
Akira dan Reina sampai di depan pintu gerbang klan Amenoji yang selalu dijaga ketat dengan penjaga jounin elit serta alat canggih kemanan.
"Permisi tuan, aku dokter Shinji Tatsuo. Ingin bertemu dengan Omichi sama. Apakah ada?" tanya Akira tersenyum ramah pada salah satu penjaga.
"Ya, tuan. Mohon izinkan kami masuk." Azura juga ikut tersenyum ramah dan menundu hormat. "Aku asisten dokter Shinji, namaku Kiana Azuru."
"Omichi sama sedang menerima-"
"Jouzi, bukankah Omichi sama katakan jika ada Dokter Shinji Tatsuo datang ke kediaman klan Amenoji, untuk segera menyuruhnya masuk. Walaupun ada tamu penting," potong Ichimonji berbisik pada telinga kiri Jouzi.
Jouzi mengangguk pelan, lalu berkata pada Akira, "Mohon maaf tuan dokter, atas ketidak nyamanannya. Omichi sama sedang menerima tamu, Raikage Y sama. Tapi anda sudah ditunggu di dalam."
"Terima kasih, tuan." Akira dan Azura menunduk hormat pada Jouzi serta Ichimonji.
Mereka berdua melewati alat pindai di pintu gerbang, dan dituntun masuk ke arah mansion patriark Omichi Amenoji.
5 menit kemudian mereka sampai di mansion Omichi dengan 4 lantai di tengah kediaman klan Amenoji.
Omichi, Shuichi, Inoichi, Yakushi ayah Inoichi, Kuzaku, Amoki yang masih menggunakan kursi roda sedang menerima tamu Raikage Y bersama 4 ANBU Kumogakure di aula mansion Omichi.
Kuzaku menatap sinis Shinji, "Lagi-lagi dokter gila ini. Apa hebatnya coba dengan dokter gila ini, hmph!" batin Kuzaku menyeringai sinis, "Menggangu saja, kepentingan klan dan pemerintah desa."
Kuzaku bangkit dengan raut muka garang, "Penjaga, apa kamu buta dan tidak tahu mana berlian dan mana kotoran? Kenapa membiarkan masuk dokter sampah besar itu," tunjuk Kuzaku dengan berapi-api.
Akira dan Azura tersenyum lebar menghadapi ejekan Kuzaku, lalu membungkuk hormat pada Omichi dan Raikage Y, "Maaf Raikage sama dan Omichi sama. Kami menggangu waktu-"
"Tentu saja menggangu," potong Kuzaku menyeringai geram dan tambah berapi-api.
"Tetua, jaga wibawa anda." Omichi pun ikut berdiri untuk menenangkan Kuzaku. "Mohon maaf atas ketidak nyamanannya. Raikage sama dan Dokter Shinji."
"Sharingan." Azura yang melihat tubuh Amoki tambah memburuk dan semakin pucat lalu mengaktifkan sharingan 5 tomoe yang sebelumnya 4 tomoe. "Nona, sebaiknya anda segera gigit tanganku!"
Azura melesat cepat ke arah Amoki dan menyodorkan tangan, kondisi Amoki semakin memburuk. Rujaku terlalu banyak memberikan pil hiringu dengan efektifitas 5% dan mengandung banyak racun.
'Krak!'
"Aaakh!" Azura melingking keras, chakranya terkuras drastis untuk mencegah kondisi Amoki semakin memburuk.
Akira berlari cepat, untuk menangkap tubuh Azura yang akan ambruk. Lalu memberikan pil chakra pada Azura, "Minum dan beristirahatlah! Biar aku yang mengurus nona Amoki." Akira merapal segel tangan, "In'you shoumetsu!"
Akira menaruh tubuh Azura di samping kursi roda Amoki, dan menurunkan Amoki dari kursi rodanya, telapak tangan kanannya sudah diselimuti aura chakra biru terang.
"Jangan berani macam-macam dengan putriku, dokter gila!" bentak Kuzaku mau merebut Amoki tapi di tahan Inoichi.
"Tenang, tetua. Dokter Shinji adalah orang yang menyelamatkan kami dari kepungan bandit Monarki dan menyelamatkan Amoki yang hampir putus tangannya. Jadi mohon percayakan padanya," tegas Inoichi pada Kuzaku yang selama ini sering merendahkannya, meski Inoichi anak dari wakil patriark klan Amenoji.
Raikage Y dan 4 ANBU Kumogakure hanya menggeleng pelan melihat tingkah Kuzaku yang terlalu berlebihan. Kondisi Amoki cukup membaik, tapi chakra Azura belum mampu menghancurkan semua racun yang bersarang ditubuh Amoki.
Tangan kanan Akira ditempelkan pada perut Amoki yang sudah terlentang di permukaan lantai aula mansion Omichi karena darurat.
"Senpo?! Apakah dokter Shinji seorang pertapa atau pengguna sel Kitana juga?! Tapi dari mata dan garis di kelopak matanya itu memang senjutsu," batin Raikage Y berdecak kagum dengan mengernyit.
"Phew ... hampir saja. Jika saja aku salah mengambil keputusan kemarin. Klan Amenoji akan bermusuhan dengan Dokter Shinji Tatsuo dan berakibat buruk, nantinya," batin Omichi menghela nafas panjang.
Akira menghembuskan nafas panjang dan bola air berkompresi tinggi tersebut, Akira masukan perlahan ke bagian ulu hati Amoki.
Kuzaku masih ngotot, agar Akira menghentikan operasi khususnya. Tapi ditahan oleh Shuichi dan Inoichi.
"Kuzaku sama, Aku berjanji. Jika tak bisa menyembuhkan nona Amoki, aku dan asistenku siap jadi budak anda," tegas Akira dan menatap tajam Amoki agar tetap berfokus pada operasi khususnya.
"Ah, sial! Kenapa aku dilibatkan juga dalam masalah Akira?" batin Azura menyeringai kesal.
Operasi khusus Akira, perlahan tapi pasti membersihkan semua racun yang berada di semua organ vital tubuh Amoki. Mulai dari jantung, paru-paru, hati, ginjal, otak, semua aliran usus dan lambung.
Akira tidak perlu menyusun ulang tulang, dan jaringan sel pada tubuh Amoki seperti menyembuhkan Shiina. Karena Amoki penyakitnyan jauh lebih ringan dari Shiina.
"Langkah terakhir, shousen no jutsu!" Akira mengalirkan chakra penyembuhan untuk memulihkan wadah chakra dan juga stamina Amoki. "Phew ... sudah selesai."
'Prok! Prok! Prok!'
Semua orang bertepuk tangan kecuali Kuzaku tertunduk malu karena sikap arogansinya pada Akira. Jelasnya, karena Amoki sekarang 100% pulih, chakra dan stamina kembali penuh serta siap beraktivitas seperti biasa.
"Terima kasih, tuan dokter Shinji. Ini kali kedua, anda menolongku." Amoki langsung berdiri dan membungkuk hormat pada Akira, "Aku juga minta maaf atas sikap ayahku pada anda."
"Tidak perlu sungkan. Aku sudah biasa diperlakukan seperti itu." Akira melirik sinis Kuzaku yang masih tertunduk lesu juga sangat malu.
"Maafkan aku, tuan dokter Shinji. Aku memang tak bisa melihat matahari yang bersinar karena awan tebal dimataku. Sebagai kompensasi, aku siap meminang apapun yang tuan dokter jual padaku." Kuzaku membungkuk hormat dari tatapan matanya penuh penyesalan.
"Pucuk dicinta, duit pun tiba," batin Akira tersenyum licik.
"Apakah memang benar, Dokter Shinji penjual ikan dan punya stok ikan melimpah?" tanya Raikage Y menelisik.
Ikan di Kumogakure memang barang yang sangat langka dan sangat mahal. Makanya setelah Akira menjual ikan dengan harga yang sangat murah, warga Kumogakure berbondong-bondong membelinya.
"Aku hanya penjual partai kecil Raikage sama. Lagipula aku punya barang pembuka untuk aku tawarkan selain ikan." Akira mengambil 2 gulungan berisi masing-masing 1000 pil chakra dari inventori sistem. "Isinya pil chakra efektifitas 100%."
"Jadi rumor itu benar?!" Kuzaku melebarkan mata. "Aku beli 25.000 ryo/pil."
"Enak saja, 27.000 ryo," sergah Omichi.
"30.000 ryo," sergah Raikage Y.
"Pil itu milikku, 32.000 ryo," sergah Inoichi.
"Tenang para tuan-tuan. Aku masih punya banyak stok." Akira melirik ke arah Azura dengan tersenyum licik, "Berapapun pil yang tuan-tuan minta. Kami sanggupi."