
Rasenshuriken dilemparkan ke arah pasukan Yon Kingu yang sedang mundur dan meledak. Gelombang kejutnya tak main-main, menghempaskan 500 meter hutan perbatasan antara Namigakure dan Konohagakure.
Akira tidak akan membiarkan satu orang pun hidup. Satu persatu shinobi Konohagakure dan Yon Kingu mati berjatuhan mati. Hanya menyisakan 10 orang termasuk Adora yang hancur tubuhnya tapi pulih kembali karena kepala mereka masih utuh.
"Benar-benar menyusahkan." Akira menyeringai kesal menghunuskan Ryutaiga ke arah Adora.
10 shinobi Yon Kingu termasuk Adora melesat cepat ke arah Akira karena memprovokasinya. "Cih, sampah. Kali ini aku takan kabur, karena sebentar lagi Namigakure akan rata dengan tanah," cibir Adora sambil berlari dengan tatapan merendahkan dan menembakan bola diikuti 9 shinobi Yon Kingu yang lain, "Katon: Goukakyu no jutsu!"
'Swush!'
"Gakido!"
Akira mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan, untuk menyerap 10 bola api berdiameter 10 meter. 10 bola api terhisap ke dalam tangan Akira.
'Cwuszh!'
Adora dan 4 shinobi Yon Kingu tubuhnya berkedip lalu muncul di belakang Akira dan melemparkan kertas peledak dari jarak 5 meter.
"Aiiih, kalian memang benar-benar tidak mengerti levelku." Akira tanpa menoleh mengayunkan Ryutaiga, dan secepat kilat membalikan lagi kunai-kunai peledak tersebut ke arah mereka.
'Trang! Shua! Boom!'
Tubuh Akira berkedip ke salah satu anak panah di medan perang yang sudah memiliki tanda segel hiraishin. Jaraknya 30 meter dari tempat Akira berdiri.
Adora dan 4 Shinobi Yon Kingu terkena ledakan kunai peledak mereka sendiri. 4 shinobi Yon Kingu hancur tubuhnya menjadi bubur darah, Adora masih selamat karena sepersekian detik menyelimuti tubuhnya dengan chakra elemen tanah.
"Rubah licik, doton: Shinju Zhansu no jutsu!"
Adora secepat mengalirkan chakra senjutsu dari sel Kitana dan merapal segel tangan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.
Tubuh Akira langsung terjebak oleh himpitan tanah, hanya menyisakan kepalanya saja. Adora meremas kuat tangan kanan, untuk mengendalikan tanah yang membenamkan tubuh Akira.
'Krak! Boof!'
Tanah itu meremas kuat kepala Akira, namun Akira sudah menjadi bongkahan kayu yang hancur. Karena berhasil menghindar menggunakan kawarimi no jutsu.
"Ha-ha-ha ... ninja sampah, mati kalian semua! Kabutowari no jutsu!"
Akira tertawa jahat, sambil merapal segel tangan dengan tangan kirinya saja. Tubuhnya berkedip sangat cepat dan muncul di belakang 5 shinobi Yon Kingu yang sedari tadi hanya memperhatikan pertarungan Adora dan Akira.
Bilah Ryutaiga sudah berubah warna menjadi hitam berkilau dan dihantamkan sekeras mungkin ke salah satu kepala shinobi hingga kepalanya hancur berkeping-keping.
'Boom!'
Kelima-limanya tewas seketika terkena hantaman kuat Akira dan tubuhnya menjadi bubur darah. "Ternyatat jurus pedang ini, sangat ampuh juga." Akira tersenyum puas dan menaruh bilah Ryutaiga ke pundak kanannya.
Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan Adora. Ia merapal segel transportasi untuk mengeluarkan senjata andalannya.
'Boof!'
Muncul dari kepulan asap, tombak trisula dan mengalirkan chakra senjutsu ke tombak tersebut. Adora melesat ke arah Akira, setibanya di depan Akira, tombak trisula tersebut siap ditusukan bertubi-tubi.
Tapi baru saja satu tusukan, Akira secepat kilat melakukan tebasan beruntun secara horizontal, diagonal, dan vertikal ke tombak tersebut. Tombak tersebut terpotong lima bagian.
'Slash! Slash! Slash!'
"Apa?!" Adora melebarkan mata, bersamaan dengan seluruh tubuhnya terpotong-potong dan tewas seketika.
"Paman Shinichi arahkan meriam chakra ke arah laut dan atur jarak serangnya lebih jauh ke tengah laut," titah Akira melalui telepati dengan tersenyum puas. Setelah membantai 550 shinobi seorang diri.
"Baik, Akira sama." Shinichi segera mengatur jarak serang meriam chakra dan mengisinya dengan chakranya yang setara kurama, hampir tak terbatas.
Meriam chakra sudah terisi penuh dan siap ditembakan. Shinichi menekan satu persatu tombol meriam chakra dibantu Reina.
'Blooom! Bloom! Bloom!'
Sepuluh bola chakra sebesar 10 meter berhasil ditembakan ke arah laut Namigakure, jaraknya 15 km dari markas selatan.
'Boom! Boom! Boom!'
30 kapal yang dikirim Kirigakure, 24 kapal perang terhantam bola chakra. Terjadi fluktuasi udara dan gelombang kejuta, membuat pusaran air dan menghisap 5 kapal yang lain.
***
Markas bagian utara, Namigakure.
"Hiyoshi sama, apa yang terjadi?!" teriak histeris salah satu bandar ikan yang sebentar lagi selesai mengemas ke dalam kotak dan sontak membuat yang lain ikut panik.
"Tenanglah, tenang!" teriak Hiyoshi dengan suara yang menggelegar dan mendominasi, "Semunya sudah ditangani. Kita fokus saja pada ikan-ikan ini. Jangan sampa mengecewakan tuan muda."
"Ya, Hiyoshi sama." Mereka serentak membalas dengan penuh semangat dan tak menggubris perang yang sedang terjadi di laut Namigakure.
Mishima, Denji, Shin, dan Byakuya tiba di Namigakure. Melihat dari jauh hanya shin yang berlari ke arah laut dan ketiga lainnya mengamankan markas utara yang lebih penting karena menyangkut masa depan Namigakure.
"Senpo: Mokuton: Shisenjuu!"
Shin mengaktifkan chakra senjutsu dan menautkan tangan, untuk membentuk patung kayu buda dengan seribu tangan.
'Boof!'
Di pantai Namigakure muncul patung budha seribu tangan, Shin melompat ke arah kepala patung budha dan menggerakannya ke arah 1 kapal yang tersisa dengan 100 shinobi Kirigakure dan 3 Kyu Zenpan-teki.
"Terima kasih Akira sama, atas chakranya. Aku berhasil menaikan level mokuton ini ke rank SSS," gumam Shin tersenyum puas.
100 shinobi keluar dari kapal dan menembakan bola-bola air dan pusaran air.
"Suiton: Mizukyu no jutsu!"
"Suiton: Hahonryuu!"
'Swush! Boom!'
Patung budha yang sudah hampir sampai ke kapal perang Kirigakure, dibombardir oleh ratusan bola air dan pusaran air. 100 Shinobi menyerang secara membabi buta dan beruntun.
"Mati kalian semua. Aku telah melampaui Hashirama sama. Mokuton Hijutsu: Jukai kotan!"
Shin menautkan tangan, dari tautan tangannya keluar akar yang sangat panjang, lalu secepat kilat menjalar ke arah 100 shinobi dan menjadi hutan.
100 shinobi Kirigakure terjerat pepohonan yang dibuat oleh Shin dan menyerap chakra mereka hingga menjadikannya 100 pil Kisho berwarna biru seukuran kelereng. Pil-pil tersebut terbang ke arah Shin dan masuk ke gulungan yang sudah disiapkan Shin.
Akar-akar terus menjalar ke arah 3 anggota Kyu Zenpan Teki, dan tak ada habisnya, membuat mereka kewalahan.
"Sial, ini tak ada habisnya. Katon: Gouka messhitsu!"
"Katon: Goenka no jutsu!"
"Katon: Gouka mekkakyu!"
'Swush!'
Honjo menembakan bola-bola api yang sangat besar dan berjumlah ribuan. Shinma menyemburkan api bertekanan tinggi, dan Fuiji menyemburkan api yang sangat besar untuk membakar hutan yang dibuat Shin pada tengah laut Namigakure.