
"Hyuga Ryuna?! Uchiha Ryuki?! Jadi ibu dan ayahku dari klan Uchiha serta klan Hyuga?! Pantas saja kedua mataku seperti itu. Apa yang kau mau dariku? Kau ini ngontrak ditubuhku, harusnya kau bayarlah uang sewanya!"
{Hai, gaki! Ini semua bukan kemauanku, sialan! Ini semua ulah Ryutsuki Kazuya, seenaknya saja mengurungku di dalam tubuhmu. Lebih baik, kau bantu aku kumpulkan semua bijuu, aku akan memberikan semua chakraku padamu, dan kamu bisa bebas menggunakan semua kinjutsu tanpa efek samping pada tubuhmu, Bagaimana?}
"Ah, tidak. Buktinya efek kematian pun hilang, tapi aku masih kena efek kehabisan chakralah, efek penuaan dinilah, kebanyakan efek. Memangnya buat apa kau mau mengumpulkan semua bijuu, hah?!
{Jangan banyak tanya! Mau atau tidak? Tentu saja untuk membalaskan dendamku pada Ryutsuki Kazuya dan kedua orang tuamu, sialan. Berani-beraninya dia mengurungku disini, kalau semua chakra bijuu terkumpul aku bisa keluar dari tempat ini, bodoh!}
"Percuma! Apa kau tidak tahu jika kedua orang tuaku sudah meninggal? Juga nenek Ryutsuki Kazuya sudah meninggal? Makanya selama 5 tahun ini kamu molor terus ya, dasar siluman pemalas!"
Akira tiba-tiba pingsan, membuat Reina dan Azura kebingungan. Lalu Hiyoshi segera membawanya ke rumah sakit Iwagakure.
Akira dibawa ke dalam alam bawah sadarnya, dan muncul di sebuah lorong dengan latar belakang putih. Akira menapaki jalan yang penuh cahaya itu, hingga tiba di sebuah hamparan padang hijau yang dikelilingi dinding besi lebih mirip kurungan hewan berbentuk segi empat.
"Tempat apa ini?" mata Akira berkeliling, mengamati keadaan sekitar. "Ini dimana ya?"
"Hai, gaki!" panggil naga hitam berkepala tujuh dan 7 kepalanya tepat di depan pintu kurungan besi berwarna putih lebih mirip kristal. Setiap kepala memiliki bola kristal yang berbeda, ada warna merah, biru, hijau, coklat, kuning, putih dan hitam. "Aku yang memanggilmu kesini."
"Owaah! ... kamu keren juga ya. Andai saja kamu bisa dipanggil seperti Azura memanggil siluman kuchiyosenya. Pasti aku takan terkalahkan dan tambah keren," kata Akira dengan raut muka berbinar-binar.
"Cih, siapa yang mau menjalin kontrak denganmu, gaki!" balas serentak 7 kepala naga dengan 7 suara.
"Sudah cepat kumpulkan semua bijuu. Itu persyaratannya, jika bisa baru aku mau menjalin kontrak denganmu, bagaimana?" bujuk Enenra.
"Matamu, sialan! Kau kira mengumpulkan bijuu itu mudah. Sekalipun aku sekarang cukup kuat, tapi gara-gara kau chakraku terbatas dan mudah kelelahan. Buktinya beberapa kali aku muntah darah karena kehabisan chakra dan tubuhku menua umurnya, sial," gerutu Akira menyeringai kesal.
[Ding]
[Selamat host mendapatkan misi utama]
[Misi utama: Kumpulkan semua bijuu dan tanam menjadi pohon shinju lalu ekstraksi chakranya menjadi buah shinju dan berikan pada Enenra.
Hadiah: ???
Hukuman: Chakra host akan dibatasi level genin selamanya.
Batas waktu: 15 tahun
Progres misi:-]
"Benar-benar membuatku jengkel, Ryujin. Menyebalkan, padahal aku mau bersantai dahulu selama satu tahun menikmati hidup. Siaaaalaaaaan!"
"Bagaimana gaki? Aku akan memberikan chakraku padamu, jika kau setuju kamu bisa menggunakan Ryuzugan dalam mode maksimal. Selama ini mata itu membutuhkan chakraku jika ingin bisa sampai mode maksimal, pengunaan efektifitas Ryuzuganmu itu hanya sampai 50% saja," jelas Enenra.
"Baiklah, dengan sangat terpaksa. Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Akira dengan raut muka bingung.
"Mendekatlah, ke dekat pintu kristal ini!" pinta Enenra. Akira mendekatkan tubuhnya ke pintu besi, seperti orang terkena hipnotis menuruti semua perkataan Enenra. "Ulurkan tanganmu ke depan segel itu!"
Akira pun mengulurkan tangannya ke depan segel pintu, lalu seperti ada tegangab listrik yang mengaliri tangan Akira. Chakra berwarna-warni masuk dalam tubuh Akira, mulai dari merah, biru, hijau, kuning, coklat, hingga putih.
Muncul tato di perut Akira, tato segel kepala naga di kelilingi 7 magatama. "Aku hanya bisa memberikan seperempat chakraku, karena aku belum bisa percaya padamu, hahahaha. Dengan seperempat chakraku saja kamu sudah setara dengan level sannin 1, dan chakramu setara jinchurikinin 9," jelas Enenra.
Akira kembali sadar setelah menerima seperempat chakra Enenra, dan mendapati dirinya di ranjang rumah sakit. "Kenapa aku disini?" gumam Akira bangkit dari duduknya.
"Akira kamu sudah sadar? Syukurlah kamu sudah 12 jam pingsan," Akira membulatkan mata lalu memeluk Akira, tentu saja membuat Azura sedikit cemburu karena diam-diam punya rasa suka pada Akira.
"Dokter bilang kondisimu baik. Tapi Apa kamu masih bisa mengikuti ujian babak penyisihan kedua yang akan di adakan dua jam lagi?" tanya Azura dengan raut muka datar.
"Tentu saja bisa." Akira langsung berdiri, dan melepas semua alat perawatan yang menempel ditubuhnya. "Ayo kita pergi, perutku sangat lapar. Kita ke restoran yang paling enak di Iwa, tenang saja aku yang traktir."
"Baik, aku akan pergi menemui sensei untuk mengurunsnya. Azura kamu temani Akira ke restoran, aku akan menyusul," pinta Reina tersenyum ramah, karena ia mengerti jika Azura juga menyukai Akira. Setidaknya ia menjaga perasaan Azura saat ini, setelah dewasa nanti terserah Akira akan memilih Azura atau Reina.
Akira dan Azura telah sampai di restoran Yurotsuki, banyak pengunjung hari ini. Karena banyak pengunjung dari desa lain, bahkan negara lain berkumpul di Iwagakure untuk menyaksikan babak penyisihan kedua ujian chunin khusus.
Azura duduk bersebelahan dengan Akira, tempatnya tepat samping dinding pembatas kaca. Pemandangan pengunjung yang sangat ramai serta jalanan pusat desa yang sangat padat akan wisatawan, menambah kesan riuh di Iwagakure.
Akira hanya menatap lekat ke kaca, diam seribu bahasa, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini. Terlalu banyak yang Akira pikirkan setelah bertemu dengan Enenra sang naga kepala tujuh.
Mulai dari kedua orang tuanya yang berasal dari Hyuga dan Uchiha yang mempunyai doujutsu sangat hebat dan terkenal.
"Kenapa nenek Kazuya menyegel Enenra di dalam tubuhku? Apakah dia sangat berbahaya sampai di tekan selama 5 tahun ini? Lalu kenapa ayah dan ibu juga terlibat dalam penyegelan Enenra? Apakah ayah dan ibu sekuat itu? Sampai bisa membantu nenek. Ah, sudahlah membuatku pusing saja."
5 orang jonin elite Iwagakure mendekati meja Akira, mereka memakai ban merah bermotif lebah, bernama klan Kamizuru. Mereka adalah klan bangsawan yang kembali berjaya setelah lama anggota klannya mau punah, hanya menyisakan dua anggota klan saja.
"Bocah, minggir! Meja ini adalah milik Yoshino sama!" bentak Iozoru Kamizuru. "Ini adalah tempat favorit Yoshino sama!"
Akira yang sedang melamun dikagetkan suara bentakan Iozoru langsung menoleh le arahnya, mata byaku sharingannya tanpa sadar aktif dan menatap tajam lima jonin elite dari klan Kamizuru. Mata Akira sangat mendominasi, membuat nafas mereka sesak.