
Akira memang sengaja melakukannya, karena ia sudah merasakan ada salah satu jonin yang berhasil melihatnya masuk ke dalam jendela apartemennya. Meskipun jonin itu melihat seragam anbu dan topeng motif serigala yang masuk ke dalam kamar apartemen Akira, bukan anak kecil berumur 5 tahun. Semua seragam anbu dan topeng bermotif serigala itu, Akira sudah simpan di dalam inventori sistem.
Akira pingsan, karena kekurangan darah. Hiyoshi segera mencabut kedua kunai itu dan membawanya ke rumah sakit Konoha, karena tidak ada ninja medis di timnya selain Akira sendiri.
Azura dan Reina yang sudah bangun, mendengar suara gaduh langsung keluar kamar. Mereka berdua panik melihat Hiyoshi mengangkat Akira dan berlari cepat ke arah tangga apartemen. mereka berdua langsubg berlari cepat mengikuti Hiyoshi dari belakang menuju rumah sakit Konoha.
Jonin yang menyerang Akira juga melesat cepat dan ingin menghentikan Hiyoshi. Sesampainya di halaman depan apartemen, Hiyoshi, Akira, Reina, dan Azura dikepung oleh 20 jonin Elit serta 30 anbu Konohagakure.
"Berhenti!" teriak Arashi menghentikan Hiyoshi. "Maaf, Hiyoshi sama. Kami tidak bisa membiarkan kalian pergi kemana pun. Akira dicurigai menjadi penyusup di gedung hokage, setelah diteliti gulungan segel milik Konoha hilang."
"Maaf, saudara Arashi. Kondisi Akira dalam keadaan sekarat karena kehabisand darah. Jika aku tak membawanya ke rumah sakit, nyawa Akira tidak akan tertolong. Biarkan kami lewat!" teriak Hiyoshi yang sudah kesal karena tidak dibiarkan lewat.
Beberapa jonin elite dan anbu masuk ke dalam kamar apartemen Akira untuk menggeledahnya. Tapi mereka tidak menemukan pelaku, jejak pelaku, bahkan seragam atau apapun yang berhubungan dengan pelaku.
Jonin elite konoha pun menggunakan alat bernama Z-kyu, yaitu alat detector jejak chakra shinobi, untuk melacak keberadaan chakra seseorang. Monitor pada alat Z-kyu tidak menunjukan aktifitas chakra yang berlebihan, atau bekas pelepasan jutsu. Pelepasan chakra jutsu meskipun itu jutsu rank E, pasti akan terbaca di monitor kecil Z-kyu.
"Aneh, tidak ada aktifitas chakra sekecil pun yang terdeteksi di sini? Padahal tadi dengan mata kepala sendiri aku melihat pelaku berseragam anbu dan topeng bermotif serigala masuk ke kamar ini," gumam Shasiku dengan raut muka penuh kebingungan. "Apa alat ini rusak? Tapi tidak mungkin, alat ini baru saja dan sudah menjalani uji coba selama satu tahun, dan hasilnya sangat memuaskan."
Darah di lengan dan paha Akira terus mengalir, "Sensei, ini ada satu butir pil hiringu yang tersisa. Tolong minumkan ke Akira." Reina memberikan satu butir pil berwarna hijau. "Jika mereka masih menghalangi kita ke rumah sakit, biar aku yang menghadapinya. Aaaaargh!"
Swush!
"Jangan Reina! Kita tidak boleh gegabah," kata Hiyoshi menerima pil hiringu dari Reina lalu meminta Azura untuk menelankannya pada mulut Akira.
"Ya, Reina. Kita turuti saja apa mau mereka, untuk sementara obat ini bisa menghentikan pendarahan Akira," timpal Azura.
Reina menurunkan insensitas chakra dalam tubuhnya, kemarahannya mereda. Para jonin elite dan anbu tubuhnya sedikit bergetar ketika Reina mengeluarkan aura membunuh dan chakra level jinchurikinin 1.
"Tekanan chakra dan aura membunuh yang sangat kuat. Anak kecil tapi chakranya sangat besar dan mengerikan. Sebenarnya siapa yang dibawa oleh Hiyoshi sama ini?" batin Nara Suinshu, komandan anbu Konoha.
Pendarahan Akira berhenti, beberapa saat kemudian siuman. "Hoaaam!" Akira menguap dan tidak merasakan jika dirinya sudah diserang. "Aw! Kenapa aku sakit? Kenapa aku berada di pelukan Sensei?"
"Ya sensei. Tapi kenapa aku sakit seperti ini? Perasaanku aku sudah tidur lama. Lenganku dan pahaku terasa sakit sekali, seperti mengalami tusukan. Apa gara-gara aku mimpi buruk tadi ya?" jawab Akira polos, seolah tidak terjadi apa-apa.
"Salah satu jonin Konoha melihat ada penyusup berseragam anbu dan topeng motif serigala, masuk ke kamarmu melalui jendela. Jadi jonin Konoha mengira kamu penyusupnya hingga menyerangmu sewaktu dalam keadaan tidur, paha dan lenganmu tertusuk kunai hingga pingsan, karena kehabisan darah," jelas Hiyoshi.
"Ah, teganya. Mereka menuduhku tanpa bukti dan langsung menyerangku. Apa tek melihat jika aku ini hanya anak kecil tak berdaya, hanya seorang genin pula, hiks, hiks, hiks." Akira berpura-pura menangis. "Tolong sensei turunkan aku!"
Hiyoshi menurunkan Akira, "Apakah kamu sudah baik-baik saja, Akira?" tanya Hiyoshi yang masih mengkhawatirkan kondisi tubuh Akira.
"Tidak apa-apa, sensei." Akira unjuk gigi merapal segel tangan penyembuhan diri. "Saibo no kasseijutsu!"
Swuung!
Luka sobekan di paha, dan lengan kiri Akira menutup perlahan, hingga tak ada bekas sobekan luka lagi.
"Jutsu itu?! Ti-tidak mungkin?!" Para jonin dan anbu membulatkan mata, pasalnya hanya Tsunade dan Sakura serta Kabuto yang bisa melakukannya meskipun nama jutsunya berbeda. Hasil dari jutsu itu adalah mempercepat regenerasi sel dalam tubuh.
"Cepat bawa anak ini untuk diinterogasi! Aku harap dia sudah sembuh!" titah Nara Suinshu memakai seragam ANBU Konohagakure dan topeng motif burung gagak.
Rei yang ditunjuk Hanabi untuk terus mengawasi Akira, telah melaporkan pada Hanabi keadaan Akira sekarang. Namun Rei juga tidak mengetahui jika Akira menyamar menjadi Suzuku dan menyelinap masuk ke gedung Hokage. Karena saat itu Rei masih berada di kediaman klan Hyuga, Rei kembali ke gedung seberang apartemen Hyuga sesaat setelah Akira di serang Sashiku, lalu melaporkannya ada Hanabi.
"Tunggu!" teriak Hanabi yang tiba-tiba muncul dengan tubuh berkedip, untuk mencegah anak buah Nara Suinshu membawa Akira. "Jika kalian berani membawa cucuku, kalian akan berhadapan denganku!"
"Hah! Cucu?! Apakah aku memang cucu ketua Hanabi?! Tapi kalau aku perhatikan, ketampanan dan keimutanku ini sangat mirip dengan ketua Hanabi. Apakah aku memang cucunya? Berarti aku keturunan klan Hyuga? Tapi doujutsuku juga ada byakugannya tapi juga ada sharingan. Aku harus mempertanyakan ini pada paman Mizukage Chojuro dan paman Mizukage Chojuro, setelah selesai ujian chunin."
"Jangan bercanda Hanabi senpai!" Tiba-tiba Sarada juga muncul dengan tubuh berkedip. "Jika Akira cucumu, berarti cucuku juga. Tapi Akira mengatakan dia bukan anak dari Uchiha Ryuki atau Hyuga Ryuna, karena tidak memakai nama marga klan Hyuga atau klan Uchiha. Bukankah nama Akira adalah Ryutsuki Akira? Apakah kamu tuli atau buta, Hanabi senpai? Tidak bisa membedakan nama antara Ryutsuki dan Hyuga, hah?!"
"Klan Uchiha mulutnya selalu pedas bagai cabai level 50. Logika seperti itu terlalu kuno, bagaimana kalau Akira tes DNA? Untuk membuktikan bahwa dia adalah anak dari Hyuga Ryuna," tantang Hanabi. "Bukankah alat itu juga sebagi bukti, bahwa Akira tidak bersalah? Betul bukan, Sashiku?"