DARKNESS TO ENLIGHTMENT

DARKNESS TO ENLIGHTMENT
SS 137 Sandiwara III



"Oh, tidak." Daikonji menggeleng pelan. "02 sama sudah memberikan layanan terbaik. Berkat Organisasi Eneru, aku dapat bonus dari Odama dono karena mengirimkan pesanannya lebih awal. Dan kami berdua juga selamat sampai disini, O2 sama dan 01 sama bertanggung jawab penuh atas keselamatan kami."


"Ya, 02 sama. Kalau tidak kami sudah pasti pulang dalam keadaan jasadnya saja, setelah dikepung 50 bandit. Tapi 02 sama dan 01 sama membereskan mereka semua dengan mudah." Yuzu tersenyum puas. Kemudian melanjutkan, "Kami akan membayar tiga kali lipat dan kami menyetujui investasi pada ladang pertanian kami."


Senju Odama mendengar pernyataan Echi dan Yuzu membuatnya tertarik, dengan pendanaan uang yang diberikan Organisasi Akira versi putih yaitu Eneru.


"Ini uangnya!" tanpa basa-basi Akira merogoh saku bagian dalam jubanhya, untuk mengambil gulungan kecil berisi uang 10 juta ryo, dan memberikannya pada Echi. Kemudian melanjutkan, "Aku harap uang itu sangat berguna. Anggap saja aku memesan banyak dari klan Daikonji, aku hanya membutuhkan sayuran berkhasiat dan benerapa tanaman herbal."


"Baik, Eneru sama. Kami siap menerimanya dan siap mengirimkan semua pesanan Eneru sama." Echi tersenyum sangat puas dengan bantuan dana Akira yang tanpa bunga, hanya menginginkan puluhan ribu sayuran berkhasiat dan ratusan ribu tanaman herbal. Tentu saja dana segar ini bisa meningkatkan hasil produksi klan Daikonji yang berbisnis di sektor ladang pertanian sayuran berkhasiat dan tanaman herbal.


"Maaf, Eneru sama. Aku sedikit menyela pembicaraan anda, silahkan!" Odama melambaikan tangannya untuk mempersilahkan Akira dan Hizuga duduk.


"Maaf Odama sama, kami berlaku tidak sopan di kediaman Senju." Hizuga menunduk hormat lalu duduk bersama Akira di samping Echi.


"Tidak masalah." Odama tersenyum ramah dengan menggeleng pelan. "Justru kami sangat senang, klan Senju tidak akan kekurangan sumber daya karena organisasi anda, Eneru sama."


"Apakah anda seorang peramu pil, Eneru sama?" tanya Odama menelisik.


"Entahlah, tapi aku lebih suka disebut orang yang suka bereksperimen, hehehe." Akira tertawa lirih dari balik topengnya.


Senju Kuriama salah satu peramu pil terbaik di klan Senju, masuk ke dalam ruangan tamu khusus dan membawa sebuah kotak berisi pil chakra lalu memberikannya pada Odama.


Akira mengedarkan pandangan mata byakugannya untuk melihat isi di dalam kotak itu yang hanya berisi pil chakra dengan efektifitas tertinggi di klan Senju, yaitu 35%.


Odama tersenyum tipis, lalu membuka kotak tersebut. "Pil yang sangat hebat, tetua Kuriama," pujinya.


Akira hanya tersenyum tipis di balik topengnya, tapi Hizuga yang mencium bau pil tersebut langsung tertawa terbahak-bahak karena baunya sangat busuk dan kualitasnya jauh dari pil yang dibuat oleh Akira atau lebih tepatnya Ryujin.


"Hahahaha ... maaf, maaf ... hahahaha ... sudah jangan pedulikan tawaku. Aku hanya sedang tidak badan, hahahaha ..., oraaa!" kilah Hizuga yang masih tertawa sambil memegangi perutnya.


Kuriama yang merasa pil yang dibuat olehnya sedang direndahkan oleh Hizuga naik pitam dan menggebrak meja. "Apa kau pikir meramu pil chakra ini main-main? Aku ini jenius dalam meramu pil di desa Konohagakure, hah!" bentaknya.


"Maaf tetua. Aku tidak menyinggung pil anda. Aku hanya sedang tidak enak badan, maafkan aku jika menyinggungmu." Hizuga mencoba menghentikan tawanya, dan menenangkan diri lalu menunduk hormat.


"Maaf, tetua. Jika anggota kami menyinggung anda, anggotaku tidak ada maksud sedikit pun untuk menyinggung anda, Kuriama sama." Akira menunduk hormat untuk mencairkan ketegangan di dalam ruangan.


"Sudah kukatakan aku meminta kompensasi 1 juta ryo," bentak Kuriama menyeringai geram dan menggertakan gigi, emosinya sudah tidak dapat dikontrol lagi jika menyangkut penghinaan terhadap pil yang ia ramu.


"Tetua, jangan keterlaluan!" teriak Odama menyeringai tajam. Kemudian melanjutkan, "Lagipula Eneru sama dan 02 sama sudah. meminta maaf padamu. Lupakan saja masalah ini."


"Jadi ketua lebih membela mereka yang orang luar daripada diriku yang bagian klan Senju dan jenius peramu pil di Konohagakure?" Kuriama menunjuk muka Hizuga dan Akira satu persatu lalu menunjuk dadanya sendiri dengan penuh kesombongan. Kemudian melanjutkan, "Mana mengerti sampah seperti mereka tentang meramu pil, apalagi bisa mengalahkanku, hahahaha ...."


"Cih, hanya pil sampah!" Hizuga terprovokasi dengan pernyataan Kuriama, raut wajahnya menyeringai kesal. "Aku pikir, faktanya pil yang kamu buat itu hanya seperti tahi kambing saja. Kualitasnya bagai bumi dan surga dengan pil yang dibuat oleh Eneru sama."


"Jangan membual! Mana mungkin organisasi yang reputasinya rendahan bisa membuat pil sehebat yang aku buat." Kuriama menatap sinis Akira dan menunjuk topeng hitam tepat didahinya. Kemudian melanjutkan, "Jika kamu bisa membuat pil yang lebih hebat dariku. Aku rela makan kotoranku sendiri, hahaha ...."


Akira tersenyum santai menghadapi provokasi Kuriama. Sedangkan Hizuga urat otot diwajahnya sudah menonjol besar dan ingin segera membantai Kuriama.


"Jangan suka berbicara berlebihan, nanti akan menelan ludahnya sendiri," cibir Echi dengan raut muka datar.


"Diam kau tua bangka!" bentak Kuriama menyeringai geram. "Kamu itu hanya ketua klan dari klan rendahan. Jadi jangan ikut campur, tanpa klan Senju, klan Daikonji hanya klan yang terbenam ke dalam pembuangan sampah."


Echi dan Yuzu tentu saja marah, tapi apalah daya mereka masih membutuhkan mitra dagang dengan klan Senju. Selama ini hanya klan Senju saja yang selalu memesan sayuran berkhasiat dan tanaman herbal dalam jumlah yang sangat banyak. Echi dan Yuzu menundukan wajahnya dengan tersenyum kecut menahan perihnya penghinaan Kuriama.


Senju Odama juga tak bisa berbuat apa-apa, ia bisa naik menjadi ketua klan karena jasa besar Kuriama. Tapi ia seperti menjadi boneka dari Senju Kuriama dalam memimpin klan Senju.


"Tapi kalau aku meminta kematianmu, apakah anda siap, jika anda kalah denganku dalam meramu pil?" tantang Akira menyeringai licik dengan senyum santai. Kemudian melanjutkan, "Aku siap bunuh diri di depan anda jika aku kalah dan memberikan kompensasi 100 juta ryo pada klan Senju."


"Hahaha ... akhirnya Eneru sama buka suara. Aku rasa taruhannya kurang cukup, bagaimana kalau seluruh wilayah klan Senju menjadi milik kami, hahaha ...." Hizuga tertawa puas karena Akira pasti menang, dan sengaja menaikan nilai taruhannya supaya lebih seru. Kemudian melanjutkan, "Tenang saja klan Senju pasti menjadi klan atas angin jika kami yang memegangnya. Reputasi organisasi kami memang rendah, tapi jika masalah pengembangan kami sudah membuktikannya."


"Bicaralah sesuka hati kalian. Aku pastikan pantat kalian akan aku tendang dalam keadaan telanjang, hahahaha." Kuriama tertawa jahat menatap Hizuga dan Akira.


Odama hanya menepuk jidatnya sendiri dengan perkataan Kuriama yang berarti setuju dengan taruhan ini.