DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS- 68 Dokter Gila



"Hentikan!" teriak Akira lalu muncul tiba-tiba ditengah dan menahan tendangan Maru serta Shunsui.


Tap!


Tap!


"Hai bocah! Jangan ganggu pertandingan geninku!" teriak Raikage Z dari tempat duduknya dan sudah berdiri lalu muncul di depan Akira.


"Maaf Raikage. Lebih baik Shunshui menyerah, jika tidak semua tubuhnya akan lumpuh, termakan chakra elemen petir yang sudah meresap di inti nukles semua sel di dalam tubuhnya," jelas Akira lalu menurunkan kaki Maru dan kaki Shunsui. "Lihat tubuhnya! Tidak bisa lagi digerakan. Shousen no jutsu!"


Swung!


Akira langsung memberikan pengobatan pertama medis dengan menyalurkan chakra pada tubuh Shunsui. "Aku menyerah, ketua pengawas. Kemenangan ini, aku berikan pada Senju Maru dengan ikhlas," kata Shunsui dengan nada lembut.


Tim medis datang dan segera membawa Shunsui ke ruang perawatan. Akira mengikutinya dari belakang, semua heran dengan apa yang dilakukan oleh Akira. Bahkan Hanabi yang sedari tadi memperhatikan aliran chakra di dalam tubuh Maru dan Shusui tidak ada tanda-tanda gejala yang aneh.


Akira berdiri di depan ruang perawatan Shunsui, menunggu hasil diagnosa para tim medis. Akira selalu merasa terpanggil jika itu masalah penyakit atau penyembuhan.


Dengan berat hati Aichi mengumumkan pemenang pertandingan keenam, "Pemenangnya Senju Maru!" teriak Aichi dengan suara agak serak.


Salah satu tim medis keluar dari ruang perawatan Shunsui dengan raut wajah murung, "Sepertinya ia tak tertolong lagi, anak itu akan lumpuh permanen dan hanya bisa mematung," gumam Kenji menyeka keringat di dahinya.


"Bagaimana paman? Apakah masih tertolong?" tanya Akira dengan raut muka penuh kekhawatiran.


"Bocah, apakah kau yang mengobati peserta sebelumnya yang terbakar?" tanya kenji dengan raut muka yang tak asing melihat Akira. "Kondisi peserta di dalam memprihatinkan, badannya sudah lumpuh permanen, akibat terjadi gelombang kejut ledakan karena chakra petir berlebihan di seluruh tubuhnya. Ini merupakan gelaja yang hanya bisa diatasi dokter rank SSS."


"Ya, paman dokter. Aku yang menolong peserta yang bernama Byakuya itu," jawab Akira tatapannya dingin. "Sudah kuduga, aku terlambat 1 detik, sial! ... biar aku lihat sebentar paman dokter, boleh?"


"Hanya satu cara yang bisa kulakukan tapi ini resiko berat untukku. Semoga saja efek penuaan umur tidak terjadi lagi, kekuatanku saat ini sudah jonin. Aku harap tidak terjadi lagi sebelumnya, apalagi sampai ryuzugan tidak aktif dalam jangka waktu yang lama, sungguh-sungguh meresahkan buatku, kampret!"


Di arena, pertandingan terus berlanjut dengan kemenangan Saboi atas Suzuchi. "Pemenangnya Saboi!" teriak Aichi mulai berapi-api kembali pertandingan ketujuh.


Suara Aichi yang menggunakan pengeras suara terdengar hingga ruang perawatan. Akira masuk ke dalam ruang perawatan Shunsui, di sebelahnya ada Byakuya yang sedang duduk, tubuhnya sudah agak pulih.


"Akira?!" Byakuya membulatkan mata ketika melihat Akira masuk, "Se-sedang a-apa kau disini?"


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Uzumaki Aruna dan Ansatsu. "Pemenangnya Uzumaki Aruna!" teriak Aichi mulai berapi-api kembali pertandingan kedelapan.


"Tidak, aku hanya ingin melihat Shunshui. Siapa tahu aku bisa menyembuhkannya," jawab Akira tanpa memandang Byakuya. "Ya, kan Shunsui?"


"Mu-mungkin saja. Ta-tapi aku sudah pasrah jika aku lumpuh permanen," lirih Shunsui dengan raut muka pucat pasi.


"Sudah, jangan berkata seperti itu," kata Akira tersenyum ramah untuk menguatkan Shunsui. "Biar aku periksa terlebih dahulu kondisimu."


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Kyazushiki dan Yakuchi Sarutobi. "Pemenangnya Kyazushiki Otsutsuki!" teriak Aichi berapi-api kembali pertandingan kesembilan.


"Dokter gila. Apanya yang ninja medis, sedari tadi belum di apa-apakan tubuhku yang mematung ini, dasar dokter labil!"


Suzui, Ansatsu, dan disusul Yakuchi masuk ke dalam ruangan perawatan dalam keadaan pingsan. Terutama Yakuchi tulang rusuknya patah semua, pukulan Kyazushiki memang sangat kuat, sekali pukul, badan tegap Yakuchi saja mampu diremukannya. Tim medis segera membawa Yakuchi ke ruang operasi namun dihentikan oleh Akira.


"Tidak perlu." Akira berdiri dan melangkah ke arah Yakuchi yang terbaring penuh cairan merah di mulutnya. Lalu menempelkan telapak tangannya pada dada Yakuchi. "Saibo no kasseijutsu!"


Krak!


Krak!


Krak!


Tulang rusuk Yakuchi kembali menyatu dan utuh semula, luka dalamnya juga sembuh seketika. Tapi kondisi Yakuchi masih pingsan, Akira terus mengalirkan chakranya pada Yakuchi untuk menyembuhkan semua luka dalamnya, sambil memisahkan racun yang berada di seluruh aliran darahnya.


"Peserta yang memukulnya mempunyai pukulan racun yang sangat kuat. Jika kurang sedetik saja, nyawa dia akan melayang. Sungguh berbahaya!"


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Razoru dan Daro. "Pemenangnya Daro!" teriak Aichi berapi-api pertandingan kesepuluh.


Semua tim medis termasuk kepala dokter Kenji menaikan alisnya, tulang rusuk yang patah dan racun di dalam tubuh Yakuchi disembuhkan sangat cepat oleh Akira.


"Bocah, rupanya kau ninja medis yang sangat berbakat. Bukan, kau terlalu jenius, hehehe," puji Kenji terkekeh dan menepuk-nepuk pundak Akira.


"Tentu saja, Akira!" tangan Akira menepuk-nepuk dadanya dengan penuh kebanggan.


"Woy, kau mau memeriksaku atau tidak?!" teriak Shunsui yang merasa diabaikan sedari tadi.


"Santai-santai, saudara." Akira memberikan 1 pil Chakra pada Kenji. "Paman dokter, tolong, telankan pil ini pada Yakuchi! Aku akan mencoba memeriksa si mulut petasan ini."


Akira melangkahkan kakinya dan berpindah tempat ke ranjang milik Shunsui. "Tolong, apa yang kalian lihat saat ini? Jangan diceritakan pada orang lain," pinta Akira dengan sorot mata yang tajam dan aura membunuh yang menekan. "Aku serius, jika kalian mengatakannya dan bocor keluar, aku sudah menandai kalian semua dan sekejap mata aku bisa membunuh kalian, dalam satu nafas."


Semua tim medis, Shunshui, dan Bhakuya raut wajahnya pucat serta nafasnya sesak, karena tekanan aura membunuh dari Akira. Mereka tak menyangka dibalik wajahnya yang tampan imut tersimpan sosok yang mengerikan.


"Ba-baik, A-akira," kata serentak semua tim medis dengan tubuh bergetar, dan Shunsui yang masih mematung tubuhnya serta Byakuya yang sedang duduk, dengan nada terbata-bata, karena nafas mereka sesak.


Suara Aichi kembali terdengar mengumumkan hasil pertandingan antara Azuya Otsutsuki dan Ishizu Otsutuki. "Pemenangnya Azuya Otsutsuki!" teriak Aichi berapi-api kembali pertandingan kesebelas.


Akira menautkan tangan, "Ryuton: Ryuzugan!" rinne sharingan berwarna merah dengan 12 tomoe aktif, tangan kanan Akira ditempelkan ke dada Shunsui. "Kisho tensei!"


Swuung!


Chakra berwarna biru mulai keluar dari telapak tangan Akira dan menyebar ke seluruh tubuh Shunsui. Seluruh chakra petir yang sudah merusak semua inti nukleus dalam tubuh Shunsui diserap, lalu dirubah seperti sedia kala. Perlahan jari jemari Shunsui bisa digerakan kembali.