
***
Di apartemen Reina dan Akira, Kirigakure.
Reina yang sudah mandi sedang menyisir rambutnya dan berkaca pada cermin, "Akira, kenapa kamu selalu menyibukan diri mengurusi masalah kekuasaan dan ketakutan akan Kirigakure. Kenapa kamu tak memandang sedikit pun padaku? Apakah wajahku ini kurang cantik karena aku masih kecil? Selamanya aku akan mencintaimu Akira, hanya kamu satu-satunya harapanku," gumam Reina yang tak sadar cairan bening miliknya mengalir di sudut kelopak matanya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Reina, apa kau sudah tidur?" panggil Chojuro sambil mengetuk pintu kamar Reina.
Reina bergegas menyeka cairan bening di sudut matanya dan merapikan rambut panjangnya yang berwarna putih keperakan dan masih basah. Bibirnya yang merekah alami, pupil matanya yang berwarna merah muda menambah kesan imut wajah Reina.
"Ya, paman Mizukage. Tunggu sebentar!" Reina bergegas membukakan pintu, dan melihat raut wajah Chojuro agak gelisah memikirkan Akira. "Ada apa paman Mizukage?"
"Boleh aku masuk? Aku ingin menanyakan tentang Akira, bagaimana keadaannya dan kemana ia pergi?" tanya Chojuro menelisik.
"Akira masih berada di Iwagakure dan sedang mencari Hiyoshi sensei yang hilang dalam peristiwa penyerangan Iwagakure oleh seseorang yang bernama Ryuuren," jawab Reina dengan tatapan mata yang tajam, agar Chojuro tidak curiga jika Reina sedang berbohong.
"Sudah kuduga dia akan mengkhawatirkan Hiyoshi. Padahal Hiyoshi sudah berada di rumah sakit, tapi kondisinya hilang ingatan. Mungkin Akira bisa menyembuhkannya, aku sangat mengkhawatirkannya. Esok hari aku akan menyusul Akira ke Iwagakure untuk pulang," kata Chojuro sambil menepuk jidatnya sendiri dan perasaannya sangat lega jika Akira baik-baik saja di Iwagakure dari mulut Reina.
"**Akira, Akira!" panggil Reina melalui telepati. "Aku melaporkan paman Mizukage sangat mengkhawatirkanmu, lebih baik kamu pulang ke Kirigakure. Ia akan menyusulmu besok ke Iwagakure, aku berbohong padanya bahwa kau di Iwagakure mencari Hiyoshi sensei. Tenang saja kondisi Hiyoshi sensei hilang ingatan, mungkin sangat parah dan memintamu untuk mengobatinya."
"Benarkah?!" Akira membulatkan mata, raut wajahnya berseri-seri mendengar kabar dari Reina. "Coba kamu tanyakan pada paman Chojuro bagaimana nasib selanjutnyan ujian chunin khusus? Nanti kabari aku lagi, aku akan melakukan penyerangan pada klan Satoshi malam nanti, Overbye**!"
"Dasar, dia selalu seenaknya sendiri. Tapi aku semakin menyukainya."
"Paman Mizukage. Sepertinya tak perlu menyusul Akira, aku lupa mungkin satu atau dua hari lagi akan pulang ke Kirigakure. Tapi bagaimana kelanjutan ujian chunin khusus?" tanya Reina.
"Menurut informasi dari Mizukage Kagura sama, dan kondisi yang sedang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kembali. Setiap kage berhak memberi wewenang pada peserta ujian chunin khusus, meluluskan atau tidak, sesuai pertimbangan masing-masing kage," jawab Chojuro dengan sorot mata yang tajam. "Untuk itu aku mengkhawatirkan Akira dan Azura karena kalian bertiga dinyatakan lulus sebagai chunin sesuai pertimbangan Mizukage Kagura. Aku harap paling lambat satu minggu lagi, Akira dan Azura sampai di Kirigakure untuk dilantik menjadi chunin Kirigakure."
"Baik, paman Mizukage Sama," balas Reina menganggukan kepala.
***
Pukul 23.00, kediaman klan Satoshi.
Semua keluarga klan utama Satoshi sudah diungsikan ke markas Senso no haijo Namigakure di gua batu karang dekat pesisir pantai Namigakure.
Akira bersama Mishima terbang di atas naga tanah liat C2, Kishima bersama 10 anggota klan Satoshi bersembunyi di semak-semak depan pintu gerbang kediaman klan Satoshi. Banyak penjaga selevel jounin 5 berpatroli menjaga keamanan wilayah kediaman klan Satoshi.
"Hoaaaam! Mata ini sangat mengantuk, kopi apa kopi diem-diem bae." Salah satu penjaga menguap lalu meracau tidak jelas. "Ngomong-ngomong malam ini sunyi sekali ya."
"Hoaaam! Ya, sepi sekali tak seperti biasanya banyak anggota klan yang masih berlalu lalang," balas penjaga kedua sambil menguap.
Lima tetua klan Satoshi sudah berada di samping dinding pembatas kediaman klan Satoshi. Yonma berada di sebelah barat, Bakuma berada di sebelah timur, Aiji berada di sebelah utara, Yuji berada di sebelah selatan, Junma berada di sebelah barat daya kediaman klan Satoshi. Mereka yang berjauhan merapal segel tangan serentak, "Fuinjutsu: Gosekiyojinmon!"
Swuuung!
Muncul lima pilar berwarna merah menjulang ke langit dari tubuh kelma tetua klan Satoshi. Pilar-pilar itu membentuk dinding penghalang satu sama lain saling terkait. "Fuin!" teriak lima tetua klan Satoshi serentak sambil menangkupkan tangan.
Plak!
Para penjaga klan Satoshi yang melihat jelas dinding penghalang langsung panik dan melempari dinding penghalang berwarna merah pekat transaparan itu dengan kunai, shuriken dan kunai peledak.
Shua!
Shua!
Trang!
"Sial, itu adalah penghalang yang cukup kuat. Kita dikepung, semuanya siap menyerang!" teriak kapten penjaga kediaman klan Satoshi.
Akira yang berada di atas punggung naga tanah liat C2 milik Mishima yang sedang melayang di udara, melemparkan ryutaiga ke tengah-tengah kediaman klan Satoshi.
Shua!
Jleb!
Cwuszh!
Lalu memindahkan Kishima dan 10 anggota klan utama Satoshi. "Kai!" Kishima yang menggendong gulungan besar kyuri no akuma membentuk segel tangan pelepasan.
Boof!
Boof!
Boof!
9 anggota klan utama Satoshi satu persatu mengambil senjata dari gulungan kyuri no akuma. Mereka bersembilan mengaktifkan segel budak di dada mereka, segel kutukan bermotif kepala naga dengan empat bilah shuriken menyala terang, lalu membentuk segel karma berwarna merah di sekujur tubuh mereka, tingkatan mereka naik dua level setara sannin 3.
"Aaaaaargh! Haaaa!" mereka bersembilan berteriak keras lalu melesat cepat dan menyerang dengan brutal klan cabang Satoshi. "Bantai semua!"
Slash!
Slash!
Trang!
Boom!
Bunyi pekikan, ledakan, dan dentingan senjata bergema di dalam kediaman klan Satoshi yang sudah diisolasi dengan penghalang yang dibuat oleh lima tetua.
Naga tanah liat C2 terbang berputar mengelilingi kediaman klan Satoshi, lalu melempari bom-bom ranjau dari mulut naga tanah liat C2.
Swiiing!
Boom!
Boom!
Rumah-rumah hancur luluh lantak terkena bom ranjau yang dilemparkan oleh naga tanah liat, anak-anak, para wanita semuanya tewas tak tersisa.
Para jounin elite Namigakure dan petinggi Namigakure yang berniat menolong, tak bisa masuk ke dalam kediaman klan Satoshi. Begitu mereka mencoba masuk langsung terbakar, "Sial! Siapa yang berani tega membunuh klan cabang Satoshi. Mereka sungguh tak beradab!" teriak pejabat tinggi Namigakure bernam Renbu Sasaki.
Slash!
Slash!
Kepala-kepala terlepas dari badannya, cairan merah membanjiri permukaan tanah kediaman klan Satoshi. Akira yang melihatnya hanya tersenyum jahat, "Darah dibayar dengan darah, kalian sudah menumpahkan banyak darah klan utama Satoshi, kini giliran kalian yang menumpahkan darah," gumam Akira.
Di masa lalu klan cabang Satoshi telah mengkudeta klan utama dan merebut kekuasannya. Mereka dengan bengis membantai klan Utama, anggota klan utama yang menyerah dijadikan budak oleh mereka. Para tetua klan utama di penjara pada penjara khusus di kediaman ketua klan cabang Satoshi, sekaligus melayani ketua klan Satoshi Juijin.