menteleportasikan Mishima dan Azura ke penginapan lebih tepatnya hotel, untuk andil dalam misi pembunuhan ini. Akira sudah menceritakan kondisi dan misi yang akan dilaksanakan.


Semua sudah memakai seragam Ryutsuki dan topeng motif naga, kecuali Denji memakai topeng cyborg Sora Kiba dengan warna merah dan dua garis topeng berwarna jingga. Setelah naik ke level 2 Sora Kiba warna topeng cybornga bisa diubah ke warna merah dengan dua garis guratan jingga, level 1 Sora Kiba warna abu-abu dengan garis guratan biru terang.


•••


5 menit kemudian.


Semua anggota organisasi Senso no haijo keluar dari pusaran portal kamui, dan tiba di aula perkumpulan petinggi klan Oeri.


Swush!


Cwiwiw!


Tiga tetua klan bernama Oeri Jo, Oeri Anuki, dan Oeri Suki serta ketu klan Oeri bernama Oeri Amu yang sedang mengadakan rapat rencana kudeta, semuanya membulatkan mata.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?" Oeri Amu bangkit dari duduknya dan menaikan tingkat kewaspadaannya, pedang ninjato yang berada di atas meja langsung ditarik gagangnya dan dihunuskan ke arah Akira serta anggota yang lain.


"Aku hanya ingin menyapa." Tubuh Akira berkedip dan muncul di atas meja berbentuk persegi panjang serta duduk di atasnya, tepat di depan tetua Oeri Jo yang berhadapan dengan Oeri amu.


"Aku hanya ingin memberikan empat tawaran, pertama hentikan kudeta dan aku akan memberikan kalian kompensasi, kedua kami akan menghentikan kudeta dengan membantai semua anggota klan Oeri, ketiga kalian menyerah dan aku pastikan Sunagakure tidak akan menghukum berat kalian, atau yang keempat bertarung dengan kami sampai mati, dan kami akan mengampuni semua anggota klan Oeri," kata Akira dengan nada yang mengancam.


"Terlalu banyak bicara!" Oeri Anuki langsung mengambil pedang besar yang ditaruh di paha kanannya dalam keadaan berdiri dan langsung menebas tubuh Akira.


Cwiwiw!


Pedang itu hanya menembus tubuh Akira dan tak melukainya sama sekali, karena Akira menggunakan kamui untuk memindahkan tubuhnya ke dimensi kamui.


"Tidak mungkin?!" Oeri Anuki membelalakan matanya.


"Akan aku tunjukan kekuatanku setelah naik level jonin 6, Rinbo hengoku!" mata sharingan Akira 7 tomoenya menyala terang.


Bam!


Bam!


Brak!


Oeri Jo, Oeri Amu, Oeri Anuki, dan Oeri Suki tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada petir, tidak ada badai langsung terpental. Keempatnya menabrak dinding aula klan Oeri, tulang rusuk mereka patah.


"Guhak!" Oeri Jo, Oeri Amu, Oeri Anuki, dan Oeri Suki memuntahkan cairan merah sangat banyak dari mulutnya. "Huft ... huft ... huft ... Aaaakht!"


Satu menit kemudian, mereka menghembuskan nafas terakhirnya dalam keadaan lidah menjulur keluar.


Mishima sudah merekam semua kejadian itu, lalu memberikannya pada Akira. "Kerja bagus paman Mishima," Akira tersenyum puas lalu memberikan smartphone itu pada Mishima lagi.


•••


5 menit kemudian.


Swush!


Cwiwiw!


Akira dan semua anggota Senso no haijo keluar dari pusaran portal kamui, lalu muncul di aula kecil klan Yukizu.


Ketua klan Yukizu Oda sedang menjelaskan rencana kudeta dan dibelakangnya ada 10 tetua klan Yukizu sedang duduk ala orang jepang.


Di depan Yukizu Oda, duduk ala orang jepang 30 jounin elit klan Yukizu sedang mendengarkan penjelasan rencana kudeta yang disampaikan oleh Yukizu Oda dengan sangat khidmat.


Akira muncul di samping Yukizu Oda. Denji, Byakuya, Reina, Shinichi, Mishima, Azura, dan Hizuga berada di belakang barisan terakhir jounin elit dengan tangan disedekapkan santai.


Yukizu Oda yang mempunyai reflek yang sangat baik, langsung menarik katana miliknya yang berada di samping kanan. Lalu secepat kilat menebas Akira, lagi-lagi bilah katana itu hanya menembus Akira.


Bam!


Pelipis kanan Yukizu Oda terkena tendangan Akira. Mishima kembali merekam, "Action! Oraaa!" teriak Mishima berakting sebagai sutradara film.


30 jounin elit tidak bisa bergerak, karena semua tubuh mereka diselimuti pasir besi milik Byakuya.


"Kalau ada tamu itu dihormati, bukan malah memberi tebasan pedang." Akira mengacungkan telunjuk kanan lalu menggerak-gerakannya sebagai isyarat untuk memberikan smartphone yang sudah merekam pembantaian ketua dan tetua klan Oeri, pada Akira.


Cwuszh!


Smarphone itu sudah berada di tangan Akira, lalu ditekan untuk memutar video itu. "Lihatlah!" Akira menunjukan rekaman itu pada Yukizu Oda dan 10 tetua klan, "Sekarang pilihan ada di tangan kalian, menyerah atau mati!"


Degdeg!


Degdeg!


Degdeg!


Jantung semua anggota klan Yukizu Berdetak kencang bagai genderang mau perang, raut wajah mereka pucat pasi, tubuh mereka bergetar, dan keringat dingin membasahi tubuh mereka, setelah melihat video itu.


"K-k-kami menyerah." Semua anggota klan Yukizu terduduk lemas dan pasrah, Byakuya langsung mengikat tubuh mereka dengan pasir besi.


Tap!


Tap!


Tap!


Secepat kilat Akira menempelkan segel hiraishin satu persatu ke 41 anggota klan Yukizu.


Cwuszh!


41 anggota klan Yukizu, tubuhnya berkedip dipindahkan ke salah satu kamar penjara Sunagakure, yang sudah ditaruh siluet pedang hitam.


"Maaak! Toloong maaak! Keluarkan kami dari penjara maaaak! Hyaaaa!" 41 anggota klan Yukizu, meracau tidak jelas dan saling berdesak-desakan di kamar penjara, yang luasnya hanya 3x3 meter.