DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 199 Ketemu Akhirnya



Akira yang sudah terkurung dalam pelindungnya sendiri, mulai bersila dan menangkupkan tangan untuk menyerap chakra senjutsu.


Bukan untuk bertarung, tapi untuk mengembalikan staminanya yang terkuras habis.


"Azura! Azura sayang!" panggil Akira melalui komunikasi telepati.


"Ya, sayang. Ada apa?" sahut Azura Akira melalui komunikasi telepati.


"Selidiki tentang klan Zikawa," titah Akira dan melanjutkan dengan bertanya, "Bagaimana pelatihan klan ninjutsu medis klan Mashiiro?"


"Baiklah, malam ini aku akan beraksi. Untuk klan Mashiiro sangat baik. Kemungkinan dalam satu minggu lagi bisa naik sampai Ninjutsu rank B," jawab Azura lalu suaranya sudah tak didengar lagi oleh Akira.


[Ding]


[Selamat host mendapatkan 50.000 poin chakra karena menghabiskan 500.000 poin chakra dengan menggunakan salah satu jutsu medis. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


Suara 'Ding' pemberitahuan Evolt membuat Akira hilang konsentrasi. Alangkah terkejutnya setelah melihat panel hologram merah menunjukan poin chakra sebesar itu.


"Oh My Bye?!" Akira melebarkan mata dengan rahang terjatuh. "Penggunaan Ninpo Sozo Saisei: Byakugo No Jutsu memang menguras banyak chakra. Untung saja chakraku tidak terbatas, phew ...."


Akira mengedarkan persepsi pandangan Tenseigan untuk mengamati keadaan sekitar. Apakah mereka akan kembali atau tidak?


Nyatanya setelah 30 menit dan Tsubasa bangun dengan tatapan heran, Organisasi Yon Kingu tetap tak kembali.


"Sepertinya mereka sudah membawa senjata yang mereka inginkan dari tuan Tsubasa ini," gumam Akira.


Suaranya tersebut terdengar sampai ke telinga Tsubasa, "Maaf, tuan. Anda siapa? Dan darimana anda tahu bahwa aku akan bertransaksi dengan mereka?"


Tsubasa bangkit perlahan hanya untuk dudu dan menunduk hormat pada Akira, "Terima kasih tuan sudah menolongku."


"Namaku Shinji Tatsuo, hanya seorang dokter yang tak sengaja lewat, he-he ...." Akira berpura-berpura tidak tahu dan terkekeh dengan manggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tuan, tidak mungkin. Transaksi kami sangat rahasia, siapapun takan mengetahuinya," sergah Tsubasa.


Dia sudah menakar juga. Bagaimana mungkin adanya kebetulan? Lagipula ia hanya ingat kalau dirinya sudah sekarat dan disembuhkan oleh Akira dengan sangat mudah.


Dalam pikiran Tsubasa, pasti pemuda tampan di depannya bukan dokter biasa.


Akira tidak bisa berbohong lagi dan menghela nafas panjang, "Apakah anda sudah baikan tuan? Sebenarnya aku memerlukan jasamu. Jadi aku mencarimu."


"Maaf, tuan Shinji. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, untuk berhenti membuat atau memperbaiki senjata apapun. Senjata yang ku buat untuk mereka merupakan senjata terakhir yang aku buat. Tapi ...."


Tsubasa terdiam sesaat, dan melanjutkan, "Mereka mengancam untuk membunuh seluruh klanku beserta keluargaku jika mereka menolak memberikan senjata itu. Dan akhirnya malah mereka berbuat curang, aku tak bisa berbuat apa-apa. Malam nanti klanku yang tersembunyi di pegunungan es Kogakure akan dihabisi oleh Gori Satonu."


Tsubasa menitikan air mata karena tak bisa berbuat apa-apa, untuk menghentikan mereka.


"Bagaimana kalau aku menghentikan mereka semua? Apakah kamu bersedia membantuku untuk melawan mereka?" Akira berdiri dan mengaktifkan Tenseigan juga Rinnegan dengan keadaan berdiri memunggungi Tsubasa, "Tenseigan Chakra Modo!"


Tsubasa tubuhnya bergetar, merasakan chakra yang sangat kuat lalu mendongakan kepala secara cepat, "A-apa ini?! Sensasi apa ini?!"


Akira menyerap informasi dari Tsubasa untuk mengetahui keberadaan klan Kurogane.


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Rinnegan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Ryuzugan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


[Selamat, host mendapatkan 100 poin chakra karena menggunakan salah satu jutsu Tenseigan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]


"Pegangan yang erat, aku akan menggunakan kecepatan penuh. Aku juga sudah menyerap informasi dari dalam pikiran tuan Tsubasa," pinta Akira.


'Shua!' Baru saja berkedip, Tsubasa sudah diajak Akira berlari dengan kecepatan tinggi.


Hormon Adrenalinnya terpacu dan jantungnya berdetak sangat cepat. Akira berlari seperti terbang cepat, sebab tak memijak tanah.


Dalam waktu 10 menit mereka berdua sampai di pegunungan Ryumu. Daerah yang dipenuhi lapisan salju, dan mereka tiba di depan sebuah gua yang memiliki pelindung dan genjutsu.


Hanya klan Kurogane yang bisa masuk. Namun kesalahan Tsubasa yang terlalu percaya dengan Organisasi YK, memberikan jutsu pembuka segel genjutsu dan penghalang pada mereka.


Tsubasa turun dari punggung Ryuga dan menekan dinding di samping kanan mulut gua, "Syukurlah, mereka belum sampai," gumamnya tersenyum riang.


[Selamat, host mendapatkan 10.000 poin chakra karena menghabiskan 100.000 poin chakra dengan menggunakan salah satu jutsu tenseigan. Poin chakra dikalikan dua, karena memakai setelan baju elemen]x5


Ternyata empat bunshin miliknya juga ikut berlari di belakang Akira dengan chakra Tenseigan. Lalu Akira melepaskan jutsu Tenseigan Chakra Modo, agar tak membuat anggota klan Kurogane ketakutan.


Akira juga sudah mendapatkan informasi mengenai semua letak wilayah klan tersembunyi Kurogane yang berada di dalam gua.


Tapi ketika masuk gua akan ada lorong yang menuju wilayah klan Kurogane, luas wilayah pemukiman klan Kurogane hanya seluas 5 hektar dikelilingi bebatuan pegunungan Ryumu.


Jumlah anggotanya hanya ada 50 orang dan pekerjaan mereka adalah menambang batu logam, juga membuat senjata.


"Semuanya, menyebar dan buat formasi pelindung!" titah Akira.


Keempat bunshin Akira segera melesat menuju empat arah dan membentuk penghalang terkuat berwarna emas. Untuk melindungi wilayah klan Kurogane dari serangan Gori Satoni dan pasukannya yang akan tiba 10 menit lagi.


"Tuan Shinji, apa yang sedang anda lakukan?" tanya Tubasa, setelah melihat segel pelindung empat pilar yang dibuat oleh bunshin Akira.


"Tentu saja melindungi wilayah klan Kurogane, dan melindungi kalian semua. Selama aku masih hidup, aku pastikan mereka takan bisa menghabisi kalian. Kita masuk dahulu, aku ingin bertemu dengan anggota klan yang lain," pinta Akira.


"Baik, tuan Shinji. Ayo!" Tsubasa memimpin jalan memasuki gua dan ada penghalang yang hanya bisa dilihat oleh anggota klan Kurogane dan Akira.


"Dengan pelindung seperti ini, aku yakin mereka tidak akan bisa masuk, tuan Tsubasa," celetuk Akira mengamati keadaan sekitar.


"Seharusnya iya, tuan Shinji. Tapi ini salahku yang terlalu percaya dengan mereka dan memberikan kuncinya pada mereka. Aku terlalu naif sebagai patriark klan Kurogane dan mempecayai semua janji mereka pada kami." Tsubasa membanting pandangannya ke bawah dengan lesu.


"Apa yang mereka janjikan?" tanya Akira memancing Tsubasa agar mau menjelaskan perjanjian klan Kurogane dan Organisasi Yon Kingu.


"Sel Kitana, uang, dan menjadikan klan Kurogane menguasai seluruh Kogakure, Yukigakure, juga menempatkan klan Kurogane di jajaran klan tersohor di Namigkure," jawab Tsubasa penuh penyesalan.