DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 193 Kena Kau Raikage



Setelah masalah semua selesai Akira kembali ke ruko klinik. Senyuman khasnya mengembang sangat lebar di wajahnya. Hari ini toko ikan tutup karena sudah tidak ada stok lagi ikan di Namigakure.


Ikku dan kelima pemuda-pemudi pun bingung mau melakukan apa, untuk bekerja. Akira memutuskan 3 orang membantu Azura, untuk membersihkan daun Puranasaoru dan 2 orang membantu Shiina melayani pasien seperti biasa.


Azura matanya sudah seperti mata panda selama 24 jam lebih, ia terus bekerja membuat pil.


Untung saja berkat chakra dari Akira yang bisa ditransfer melalui segel karma Ryuko no juin, Azura tidak kehabisan chakra dan stamina, bahkan tubuhnya selalu bugar.


1.000 pil chakra lagi selesai, karena Azura hanya perlu membuat 13.000 pil chakra saja. Sisanya 2.000 pil chakra ada di Akira.


"Sayang, kamu lelah? Biar aku gantikan." Akira memeluk Azura dari belakang dan mencium pipi kanannya.


Sontak Azura kaget dan tersipu malu, selama penantian 7 tahun, akhirnya ia dicium juga oleh Akira. "Ti-tidak, ha-hanya tinggal 1000 pil la-lagi," jawabnya canggung.


Akira membantu dengan metode khusus yang hanya bisa dilakukan olehnya dan sangat cepat. Dalam 30 menit 1000 pil selesai.


[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra jutsu suiton. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra jutsu katon. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


"Sudah selesai, kamu beristirahatlah di hotel yang kamu suka dan berbelanjalah." Akira tersenyum puas dan memberikan uang 1 juta ryo dari inventori sistem ke Azura dan mencium ubun-ubunnya.


Sebagai seorang perempuan, tentu saja sangat senang. Azura merentangkan seluruh tubuhnya, lalu keluar ruko. Tidak lupa, satu kecupan manja ia daratkan pada Akira.


"Senangnya dalam hati, kalau beristri dua. Seperti dunia aku yang punya, aye," batin Akira tersenyum girang.


Akira merapikan semua pilnya dan menyimpan satu gulungan berisi 10.000 pil dan satu gulungan berisi 3.000 pil.


Di luar ruangan, pasien sudah mengantri panjang untuk berobat. Begitu Akira keluar ia mengernyit, "Wow, sungguh banyak," katanya dengan raut wajah sumringah.


Shiina mulai mempersilahkan nomor urut pertama untuk masuk ke ruangan Akira. Tentu saja, hari ini 30 orang pertama gratis berobat.


Satu persatu, Akira layani dengan baik dan sembuh serta bugar kembali tubuhnya. Tak terasa sudah jam 13.00.


Untuk mengobati 500 orang tanpa henti Akira hanya menggunakan jurus penyembuhan, shousen no jutsu.


[Selamat host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu ninjutsu medis. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x500


Seperti biasa Akira memberi 3.000 ryo/karyawan untuk bonus. Restoran dan kedai di sekitaran Akira bertambah ramai.


Rencana hari ini Akira akan ke kantor Raikage untuk memberikan 10.000 pil chakra yang sudah dipesan, dan 5.000 pil chakra ke klan Amenoji. Terakhir melatih anggota klan Mashiro ninjutsu medis.


Akira berjalan santai sambil bersiul dan banyak orang yang menyapanya. Ia hanya tersenyum tipis ke arah mereka dan sedikit menunduk hormat, agar mereka tak mengira Akira sombong.


[Selamat, host mendapatkan respek 30% warga Kumogakure dan 15% warga negara petir]


Akira terus berjalan dan tak menggubris pemberitahuan panel hologram merah di depannya.


Tiba-tiba anggota klan Baroi menghentikan perjalanan Akira, totalnya ada 15 orang, dan siap mengepungnya.


"Tuan dokter, tolong saudara kami, tuan dokter," pinta Zonmushi tetua besar klan Baroi.


Akira mengernyit, dan tentu saja sangat kaget. Klan yang awalnya ingin Akira singkirkan, tiba-tiba memelas dan memohon.


Alasan pertama karena Rujaku dan 9 anggota lainnya, masih koma, bahkan shinobi medis nomor satu di Kumogakure pun tak mampu menyembuhkannya.


Alasan kedua karena mereka ditekan klan Amenoji untuk tidak mengganggu Akira dan beberapa proyek dengan klan Amenoji dibatalkan sepihak oleh klan Amenoji.


Alasan ketiga, klan-klan kecil yang biasa mereka tekan, kini berani melawan dan mulai mendukung Akira. Karena Akira bisa dijadikan jembatan menuju klan Amenoji.


Klan-klan kecil di Kumogakure, bisa menyimpulkan hal seperti itu. Karena melihat klan Mashiro setelah kedatangan Akira, mereka mulai berbenah dan setiap hari sayuran mereka habis terjual.


Akira melakukan transaksi silang tanpa mereka sadari, sayuran berkhasiat yang tidak tumbuh di Otsugakure. Akira jual ke Mishima lalu diedarkan oleh Mishima ke pasar Namigakure, dan sebaliknya.


Akira ingin membuat pondasi yang kuat di Kumogakure, dan berencana akan menginvasi Iwagakure dari sisi ekonomi.


"Apa yang perlu aku bantu tuan-tuan?" tanya Akira tersenyum ramah, walau mereka pernah menzaliminya, terlebih lagi menzalimi Hizuga. Kemudian melanjutkan membangunkan mereka satu persatu, "Jangan seperti ini, tuan-tuan. Tak enak dilihat banyak orang."


"Maafkan, kami, tuan dokter. jika Rujaku anakku pernah membuat tuan dokter merasa tidak nyaman dan menyakiti tuan dokter." Azuga Baroi, patriark klan Baroi memohon dengan memeluk kaki kanan Akira.


"Baiklah, aku berjanji akan menolong kalian. Tapi hanya bisa esok hari, aku akan mengunjungi anda, tuan Azuga," kata Akira tersenyum tipis.


"Te-terima kasih tuan dokter. Kami akan menuggu anda esok hari," jawab Azuga membungkuk hormat dengan raut muka memohon.


Mereka langsung pergi setelah membungkuk hormat pada Akira. Mereka berharap Akira bisa datang untuk menyembuhkan 10 anggota klan Baroi yang sudah Akira siksa tanpa mereka tahu.


[Selamat, host mendapatkan respek 80% dari klan Baroi]


Kali ini Akira mengernyit, menatap panel hologram merah. Agak bingung, karena klan yang Akira kira seteru dirinya, malah menghormati. Benar-benar aneh itu kata yang terucap dalam pikiran Akira.


***


10 menit kemudian, kantor Raikage.


Akira sudah berada di dalam dan duduk di sofa. Menaruh gulungan berukuran sedang, tepat di depan Raikage Y.


"Raikage sama, kami sudah menyelesaikan pil pesanan anda." Akira tersenyum ramah dan sedikit menunduk hormat.


"Terima kasih, tuan dokter." Raikage Y tersenyum puas. Janji Azura satu minggu, ternyata hanya 29 jam sudah diselesaikan. "Anda benar-benar orang yang sangat profesional, tuan dokter."


"Itu sudah kewajiban dan tanggung jawab kami, Raikage sama." Akira menunduk hormat. "Jika tak ada kepentingan lagi, aku izin pamit, Raikage sama."


"Baik, nampaknya anda sedang sibuk sekali, tuan dokter. Padahal ...." Raikage Y terdiam sesaat. Ia agak bingung mulai berbicara darimana, terkait ingin memberikan pekerjaan untuk melatih para genin Kumogakure ninjutsu medis. "Lain kali saja kita bicarakan, tuan dokter."


"Oh, baiklah. Jika memang ada hal yang ingin disampaikan, esok hari aku akan datang. Setelah aku ke kediaman klan Baroi, mereka memintaku untuk memeriksa tuan Rujaku dan 9 anggota klan Baroi yang sempat pingsan di depan mataku," jelas Akira.