
"Kalau masalah tersebut. Aku akan mendukungnya-"
"Aku juga siap menjaga toko ikan tuan dokter. Ya, asal bayarannya cocok, he-he-he ...," potong Ikku.
Rouja masuk ke kamarnya mengambil beberapa surat properti miliknya dan kembali menaruhnya di atas meja depan Akira.
"Aku tidak akan mengambil bayaran sedikit pun pada tuan dokter. Hanya ini yang bisa aku berikan untuk membayar biaya pengobatan Shiina."
Akira menggeleng pelan dan mendorong surat-surat properti milik Rouja.
"Tidak, tuan Rouja. Aku akan membayar sewa untuk ruko ditengah kota, dan semua hasil panen tanaman herbal serta sayuran berkhasiat."
"Tapi-"
"Sudah, terima saja kesekepatan ini. Aku sudah katakan, prinsip dokterku melakukan apapun untuk pasien agar sembuh dengan tulus dan ikhlas," potong Akira serius.
Akira mengeluarkan uang dari saldo sistem yang sudah ia masukan dalam gulungan kecil senilai 80.000 ryo. Gulungan kecil itu ia ambil dari tas pinggang yang berada di bagian kanan pinggangnya. Lalu ditaruh gulungan kecil tersebut di depan Rouja.
"I-ini apa tuan dokter?" Rouja, Ikku, dan Shiina agak gemetar melihat gulungan kecil tersebut. Dalam pikiran mereka pasti uang yang sangat banyak.
"Uang 80.000 ryo untuk sewa ruko dan juga pembayaran semua tanaman herbal serta sayuran berkhasiat di ladang tuan Rouja," jawab Akira tersenyum ramah.
Rouja, Ikku, dan Shiina melebarkan mata, mereka bertiga tak habis pikir. Akira menyewa ruko lusuh dan membayar satu ladang milik Rouja dengan sebanyak itu. Apakah Akira memang dokter pengembara sepertinya yang dikatakannya? Atau bangsawan yang sedang menyamar menjadi dokter? Atau memang dokter bangsawan yang sedang mengembara.
"Dengan uang 50.000 ryo sudah bisa membeli semua tanaman dan sayuran berkhasiat selama panen sebulan," celetuk Ikku.
"Oh, benarkah? Aku tak paham nona ...." Akira terdiam ketika menyebut Ikku karena belum tahu tentang namanya.
"Ikku, Mashiro Ikku," jelas Shiina.
"Begini saja. Tuan Rouja atur saja enaknya bagaimana? Yang jelas aku berikan semua uang itu untuk sewa dan beli semua tanaman herbal serta sayuran berkhasiat," tegas Akira.
Selami ini klan Baroi membeli semua hasil panen dari klan Mashiro, hanya 25.000 ryo untuk semua hasil panen klan Mashiro yang diketuai Rouja. Semua anggota klan Mashiiro tidak mempunyai patriark tapi hanya mempercayakan semuanya pada Rouja.
"Baiklah, ayo tuan dokter! Kita akan ke ruko kecil di tengah kota. Kebetulan setiap hari sudah aku bersihkan meskipun belum yang menyewa. Jadi tuan dokter sudah bisa memasangnya sekarang juga," seru Rouja.
"Tunggu, Shiina ikut ayah," pinta Shiina.
Rouja melirik Akira memberi isyarat meminta izin, apakah kondisi Shiina sudah benar-benar pulih dan bisa berjalan keluar tanpa hambatan. Takutnya malah merepotkan Akira lagi.
"Tenang, tuan Rouja. Nona Shiina sudah bisa beraktivitas seperti biasanya dan sudah prima kesehatannya." Akira mengangguk kemudian menatap lekat Ikku dengan tersenyum tipis. "Nona Ikku, apakah mau membantuku mengurus jualan ikan? Temanku hanya memasrahkan ikannya saja. Masalah gaji hanya 5.000/bulan yang bisa aku berikan."
Ikku hanya perempuan yang tak mampu menjadi shinobi karena terkendala biaya untuk masuk akademi. Ditambah ia merasa minder dengan kemampuannya sendiri, membuatnya hanya hidup dirumah membantu kedua orang tuanya saja.
Wajah Ikku dan Shiina sangat mirip beda warna rambutnya saja. Jika Shiina kuning pudar lurus, maka Ikku hijau kebiruan lurus. Mereka berdua sering dikatakan kembar tapi tidak sama.
"Baiklah, aku akan memberi gaji nona Ikku di awal. Sekarang bantu aku beres-beres di ruko."
Akira memberikan uang pecahan 50 lembar 100 ryo dari saldo sistem pada Ikku. Tentu saja Ikku langsung senang bukan kepalang.
"Tuan dokter. Bolehkah aku juga menjadi karyawan tuan dokter?" pinta Shiina.
"Tapi, sayang-"
"Saat ini aku status chuuninku sudah dinon-aktifkan ayah. Bisa dikatakan aku dipecat karena tidak memiliki kontribusi untuk desa selama 1 tahun ini. Jadi aku memutuskan untuk bekerja saja. Lagipula menjadi shinobi gajinya kecil," potong Shiina.
Rouja tidak bisa mencegah keputusan putrinya itu yang keras kepala, hanya bisa menghela nafas panjang.
"Tentu, tapi uangku saat ini sudah habis, hehehe. Jadi belum bisa membayar gaji nona di awal seperti nona Ikku." Akira menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa ringan.
"Tidak apa-apa, tuan dokter. Ini juga sebagai balas budi diriku yang sudah tuan dokter sembuhkan," jawab Shiina menunduk hormat dengan penuh ketegasan.
***
15 menit kemudian.
Mereka berempat sampai di ruko yang sudah dijanjikan. Di Kumogakure semua orang boleh berjualan apa saja termasuk jasa, tanpa perlu meminta izin pada pemerintah desa. Tapi yang para mafia dari keluarga terkayalah yang membuat peraturan. Bagi yang mau berjualan harus membayar upeti 100.000/bulan pada keluarga Amenoji, penguasa pasar di Kumogakure.
Rouja kembali ke rumah, untuk menyiapkan sayuran dan tanaman herbal serta membeli semua hasil panen dari tetangga sekitarnya di kediaman klan Mashiiro.
Shiina dan Ikku merapikan ruko kecil lusuh tapi sangat terawat. Ada dua ruko kecil berdampingan dengan penuh meja. Mereka berdua sangat mudah menata meja untuk menjual ikan. Tinggal Akira sendiri yang mencari bandar ikan, tentu saja di Namigkure penghasil ikan terbesar di dunia shinobi.
Akira pergi ke Namigakure menggunakan hiraishin-giri, dan meminta Hiyoshi mencarikan bandar ikan yang siap ekspor ke Kumogakure.
Dengan pengiriman barang lewat jalur super ekspres Akira, tentu saja tidak akan dicurigai karena pengiriman menggunakan teleportasi.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Hiyoshi dalam 30 menit dibantu Mishima dan Namikage Ouja. Sudah menemukan banyak bandar ikan, tapi Akira meminta hanya 10 kotak ikan berisi 100 kg saja dahulu. Karena ini pembukaan awal.
Mereka paham dan mengerti, tapi para bandar dan nelayan punya rasa optimis pada Akira yang mereka kenal sebagai Shinji sang dokter ajaib.
Hiyoshi membayar 100 kg ikan yang sudah ditaruh dalam kotak dan menjadikannya 10 kotak berisi es tersebut 50.000. Akira harus mengembalikan uang tersebut 60.000 ryo.
Awal kesepakatan Hiyoshi tidak mau menerima kesepakatan ini. Karena Akira banyak berjasa pada Namigakure, dengan membebaskan penduduk dari penjajah Yon Kingu. Tapi Akira mengatakan bisnis adalah bisnis, tidak mengenal kawan atau saudara. Dengan terpaksa Hiyoshi menerimanya.
[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu hiraishin. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x2.
[Selamat host telah berhasil menaikan levep berkedip ke level premium. Setiap berkedip sistem akan menghargai 5 ryo/kedip. Untuk naik ke level selanjutnya host harus menghabiskan uang 500.000 ryo, tersisa 425.000]