
Di sebelah barat daya Kirigakure, markas sementara Yon Kingu.
"Bagaimana persiapan nanti malam?" tanya Yoda menyeringai tajam dengan tangan ditautkan dan ditarus pada atas meja.
Mereka sedang mengadakan rapat persiapan pemberontakan, untuk membunuh Kagura, Chojuro, Akiara Izuku, Masui Terumi, Sanada Yakima, dan Kibaku Bakumi. Mereka adalah para petinggi desa Kirigakure saat ini.
"Semua persiapan selesai dan tak ada satu pun informasi yang bocor. Kita pasti bisa menyingkirkan mereka secepat mungkin," jawab Raiga dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Jangan lupa berikan semua 7 pedang Kirigakure untuk klan Hoshigaki, jika sudah berhasil menghabisi mereka," tegas Kuiro, kemudian melanjutkan, "Karena ketujuh pedang itu harus menjadi milik kami. Selebihnya aku tak peduli."
"Baiklah." Animisa menatap malas Kuiro, lalu membuang mukanya ke kanan. Kemudian melanjutkan sedikit melirik ke arah Kuiro, "Aku malas berdebat dengan orang yang serakah."
"Lagipula buat apa pedang itu untukmu? Untuk klan Renbu? Bantalmu itu terlalu miring. Ingat Klan Renbu itu sudah hancur dan musnah hanya tinggal kau dan adikmu saja," cibir Kuiro menatap sinis Animisa.
"Lebih memalukan lagi semuanya dibantai oleh klan Renbu sendiri dan tingkatannya masih genin serta chunin. Dasar pemimpin klan yang bodoh," timpal Raiga menyunggingkan senyumnya dan tatapannya benar-benar sangat merendahkan.
'Bletak!'
"Bodoh!" Animisa yang tak bisa lagi menahan emosinya memukul kepala Raiga dan Kuiro. "Akan aku-"
"Diam!" potong Yoda berteriak dan menggebrak meja, aura membunuhnya ia keluarkan beserta mode biju ekor pertama. "Jika kalian masih terus tetap bertengkar, aku tak segan-segan mengeluarkan bijuu itu dari dalam tubuh kalian!"
Kuiro, Raiga, dan Animisa terkena mentalnya, mereka bertiga terdiam lesu. Baru kali ini mereka bertiga melihat raut muka Yoda semengerikan itu. "Ba-baik, ketua."
***
Stasiun Mizuyu, Kirigakure.
Rombongan Konohakure tiba di stasiun Mizuyu dan disambut oleh Kagura bersama Chojuro. Alangkah terkejutnya mereka berdua melihat Akira bersama Sarada, Hanabi, dan Boruto, lebih tepatnya kakek dan nenek mereka.
Dalam benak pikiran mereka, kapan Akira pulang ke Konohagakure, apalagi tidak ada informasi atau kabar darinya, tentu membuat tanda tanya besar pada mereka berdua.
"Akira?!" hanya satu kata terlontar dari mulut Chojuro dan Kagura, mata mereka melebar.
"Terima kasih Rokudaime Mizukage sama, Nanadaime Mizukage dono telah merawat Akira." Sarada tersenyum lebar lalu membungkuk hormat.
"Nenek, hentikan basa basinya!" Akira memijat-mijat keningnya, lalu berjalan bolak-balik dengan pura-pura sangat panik. "Kirigakure ini sedang gawat nenek. Kenapa malah basa-basi? Hadeeuh!"
Padahal Akira sudah menginstruksikan semua anggotanya untuk bersiaga di tempat-tempat yang sudah di informasikan oleh Azura sebagai pencegahan, yaitu beberapa kediaman klan yang menjadi target mereka.
Setelah Akira naik level ke level Kagenin 1, Akira bisa menteleportasikan orang lain menggunakan jutsu hiraishin, meskipun maksimal hanya 10 orang. Pastinya yang dikirim ke Kirigakure, anggota tim organisasi Senso No Haijo versi putih, organisasai Eneru.
"Gawat kenapa Akira?" tanya Kagura matanya agak melebar terbawa suasana panik Akira.
"Maksudmu organisasi yang belakangan ini banyak membantu desa-desa, dan kebanyakan klan atau desa tertinggal?"
"Ya," jawab singkat Akira.
"Kenapa harus terjadi hal yang merepotkan ini, disaat ada tamu dari Konohagakure" batin Kagura menyeringai kesal.
"Kakek, dan dua nenekku yang sangat cantik. Aku pergi dulu!" Akira berlari ke arah apartemennya sambil melambaikan tangan, "Aku serahkan paman Mizukage pada kalian!"
"Dasar anak itu, selalu seenaknya." Kagura, Chojuro, Boruto, dan Hanabi, dan Sarada menepuk jidatny sendiri secara serentak.
Reina yang menjadi bagian dari klan Akiara tentu saja disiagakan di atas kediaman klan Akiara untuk mengawasi pergerakan organisasi Yon Kingu, jika mereka datang ke kediaman klan Akiara. Reina terbang melayang menggunanakan 6 pilar kristal yang telah membentuk sayap 6 sayap kristal di punggungnya.
"Padahal aku adalah bagian dari klan mereka, tapi kenapa selama ini tidak ada yang mencariku? Apakah aku memang anak yang dibuang oleh mereka dan diambil oleh klan Yuki?" gumam Reina menyeringai kesal.
Tiba-tiba terdengar suara di kepala Reina dan 8 anggota yang lain, "Semua unit tolong koordinasi situasi saat ini!" titah Akira melalui komunikasi telepati.
"Semua aman," jawab mereka serentak melalui komunikasi telepati.
Kishima dan Mishima berada di atas wilayah kediaman klan Masui. Denji dan Byakuya berada di atas wilayah kediaman klan Sanada. Keiko, dan Azura berada di atas wilayah kediaman klan Kibaku. Hizuga dan Shinichi yang selalu tak pernah akur berada di atas kantor hokage.
***
Pukul 00.00 waktu Kirigakure.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu mulai bergerak. Ya, tentu saja mereka bosan harus mengawasi dari atas langit selama 7 jam lebih. Akira kali ini memberikan misi pada anggota organisasi Senso No Haijo benar-benar misi yang sangat membosankan dan hadiahnya tidak ada. Namun menurut Mishima seorang ahli strategi reputasi organisasi Eneru akan meningkat tajam, jika berhasil melumpuhkan para pemberontak yang dipimpin oleh Renbu Animisa. Operasi kali ini Animisalah yang menjadi komandannya.
Akira menekan chakranya hingga tidak ada yang merasakannya, sekalipun shinobi sensor rank S.
Siluet bayangan hitam bergerak cepat dari satu atap rumah ke atap rumah yang lain. Jumlahnya bukan main-main ada sekitar 500 shinobi di level Sannin 1 sampai Sannin 5. Entah darimana organisasi YK bisa merekrut shinobi yang berlevel lumayan tinggi sebanyak itu. Sampai saat ini, bahkan Akira pun belum mengetahui darimana mereka mendapat sumber daya hampir tak terbatas.
Akira yang sedang melayang tinggi, melirik ke arah barat daya. Ryutaiga sudah ditaruh di pinggangnya dan siap untuk menebas.
Siluet-siluet bayangan hitam mulai menyebar ke berbagai arah sesuai target yang mereka tentukan, yaitu kediaman klan Sanada, klan Akiara, klan Masui, dan klan Kibaku serta klan Karatachi. Chojuro sendiri sangat santai malah tidur di apartemen Akira. Tentu saja sudah di antisipasi oleh Animisa dan diawasi terus.
"Kiba no jutsu!"
Akira meluncur dengan pedang Ryutaiga terhunus, lalu turun seperti menginjak angin. Dalam sepersekian detik muncul 10 pedang hitam mengitari tubuh Akira dan terlempar kuat berbagai arah, tepatnya ke kediaman klan Akiara, klan Sanada, klan Masui, dan klan Kibaku serta markas sementara organisasi YK.
"Semuanya, serang!" titah Akira melalui komunikasi telepati.
Semua anggota melesat untuk menghabisi para shinobi organisasi Yon Kingu. Akira sendiri berbalik arah ke markas sementara organisasi YK.