DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 202 Gori Satonu



[Selamat, juragan berhasil menaikan jutsu Raiton dari Rank S ke Rank SS. Untuk naik ke Rank SSS membutuhkan 400.000 poin chakra]


[Selamat, juragan berhasil menaikan jutsu Raiton dari Rank SS ke Rank SSS dan sudah mencapai Rank maksimal]


"Baguslah, Rinneganku sudah di tahap 7 tomoe dan jutsu Raiton milikku sudah di Rank SSS. Aku bisa membunuh dia dengan mudah. Kai!"


Akira membentuk segel pelepasan untuk menghilangkan keempat kage bunshin menjadi kepulan asap.


Matanya menatap lekat Gori Satonu yang sudah naik pitam, di punggungnya muncul tulang-tulang runcing dan kedua bilah pedang keluar dari lengan kanan dan kirinya.


"Karena kau sudah melihatku dalam bentuk sempurnaku, maka aku akan berikan kehormatan sebuah kematian yang layak. Futon: Futon No Yoroi!" seru Gori membentuk armor angin yang meliputi seluruh tubuhnya dengan suara mendesis.


"Dasar bodoh, jika kau menggunakan jutsu futon maka aku akan melawannya dengan ini. Katon: Katon No Yoroi!" seru Ryuga menyelimuti tubuhnya dengan armor api yang berkobar-kobar.


'Bam!' Keduanya melesat cepat tanpa suara dan beradu pukulan. Gori terpental jauh dengan kobaran api yang menyala-nyala.


"Dasar tolol! Tidak tahu kelemahan setiap elemen. Rasakan karena kebodohanmu sendiri kau terbakar. Biar kuperjelas, Katon: Goen Rasenshuriken!"


Ditangan kanan Akira membentuk Rasenshuriken dengan elemen api. Lalu dilemparkannya ke arah Gori yang menjerit kesakitan karena terbakar hebat.


'Swiing! Boom!' Rasenshuriken dengan elemen api itu tepat mengenai Gori dan meledak hingga menimbulkan suara ledakan seperti dentuman bom atom disertai kepulan asap dan debu menjulang ke langit membentuk siluet bola terang.


Tubuh Gori terkena gelombang panas dan menyayat-nyayat setiap sel tubuhnya luruh menjadi debu.


"Fuuh, jutsu ini sangat hebat. Meski membutuhkan chakra yang sangat besar." Akira tersenyum tipis dan meniup telapak tangan kanannya kemudian masuk dimensi Kamui.


[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra jutsu tenseigan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2


Tsubasa kebingungan menunggu Akira di dalam dimensi yang dipenuhi prisma-prisma hitam yang tak rata dan tanpa ujung. Kenapa dirinya bisa berada di dalam dimensi ini?


"Tuan Tsubasa. Aku meminta maaf, sepertinya aku telah menghancurkan gulungan senjata buatanmu yang dibawa oleh Gori Satonu." Akira menunduk hormat pada Tsubasa.


Dengan mengela nafas panjang, Tsubasa berkata, "Itu lebih bagus, tuan Shinji. Setidaknya, senjataku tidak lagi digunakan untuk berbuat jahat."


"Baiklah, ayo kita keluar! Kamui!" Muncul portal pusaran yang cukup besar di depan mereka berdua.


Portal itu menuju kediaman klan Mashiiro yang sedang direnovasi besar-besaran. "Dimana ini, tuan Shinji?" tanya Tsubasa menyipitkan mata.


"Ini di kediaman klan Mashiiro, tenang saja mereka adalah temanku dan tidak akan mungkin berkhianat. Untuk sementara tinggallah disini! Tapi jangan sampai ada yang tahu tentang anda, tuan Tsubasa," pinta Akira menuju rumah Shiina dan Tsubasa mengekor di belakangya.


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Ryuzugan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2


"Tuan Shinji, silahkan masuk!" Rouja membuka pintu setelah mendengar suara langkah kaki di depan pintu rumahnya.


"Tuan Rouja. Bolehkah aku meminta bantuanmu?" pinta Akira tersenyum ramah.


Mereka bertiga duduk seiza setelah Rouja menghidangkan banyak makanan. Berkat Akira kehidupan Mashiiro Rouja dan Shiina berubah drastis. Dahulu hidup pas-pasan sekarang bisa makan daging setiap hari.


Mereka bertiga makan dengan lahapnya, Apalagi Tsubasa yang memang sudah lapar sekali. Sebagai klan Kurogane, asupan makan mereka dua kali bahkan tiga kali daei manusia biasa. Jadi kadan-kadang, satu jam sekali Tsubasa harus makan walau itu satu piring untuk mempertahankan asupan chakra di dalam tubuhnya.


"Tuan, aku ...."


"Nama temanku Hisao Somuki," potong Akira melirik ke arah Tsubasa memberikan kode agar ia mengerti maksud dan tujuan Akira.


Takutnya, jika menggunakan Kurogane Tsubasa malah akan mengundang Organisasi Yon Kingu dan bisa mencelakakan klan Mashiiro.


"I-iya, namaku Hisao Somuki. Aku hanya penjual batu logam keliling, dan aku bertemu dengan tuan Shinji di jalan. Aku juga sudah berteman lama dengannya," timpal Tsubasa agak gugup.


"Fyuh ... hampir saja aku keceplosan. Jika tuan Shinji tidak menyela, identitasku bisa ketahuan oleh mereka dan bisa mencelakakan mereka," batin Tubasa menghela nafas pelan.


Identitas Kurogane Tsubasa dan klan Kurogane sendiri memang susah ditemui karena terisolir. Tsubasa juga kebanyakan mengurung diri untuk membuat senjata. Jadi wajah Tsubasa tidak banyak yang mengenal.


"Jangan begitu canggung, tuan Hisao. Anggap saja rumah sendiri, tuan Shinji juga sudah kami anggap keluarga. Tanpa tuan Shinji, kami hanyalah klan kaleng rombeng, he-he ...." Rouja terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf, tuan Rouja. Apakah aku bisa meminta kamar kosong atau ruangan kosong untuk temanku Hisao ini. Gudang kosong juga tidak apa-apa nanti aku bersihkan. Hisao ini senang dengan batu logam, takut akan mengotori rumah tuan Rouja," kata Akira memohon.


"Baiklah, jika itu keinginan tuan dokter. Biar aku dan Shiina nanti akan siapkan gudang di belakang rumah," balas Rouja.


"Hisao, beristirahatlah dengan baik. Aku akan pergi dahulu dan jangan keluar rumah tuan Rouja," pinta Akira.


"Baik, bro. Aku akan beristirahat dengan baik. Terima kasih atas bantuannya." Tsubasa menunduk hormat pada Akira.


***


Kediaman klan Zikawa.


"Tuan Fiomi, tim yang kita kirim untuk membunuh Shinji Tatsuo belum juga kembali. Ada indikasi jika klan Amenoji, klan Baroi dan ANBU Kumogakure yang menyabotase tim Suzaku yang kita kirim," lapor Zikawa Amani pada patriark klan Zikawa, bernama Zikawa Fiomi.


"Sial!" Fiomi melempar keras cangkir di mejanya hingga pecah ke arah dinding dan melanjutkan dengan mengeraskan rahang, "Kenapa dokter sialan itu banyak yang melindungi? Jasa apa yang dibuatnya pada klan Amenoji, Klan Baroi dan Raikage sialan itu?"


"Maaf, tuan. Menurut kabar yang tersebar di Kumogakure, banyak jasa yang sudah dibuatnya. Salah satunya pada klan Baroi yang berhasil menyembuhkan Rujaku Baroi." Amani gugup dan menunduk hormat


"Gara-gara dia, bisnis keluarga kita hancur. Harga daun Ashitaba, lumpur elixir, dan daun Purasanaoru, serta wortel Kyuryuu melambung naik pesat. Pil buatan kita juga kalah telak dan merugi sampai 100 juta ryo. Kalau dibiarkan kita bisa menjual semua aset keluarga klan Zikawa."


Fiomi tambah marah besar, bahkan hanya tekanan auranya saja membuat meja di depannya retak.


"Biar aku yang pergi tuan, untuk menghabisi cecunguk itu. Dan Mohon izin menggunakan kinjutsu yang sudah berhasil aku kembangkan," usul Amani.