
Swush!
Bola petir yang dialiri petir yang menyambar mendekati Akira, dengan raut muka santainya Akira berdiri lalu mengarahkan telapak tangannya untuk menghisap bola petir berdiameter 2 meter itu.
Slurp!
Cwuszh!
Bola petir itu terserap ke dalam tangan kanan Akira, tubuh Akira berkedip, berteleportasi dengan sunshin no jutsu lalu muncul di belakang Suchui yang menghadap ke arah dermaga. "Selamat tinggal! Ini aku kembalikan beserta bunganya!" Akira menempelkan telapak tangan kirinya, rinnegan merahnya sudah terbelalak dan mengeluarkan bola petir hitam dengan aliran petir putih yang menyambar-nyambar. Semakin lama semakin besar dan sampai dengan diameter 20 meter.
Tubuh Suchui tenggelam di dalam bola petir hitam dan tersambar di dalamnya, sebelum hancur Akira sudah menghisap kepala Suchui ke dalam rinnegan merah di telapak tangannya. Bola petir hitam itu ditembakan sekuat-kuatnya hingga terpental sampai jarak 1 km dari bibir pantai Namigakure oleh Akira.
Shua!
Swush!
Boom!
Siluet jamur yang sangat terang muncul di permukaan laut, 1 km dari bibir pantai, getarannya membuat laut bergelombang. Semua penduduk Namigkaure terbangun dari tidur pulasnya setelah mendengar suara ledakan dan merasakan getaran yang diakibatkan oleh bola petir hitam Akira yang meledak.
[Ding]
[Selamat host, berhasil membunuh lima nukenin rank A, berhak mendapatkan hadiah 900.000 ryo dan akan ditransfer ke saldo host di menu sistem]
Akira buru-buru menghilang dan sampai di penginapan dengan menyelinap masuk, lalu berpura-pura tidur dengan menutup badannya dengan kain selimut.
***
Keesokan paginya.
Masyarakat Namigakure gempar, setelah ditemukan empat mayat tanpa kepala yang di duga lima hantu bayangan. Pemimpin mereka Namikage bernama Satoshi Bujin dari klan Satoshi sangat senang, karena rakyat Namigakure terbebas dari ancaman hantu bayangan.
Namigakure adalah desa yang kecil, dengan kekuatan militer lemah, menghadapi ninja di atas jonin 9 saja mereka sangat tidak mampu. Meskipun Satoshi sendiri berada di tingkat kagenin 1, tapi jika menghadapi lima bayangan hantu di tahap anbunin 9 dipastikan pasti tewas.
Akira yang masih mengantuk, bangun tapi dalam keadaan menutup mata. "Hoaaam! Ramai sekali di luar, ada apa ini?" Akira mengucek matanya, lalu berjalan perlahan ke dalam kamar mandi.
"Dasar bocah jabrig! Cepat mandi, lalu rapikan bajumu, kita akan segera berangkat ke Konohagakure," teriak Hiyoshi pada Akira.
Reina sudah rapi, memakai pakaian khasnya yaitu setelan jump suit putih, panjang sebetis dan memakai blazer hitam panjang selengan.
Akira yang masih mengantuk, dan sudah selesai membersihkan diri, bermalas-malasan memakai baju. "Sensei, tenanglah, kita akan sampai di Konoha tepat waktu," balas Akira mengerucutkan bibirnya.
Dor!
Dor!
Dor!
Tiba-tiba pintu kamar Hiyoshi di ketuk begitu keras, "Bocah monster keluar!" teriak anak perempuan berumur 6 tahun. "Keluar kau idiot bangsat!"
Deg!
Bayi Azura ditemukan di depan pintu gerbang Kirigakure, lalu dibesarkan di panti asuhan Kirigakure. Di umur lima tahun, Kirigakure mendapatkan kiriman dua bola mata yang sudah diawetkan dari orang yang tidak dikenal, beserta gulungan surat berisi bahwa mata itu cocok untuk Azura.
Rumah sakit Kirigakure melakukan transplantasi mata pada Azura, dan ternyata kedua bola mata itu, mata sharingan. Azura yang sudah bisa melihat akhirnya masuk akademi di umur 5 tahun, dan dilatih secara langsung oleh Hiyoshi. Dalam satu tahun Azura berhasil membangkitkan 4 tomoe sharingan, yang seharusnya cuma 3 tomoe maksimal pada mata sharingan.
Mengetahui hal tersebut Mizukage Kagura meluluskan Azura tanpa syarat dan memindahkannya ke Konohagakure untuk diawasi. Azura sendiri tidak mengetahui jika jati dirinya adalah dari klan Uzumaki, karena memang terbiasa hidup yatim piatu dan tak ingin menguak informasi lebih dalam tentang siapa keluarganya.
Akira dengan raut muka malas membukakan pintu dan langsung dicekik lalu didorong oleh Azura. "Dasar bajingan! Kau telah membunuh mangsaku, kali ini aku pasti gagal misi, bedebah!" teriak Azura menyeringai geram.
"Hei, tenanglah Azura!" Hiyoshi menangkap tangan Azura yang akan memukul Akira yang sudah terdorong. "Lama tak jumpa! Dia muridku"
"Sensei?! Jadi dia?!" Azura membulatkan mata pada Hiyoshi, mengetahui anak laki-laki yang hendak dipukulnya adalah murid Hiyoshi. Reina sendiri sudah mengeluarkan bilah pedang kristal dan siap bertarung dengan Azura. "Baiklah, hmph!"
"Jangan-jangan chakra aku rasakan dari lima orang ternyata ada satu lagi yang aku rasakan adalah dia. Tapi kenapa dia malah ingin memukulku? Apa salah padanya? Sharingan itu, sangat aneh."
"Apa kau menatapku?!" ketus Azura yang masih kesal pada Akira. "Apa sensei yang menyuruhnya untuk membunuh lima nukenin Kumogakure itu? Atau lima hantu bayangan?"
"Lima hantu bayangan?! Nukenin Kumogakure?!" Hiyoshi membulatkan mata, raut mukanya bingung, karena tidak ada perintah untuk menyelidiki atau membunuh lima hantu bayangan. "Jadi kamu keluar semalam, untuk membereskan mereka, Akira?"
"Hehehe, i-iya sensei. Sensor chakraku tajam. Selama kita sampai di dermaga mereka telah mengikuti kita. Tapi dari sensor chakraku mereka punya chakra negatif yang sangat pekat, jadi aku memutuskan menghabisi mereka berlima," jawab santai Akira.
"Ternyata dia shinobi yang masih muda dan sangat hebat. 5 shinobi anbunin 9 saja dibunuh dengan mudahnya. Dan jutsu itu mampu ia serap dan balikan lebih besar, bukankah hanya klan Otsutsuki yang mampu melakukannya?" batin Azura.
"Akira, Reina. Aku perkenalkan ini adalah anggota tim 9 satunya lagi, namanya Azura." Hiyoshi menunjuk Azura, lalu menunjuk Reina dan Akira. "Dan Azura ini Akira dan Reina. Tepatnya Ryutsuki Akira dan Akiara Reina."
Deg!
Jantung Azura berdetak kencang, mata sharingannya melihat siluet naga hitam berkepala tujuh pada perut Akira dan siluet itu menyelimuti tubuh Akira.
Groaaar!
Groaaar!
Groaaar!
Suara raungan yang keras terdengar sangat jelas hanya di telinga Azura, membuat raut wajahnya pucat pasi dan tubuhnya mematung serta ketakutan.
"Sung-sungguh mengerikan, anak ini ternyata ada monster di dalam tubuhnya tapi bukan bijuu. Dan Reina juga punya chakra yang sangat terang tapi mengerikan, apa-apaan Hiyoshi sensei ini mendapatkan murid jinchuriki tanpa bijuu."
"Tunggu sensei! Jangan seenaknya memutuskan, aku tak mau satu tim dengan pecundang seperti mereka berdua," teriak Azura.
Bam!
Brak
"Jangan seenaknya!" Reina yang mulai marah langsung memukul perut Azura hingga membuatnya terpental dan menghancurkan dinding penginapan. "Berisik sekali anak itu, aku juga tak mau satu tim dengannya!
"Aku, angkat tangan sensei!" Akira mengangkat tangannya, dan tak mau ikut campur jika Reina sudah marah.