DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 78 - Mulut Boros



"Hizuga, kita harus cepat menyelesaikan misi ini dan menemukan Byakuya. Tapi bagaimana cara kita mencarinya, hanya menerima informasi yang minim dari Akira sama, yaitu nama dan statusnya yang seorang genin," kata Shinichi melalui telepati.


"Lebih baik kita mengorek informasi dari penjaga di depan kita ini. Untuk masalah itu serahkan saja padaku," balas Hizuga melalui telepati.


"Ano, senpai! Maaf, saudaraku yang bernama Kanji dari Kirigakure menitipkan surat padaku, dan surat itu untuk Byakuya. Tapi saudaraku ini tidak memberikan secara spesifik alamat rumah dan juga ciri-cirinya. Apakah senpai mau membantuku menemukan Byakuya yang masih genin dan sudah pulang dari ujian chunin khusus?" pinta Hizuga dari balik topengnya. "Maaf kami memakai topeng ini, karena wajah kami sangat rusak akibat pertarungan. Jika kami membukanya kami yakin senpai tidak akan mau makan selama 3 hari."


"Dasar kau mulut boros! Bisa saja kau memanipulasi kata-kata, untung saja kata-katamu itu tidak kau gunakan untuk merayu wanita, cih!" kata Shinichi melalui telepati.


"Dasar kau muka badak! Mulut adalah senjata paling ampuh, tentu saja untuk merayu wanita. Apa kau lupa gadis dari pemilik toko sayur-sayuran di sebelah tokomu, sudah aku taklukan dengan jutsu mulut borosku ini, hahahaha. Jadi laki-laki jangan terlalu kaku dengan wanita, nanti kamu akan menjadi lajang seumur hidupmu," ejek Hizuga melalui telepati.


"Sial, kau mulut boros. Kita buktikan saja siapa yang akan menikah terlebih dahulu. Sudahlah kita fokus pada misi, dan amati sekeliling. Misi utama kita mengumpulkan bijuu, jadi sebelum ada perintah dari Akira sama kita kumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai para bijuu," balas Shinichi melalui telepati.


Tanpa ada rasa curiga pada Hizuga dan Shinichi, Shibari memberitahukan keberadaan Byakuya. "Menurut informasi dari pusat semua peserta ujian chunin khusus yang telah gugur, sudah bertolak dari Iwagakure, dan kabar terakhir malam ini semua tim akan tiba di stasiun Kazeyu, malam ini. Mungkin anda akan menemukan Byakuya yang anda cari," jelas Shibari.


"Mulut boros, rayuanmu sangat maut. Lihatlah penjaga itu sampai percaya akan kebohonganmu itu, hahahaha," kata Shinichi sambil tertawa ringan melalui telepati.


"Tentulah, mulutku ini kan sangat ampuh. Bahkan melebihi senjata Bakuryuku sendiri, hmm ...," balas Hizuga melalui telepati.


Mereke bertiga sampai di sebuah gedung seperti rumah sakit, bertuliskan asosiasi pemburu nukenin Sunagakure. Di dalam gedung ini merupakan penjara sementara para nukenin Sunagakure sebelum di adili dan pengumpulan mayat nukenin yang berhasil dibawa oleh pemburu nukenin, untuk ditukarkan dengan uang.


"Senpai, terima kasih," kata Hizuga lalu memberikan uang 1000 ryo pada Shibari. "Ini sebagai uang terima kasih untuk senpai, jika ada waktu aku akan mentraktirmu makan senpai."


"Terima kasih, terima kasih." Shibari menganggukan kepala dengan tersenyum lebar dan raut wajah sumringah. "Jika ada waktu temui aku di pintu gerbang, sampai jumpa nanti!"


"Mulut boros, kamu ini bagaimana? Sudah tahu itu uang terakhir kita, kamu malah memberikannya pada penjaga itu," bisik Shinichi dengan menyeringai kesal.


Shibari meninggalkan Hizuga dan Shinichi, mereka membawa mayat Jugo Yui ke resepsionis asosiasi nukenin Sunagakure. "Sudah lihat saja. Mayat ini bisa menjadi uang, Akira sama tahu jika kita sekarang miskin akan uang. Makanya memberikan mayat ini pada kita," balas Hizuga dengan tatapan malas pada Shinichi yang begitu merepotkannya. "Cepat taruh mayat itu! Hmm ...."


Shinichi menaruh mayat Jugo Yui di meja khusus mayat, resepsionis wanita berpakaian rok sangat mini biru dan blazer biru, terlihat belahan dadanya yang berukuran ukuran D cup, rambutnya menjuntai sepinggul lurus, bibirnya begitu merah dengan pupil mata coklat, dan pipi agak chubby.


"Bagaimana nona manis, berapa uang yang kami dapat?" tanya Hizuga dengan tatapan penuh minat dan mengerlingkan matanya, membuat gadis yang bernama Niseki.


"A-ano, sebentar aku sedang me-meriksanya." Kedua pipi lesung Niseki memerah dan berkata dengan nada canggung. "Maaf, tuan bertopeng. Nilai Jugo Yui sangat tinggi 20 juta ryo. Dia adalah nukenin ranking pertama yang dicari keberadaannya."


Niseki masuk ke dalam, kedua karyawan yang memakai pakaian perawat keluar dari ruangan mayat dan membawa mayat Jugo Yui. Niseki keluar membawa gulungan kecil yang berisi uang 20 juta ryo, transaksi di asosiasi nukenin Sunagakure semuanya menggunakan uang kontan, bukan uang rekening di alat shinobi bank.


"Ini uang pembayarannya!" Niseki memberikan uang itu pada Shinichi yang sedari tadi menelan salivanya melihat kecantikan Niseki. "Semoga tuan bertopeng bisa bekerja sama dengan asosiasi nukenin Sunagakure."


"Tentu saja, tentu saja." Shinichi yang keceplosan langsung menarik tangan Niseki yang sangat halus dan lembut untuk berjabat tangan, membuat jantung Niseki berdegup kencang, kedua pipinya memerah. "Lain kali kami akan datang kembali."


Shinichi menyimpan gulungan itu di kantong bagian dalam jubah hitam Ryutsuki. Dengan berat hati Shinichi meninggalkan Niseki, menuju stasiun Kazeyu.


___


___


___


Shibari sudah memperlihatkan foto Byakuya di smartphone miliknya pada Hizuga ketika berjalan menuju gedung asosiasi nukenin. Umur Byakuya 7 tahun, genin yang cukup bodoh dan tolol, meskipun mempunyai wajah yang sangat tampan dan keren, terlebih lagi chakranya setara jinchurikinin 2. Rambut Byakuya berwarna coklat pirang acak, matanya juga berwarna coklat terang, kulitnya putih dan mempunyai tinggi 155 cm, cukup tinggi untuk anak seumurannya.


Pukul 22.30 keret kaminarimon tiba di stasiun Kazeyu dari stasiun Tsuchiyu, Iwagakure. Gerbong pertama diisi oleh para genin yang telah kalah di ujian babak penyisihan bagian pertama dari Sunagakure. Ada lima jonin pembimbing yang keluar pertama kali dari pintu gerbong pertama, disusul Byakuya.


"Hoaaam! Akhirnya aku kembali ke Suna, tapi masih genin. Benar-benar aku tak berguna," gumam Byakuya sambil menguap.


Hizuga dan Shinichi yang sedari mengawasi dari jauh, melihat anak kecil keluar setelah 5 jonin pembiming Sunagakure, dan cirinya sesuai yang mereka lihat dalam foto langsung melesat cepat ke arah Byakuya.


Shua!


Tap!


Shinichi yang berbadan besar dan tegap, langsung menarik kaki kanan Byakuya dan mengangkatnya dengan posisi terbalik. "Lepaskan aku, lepaskan aku!" Byakuya memberontak dan mencoba memukul serta menendang Shinichi.


"Aku tidak ada urusan dengan kalian, pergilah! Aku hanya punya urusan dengan anak ini. Jika kalian ikut campur, aku tak segan-segan membunuh kalian," ancam Hizuga yang sudah berada di depan kelima jonin pembimbing Sunagakure untuk menghalangi Shinichi yang sudah menangkap Byakuya.


"Lepaskan muridku! Aku takan membiarkan kalian membawa Byakuya!" teriak Hansu jonin pembimbing Byakuya.